Bab 6. Pertemuan Keluarga

Satu bulan berlalu, hubungan Luna dan Valko bermekaran layaknya bunga. Membuat siapa pun yang melihat keduanya ketika bersama ikut bahagia. Setiap akhir pekan, Valko akan mengunjungi Luna di Kota Flor sambil menjual obat-obatan serta kerajinan khas suku Canis.

"Aku akan ke sana, sekarang! Ayo, kita jalan-jalan!" ajak Valko melalui sambungan telepon.

Lelaki itu mengembangkan senyum di bibir tipisnya. Beberapa perempuan dengan pakaian minim melirik Valko seraya tersenyum genit. Namun, dia mengacuhkannya.

Tiba-tiba seorang perempuan dengan celana pendek dan kaos belahan dada rendah menghampiri Valko. Dia menempelkan sepasang jeruk bali miliknya pada lengan Valko dan bergelayut manja.

"Hai, tampan! Aku Vanesa, siapa namamu?" tanya perempuan berambut pirang sebahu itu.

Valko menarik lengannya karena risi dengan benda kenyal yang menempel di sana. Bukannya menjauh, Vanesa justru semakin gencar mendekati Valko. Bahkan kini perempuan genit itu mengusap lembut dadanya.

"Hentikan, atau kubanting!" ancam Valko.

"Uuhhh, aku takut!" Vanesa memasang wajah dengan ekspresi ketakutan yang dibuat-buat.

"Pergilah!"

"Ayolah, siapa namamu wahai, Pria Tampan?" tanya Vanesa lagi.

"Kamu tidak perlu tahu siapa namaku!"

Baru saja Valko menutup mulut agar Vanesa tidak mengetahui namanya, tetapi malah dari kejauhan Luna berteriak memanggilnya. Valko menepuk dahinya, dan  mengacuhkan Luna.

"Valko! Apa kamu tuli?" teriak Luna sambil berlari ke arah sang kekasih.

Valko mengedipkan mata berulang kali, sambil komat-kamit untuk memberi kode kepada Luna. Akan tetapi, gadis cerdas yang tidak peka itu hanya mengernyitkan dahi.

"Apa matamu kemasukan debu?"

"Kamu mengenalnya?" tanya Vanesa.

"Ah, dia pacarku, Kak."

"Apa?" Sontak Vanesa terkejut dan menatap Luna serta Valko bergantian.

"Apa kamu tidak takut terkena sanksi karena berpacaran dalam periode ini? Jika ketahuan Dewan Kampus, kamu akan dihukum, bahwa dihentikan beasiswamu!" Vanesa melipat lengan seraya tersenyum licik.

"Aku rasa tidak ada peraturan seperti itu? Sana pergilah! Jangan mendekati kekasihku lagi! Dia lebih suka kue yang dikemas rapi dan higienis, daripada kue yang dibiarkan terbuka dan terkena debu!" ejek Luna.

"Kamu!" Vanesa mengentakkan kaki ke atas aspal kemudian berlalu dengan kekesalan tingkat akut.

Valko menawan tawa karena ucapan Luna. Perempuan itu memang ahli dalam membuat lawan bicaranya kesal. Valko langsung menelan kembali tawanya setelah Luna melemparkan tatapan tajam. Tiba-tiba gadis itu mencubit perut samping Valko.

"Aduh! Ampun!" Valko berusaha melepaskan jepitan maut jemari Luna dari perutnya.

"Siapa suruh main mata sama cewek murahan! Lihat dia, lebih miskin daripada aku! Pakaiannya saja kekurangan bahan begitu!"

"Kamu cemburu?"

"Cemburu? Ha! Nggaklah!" Luna melepaskan jemarinya lalu melipat lengan sambil mengerucutkan bibir.

Akhirnya tawa Valko pecah karena melihat tingkah Luna yang begitu menggemaskan. Mendengar Valko tertawa, membuat Luna semakin kesal. Akhirnya dia memukul pelan lengan atas sang kekasih.

