Feeling Worthless

Braakkkk...

Alexa membanting pintu lalu segera mengucinya, ia melepar tasnya ke sembarang arah dan menjatuhkan dirinya di atas ranjang. Alexa terisak pilu, bahkan ia tidak memperdulikan Ryuga sedikit pun yang sejak tadi mengetuk-ngetuk pintunya, Alexa malah menarik bantal menenggelamkan wajahnya.

Tidak terdengar lagi suara ketukan pintu kamarnya, Alexa menyembulkan wajah di balik bantal dan mencharging ponselnya. Alexa menyalakan ponselnya dan terlihat banyak notifikasi chat masuk serta beberapa panggilan masuk dari Papahnya,. ia membuka aplikasi whatsappnya terlihat Rena dan Kifli yang mengechatnya menanyakan keadaannya saat ini, memberikannya semangat. Rena dan Kifli merupakan sahabat yang begitu perhatian kepada Alexa. Alexa menscrool lagi chatnya dan terlihat Dokter Siska, yang menyuruhnya datang untuk melakukan kontrol dan terapi besok.

Selamat Siang.....Nona Alexa besok adalah jadwal chekp up, jangan lupa datang pukul delapan pagi..( Dr. Siska Armetta M.Psi)

Alexa kemudian melepar ponselnya ke sembrang arah ia membuang nafas dengan kasar saat melihat panggilan dari Papahnya kembali berdering. Karena moodnya saat ini sangat buruk ia sengaja mengabaikan Papahnya yang sudah menghubunginya sejak beberapa hari yang lalu. Karena Alexa tahu pasti Papahnya hanya akan membahas tentang fotonya yang tersebar di grup sekolah.

Alexa kembali mengambil satu batang rok** untuk ia hisap kembali. Alexa bukanlah pecandu perok**, seperti orang orang yang sehari bisa menghabiskan satu atau dua kotak rok**, ia hanya merok** ketika moodnya sedang buruk atau perasaannya sedang risau.

Berbeda dengan Ryuga yang terus saja mondar-mandir di dalam kamarnya sambil memikirkan ucapan Alexa. Ia menyerah karena Alexa benar-benar mengabaikan saat Ryuga mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.

Bagaimana Alexa bisa tau tentang Sita ?.."Kenapa mendengar ucapanya aku merasa begitu ada makna lain terisat pada ucapannya...Apa aku melakukan kesalahan padanya ?..." Apa maksud perkataannya tadi.."ujar Ryuga sambil menggaruk kepala seberapa keras pun ia berfikir, namun otaknya tetap saja buntu ia tidak bisa menemukan jawaban apapun, sedangkan bertanya kepada Alexa pun tidak mungkin ia lakukan karena Alexa terlihat menghindar darinya seolah tidak ingin di ganggu.

..........

Malam hari seseorang terlihat begitu gelisah dalam lelapnya, peluhnya terlihat mengalir membasahi wajahnya. Tidakkkk...!!!.."teriak Alexa yang tiba tiba saja tersentak duduk terbangun dari mimpi yang sangat menyeramkan. Alexa berlari ke dalam kamar mandi menyalurkan rasa mual yang terus menyiksanya hampir tiap malam. Kini Alexa tertatih sambil meraba-raba nakas mencoba mengambil obatnya yang hanya tersisa satu butir di dalam lacinya.

**********

Jam menunjukkan pukul 06:00 pagi Alexa sedang menata piring di meja makan menyiapkan sarapan pagi sebelum melanjutkan aktivitasnya. Ryuga terlihat turun sambil menggulung kemejanya ia melirik sekilas ke arah Alexa dengan raut wajahnya terlihat tidak bisa dibaca. Wangi parfum tercium jelas dari tubuh Ryuga wangi yang terus mengusik perasaan Alexa yang mengingatkan peristiwa malam dimana Ryuga mabuk dan menyerangnya. Alexa tiba-tiba terlihat seperti salah tingkah sendiri saat beraktivitas disekitar Ryuga. Oh ada apa dengan Alexa, dalam sekejap pesona Ryuga membuatnya melupakan kejadian semalam, hatinya kembali lemah di iringi debar jantungnya yang tidak karuan. Alexa menundukkan kelapanya memejamkan mata sejenak, berusaha mengontrol diri membuang nafasnya dengan panjang.

