Ternyata Dia

Alexa terlihat mengendap-endap masuk ke dalam rumahnya yang tampak terlihat gelap.

Sudah pulang kamu rupanya kamu," bentak Ferdy sambil menyala lampu di ruangan tengah.

Alexa tiba-tiba terkejut mendengar suara bariton yang begitu tegas dan memekik, seketika Alexa langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Papanya.

"Dasar anak tidak tau di untung, silahkan kamu berbuat sesukamu, karena setelah Papah akan menjodohkan kamu dengan putra sahabat Papah, jadi Papah tidak akan pusing menghadapi tingkah laku kamu. Jadi bersiap-siaplah,"ujar Ferdy tersenyum sinis menatap putrinya.

"Alexa nggak mau di jodohkan Pah," ujar Alexa dengan nada tinggi menatap sengit Papahnya

Papah tidak mau tau, minggu ini kamu harus sudah menikah. Papah sudah menjodokan kamu dan calon suami kamu pun sudah menyetujui. Lebih baik kamu menurut saja, karena itu adalah permintaan terakhir mamah kamu sebelum ia meninggal. Dan papah dan sahabat Papah sudah mengatur semua, "bentak Ferdy yang begitu murka karena sudah lelah menghadapi sikap putrinya yang selalu membuat masalah.

"Apa mamah !, batin Alexa menatap sembarang arah."

"Tapi Alexa masih sekolah Pah, Alexa belum siap, Alexa juga masih punya impian, “ ujar Alexa seketika tangisanya pecah.

"Kamu jangan bodoh, apa yang Papah bisa banggakan dari anak seperti kamu, sudah prestasi tidak ada dan bulan ini saja sudah tiga kali papah mendapat keluhan atas segala perbuatan kamu di sekolah. Mau di taruh dimana wajah Papah, “ucap Ferdy sambil menunjuk nunjuk wajah putrinya.

Percuma pah mau Alexa pintar apa bodoh sekalipun, karena apa yang Alexa lakukan selalu salah di mata Papah. "Dari dulu sampai sekarang pun Papah memang tidak pernah menyukai Alexa, pokoknya Alexa nggak mau menikah, titik," ucap Alexa dengan nada tinggi.

"Papah benar-benar orang paling egois, "ujar Alexa ia pun langsung berlari menuju kamarnya.

"Alexa kamu berani melawan Papah, tunggu Papah belum selesai bicara.., Alexa !" teriak Ferdy memanggil Alexa yang tidak menggubrisnya sama sekali.

"Kamu kelewatan Mas, tega-teganya kamu menjodohkan Putri kamu yang masih butuh kebebasan," ujar Karin menatap kecewa ke arah suaminya.

"Kamu nggak usah ikut campur dia itu putriku ujar Ferdy langsung meninggalkan kediamannya.

"Mas kamu mau kemana Mas?" tanya Karin saat melihat suaminya mengambil kunci mobilnya.

Ferdy langsung bergegas meninggalkan kediamannya dan mengambil ponsel dan manapun seseorang.

Sayang kamu dimana, Om kangen nih, temenin Om yuk? " tanya Ferdy nelpon mesra gundiknya saat di perjalanan.

.

.

Alexa menjatuhkan dirinya duduk bersandar di balik pintu setelah mendengar ucapan Papahnya yang akan menjodohkannya. Ia larut dalam isak tangisnya yang begitu pilu.

Kemarahan, putus asa, kekecewaan yang ia rasakan hampir menjadi makannya sehari hari. Ia begitu lelah dengan hidupnya terutama keputusan sepihak dari Papahnya yang membuat semakin terpuruk. Tidak ada satupun seseorang yang bisa membelanya.

.

.

Karin menatap keluar kediamannya Iya tidak habis pikir dengan keegoisan suaminya dan Karin pun tidak menyangka jika Ferdy rela mengorbankan kebahagiaan putrinya demi lepas dari tanggung jawab sebagai seorang ayah.

Ia hanya menatap mobil Ferdy yang sudah berlalu dengan tajam lalu seketika Karin pergi masuk menuju kamarnya sambil membanting pintu dengan kencang. Karin merasa percuma berbicara jika kepeduliannya yang benar-benar tulus, tidak pernah dianggap oleh Alexa.