"Haha ... sudah! Ayo kita ke Festival Bunga!"

Seketika perasaan kesal yang bercokol di hati Lina lenyap. Festival Bunga adalah salah satu momen tahunan yang paling dia sukai. Luna langsung menggandeng jemari Valko dan berjalan beriringan dengan kekasihnya itu.

Sepanjang jalan menuju Taman Kota, mata mereka berdua dimanjakan dengan pepohonan yang mulai bersemi. Bunga Jacaranda membuat nuansa kota menjadi ungu. Tidak hanya Luna dan juga Valko, banyak pasangan dari berbagai usia memadati jalanan.

Mereka semua bersuka cita menyambut datangnya musim semi. Beberapa dari mereka mengambil foto di tengah jalanan dengan pemandangan pohon Jacaranda, dan sebagian lagi hanya menikmati waktu bersama keluarga atau pasangan sambil memakan es krim.

"Valko, apa kita bisa melihat bunga-bunga ini bermekaran setiap tahun, ya?" Luna menatap sendu bunga berwarna ungu di atasnya.

Valko melirik gadisnya itu sekilas, lalu ikut mendongak. Keindahan kelopak bunga Jacaranda yang berwarna ungu itu membuat hatinya damai. Valko tersenyum lembut, kemudian kembali menatap Luna penuh cinta.

"Aku yakin, kita akan bertemu musim ini lagi tahun depan."

"Val, apa kita bisa terus bersama?"

"Asal kamu mau menerima keadaanku yang begini, aku akan selalu menjadi pelindungmu, dan senantiasa menemanimu setiap waktu, Luna."

Luna mengalihkan pandangannya dari bunga-bunga indah itu, kemudian menatap manik mata biru milik Valco. Luna tersenyum lembut. Hatinya langsung menghangat mendengar ucapan Valko.

"Val, aku mencintaimu."

Valko tidak bisa lagi menahan gelora cintanya untuk Luna. Lelaki itu langsung mendekatkan bibir ke arah bibir Luna, dan menempelkannya sejenak. Sentuhan lembut yang mereka rasakan membuat dua sejoli itu terbuai.

Ciuman sekilas itu, berlanjut menjadi ciuman penuh cinta dan hasrat. Keduanya saling memagut dan menikmati kelembutan itu. Harapan mereka semakin kuat untuk tetap bersama, meski ada perbedaan yang menghalangi.

***

Valko kembali ke hutan La Eterno keesokan harinya. Dia membawa stok cinta Luna untuk sebulan ke depan. Langit sudah berubah menjadi gelap ketika lelaki tampan itu sampai di rumahnya.

Suasana rumah itu tampak berbeda. Rumahnya terlihat lebih ramai dari biasanya. Ketika Valko melangkah masuk, dia dikejutkan oleh hadirnya Berta beserta keluarganya.

"Kamu sudah datang?" tanya Alarick dengan suara baritonnya.

"Ada apa, Yah?"

"Duduklah sebentar." Alarick menepuk sofa kosong di sampingnya, dan meminta sang putra untuk duduk.

"Begini, Nak. Kami sedang membicarakan pertunanganmu dengan Andrea, cucuku."

"Maaf, Nek. Pertunangan apa, ya?"

"Kalian sudah ditakdirkan bersama oleh leluhur. Jadi, dalam waktu dekat ini kalian akan bertunangan untuk melaksanakan perjanjian leluhur di masa lalu."

Valko menatap sang ayah untuk meminta penjelasan. Alarick menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Lelaki tersebut memutar otak untuk menyampaikan kabar mendadak yang juga membuat Alarick terkejut di awal.

"Kakek buyut kalian telah membuat sebuah perjanjian. Mereka ingin memperkuat kekerabatan dengan menikahkan cucu dari generasi ketiga. Menurut ramalan, pasangan generasi ketika kepala suku dan tetua akan membuat suku Canis dalam kejayaan." Alarick menjelaskan semua yang sebenarnya terjadi.

