Bel berbunyi tanda waktu jam pertama mulai, dan Alexa sudah masuk kembali seperti biasa. Alexa berjalan dengan langkah setengah menyeret, terlihat wajah lelah kurang tidur ada sedikit lingkaran hitam di bawah bagian mata. Alexa begitu tidak semangat masuk ke sekolah, setiap sapaan teman yang ia kenal pun ia abaikan saat melewai lorong kelas.
"Pli tuh anak kenapa? mukanya sebelas duabelas dah kaya zombie?" tanya Rena pada Kiplii saat melihat Alexa memasuki kelas.
"Mana gue tau malih, lo kadang-kadang bege juga ya," ujar Kipli.
Alexa langsung duduk menjatuh diri dengan malas di bangkunya tepat di pojokkan kelas. Ia langsung meletakan kelapanya di atas meja dan melipat kedua tangannya sampai menutupi seluruh bagian wajahnya.
Woy...Lex muka luh kaya emak emak abis bangun beranak..yah ilang dah cakepnya.."ucap Kifli sambil menggoyangkan tubuh Alexa dengan kelima jari tangannya.
Tau ih lo kenapa sih lo Lex...cerita napa..muka mirip zombie tau nggak..nih ngaca.."ucap Rena sambil menyodorkan kaca ke arah Alexa.
Kifli Rena diemmmm..gue cape ngantuk..."ujar Alexa yang begitu malas menanggapi keusilan kedua sahabatnya.
Alexa tidak mungkin menceritakan tentang perjodohannya kepada sahabatnya tersebut hingga membuat mood-nya rusak dan tidak bersemangat di sekolah. Ia lebih memilih diam karena sampai saat ini kedua sahabatnya pun tidak pernah mengetahui kondisi Alexa yang sebenarnya karena ia tidak ingin di pandang sebagai seseorang yang terlihat menyedihkan Alexa sangat membenci jika orang lain memandangnya seperti itu.
Eh Lex siap siap loh sport jantung,..Ayo dong bestieku sadarkan dirimu....muka luh jangan kusut terus dong....."ucap Rena yang terus mencoba menyemangati sahabatnya tersebut.
Apaan sih luh jangan lebay deh....."ucap Alexa seketika mengangkat kepalanya dengan tegak dan kembali memposisikan wajahnya kembali di atas meja.
**********
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki siap memasuki ruangan kelas semua sangat menantikan kedatangan guru matematika yang super tampan, terutama murid perempuan yang sejak tadi sudah tidak sabar.
Morning....." sapa Ryuga kepada seluruh murid-muridnya di kelas.
Seluruh siswa terlihat mempersiapkan mapel matematika saat Pak Ryuga duduk di depan kelas. Berbeda dengan siswi perempuan yang terlihat begitu antusias sekali, memperhatikan penampilan mereka. Alexa terlihat masih dalam posisi yang sama, sambil menguap ia masih begitu ngantuk, terlihat betapa malasnya ia mengikuti pelajaran hari ini, berbeda dengan murid perempuan lain yang terlihat begitu senang saat Pak Ryuga memasuki kelas.
Ryuga terus menelisik murid-murid hingga matanya pun tertuju di kursi sudut kiri pojok dekat jendela belakang. Dimana sosok yang akan menjadi calon pendamping hidupnya terlihat sedang bermalas-malasan sambil merebahkan kepalanya di atas meja. Alexa sendiri tidak menyadari bahwa Ryuga kini sedang memperhatikannya dengan mode serius.
Jadi itu si cengeng...Gadis seperti itu menjadi istriku....."batin Ryuga sambil menggelengkan kepala tidak habis pikir, bagaimana keduanya orang tuanya bisa menjodokan dengan gadis memprihatinkan seperti itu.
Hai kamu..... "tegur Pak Ryuga dengan sorot matanya yang tajam memandang ke arah Alexa
Rena yang menyadari mata Ryuga juga tertuju kepada Alexa, ia pun segera menyenggol Alexa agar fokus menatap ke depan kelas.