.

.

Sudah berhari hari Alexa mengurung dan menangis di dalam kamar setelah keputusan sepihak Papahnya beberapa hari yang lalu. Kantung matanya sampai terlihat sedikit menghitam, karena menangis dan kurang tidur. Entah sudah beberapa banyak obat depresi yang ia sudah telan, guna untuk membuatnya bangkit dari rasa ketakutan, kecemasan yang setiap malam selalu menyiksanya.

Kini Alexa hanya bisa pasrah percuma bagi Alexa memohon karena keputusan Papahnya sudah bulat, dirinya pun harus setuju jika itu bisa membuat Papahnya puas melihat dirinya mentalnya semakin hancur.

Mbok Darmi yang terlihat begitu mengkhawatirkan Alexa, yang terus menerus mengurung diri di kamarnya, ia pun tidak bisa berbuat apa apa. Karena Alexa tidak ingin bertemu dengan siapapun dan terus mengunci diri dikamarnya. Mbok Darmi hanya pasrah dan terus saja berdoa agar Alexa baik-baik saja sambil terus menitikan air mata dalam setiap doanya.

.

.

Setelah pertemuan antara Bimo dan Ferdy yang mereka langsungkan kemarin. Kini Bimo dan istrinya pun sudah mantap untuk memberitahu Ryuga mengenai calon istrinya tersebut. Mereka ingin segera memberitahukan kepada putranya tersebut, berharap memberinya kejutan terhadap putranya.

Gimana ya pah reaksi Ryuga, kalo dia tau calon istrinya itu muridnya sendiri, "ujar Retno terkekeh.

Kita liat aja nanti reaksinya, " saut Bimo sambil membaca majalah.

Saat makan malam Mamah Retno dan Bimo mulai membuka pembicaraan yang cukup serius dengan putranya

"Ini adalah foto calon istri kamu Ga, dia adalah anak om Ferdy yang merupakan sahabat Mamah dan Papah, dia juga sekolah di tempat kamu mengajar sekarang, apa kamu tidak pernah bertemu dengannya, “ucap Mamah Retno saat memperlihatkan foto Alexa yang mengenakan seragam SMA Garuda Bangsa

Mata Ryuga membulat sempurna saat melihat wanita yang akan menjadi calon istrinya adalah seorang gadis yang ia temui di cafe waktu itu dsn juga merupakan murid sekolah dimana tempatnya mengajar. Ia bisa mengingat dengan jelas wajah gadis yang begitu menyebalkan saat di kafe kemarin, yang cukup membuat perasaannya sedikit teralihkan.

"Jadi yang mau Papah sama Mamah jodohin itu anaknya Om Ferdy, si gadis cengeng itu, tapi kenapa gua nggak pernah ngeliat dia di sekolah, "batin Ryuga yang berdecih dengan sedikit bingung.

"Mah..papah apa kalian yakin mau menjodohkanku dengannya... Mamah dan Papahkan tau sendiri...aku dengannya saja sudah terpaut usia yang lumayan jauh beda,“ ucap Ryuga terbata bata karena dirinya masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.

Ryuga juga tidak yakin bahwa Alexa merupakan jodoh yang tepat untuk dirinya setelah bertemu Alexa di kafe beberapa hari yang lalu sungguh di luar expetasi tipe idealnya. Apalagi dengan rokok yang ia temukan yang merupakan milik Alexa yang terjatuh saat bertabrakan dengannya.

"Ga... Papah serta keluarga om Ferdy sudah berjanji akan menjodohkan kalian sejak dulu, Papah harap kamu mengerti.. bukankah kamu sudah menyetujuinya kemarin..."ucap Papah Bimo sambil memegang bahu Ryuga seolah mengharapkan putranya menyetujui perjodohan tersebut.

Mamah nggak sabar deh pengen punya menantu pah, seneng deh pastinya setiap hari bisa ngobrol bareng, nyalon bareng, shopping bareng. "Pokoknya seru pasti, makanya kamu cepetan nikah ya,"ujar Retno dengan berbagai expetasi di dalam pikirannya.