"Aku lelah. Bisa kita bicarakan lain waktu?" Valko keluar rumah, lalu berjalan menuju hutan.

Lelaki itu ingin meluapkan kekesalan dengan berteriak sekencang mungkin. Valko terus melangkah masuk ke dalam hutan, lalu menghentikan langkah ketika sampai di sebuah jurang. Dia menarik napas panjang kemudian berteriak sekuat tenaga.

"Aaa!" teriak Valko hingga suara lelaki itu menggema dan terdengar hampir di seluruh penjuru hutan.

"Wah! Hebat!" seru Andrea seraya bertepuk tangan.

"Aku rasa teriakanmu mampu membuat nyali serigala abu-abu raksasa menciut?" Andrea tersenyum miring sambil menaikkan satu alis.

"Untuk apa kemari?" tanya Valko ketus.

"Aku ingin tahu bagaimana sikap calon suamiku dari dekat." Andrea berjalan mendekati Valko dan melingkarkan lengannya pada pinggang lelaki tersebut.

Valko yang tidak suka menepis lengan Andrea. Tidak sampai di situ. Dia membanting tubuh gadis cantik itu ke arah jurang. Perutnya terasa mual mendengar ocehan Andrea.

"Valko, apa kamu sudah gila? A-aku bisa mati!"

"Aku tidak peduli!"

"Tolong, jangan seperti ini!"

"Ah, berarti kamu mau aku melepaskanmu?"

"Jangan! Aku mohon!" Mata Andrea mulai panas.

Sesekali dia mengintip jurang curam di bawahnya. Gadis itu pun menelan ludah kasar. Akhirnya Valko mengangkat Andrea lagi ke permukaan tanah.

"Aku paling benci wanita berisik!"

Valko pun meninggalkan Andrea yang kini terduduk lemas. Air mata gadis itu menetes karena rasa takut yang disebabkan oleh Valko. Dia menatap tajam punggung lelaki itu penuh dendam.

"Lihat saja! Aku akan membuatmu bertekuk lutut di kakiku!" geram Andrea sambil mengusap air mata.

