Di SMA Garuda Bangsa jam kedua di isi dengan mata pelajaran matematika, yang akan di isi oleh Pak Ryuga. Terlihat para siswi perempuan sedang sibuk menoles wajahnya berharap bisa menarik perhatian guru Pak Ryuga. Sedangkan Alexa, hanya bisa tertawa melihat kelakuan teman temannya itu dengan geleng-geleng kepala karena kelakuannya terlalu berlebihan.
Ckck,."belum tahu ajah mereka asli nya si Angry Birds Merah itu kaya apa......"guman Alexa yang merasa lucu.
Alexa memberikan julukan Ryuga Angry Birds Merah karena tokoh tersebut di nilai sangat cocok untuk mendeskripsikan kepribadian dan karakter suaminya tersebut.
Woy jamet.."ngapain luh senyum senyum sendiri kaya orang pea......"tanya Kifli pada Alex yang terlihat cengar-cengir tanpa alasan yang jelas.
Kaga lucu ajah gue sama mereka..'Luh liat deh tuh cewek cewek pada aktif banget kalo giliran mapelnya si Angry Bird, padahal mereka nggak tau ajah aslinya kaya apa tuh guru ......"jawab Alexa dengan tingkah usilnya.
Emangnya luh tau Lex, gimana aslinya Pak Ryuga......"ceplos Rena pada Alexa, yang terlihat sedang membasahi bibirnya dengan liptint.
Eh bukan gitu maksud gue, yah kan luh tau sendiri gimana kemaren gue di usir di jam pelajarannya dia......"jawab Alexa terbata taba karena hampir saja keceplosan. Alexa langsung menunduk menepuk bibirnya sendiri yang hampir saja keceplosan.
Panjang umur.."tuh yang di omongin udah nongol..."ucap Kifli pada kedua temannya.
Huh...", tuh bibir stukturnya udah kontras banget kali Ren.."mirip kaya pantat ayam.."saut Kifli sambil mengusap wajah Rena yang sedang memoles bibirnya dengan liptint.
Ih Kifli sue luh....berantakan kan..rese banget,"...."ujar Rena sambil memasang wajah merengut.
Kalo kurang hot..", luh masukin bibir luh ke sarang tawon belakang sekolah noh, biar makin sexy kaya pantat beruk.."ckck..."ujar Kifli sambil cekikikan.
Sialan luh...mulut luh lama-lama nggak ada akhlak banget jadi temen..masa bibir gue disamain sama pantat beruk.."ujar Rena sambil memasuk liptint kedalam tasnya.
Mereka pun segera kembali di posisi tempat duduk mereka masing-masing, melihat Pak Ryuga yang sudah mendekati kelas mereka.
Ryuga sampai di dalam kelas wajahnya menatap seluruh siswa satu per satu dan matanya terhenti saat menatap manik mata Alexa, ia menyoroti Alexa dengan tajam. Alexa yang menyadarinya Pak Ryuga sedang menyorotinya pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah buku di atas meja.
Morning...."sapa Ryuga kepada seluruh siswa namun matanya tidak lepas pandangannya dari Alexa yang saat itu menghindari tatapannya, "Ryuga berdecih melihat Alexa.
__________
Di tengah pelajaran Alexa merasakan perutnya bergejolak karena pagi hari ia melewatkan sarapan paginya. Sepertinya asam lambungnya kambuh Alexa merasa gelisah karena perutnya terasa sedikit perih. Ryuga pun melihat gerak gerik Alexa sejak tadi yang terlihat tidak fokus memperhatikan materi yang sedang ia diterangkan, ia pun mengerutkan alis menyorot tajam ke arah Alexa.
Alexa sedang apa kamu, apa kamu tidak menyimak apa yang saya terangkan..."bentak Ryuga kepada Alexa yang terlihat tidak fokus. Alexa menatap ke depan tepat saat Pak Ryuga menyebut namanya.