Ia memang mengidam-idamkan seorang anak perempuan sejak dulu. Namun karena masalah kesehatan Retno harus mengurungkan niatnya untuk bisa memiliki anak lagi.

Ryuga memikirkan kondisi papahnya yang mungkin menjadi bahan pertimbangan penting baginya. Mengingat seperti apa sikap dan kelakuan Alexa ia sudah memiliki gambaran sedikit, saat ia bertemu Alexa di kafe kemarin ia merasa ada sedikit ganjalan di dalam hatinya.Ia masih berharap semoga kedua orang tuanya akan berpikir ulang untuk menjadikan Alexa pendamping hidupnya.

"Ryuga mau menikah tapi ada syaratnya mah pah, Ryuga akan tinggal di apartement setelah menikah, " ujar Ryuga sambil menatap intens kedua orang tuanya.

"Yah gak seru dong sayang, terus mamah bakalan kesepian lagi kalo kamu nggak tinggal disini," ujar Retno merengek. Retno yang merasa keberatan dengan keinginan putra semata wayangnya tersebut.

Sudahlah mah lebih baik kita turuti keinginan Ryuga, yang penting dia sudah menyetujuinya mah. Tapi ingat Ga walaupun kamu masih belum mengenalnya, perlakukan istrimu dengan baik, kamu jangan macam macam. "Papah tidak mau kamu mengecewakan papah dan mamah," ujar Bimo dengan penuh penekanan yang tegas.

"Ya papah kok setuju sih," ujar Retno merajuk.

"Pokoknya kalo kamu mau tinggal terpisah sama mamah papah, kamu harus janji bakal cepet bikinin kita cucu ya Ga," ujar Retno asal bicara.

"Mamah.., Ryuga belom nikah aja udah minta cucu," ujar Bimo menggelengkan kepalanya.

Sontak karena ucapan mamahnya tersebut membuat Ryuga terkejut ia tidak menyangka dengan pemikiran mamahnya yang terlalu jauh. Ryuga begitu frustasi mendengar ocehan-ocehan mamanya yang terdengar tidak masuk akal. Akhirnya Ryuga pun berpamitan dengan kedua orang tuanya untuk pergi bekerja, sebelum Mamahnya meminta lagi hal hal yang aneh lagi kepadanya.

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Rita Riau

Rita Riau

ternyata Ferdy bukan bapak nya baik,, selain kasar arogan punya gundik,,,, owaa lahh,,toh kacau🤔🤭🙄😁😛