Lex bangun luh.. Tuh Pak Ryuga manggil luh tuh..." colek Rena terbata bata, sambil berusaha menyadarkan Alexa.
Hei kamu yang di sana jika kamu tidak niat belajar sebaiknya kamu keluar dari pelajaran saya, saya tidak mau mengajar orang yang malas seperti kamu...." ucap Ryuga dengan tatapannya yang horor.
Perasaan Ryuga kini bercampur aduk moodnya terasa buruk terlebih ia merasa ada beban berat untuk kehidupannya kedepannya setelah melihat Alexa hari ini.
Alexa pun mengangkat tegak kepalanya kemudian mengucek mata berusaha mengendalikan kesadarannya. Sesaat setelah melihat seorang yang tepatnya laki laki dewasa yang menatapnya dengan tatapnya horor. Samar samar Alexa berusaha menyadarkan dirinya, Alexa terkejut menatap seseorang yang kini menatapnya dengan sorot mata yang tajam. Sorot mata yang mengingatkannya dengan momen di kafe beberapa waktu yang lalu hingga membuat Alexa duduk tegak dengan sempurna sambil membulatkan matanya.
Ngapain kamu pelototin saya, kamu nantangin saya...."ucap Pak Ryuga dengan nada ketus setelah melihat reaksi Alexa.
Sial.....Mampus gue.. kok dia ada di sini..nggak mungkinkan dia...."batin Alexa sambil berulang kali melirikan matanya ke kanan dan ke kiri, mencari pembenaran sosok yang kini ia lihat.
Brakkk...Kenapa kamu diam.."bentak Ryuga kepada Alexa sambil menggebrak meja, hingga membuat seisi kelas hening akibat sikapnya.
Eh....Enggak kok om.... eh Pak....."ucap Alexa terbata bata. Sontak ucapan Alexa membuat teman temannya tertawa karena dianggap lucu. Suasana yang tadinya hening seketika begitu riuh dengan gelak tawa temannya akibat ucapan Alexa.
Kalian semua diam....Dan kamu keluar sekarang juga...setelah jam istirahat kamu keruangan saya..."bentak Pak Ryuga kepada Alexa hingga membuat seisi kelas kembali menjadi hening.
Gile horor banget nih guru, kayanya dia lagi sensi tuh, luh sih Lex jadi cewe kecakepan ...."guman Kifli yang duduk tepat di belakang Alexa
Ssstttt berisik.... mau kena damprat juga luh...Omg Pak Ryuga marah gitu ajah masih keliatan ganteng..apalagi tatapannya itu bikin tambah sexy tau nggak...."bisik Rena kepada Kifli sambil melirik.
Kifli pun malas mendengar ucapan sahabatnya yang sudah terdeteksi bucin akut kepada si guru killer tersebut, ia pun menyenggol bahu Rena agar kembali di duduk di posisinya.
Kalian yang di belakang apa kalian berdua termasuk satu komplotan pemberontak sama seperti dia... mau saya suruh kalian ikut keluar juga..."bentak Ryuga kepada Kifli dan Rena.
Eh eng..enggak Pak maaafff..."saut Rena terbata bata dengan wajah yang terlihat menciut.
Alexa keluar dengan wajahnya yang kesal akibat sikap gurunya tersebut yang dinilai disangkut pautkan dengan kejadian saat mereka bertemuan di cafe waktu itu. Alexa keluar dengan melirik Pak Ryuga dengan tatapan yang sinis. Moodnya yang buruk semakin bertambah buruk akibat guru killer yang mengusirnya keluar.
Kenapa kamu marah..saya suruh keluar..."ucap Pak Ryuga dingin saat melihat Alexa menatapnya dengan tatapan sinis.
Alexa pun tidak menjawab dia membuangnya wajahnya lalu melengos meninggalkan kelas begitu saja.