Maju kamu coba jawab soal nomor 2.."ucap Ryuga menunjuk Alexa untuk mengerjakan soal di papan tulis.
Alexa berdiri dengan tangannya satu memegang spidol dan tangannya yang satunya meremas perutnya ia merasakan semakin perih saat berdiri. Alexa tidak bisa menjawab soal yang berada di papan tulis karena sibuk merasakan perutnya yang terasa nyeri.
Maaf pak saya mau...."ucap Alexa, namun saat ingin menjelaskan tentang keadaannya pak Ryuga tiba-tiba saja memotong pembicaraan Alexa.
Sekali lagi saya tegaskan saya tidak akan mentoleril apapun kesalahan jika kalian menang melakukan pelanggaran di jam pelajaran saya, mau dia anak pemilik sekolah pejabat atau anak presiden sekali pun saya tidak peduli....."ucap Ryuga yang memotong pembicaraan Alexa sambil menatap tajam Alexa.
Duduk.."ucap Ryuga ketus terhadap Alexa.
Maaf Pak saya mau ijin ke toilet.."ujar Alexa gugup saat melihat tatapan tajam Pak Ryuga.
Gila si killer sensi banget sama Alexa.." kaga di kasih celah pisan tuh anak buat ngangah....."bisik Kifli pada Rena. Melihat reaksi Rena yang terlihat menopang wajahnya dengan kedua tangannya sambil tersenyum, Kifli sontak menoyor kepala Rena dengan gemas, Rena sudah terdeteksi bucin akut melihat ke arah Pak Ryuga.
Ihhh Kifli diem... "Omg Pak Ryuga marah aja masih keliatan ganteng..meleleh hati eneng bang.."guman Rena sambil senyum-senyum menatap gurunya
Nih anak emang nggak ada akhlak..bukannya prihatin sama temennya,..Ehmm bentar lagi juga sedeng permanen.."guman Kifli saat melihat tingkah laku Rena yang terlihat tidak menggubrisnya.
********
Jam bel istirahat berbunyi, sejak dari toilet Alexa tidak kembali ke kelasnya, ia langsung pergi ke UKS karena kondisi perut semakin terasa sakit. Kedua sahabatnya datang setelah melihat chat dari Alexa dan langsung buru- buru datang menuju ruang UKS membawakan makanan dan cemilan untuk Alexa.
Ya ampun Lex,..gue kira luh kabur kemana..."Semenjak luh nggak balik ke kelas nih ya, itu Pak Ryuga kayanya kesel banget mukanya. Tadi suasana di kelas bener-bener horor banget dah,.. apalagi yang nggak bisa jawab langsung kena semprot, pokoknya Pak Ryuga nggak kaya biasanya deh begitu .."ujar Rena dengan wajahnya yang terlihat begitu antusias membicarakan Pak Ryuga.
Ahh si Lambe Turah...bukannya nanya keadaan temennya yang sakit malah ngegosip.."ujar Kifli pada Rena.
Ihhh tapi kan ini penting buat di ceritain..."ujar Rena sambil mencebikan bibirnya.
Loh mendingan Lex udah minum obat belom ?...",nanti gue yang minta ijin sama pak Bayu kalo luh kurang enak badan....."ucap Kifli yang begitu perhatian.
Lumayan sih udah minum obat tadi di kasih Bu Laila..."ujar Alexa yang sambil memegang perutnya.
Ya udah gue cabut dulu bae bae dah luh..."Nih roti buat ganjel perut kalo perih, luh sih bandel makan mah penting Lex..."ucap Kifli sambil meleparkan roti ke arah Alexa, namun roti tersebut terkena kepala Alexa.
Aduh Kifli kurang ajar luh ya..."omel Alexa kepada Kifli.
Kifli nggak ada akhlak luh ya, temen lagi sekarat juga.."ujar Rena menengok ke arah Kifli menatapnya dengan tajam
Eh sory sory untung roti ya bukan batu, ."ckckck.," canda Lex gitu ajah pundung.."goda Kifli sambil tertawa menjulurkan lidahnya.