2024-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Welcome Jakarta
2 Rencana Perjodohan
3 Kafe Monalisa
4 Ternyata Dia
5 Guru Super Galak
6 Pertemuan Keluarga
7 Sah
8 Istri yang Tak Dianggap
9 Sakit Perut
10 Ruang UKS
11 Pertengkaran
12 Gara-Gara Alkohol
13 Kucing dan Tikus
14 Menghindar
15 Patah Hati Dan Terjebak.
16 Feeling Worthless
17 Persaingan Guru Dan Murid
18 Membuntuti Alexa
19 Hancur Tak Tersisa
20 Pertemuan Tak Terduga
21 Hipotermia
22 Pelukan Hangat
23 Dilema
24 Konflik Hati
25 Insiden Toilet
26 Mencuri First Kiss
27 Cemburu Tapi Gengsi
28 Alexa Pingsan
29 Healing Ke Dufan
30 Luka
31 Keweca dan Patah Hati
32 Serangan Balik
33 Pinjam Peluk
34 Mencari Bukti
35 Lagi-Lagi Grace
36 Perkara Lipstik
37 Karma Untuk Ferdy
38 Kenyataan Pahit
39 Dear, Alexa
40 Teror Debt Kolektor.
41 Pertengkaran
42 Nasehat Eyang
43 Menjemput Pulang
44 Akhir Pekan
45 Ruang Aula Sekolah
46 Ketegangan Di Cafe
47 Di Kira Pecandu.
48 Tentang Alexa
49 Tentang Sita
50 Cemburu Buta
51 Kamu Milikku Seutuhnya
52 Curahan Hati.
53 Ruangan BK
54 Kantin Sekolah
55 Janji Ryuga
56 Menculik Mantu Kesayangan.
57 Baju Haram
58 Fakta Baru
59 Candu
60 Makasih Besti
61 Rumah Tante Karin
62 Liburan Dadakan.
63 Malam Yang Panjang
64 Ngobrol Semalam Suntuk
65 Kembali ke Jakarta.
66 Menghasut
67 Perubahan Sikap Mama Retno.
68 Kebobrokan Kelas IPS XII
69 Moodbooster
70 Peringatan Keras
71 Di Kira Hamil
72 Turmanen Basket
73 Mengunjungi Ferdy
74 Meeting
75 Kamu Itu Milik Aku
76 Papah Sakit
77 Musuh Di Balik Selimut
78 Keputusan Pahit
79 Di Usik Masa Lalu.
80 Kelicikan Sita
81 Masalah Demi Masalah
82 Konflik Pasutri
83 Alexa Demam
84 Mencari Kesempatan.
85 Mendapat Lampu Hijau
86 Pengakuan Ryuga
87 Gudang Sekolah
88 Nurut Kata Suami
89 Kemunculan Ferdy
90 Tidak Di Anggap
91 Ferdy Semakin Menggila
92 Tidak Ada Harapan
93 Status Baru
94 Hari Guru
95 Aku Mau Kita Cerai
96 Selamat Tinggal
97 Pengumuman
98 Belum Usai
99 Pertunangan Nicco Dan Hanum
100 Insiden
101 Kepulangan Ryuga
102 Mencari Alexa
103 Kantor Polisi
104 Fakta Nicco
105 Ryuga Sakit
106 Fakta-Fakta Baru
107 Waktu Telah Berlalu
108 Keinginan Shaka.
109 Kembali Dan Mencari
110 Kesempatan Kedua
111 Kediaman Ardy.
112 Keseruan Sheena Dan Shaka
113 Rindu Yang Terbalaskan
114 Sebelum Bertemu
115 Ikatan Batin Ayah Dan Anak.
116 Makan Malam
117 Obrolan Hangat Keluarga
118 Semangat Ryuga
119 Siapa Kamu Sebenernya Mas
120 Kehebohan Di Kantor
121 Tukang Modus
122 Merasakan Dejavu
123 Meetup Trio Pemberontak
124 Meyakinkan Alexa.
125 Mencari Tahu Masalalu
126 Kecemasan Ryuga
127 Banyak Yang Berubah.
128 Bangun Alexa
129 Alexa Sadar
130 Mengingat Semuanya.
131 Keegoisan Alexa
132 Tangis Shaka
133 Curahan Hati Shaka
134 Menjelaskan Kesalahpahaman
135 Penyesalan Ryuga.
136 Kabar Miring
137 Menceritakan Semuanya
138 Nggak Mau Ikut...!
139 Konfrensi Pers
140 Kejutan Dari Aussie
141 Libur Dulu
142 Kotak Hadiah Milik Shaka
143 Penjelasan Nicco.
144 Resepi Pernikahan Rena dan Reyhan.
145 Perubahan Mood
146 Selamat Ya Bro..!
147 Ngidam Mangga Muda
148 Duo Bumil Ngemall
149 Kualat Sama Suami..!
150 Kado Paling Terindah
151 Adzkiya Elea Wijaya.
152 "Janda Kembang Kampoeng Pete"