Sumpah tuh guru lagi pms apa ya, dunia sempit banget ternyata, kenapa mesti dia juga lagi.... gaje banget asli...Dasar Angry Bird Merah....."guman Alexa yang bergegas pergi ke kantin untuk mengisi perutnya, karena ia belum sarapan tadi pagi akibat kesiangan.
****
Bel istirahat pun berbunyi, Alexa ragu saat ingin menemui Pak Ryuga keruangannya.Dan saat bersamaan munculah Kifly dan Rena mereka pun datang menarik kedua tangan Alexa begitu saja dengan setengah berlari hingga Alexa terbawa sampai menuju ruangan Pak Ryuga dengan aksi jail kedua sahabatnya tersebut
Eh woy.. kalian apa apaan sih..Lepasin nggak..Rena Kifli..."ucap Alexa dengan nada yang sedikit tinggi. Setelah sampai di depan pintu Rena mengetuk pintu ruangan Pak Ryuga namun Alexa dengan wajah panik karena ia belum menyiapkan mentalnya untuk bertemu dengan Pak Ryuga.
Semangat ya besti......"ucap Rena yang begitu usil mengerjai Alexa.
Santuy Lex....."timpal Kifli sambil menepuk dadanya menyemangati Alexa dari kejauhan.
Awas ya kalian..sialan....."ucap Alexa menengok dari kejauhan sambil mengepalkan tangannya mengutuk perbuatan kedua sahabatnya.
Namun tanpa disadari Pak Ryuga kini sudah berada tepat di hadapan Alexa berdiri.
Kamu ngatain saya apa barusan...Ngapain tangan kamu kayak gitu, kamu mau pukul saya ya......."ucap Ryuga yang berdiri tepat di hadapan Alexa yang sibuk mengutuk perbuatan kedua temannya.
Alexa panik langsung menutup mulutnya dengan tangannya. Pak Ryuga pun menyuruh Alexa masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang terlihat tidak ramah.
Ryuga duduk di kursinya sambil membuka berkas-berkas yang diberikan oleh guru BK yang tadi ia minta dan berkas berkas segala hal tentang Alexa.
Nilainya kenapa sangat memprihatikan..sepengetahuanku dia cukup pintar dulu.."batin Ryuga yang sedikit aneh melihat perubahan Alexa sambil berusaha mengingat ingat.
Kenapa perbedaan sangat drastis....."batin Ryuga sambil melihat berkas dari guru BK.
Flashback On..
Saat Alexa duduk di bangku SD, Ryuga beberapa kali pernah bertemu Alexa karena memang kedua orang tua mereka bersahabat. Saat itu mereka pernah mengikut olimpiade matematika tingkat nasional melingkupi SD, SMP, dan SMA dan saat itu Ryuga bertemu dengan Alexa secara tidak sengaja. Alexa yang saat itu menjadi perwakilan di tingkat SD sedangkan Ryuga yang saat itu menjadi perwakilan tingkat SMA. Setelah selesai mengikuti olimpiade tersebut Alexa mendapat peringkat II untuk perwakilan tingkat sekolah dasar, sedangkan Ryuga berhasil menyabet peringkat l untuk perwakilan tinggat SMA. Kedua keluarga melanjutkan dengan makan bersama karena mereka bertemu secara tidak sengaja dan juga untuk merayakan kemenangan atas prestasi putra dan putri mereka setelah berhasil membawa piala.
Saat itu Ryuga terlihat jail yang terus menggoda Alexa karena mendapat juara kedua, hingga Alexa menangis dan merengek akibat keusilan Ryuga saat itu.
Flashback off
Namun tidak seperti yang ia harapkan pelanggaran yang di lakukan Alexa hanya sebatas bolos, bertengkar dengan murid lain dan kabur sebelum jam pulang sekolah.
Duh lama banget sih nih Angry Bids Merah buang buang jam istirahat gue ajh,....."batin Alexa yang sejak tadi bosan menunggu Pak Ryuga dengan wajahnya yang terlihat kesal.
