Kecrekkkkk....
Tiba tiba suasana meja makan menjadi terang, Alexa segera mengusap air matanya dengan gelagapan ia membersihkan bekas rokok beruntung Ryuga belum muncul, dan memergokinya.
Ryuga berjalan sempoyongan menuju kulkas yang berada dekat meja makan di dapur, karena tenggorokannya terasa sangat kering. Alexa melihat pergerakan Ryuga yang terlihat kusut dan tercium bau alkohol begitu menyengat terasa menusuk hidungnya.
Sayup sayup Ryuga terlihat berusaha menyadarkan dirinya dari rasa mabuk yang membuat dirinya tidak begitu menyadari keadaan di sekitar. Samar samar Ryuga mencoba fokus melihat Alexa duduk membelakanginya. Ryuga berjalan dengan tawa khas orang yang sedang mabuk, tanpa aba aba Ryuga langsung memeluk leher Alexa dari arah belakang dengan posesif, hingga membuat Alexa begitu tersentak karena tindakan Ryuga. Ryuga memperhatikan Alexa dari samping wajahnya terlihat sembab, Ryuga menghembuskan nafas dengan kasar menenggelamkan wajah di leher Alexa. Alexa membeku karena tindakan Ryuga kini berhasil membuat bulu kuduknya berdiri, jantungnya berdetak tidak karu karuan, hingga menggerakan tubuhnya pun ia begitu sulit, karena begitu gugup mendapat serangan pelukan secara tiba-tiba dari Ryuga.
Alexa memejamkan matanya sambil mengepalkan tangannya mengontrol dirinya karena saat ini Ryuga terlihat masih dalam pengaruh alkohol.
Sita !!!..,"Apa kamu merindukanku ?..kenapa kamu menangis ?..."ujar Ryuga tanpa sadar kepada Alexa.
Alexa terkejut dan membuka matanya saat Ryuga menyebutkan nama seseorang di dalam ucapan. Hmmmm..."Sita,...Siapa dia?...batin Alexa penasaran. Alexa berusaha menetralkan diri dan melepaskan tangan Ryuga yang memeluk lehernya. Alexa beranjak berdiri meninggalkan Ryuga sebelum Ryuga berbuat yang aneh aneh terhadapnya apalagi melihat Ryuga dalam pengaruh alkohol.
Pergerakan Alexa pun ditahan oleh tangan Ryuga, Ryuga menarik tangan Alexa hingga posisi mereka berdua jatuh terduduk di kursi dengan posisi Alexa duduk di atas pangkuan Ryuga. Alexa memberontak namun Ryuga dengan cepat melingkarkan tangannya di pinggang Alexa memeluk Alexa dengan posesif.
Sita jangan tinggalkan aku.."ujar Ryuga sungguh kehilangan kontrol karena menanggap Alexa sebagai Sita, apalagi melihat bibir Alexa yang begitu penuh dan terlihat sensual.
Dan tanpa aba-aba Ryuga langsung meraup bibir Alexa yang begitu menggoda, Ryuga begitu hilang kontrol dan terus menjelajahi bibir Alexa di setiap sisi. ,Ehmmm" Alexa melenguh ia terlihat memberontak berusaha melepaskan tautan bibir Ryuga, sambil memukul-mukul dada bidang Ryuga, namun gagal. Ryuga mencengkram kedua tangan Alexa kebelakang yang berusaha terus memberontak, sedangkan tangannya yang satu ia gunakan untuk memegang leher Alexa dengan kasar Ryuga semakin memperdalam tautan bibirnya. Ciuman pun turun hingga menuju leher Alexa ia sedikit mengigit leher Alexa, meninggalkan jejak kepemilikannya di sana. Alexa dengan sekuat tenaga akhirnya berhasil melepaskan tangannya dari cengkraman Ryuga yang mulai hilang kendali.
Plakkkkkk.....
Kakak kelewatan..."ujar Alexa sambil membekap wajahnya yang menangis akibat perlakuan kasar Ryuga kepadanya.
Satu tamparan berhasil menghentikan Ryuga, Alexa segera berlari menuju kamarnya dan mengunci pintu kamarnya menghindari Ryuga yang terlihat kalap. Alexa terjatuh duduk bersimpuh di balik pintu, mengingat perlakuan Ryuga kepadanya yang begitu tidak berperasaan, membuat hatinya begitu terluka.