Namun kala itu Ryuga terlihat mengacuhkannya, lalu pergi begitu saja meninggalkan apartement tanpa menyentuh sarapan yang sudah disediakan oleh Alexa.

What.. dia ngacuhin gue, apa karena semalam gue abaikan dia ya ? Hmmm....," Seharusnya guelah yang orang marah karena sikapnya,...guelah yang paling dirugikan disini.." setelah segala apa yang ia perbuat gue waktu itu, dan mirisnya cuman gue yang berakhir seperti orang bodoh sendiri,..."ujar Alexa sambil merebahkan kepalanya di meja makan.Tampak tersirat jelas raut kekecewaan di wajah Alexa, Alexa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan duduk lalu menatap sarapan yang masih utuh hanya menyisakan dirinya sendiri.

_______________

Alexa hari ini sudah meminta izin ke pihak sekolah, namun ia tetap memakai seragam karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan pada Ryuga, karena hari ini adalah jadwal chek upnya bertemu dengan Dokter Siska. Saat sedang menunggu kedatangan Dokter Siska di ruang tunggu, Alexa membuka chat terlihat ada chat masuk dari Rena.

Lex luh nggak masuk hari ini? Kenapa? Loh baik-baik aja kan ? (Rena)

Iya gue baik-baik aja kok, gue udah ijin kok, gue mau ke makam nyokap gue (Alexa)

Oh gitu,.."gue kira luh sakit!! ya udah ya udah mapel nih bye bestie 😘😍🥰😚 (Rena)

Bye 😘😘 (Alexa)

************

Eh Alexa, udah nunggu lama? .."ayo silakan masuk..."ujar Dr. Siska yang baru saja tiba, Alexa sedikit terkejut dengan kedatangan Dr Siska karena sedang asik berchat ria dengan sahabatnya.

Selamat Pagi Dok.."ucap Alexa ramah kepada Dr. Siska. Dan Dr. Siska pun terlihat sedikit merapikan beberapa berkas di mejanya, karena ia juga baru saja tiba.

Pagi!!..."Ayo silahkan duduk..."ujar Dr Siska sambil tersenyum ramah.

Gimana kondisi kamu akhir akhir ini, Alexa..,"tanya Dokter Siska ramah.

Alexa hanya tersenyum lalu menundukkan kepalanya sehingga Dr. Siska pun langsung memberikan semangat kepada Alexa untuk menceritakan apa saja yang sudah di alami Alexa.

Kurang lebih hampir dua jam Alexa dan Dokter Siska melakukan percakapan mendalam yang membahas dunia eksternal pasien.Alexa diberikan terapi kognitif pendekatan yang dilakukan dengan cara mendorong Alexa untuk mengubah perilaku dan pandangan Alexa agar berpikir lebih positif. Alexa pun menceritakan semua kejadian yang ia alami termasuk juga menceritakan pernikahannya.

Dokter Siska sangat terkejut saat Alexa mengungkapkan pernikahannya. Dan Dr. Siska pun sangat menyayangkan hal tersebut karena itu hanya akan menambah buruk kondisi Alexa apalagi Alexa menikah karena dijodohkan tanpa adanya perasaan cinta dari kedua belah pihak. Bisa terdengar jelas suara isak tangis Alexa kala menceritakan hal-hal yang akhir-akhir ini ia rasakan. Dr Siska sangat mengkhawatirkan kondisi Alexa, yang paling ia takuti adalah Alexa akan melakukan tindakan Self Harm atau melukai dirinya sendiri, dan yang paling parah untuk pasien yang terjebak dalam kondisi tersebut bisa saja melakukan usaha untuk mengakhiri hidupnya.

Feeling Worthless adalah kondisi ketika seseorang merasa tidak berharga. Perasaan seperti ini cenderung membuat orang merasa putus asa, tidak berguna, dan yakin bahwa dirinya tidak bernilai apa-apa. Feeling Worthless  gejala depresi yang paling erat kaitannya dengan usaha bunuh diri.."ujar Dr Siska dengan penjabarannya tentang kondisi Alexa saat ini yang sudah di bilang mengkhawatirkan. .