Suara bel menujukan tanda jam istirahat berakhir, Rena sebenarnya tidak tega meninggalkan Alexa sendiri. Karena Alexa masih terlihat meringis merasakan nyeri di sekitar perutnya. Mungkin bukan hanya di karenakan telat makan Alexa cukup stress dan tertekan selama beberapa hari kemarin akibat perjodohannya. Namun Alexa tetap ceria mungkin tampil di depan kedua sahabatnya karena baginya sahabatnya tidak perlu mengetahui segala hal tentangnya yang sebenarnya.
Sakit banget ya Lex, gue minta ijin aja ya anterin luh balik..."ujar Rena begitu mengkhawatirkan sahabatnya.
Nggak usah Ren.." gue baik baik aja kok,..mending luh balik gih ke kelas bel udah bunyi tuh..."tolak Alexa
Tok...tok..tok..",Suara ketukan pintu membuyar obrolan keduanya, mereka menengok ke arah pintu.
Permisi boleh masuk...."ucap Dimas murid kelas lain yang memiliki perasaan khusus terhadap Alexa.
Ya udah ya gue ke kelas duluan,.."Dim gue titip Alexa ya.."ujar Rena yang sedikit tenang setelah melihat Dimas datang. Karena Rena sudah tahu jika Dimas itu menyukai Alexa sudah sejak lama.
Hay Lex aku denger kamu nggak enak badan ya kata Kifli....."ucap Dimas dengan penuh perhatian.
Kifli kenapa dia ember banget ....." batin Alexa merasa sedikit tidak nyaman dan gugup.
Kenapa kok bengong..! “,aku nggak ganggu kamu kan...." tanya Dimas ragu.
Ah enggak kok.. aku baik baik ajah kok Dim....."jawab Alexa dengan gugup namun terlihat sesekali meringis.
Kaya gini kamu bilang baik-baik aja.."ujar Dimas mulai duduk di hadapan Alexa yang sedang terbaring lemah.
Dimas adalah merupakan ketua osis dan juga merupakan kapten tim basket di SMA Garuda Bangsa. Sejak pertama kali masuk Dimas sudah menyukai Alexa namun ia hanya menyimpan perasaannya terhadap Alexa.Namun berbeda dengan Alexa, ia sangat menghindari Dimas, karena ia tahu bahwa sepupunya yang bernama Grace yang berada di kelas lain sangat menyukai Dimas hingga membuat Alexa terus saja terkena masalah karena ulah Grace tersebut.
Alexa dan Dimas memang saling menyukai satu sama lain, namun perasaan mereka harus mereka kubur dalam dalam hanya karena seorang Grace Nesta Hasan. Grace adalah sepupu Alexa anak dari Om Ardy yang juga bersekolah di SMA Garuda Bangsa. Grace sangat membenci Alexa dan teman temannya, terutama kepada Alexa karena kecantikan Alexa terus saja menjadi bahan pujian para siswa laki-laki di sekolah.
Awalnya Grace membenci Alexa karena sikap Papahnya yaitu Pak Ferdy yang sering menghina keluarganya tentang masalah warisan keluarga. Grace juga sangat menyukai Dimas hingga dia begitu terobsesi ingin menjadikan Dimas miliknya. Karena baginya apapun yang di inginkan Alexa, Grace pun harus bisa mendapatkannya atau memilikinya. Di sekolah Grace terus saja membuat masalah dengan mengadukan Alexa kepada Papahnya karena Grace mengetahui hubungan Alexa dengan Papahnya yang buruk sehingga Alexa selalu mendapatkan masalah karena ulah Grace.
..._____________...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Adreena
Jahatnya...hanya demi seorang laki2
2023-06-13
0
Ratna Suwati
tambah menarik di baca
2023-03-20
0