Ryuga menggelengkan kepalanya berusaha menyadarkan diri, ia berjalan sempoyongan sambil memegang pipinya yang terasa kebas. Sesampainya di sofa ruang tengah Ryuga menjatuhkan dirinya di sofa.
********
Kringgg.......!!!!!
Suara alarm sudah berbunyi Alexa yang hanya memejamkan mata selama tiga jam, ia masih sangat mengantuk. Namun terpaksa ia mengusir rasa kantuknya dan pergi ke dapur. Sarapan sudah tersaji di meja makan, walaupun Alexa sedang bertengkar dengan Ryuga, tetapi ia tetap menjalankan tugasnya sebagai istri dengan baik.
Ryuga turun sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing, sambil melihat sekeliling ia tidak menemukan Alexa di apartementnya. Ryuga tidak bisa mengingat kejadian semalam, dan berjalan tanpa ada beban sedikit pun, berbeda dengan Alexa. Sehingga membuat Alexa pagi pagi sekali berangkat untuk menghidari kontak dengan Ryuga.
Ternyata ia tetap melayaniku walau sedang marah, "Ck..,"Lumayan juga nasi goreng buatannya..."batin Ryuga dengan senyum tipis saat merasakan masakan yang sudah di hidangankan istrinya.
***********
Alexa berjalan lemas saat menuju kelasnya, ia begitu tidak semangat pergi ke sekolah. Seluruh murid menatapnya dengan tatapan aneh sambil berbisik saat Alexa berjalan memasuki konidor sekolah. Alexa belum mengetahui bahwa fotonya bersama Dimas sudah sebar oleh Grace.
Alexa menyeret langkahnya dengan malas apalagi hari ini ada mapelnya Pak Ryuga, membuatnya semakin malas masuk kelas, apalagi mengingat kejadian semalam yang membuat Alexa tidak bisa memejamkan matanya. Alexa masuk kedalam kelas ia merasa seluruh temannya memperhatikannya dengan tatapan aneh, Alexa sedikit risih mendapat tatapan yang sejak tadi membuatnya penasaran.
Apa tanda di leher gue keliatan ya..Perasaan udah gue tutup foundation..,"apa masih keliatan..."batin Alexa sedikit khawatir sambil memegang lehernya, akibat tindakan Ryuga semalam.
Hmmmm, panjang umur tuh anak baru aja kita omongin..."ujar Rena kepada Kifli.
Gimana perut loh udah mendingan Lex..."tanya Kifli yang begitu perhatian kepada sahabatnya. Alexa hanya mengangguk menjawab pertanyaan Kifli, ia langsung menjatuhkan dirinya di bangku, dengan malas.
Nih Lex..,"gimana bokap lo,.. dia nggak marahin loh kan Lex gara gara Grace nyebarin foto ini.." ucap Rena sambil menyodorkan ponselnya ke arah Alexa. Sejak semalam Alexa tidak membuka ponselnya jadi Alexa tidak tahu bahwa hari ini dirinya sudah menjadi trending topik di sekolah karena gosip yang tidak berdasar tersebut.
Oh pantes..."ujar Alexa singkat sambil berdecih, setelah mengetahui apa yang membuatnya penasaran dengan tatapan para siswa-siswa sejak tadi, saat masuk ke dalam halaman sekolah. Ia salah mengira ia pikir tanda di lehernyalah yang membuat para siswa-siswa menatap dengan aneh sejak tadi.
Muka luh jangan kusut terus Lex, dah kaya bungkusan nasi uduk demek banget sumpah...,"ckckc,... ucap Kifli yang begitu khawatir melihat kondisi sahabatnya yang terlihat begini banyak masalah. Alexa menatap tajam ke arah Kifli akibat ucapan.
Kifli lama-lama mulut luh minta di lakban ya.."saut Rena membela Alexa.
Wuiitt..,"Sabar Lex emang dedemit satu itu kudu di ruqyah biar cepet insaf kayaknya .."ujar yang Kifli tertawa berusaha mencairkan suasana.
...........
Tiba-tiba saja Grace dan ketiga sahabatnya berjalan melewati kelas Alexa, ia sengaja ingin memastikan kondisi Alexa setelah ia menyebarkan fotonya bersama Dimas di grup sekolah. Grace menatap Alexa di depan pintu ruang kelas Alexa dan tersenyum sinis, ia terlihat begitu puas sepertinya dugaannya benar bahwa Alexa kini sedang terkena masalah karena foto tersebut, bisa terlihat dari raut wajahnya.