Dok..apa kemungkinan saya bisa sembuh..."ujar Alexa dengan isak tangisnya yang begitu menyayat hati.

Alexa kondisi kamu cukup serius,.." lebih baik pertemukan saya dengan suamimu, jangan kamu pendam sendirian karena kondisi ini tidak baik yang ada justru akan memperparah kesehatan mental kamu.."ujar Dr Siska sambil menggenggam kedua tangan Alexa. Alexa hanya menunduk setelah mendengar ucapan Dr Siska, kemudian ia menggelengkan kepalanya menolak saran dari Dr Siska.

Tapi saya takut Dok..."ujar Alexa dengan perasaannya yang begitu cemas.

Baiklah saya tidak akan memaksa jika itu sulit untuk kamu, tapi kamu juga pikiran lagi ya apa saran saya..!!! Dan untuk saat ini saya akan memberikan tambahan resep untuk kamu,.."jika kondisimu memburuk kamu harus segera menemui saya secepatnya...",ujar Dr Siska dengan begitu perhatian.

*************

Alexa berjalan keluar dari ruangan Dr. Siska, namun saat membuka pintu dan keluar ia tidak sengaja menabrak tubuh seseorang Dokter yang hendak ingin masuk keruangan Dr. Siska.

Ups..."ujar Dr Andry sambil mengamankan Boba yang ia pegang di tangannya agar tidak tumpah.

Aduh...!! ,"Maaf banget ya Dok saya nggak sengaja..."ujar Alexa ramah sambil sedikit membungkuk.

Oh ya gpp !!..."ujar Dr Andry yang saat itu ingin menemui kekasihnya yaitu Dr Siska.

Dr Andry berdiri menatap punggung Alexa yang sudah berjalan melewatinya.

Hmmmm...Kaya pernah liat tapi dimana ya.."batin Dr Andry menggaruk keningnya berusaha mengingat. Karena wajah Alexa tadi sedikit menunduk jadi Dr Andry tidak bisa melihatnya dengan jelas.

Sayanggg...,"kok malah bengong di situ...,"sini..."ujar Dr Siska merengek manja kepada sang kekasih yaitu Dr Andry. Dr Andry pun masuk sambil membawakan Boba Brown Sugar kepada kekasihnya.

Itu tadi pasien kamu..."tanya Dr. Andry serius kepada Dr Siska.

Hooh.."Kenapa cantik ya? Apa naksir ya?...",tanya Dr Siska sambil mencebikan bibirnya.

Enggaklah Beibs..."Enggak aku kayanya pernah liat tapi lupa dimana..Oh ya ini pesanan kamu...kalo kurang manis liatin aku aja yak...,"ujar Dr Andry menggoda kekasihnya yang sepertinya terlihat sedikit cemburu kepadanya karena Alexa.

Hah Bohong !!..,"Dasar buaya..!! Tapi sayang dia sudah ada yang punya.."ujar Dr. Siska sambil tersenyum sambil menjulurkan lidah, ia sedikit mencerita Alexa kepada Dr Andry mengenai status Alexa. Namun bukan menceritakan kondisi kesehatannya, karena itu adalah rahasia dalam setiap dunia kedokteran.

Serius...,"masih SMA udah merid, wah kalah doang kita Beibs..tapi kasian juga ya.."ujar Dr Andry seditik tercengang. Dr Siska pun hanya mengangguk menimpali ucapan kekasihnya tersebut.

************

Saat berjalan di konidor rumah sakit ponsel Alexa berdering dan terlihat Mama Retno menghubunginya Alexa pun langsung mengangkat panggilan tersebut.

Alexa kamu pulang jam berapa..." tanya Mama Retno yang terdengar begitu ceria.

Jam satu Mahh...,.." ujar Alexa berbohong yang sebenarnya sedang menunggu resep obat di apotek rumah sakit

Ya udah Mamah jemput kamu nanti ya?.."Mama mau ajak kamu jalan-jalan sekalian kamu temenin Mamah..."ujar Mamah Retno.