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Welcome Jakarta
2
Rencana Perjodohan
3
Kafe Monalisa
4
Ternyata Dia
5
Guru Super Galak
6
Pertemuan Keluarga
7
Sah
8
Istri yang Tak Dianggap
9
Sakit Perut
10
Ruang UKS
11
Pertengkaran
12
Gara-Gara Alkohol
13
Kucing dan Tikus
14
Menghindar
15
Patah Hati Dan Terjebak.
16
Feeling Worthless
17
Persaingan Guru Dan Murid
18
Membuntuti Alexa
19
Hancur Tak Tersisa
20
Pertemuan Tak Terduga
21
Hipotermia
22
Pelukan Hangat
23
Dilema
24
Konflik Hati
25
Insiden Toilet
26
Mencuri First Kiss
27
Cemburu Tapi Gengsi
28
Alexa Pingsan
29
Healing Ke Dufan
30
Luka
31
Keweca dan Patah Hati
32
Serangan Balik
33
Pinjam Peluk
34
Mencari Bukti
35
Lagi-Lagi Grace
36
Perkara Lipstik
37
Karma Untuk Ferdy
38
Kenyataan Pahit
39
Dear, Alexa
40
Teror Debt Kolektor.
41
Pertengkaran
42
Nasehat Eyang
43
Menjemput Pulang
44
Akhir Pekan
45
Ruang Aula Sekolah
46
Ketegangan Di Cafe
47
Di Kira Pecandu.
48
Tentang Alexa
49
Tentang Sita
50
Cemburu Buta
51
Kamu Milikku Seutuhnya
52
Curahan Hati.
53
Ruangan BK
54
Kantin Sekolah
55
Janji Ryuga
56
Menculik Mantu Kesayangan.
57
Baju Haram
58
Fakta Baru
59
Candu
60
Makasih Besti
61
Rumah Tante Karin
62
Liburan Dadakan.
63
Malam Yang Panjang
64
Ngobrol Semalam Suntuk
65
Kembali ke Jakarta.
66
Menghasut
67
Perubahan Sikap Mama Retno.
68
Kebobrokan Kelas IPS XII
69
Moodbooster
70
Peringatan Keras
71
Di Kira Hamil
72
Turmanen Basket
73
Mengunjungi Ferdy
74
Meeting
75
Kamu Itu Milik Aku
76
Papah Sakit
77
Musuh Di Balik Selimut
78
Keputusan Pahit
79
Di Usik Masa Lalu.
80
Kelicikan Sita
81
Masalah Demi Masalah
82
Konflik Pasutri
83
Alexa Demam
84
Mencari Kesempatan.
85
Mendapat Lampu Hijau
86
Pengakuan Ryuga
87
Gudang Sekolah
88
Nurut Kata Suami
89
Kemunculan Ferdy
90
Tidak Di Anggap
91
Ferdy Semakin Menggila
92
Tidak Ada Harapan
93
Status Baru
94
Hari Guru
95
Aku Mau Kita Cerai
96
Selamat Tinggal
97
Pengumuman
98
Belum Usai
99
Pertunangan Nicco Dan Hanum
100
Insiden
101
Kepulangan Ryuga
102
Mencari Alexa
103
Kantor Polisi
104
Fakta Nicco
105
Ryuga Sakit
106
Fakta-Fakta Baru
107
Waktu Telah Berlalu
108
Keinginan Shaka.
109
Kembali Dan Mencari
110
Kesempatan Kedua
111
Kediaman Ardy.
112
Keseruan Sheena Dan Shaka
113
Rindu Yang Terbalaskan
114
Sebelum Bertemu
115
Ikatan Batin Ayah Dan Anak.
116
Makan Malam
117
Obrolan Hangat Keluarga
118
Semangat Ryuga
119
Siapa Kamu Sebenernya Mas
120
Kehebohan Di Kantor
121
Tukang Modus
122
Merasakan Dejavu
123
Meetup Trio Pemberontak
124
Meyakinkan Alexa.
125
Mencari Tahu Masalalu
126
Kecemasan Ryuga
127
Banyak Yang Berubah.
128
Bangun Alexa
129
Alexa Sadar
130
Mengingat Semuanya.
131
Keegoisan Alexa
132
Tangis Shaka
133
Curahan Hati Shaka
134
Menjelaskan Kesalahpahaman
135
Penyesalan Ryuga.
136
Kabar Miring
137
Menceritakan Semuanya
138
Nggak Mau Ikut...!
139
Konfrensi Pers
140
Kejutan Dari Aussie
141
Libur Dulu
142
Kotak Hadiah Milik Shaka
143
Penjelasan Nicco.
144
Resepi Pernikahan Rena dan Reyhan.
145
Perubahan Mood
146
Selamat Ya Bro..!
147
Ngidam Mangga Muda
148
Duo Bumil Ngemall
149
Kualat Sama Suami..!
150
Kado Paling Terindah
151
Adzkiya Elea Wijaya.
152
"Janda Kembang Kampoeng Pete"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!