Terpopuler

Comments

nowitsrain

nowitsrain

tidak semudah itu sayang, sainganmu Luna soalnya

2022-11-18

1

nowitsrain

nowitsrain

Humorku sebatas jeruk bali 🤣🤣 receh banget yaolo

2022-11-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dire Wolf Seputih Salju
2 Bab 2. Berburu bersama Valko
3 Bab 3. Bulan Purnama
4 Bab 4. Valko The Dire Wolf
5 Bab 5. Perburuan Cinta
6 Bab 6. Pertemuan Keluarga
7 Bab 7. Andrea Si Kakak Tingkat
8 Bab 8. Penculikan (1)
9 Bab 9. Penculikan (2)
10 Bab 10. Wabah
11 Bab 11. Backstreet
12 Bab 12. Mengambil Cuti
13 Bab 13. Ijin
14 Bab 14. Adu Domba
15 Bab 15. Perjanjian dengan Vlad
16 Bab 16. Penipuan
17 Bab 17. Kecemburuan Valko
18 Bab 18. Vlad Sebenarnya
19 Bab 19. Langkah Pertama Draco
20 Visual
21 Bab 20. Pertunangan
22 Bab 21 . Negosiasi Antar Ras
23 Bab 22. Duka Luna
24 Bab 23. Canis Guildayi
25 Bab 24. Azura Kembali Datang
26 Bab 25. Padang Bunga Baby Blue Eyes
27 Bab 26. Bukit Arcoíris
28 Bab 27. Paman Catz dan Smilodon
29 Bab 28. Permainan Paman Catz
30 Bab 29. Sebuah Sketsa
31 Bab 30. Melanjutkan Permainan
32 Bab 31. Akhir Ujian Berujung Duka
33 Bab 32. Ijin untuk Melintas
34 Bab 33. Daphne or Karina
35 Bab 34. Memulai Ritual
36 Bab 35. Jiwanya Telah Kembali
37 Bab 36. Petunjuk
38 Bab 37. Pulang Ke Tempat Asal
39 Bab 38. Pendant of Arthemis
40 Bab 39. Mencari Kalung Arthemis
41 Bab 40. Pencarian Selanjutnya
42 Bab 41. Kembalinya Pendant of Arthemis
43 Bab 42. Mencari Aroma Terapi
44 Bab 43. Suku Nuevo
45 Bab 44. Catz yang Keji Kembali
46 Bab 45. Mimpi Penutup
47 Bab 46. Ingin Melakukan Hal Menyenangkan
48 Bab 47. Berkemah Bersama
49 Bab 48. Tangisan Tengah Malam
50 Bab 49. Mana yang Asli?
51 Bab 50. Terbongkar
52 Bab 51. Melanjutkan Tugas
53 Bab 52. Melukis Diri Sendiri
54 Bab 53. Lukisan Terakhir
55 Bab 54. Pasca Ritual
56 Bab 55. Kehidupan Kedua
57 Kepingan Hati di Langit Qatar
58 Rahasia Kehamilan Violetta
59 Revenge of The Ugly Lily
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Bab 1. Dire Wolf Seputih Salju
2
Bab 2. Berburu bersama Valko
3
Bab 3. Bulan Purnama
4
Bab 4. Valko The Dire Wolf
5
Bab 5. Perburuan Cinta
6
Bab 6. Pertemuan Keluarga
7
Bab 7. Andrea Si Kakak Tingkat
8
Bab 8. Penculikan (1)
9
Bab 9. Penculikan (2)
10
Bab 10. Wabah
11
Bab 11. Backstreet
12
Bab 12. Mengambil Cuti
13
Bab 13. Ijin
14
Bab 14. Adu Domba
15
Bab 15. Perjanjian dengan Vlad
16
Bab 16. Penipuan
17
Bab 17. Kecemburuan Valko
18
Bab 18. Vlad Sebenarnya
19
Bab 19. Langkah Pertama Draco
20
Visual
21
Bab 20. Pertunangan
22
Bab 21 . Negosiasi Antar Ras
23
Bab 22. Duka Luna
24
Bab 23. Canis Guildayi
25
Bab 24. Azura Kembali Datang
26
Bab 25. Padang Bunga Baby Blue Eyes
27
Bab 26. Bukit Arcoíris
28
Bab 27. Paman Catz dan Smilodon
29
Bab 28. Permainan Paman Catz
30
Bab 29. Sebuah Sketsa
31
Bab 30. Melanjutkan Permainan
32
Bab 31. Akhir Ujian Berujung Duka
33
Bab 32. Ijin untuk Melintas
34
Bab 33. Daphne or Karina
35
Bab 34. Memulai Ritual
36
Bab 35. Jiwanya Telah Kembali
37
Bab 36. Petunjuk
38
Bab 37. Pulang Ke Tempat Asal
39
Bab 38. Pendant of Arthemis
40
Bab 39. Mencari Kalung Arthemis
41
Bab 40. Pencarian Selanjutnya
42
Bab 41. Kembalinya Pendant of Arthemis
43
Bab 42. Mencari Aroma Terapi
44
Bab 43. Suku Nuevo
45
Bab 44. Catz yang Keji Kembali
46
Bab 45. Mimpi Penutup
47
Bab 46. Ingin Melakukan Hal Menyenangkan
48
Bab 47. Berkemah Bersama
49
Bab 48. Tangisan Tengah Malam
50
Bab 49. Mana yang Asli?
51
Bab 50. Terbongkar
52
Bab 51. Melanjutkan Tugas
53
Bab 52. Melukis Diri Sendiri
54
Bab 53. Lukisan Terakhir
55
Bab 54. Pasca Ritual
56
Bab 55. Kehidupan Kedua
57
Kepingan Hati di Langit Qatar
58
Rahasia Kehamilan Violetta
59
Revenge of The Ugly Lily

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!