Alexa panik karena saat ini ia sedang tidak berada di sekolah, sebenarnya Alexa berencana ingin mengunjungi makam Mamahnya setelah pulang dari rumah sakit.

Di SMA Garuda Bangsa

Terdengar suara sorak pada siswa perempuan di arena lapangan basket terlihat Pak Ryuga dan Dimas sedang battle. Entah apa yang Ryuga rasakan tiba-tiba saja melihat Dimas bermain basket ia merasa tertantang mengikuti permainan Dimas. Dimas merupakan ketua tim basket yang sangat populer karena wajahnya saat di lapangan menjadi dua kali lipat lebih tampan. Sedangkan Ryuga saat di England permainan basketnya tidak dapat diragukan lagi karena di sana ia sempat bergabung dengan komunitas basket yang kemampuannya bisa disamakan pemain-pemain basket setara dengan NBA .

Eh ada apaan si Fli di sana rame rame gitu ?.."tanya Rena penasaran sambil celingak celinguk.

Oh Kamu nanyaaa !!!...Ada rasa strawberry, ada mangga dan ada apel.."jawab Kifli polos dengan gaya guyonannya ala Dilan kw yang terdengar receh dan cukup mengganggu pendengaran Rena.

Sumpah muak banget gue denger itu...,"Kifliiiiii gue serius..."ucap Rena sambil mencubit tangan Kifli.

Sakit !! ," pea juga nih anak atu...Mana gue tau, dari tadi kan gue di sini....," Gila ya ema luh ngidam apa sih, Ren?... ..Ampe biru tangan gua luh cubit.."ujar Kifli sambil mengelus elus tangannya yang di cubit Rena.

Bodo amat ?... "ujar Rena ia pun pergi meninggalkan Kifli begitu saja.

...****************...