.."Ehhh si miris udah dateng,.."gue kira lo udah di gantung sama bokap lo.."ucap Grace sambil tertawa kepada Alexa.
Brakkkkk....Rena terlihat menggebrak meja karena kesal melihat tingkah laku Grace yang kelewatan. Namun Alexa memegang tangan Rena berusaha menaham Rena, Alexa menggeleng sambil melihat wajah Rena yang sudah begitu emosi.
Tapi Lex si Lampir udah kelewatan..geregetan tau nggak gue rasanya mau jejelin tuh mulutnya pake boncabe.."ujar Rena begitu habis kesabaran.
Kenapa diem.. luh takut yak.."Ck..Enak ya disini luh ada belain yaitu 2 sabahat kampungan luh itu....beda si kalo di rumah nggak ada yang belain kan.."ckck....Huhhh kasiannn...."Ya gue saranin ya sih Lex,..Mending luh ngadu gih sono ke kuburan nyokap luh sambil nangis suruh bangun kalo perlu.."ckckckc..."ujar Grace terus saja berusaha memprovokasi Alexa, dan diiring tawa dari ketiga teman-temannya.
Brakkk....Eh Lampir luh keterlaluan tau nggak,.."nggak usah luh bawa-bawa nyokapnya Alexa deh..."sakit jiwa luh lama-lama.."bentak Rena yang mulai kalut sambil menggebrak meja.
Busyet dah cari mati tuh dedemit atu.. ,"Asli dah itu dedemit atu ema dulu ngidam pertalite kali ya, bawaannya ngegas terus kaya knalpot racing..."ujar Kifli sambil mengamati Grace yang terlihat malah semakin memprovokasi Alexa. Kifli dn Rena sangat paham Alexa paling sensitif jika mendiang Mamahnya di bawa-bawa.
Kesabaran Alexa mulai habis Alexa beranjak dari tempat duduknya.."Eh..jaga kalo punya mulut...,"Dasar jala**..." ucapan Alexa dengan kasar sambil menunjuk ke arah Grace berjalan menghampiri Grace dengan sorot mata yang terlihat begitu dingin. Alexa mendorong tubuh Grace hingga terjatuh tersungkut di lantai kelas
Sialan..."Apa loh..."luh tuh yang jala*** sama aja kayak nyokap luh..."ujar Grace semakin menghina mendiang Mamah Alexa, ia mencoba bangun di bantu oleh ketiga sahabatnya.
Namun tidak sempat bangun Alexa langsung berhambur ke atas tubuh Grace, hingga Grace terbaring di lantai. Alexa mengcengkram kerah baju Grace dan kemudian mencekik Grace dengan wajah yang menakutkan. Kemarahannya yang ia pendam selama ini seolah terlampiaskan, hingga Grace berusaha menjerit kesakitan Grace merasa takut melihat ekpresi Alexa yang seolah kesetanan. Grace sudah menjulurkan lidahnya karena merasa sesak akibat cekikan Alexa.
Udah Lex cukup nanti luh kena masalah lagi, gara gara si nenek lampir ini.."ucap Rena yang berusaha memisahkan Alexa mencoba menarik tangan Alexa, namun Alexa menghempaskan tangan Rena dengan kasar hingga membuat Rena tersikap. Rena merasa aneh melihat emosi Alexa yang berbeda dari biasanya, sehingga membuat Rena sedikit takut memisahkan Alexa dan Grace.
Lex stop Lex...anak orang bisa mati.."ujar Kifli mulai serius sambil menarik kedua tangan Alexa dari leher Grace. Kifli juga heran melihat Alexa yang tidak seperti biasanya, yang selalu mengabaikan Grace.
Gue peringatin luh ya... walaupun gua terlihat menyedihkan di mata luh, tapi asal tahu lo nggak bisa seperti gua dasar sampah ngerti lo jala**...."ucap Alexa dengan senyum seringainya yang terlihat begitu menyeramkan. Sejak semalam mood Alexa sangat buruk karena ulah Ryuga, dan kini Grace tiba tiba mencari gara gara dengannya. Sontak membuat Alexa bertambah kalut apalagi saat Grace menghina mendiang Mamahnya.
...___________________...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 152 Episodes
Comments
Adreena
Dari kecil Alexa gak di harapkan, papanya Hobby selingkuh trs, punya istri baru juga selingkuh lg...nasibmu Alexa...
2023-06-13
0
Ariff Arif
kok kasian Alexa dek pernah dpat kasih sayang pada siapa pun
2023-02-13
0