Mulut Alexa mulai menguap karena mengantuk, karena ia melihat pak Ryuga masih saja sibuk membolak balik berkas yang ia pegang yang cukup membuang waktunya hampir 30 menit. Alexa duduk manis sambil melihat lihat di sekitar ruangan Ryuga, menunggu tanpa ada pembicaraan apapun antara mereka.
Ryuga masih terus saja membolak balik berkas tersebut, berharap menemukan pelanggaran lain yang di lakukan Alexa, karena dirinya masih penasaran mengenai ro*** yang ia temukan saat kejadian di cafe beberapa saat yang lalu. Ryuga tetap tidak menemukan hal yang membuatnya penasaran. Alexa sangat pandai menyimpan kelemahanya bahkan sisi lain yang ada dalam dirinya. Kini wajah polos Alexa yang sedang terlelap, menjadi santapan mata Ryuga.
Luar biasa anak itu benar benar di luar kendali..."batin Ryuga memijat pelipis saat melihat Alexa tertidur di kursi.
Brakkk.....
Mampus luhhhhh......"ucap Alexa tanpa sadar
Suara gebrakan meja berhasil membuat mata Alexa terbuka dari tidurnya, jantungnya berpacu dengan cepat.
Kamu bilang apa barusan......"bentak Pak Ryuga sambil berjalan mendekati Alexa. Dan Alexa pun segera membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.
Ops..maaf om eh pak saat kaget, lagian Bapak sih pake acara pukul meja kan saya jadi kaget, Emang bapak kan bisa panggil saya pelan pelan......"ucap Alexa polos tapi merasa bersalah karena sikapnya yang berhasil membuat Ryuga kesal.
Sejak kapan kamu bisa memerintah saya...disini saya yang punya wewenang..."ketus Ryuga dengan penuh penekanan. Alexa di buat tidak berkutik di hadapan Ryuga. Ryuga melepar berkas tentang pelanggaran yang di lakukan Alexa ke hadapan Alexa. Alexa duduk tertunduk kesal karena sikap Pak Ryuga yang di nilainya berlebihan.
Saya tidak habis pikir kok ada ya murid yang tidak memiliki sopan santun dan tidak displin seperti kamu. Saya tidak peduli walaupun kamu itu anak pemilik sekolah ini. Apa karena itu kamu merasa besar kepala sehingga kamu bebas bertindak seenaknya begitu. Apa ibumu di rumah tidak pernah mengajarimu apa itu sopan santun dan bagaimana cara menghormati orang lain....." bentak Pak Ryuga terlihat berdiri tidak jauh dari Alexa duduk, memasukan tangannya ke saku celana dan tangannya yang satunya di gunakan untuk menunjuk nunjuk ke arah Alexa.
Sontak mendengar kata ibu perasaan Alexa menatap Ryuga tidak terima matanya berkaca kaca seketika. Wajahnya tertunduk menahan emosi ia sangat tidak terima jika mendiang Mamahnya di sangkut pautkan dengannya.
Saya terima Bapak justice saya apapun, bahkan menghukum saya dengan cara apapun, tapi Mamah saya tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan saya sekarang...Jadi tolong koreksi lagi kata kata Bapak sebelum di keluarkan, karena itu terdengar kurang pantas untuk seorang guru..."ucap Alexa dengan suara yang bergetar karena menahan emosi.
Sekuat tenaga ia menahan air matanya agar tidak terjatuh. Alexa pun keluar ruangan Pak Ryuga tanpa permisi dengan kepala yang menunduk agar pak Ryuga tidak menyadarinya bahwa ia menangis akibat ucapan Pak Ryuga tadi, karena ucapan pak Ryuga berhasil membuatnya sedikit emosi bila berhubungan dengan mendiang mamahnya.
...___________...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Oviozil Sasak
p.pppp
2023-07-29
0