Terpopuler

Comments

Ariff Arif

Ariff Arif

kasian banget Alexa kk beri kbhagiaan dg sdikit 😭😭😭

2023-02-13

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Kasihan banget Alexa😭😭😭

2022-12-13

0

Akram Lay

Akram Lay

makin seru thor lanjut

2022-11-11

1

lihat semua
Episodes
1 Welcome Jakarta
2 Rencana Perjodohan
3 Kafe Monalisa
4 Ternyata Dia
5 Guru Super Galak
6 Pertemuan Keluarga
7 Sah
8 Istri yang Tak Dianggap
9 Sakit Perut
10 Ruang UKS
11 Pertengkaran
12 Gara-Gara Alkohol
13 Kucing dan Tikus
14 Menghindar
15 Patah Hati Dan Terjebak.
16 Feeling Worthless
17 Persaingan Guru Dan Murid
18 Membuntuti Alexa
19 Hancur Tak Tersisa
20 Pertemuan Tak Terduga
21 Hipotermia
22 Pelukan Hangat
23 Dilema
24 Konflik Hati
25 Insiden Toilet
26 Mencuri First Kiss
27 Cemburu Tapi Gengsi
28 Alexa Pingsan
29 Healing Ke Dufan
30 Luka
31 Keweca dan Patah Hati
32 Serangan Balik
33 Pinjam Peluk
34 Mencari Bukti
35 Lagi-Lagi Grace
36 Perkara Lipstik
37 Karma Untuk Ferdy
38 Kenyataan Pahit
39 Dear, Alexa
40 Teror Debt Kolektor.
41 Pertengkaran
42 Nasehat Eyang
43 Menjemput Pulang
44 Akhir Pekan
45 Ruang Aula Sekolah
46 Ketegangan Di Cafe
47 Di Kira Pecandu.
48 Tentang Alexa
49 Tentang Sita
50 Cemburu Buta
51 Kamu Milikku Seutuhnya
52 Curahan Hati.
53 Ruangan BK
54 Kantin Sekolah
55 Janji Ryuga
56 Menculik Mantu Kesayangan.
57 Baju Haram
58 Fakta Baru
59 Candu
60 Makasih Besti
61 Rumah Tante Karin
62 Liburan Dadakan.
63 Malam Yang Panjang
64 Ngobrol Semalam Suntuk
65 Kembali ke Jakarta.
66 Menghasut
67 Perubahan Sikap Mama Retno.
68 Kebobrokan Kelas IPS XII
69 Moodbooster
70 Peringatan Keras
71 Di Kira Hamil
72 Turmanen Basket
73 Mengunjungi Ferdy
74 Meeting
75 Kamu Itu Milik Aku
76 Papah Sakit
77 Musuh Di Balik Selimut
78 Keputusan Pahit
79 Di Usik Masa Lalu.
80 Kelicikan Sita
81 Masalah Demi Masalah
82 Konflik Pasutri
83 Alexa Demam
84 Mencari Kesempatan.
85 Mendapat Lampu Hijau
86 Pengakuan Ryuga
87 Gudang Sekolah
88 Nurut Kata Suami
89 Kemunculan Ferdy
90 Tidak Di Anggap
91 Ferdy Semakin Menggila
92 Tidak Ada Harapan
93 Status Baru
94 Hari Guru
95 Aku Mau Kita Cerai
96 Selamat Tinggal
97 Pengumuman
98 Belum Usai
99 Pertunangan Nicco Dan Hanum
100 Insiden
101 Kepulangan Ryuga
102 Mencari Alexa
103 Kantor Polisi
104 Fakta Nicco
105 Ryuga Sakit
106 Fakta-Fakta Baru
107 Waktu Telah Berlalu
108 Keinginan Shaka.
109 Kembali Dan Mencari
110 Kesempatan Kedua
111 Kediaman Ardy.
112 Keseruan Sheena Dan Shaka
113 Rindu Yang Terbalaskan
114 Sebelum Bertemu
115 Ikatan Batin Ayah Dan Anak.
116 Makan Malam
117 Obrolan Hangat Keluarga
118 Semangat Ryuga
119 Siapa Kamu Sebenernya Mas
120 Kehebohan Di Kantor
121 Tukang Modus
122 Merasakan Dejavu
123 Meetup Trio Pemberontak
124 Meyakinkan Alexa.
125 Mencari Tahu Masalalu
126 Kecemasan Ryuga
127 Banyak Yang Berubah.
128 Bangun Alexa
129 Alexa Sadar
130 Mengingat Semuanya.
131 Keegoisan Alexa
132 Tangis Shaka
133 Curahan Hati Shaka
134 Menjelaskan Kesalahpahaman
135 Penyesalan Ryuga.
136 Kabar Miring
137 Menceritakan Semuanya
138 Nggak Mau Ikut...!
139 Konfrensi Pers
140 Kejutan Dari Aussie
141 Libur Dulu
142 Kotak Hadiah Milik Shaka
143 Penjelasan Nicco.
144 Resepi Pernikahan Rena dan Reyhan.
145 Perubahan Mood
146 Selamat Ya Bro..!
147 Ngidam Mangga Muda
148 Duo Bumil Ngemall
149 Kualat Sama Suami..!
150 Kado Paling Terindah
151 Adzkiya Elea Wijaya.
152 "Janda Kembang Kampoeng Pete"
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Welcome Jakarta
2
Rencana Perjodohan
3
Kafe Monalisa
4
Ternyata Dia
5
Guru Super Galak
6
Pertemuan Keluarga
7
Sah
8
Istri yang Tak Dianggap
9
Sakit Perut
10
Ruang UKS
11
Pertengkaran
12
Gara-Gara Alkohol
13
Kucing dan Tikus
14
Menghindar
15
Patah Hati Dan Terjebak.
16
Feeling Worthless
17
Persaingan Guru Dan Murid
18
Membuntuti Alexa
19
Hancur Tak Tersisa
20
Pertemuan Tak Terduga
21
Hipotermia
22
Pelukan Hangat
23
Dilema
24
Konflik Hati
25
Insiden Toilet
26
Mencuri First Kiss
27
Cemburu Tapi Gengsi
28
Alexa Pingsan
29
Healing Ke Dufan
30
Luka
31
Keweca dan Patah Hati
32
Serangan Balik
33
Pinjam Peluk
34
Mencari Bukti
35
Lagi-Lagi Grace
36
Perkara Lipstik
37
Karma Untuk Ferdy
38
Kenyataan Pahit
39
Dear, Alexa
40
Teror Debt Kolektor.
41
Pertengkaran
42
Nasehat Eyang
43
Menjemput Pulang
44
Akhir Pekan
45
Ruang Aula Sekolah
46
Ketegangan Di Cafe
47
Di Kira Pecandu.
48
Tentang Alexa
49
Tentang Sita
50
Cemburu Buta
51
Kamu Milikku Seutuhnya
52
Curahan Hati.
53
Ruangan BK
54
Kantin Sekolah
55
Janji Ryuga
56
Menculik Mantu Kesayangan.
57
Baju Haram
58
Fakta Baru
59
Candu
60
Makasih Besti
61
Rumah Tante Karin
62
Liburan Dadakan.
63
Malam Yang Panjang
64
Ngobrol Semalam Suntuk
65
Kembali ke Jakarta.
66
Menghasut
67
Perubahan Sikap Mama Retno.
68
Kebobrokan Kelas IPS XII
69
Moodbooster
70
Peringatan Keras
71
Di Kira Hamil
72
Turmanen Basket
73
Mengunjungi Ferdy
74
Meeting
75
Kamu Itu Milik Aku
76
Papah Sakit
77
Musuh Di Balik Selimut
78
Keputusan Pahit
79
Di Usik Masa Lalu.
80
Kelicikan Sita
81
Masalah Demi Masalah
82
Konflik Pasutri
83
Alexa Demam
84
Mencari Kesempatan.
85
Mendapat Lampu Hijau
86
Pengakuan Ryuga
87
Gudang Sekolah
88
Nurut Kata Suami
89
Kemunculan Ferdy
90
Tidak Di Anggap
91
Ferdy Semakin Menggila
92
Tidak Ada Harapan
93
Status Baru
94
Hari Guru
95
Aku Mau Kita Cerai
96
Selamat Tinggal
97
Pengumuman
98
Belum Usai
99
Pertunangan Nicco Dan Hanum
100
Insiden
101
Kepulangan Ryuga
102
Mencari Alexa
103
Kantor Polisi
104
Fakta Nicco
105
Ryuga Sakit
106
Fakta-Fakta Baru
107
Waktu Telah Berlalu
108
Keinginan Shaka.
109
Kembali Dan Mencari
110
Kesempatan Kedua
111
Kediaman Ardy.
112
Keseruan Sheena Dan Shaka
113
Rindu Yang Terbalaskan
114
Sebelum Bertemu
115
Ikatan Batin Ayah Dan Anak.
116
Makan Malam
117
Obrolan Hangat Keluarga
118
Semangat Ryuga
119
Siapa Kamu Sebenernya Mas
120
Kehebohan Di Kantor
121
Tukang Modus
122
Merasakan Dejavu
123
Meetup Trio Pemberontak
124
Meyakinkan Alexa.
125
Mencari Tahu Masalalu
126
Kecemasan Ryuga
127
Banyak Yang Berubah.
128
Bangun Alexa
129
Alexa Sadar
130
Mengingat Semuanya.
131
Keegoisan Alexa
132
Tangis Shaka
133
Curahan Hati Shaka
134
Menjelaskan Kesalahpahaman
135
Penyesalan Ryuga.
136
Kabar Miring
137
Menceritakan Semuanya
138
Nggak Mau Ikut...!
139
Konfrensi Pers
140
Kejutan Dari Aussie
141
Libur Dulu
142
Kotak Hadiah Milik Shaka
143
Penjelasan Nicco.
144
Resepi Pernikahan Rena dan Reyhan.
145
Perubahan Mood
146
Selamat Ya Bro..!
147
Ngidam Mangga Muda
148
Duo Bumil Ngemall
149
Kualat Sama Suami..!
150
Kado Paling Terindah
151
Adzkiya Elea Wijaya.
152
"Janda Kembang Kampoeng Pete"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!