Dua bulan berlalu, sudah terhitung dua bulan juga Vechia dan Arkan mendapatkan gelar menjadi sepasang suami istri
Namun, pasangan ini tidak ada perubahan sama sekali masih sama seperti sebelumnya
Vechia tetap tidak pernah menghormati suaminya dan Arkan masih berusaha mendekati istri nya
Tidak ada malam pertama seperti pasangan suami istri lainnya
Terkadang Arkan juga ingin menyerah saja pada pernikahan mereka namun papa Dirga meminta Arkan agar tidak menyerah menaklukkan hati putrinya yang dia ketahui bukan putri kandungnya
Inilah yang menjadi alasan papa Dirga menikah kan Arkan dan Vechia ia tidak ingin putri yang di sayangi itu beralih ke lelaki yang tidak tepat
Sebegitu sayangnya papa Dirga karena dia sedari kecil yang merawat putrinya itu
"Kenapa loh Arkan?? dari tadi aku lihat melamun saja" ujar Romi mengupas kulit kacang yang ada di hadapannya
Mereka sedang duduk di sebuah cafetaria bersama dengan sang asisten Roy
Roy hanya menatap Arkan dengan tanda tanya besar juga, mengapa bos nya terlihat seperti banyak sekali beban pikiran
Yups... Roy sudah seperti teman Arkan karena Roy juga teman Arkan semenjak ia bekerja dengan papa Dirga
Hanya saja Roy sedikit formal pada Arkan saat berada di gedung kantor namun berbeda jika berada di luarnya, Roy akan menganggap Arkan seperti temannya
"Hufttt...entahlah Rom.. aku ingin menyerah dengan pernikahan ini, rasanya aku benar-benar kalah tidak bisa menaklukkan hati istriku" ujar Vechia lirih
Roy yang awalnya duduk santai tak beraturan segera duduk tegap terkejut dengan ucapan sang bos
selama ini yang ia tahu kalau keadaan bos nya itu terlihat baik baik saja
Roy dan Romi saling pandang seakan bertanya ada apa
"Maksudmu bagaimana Ar?" tanya Romi tidak mengerti
"Aku seperti nya ingin mengakhiri pernikahan kami, kamu tau dia tidak bisa melupakan mantan pacar nya dan menerima aku sebagai suaminya"
"Kamu tu Rom, dia juga belakangan ini sering jalan bareng dengan Pandu itu. Aku juga pernah mendapati mereka sedang duduk dan makan bersama cafe seperti pasangan bahagia"
"Aku akan melepaskan nya agar dia bahagia Rom"
"Tapi kamu tidak tau kan mungkin itu hanya akal akalan Vechia saja agar kamu menuntut cerai padanya"
"Aku harus bagaimana Rom? aku sangat ingin dia bahagia, selama kami menikah ini selama itu juga ia meminta padaku untuk menceraikan dirinya"
"Aku berusaha untuk tidak mendengarkan ucapannya itu tapi aku juga tidak bisa membohongi diri ku sendiri dan menjadi egois gara gara aku melanjutkan pernikahan ini"
"Aku kira dulu bisa meluluhkan hatinya namun aku rasa sekarang sangat sulit apa lagi kami sudah menikah selama tiga bulan ini"
"Aku tidak bisa mengatakan hal yang bagaimana Ar.. terserah padamu kami sebagai temanmu hanya bisa mendukung apapun keputusan mu. Aku hanya heran saja mengapa dia seakan sangat tidak bisa menerima dirimu? entah apa yang salah dengan pemikiran itu" ujar Romi
"Aku kira pernikahan akan seindah di film film namun ketika berhadapan langsung ada juga yang tidak menyenangkan" batin Roy menatap Arkan
Roy benar tidak tau bagaimana mengungkapkan rasa sedihnya untuk Arkan karena ia tau bagaimana beratnya Arkan berusaha selama ini untuk mendekati istri nya
Roy tidak tau harus menanggapi bagaimana dengan masalah Arkan
"Kalau gak begini saja, coba kamu bertahan selama satu bulan lagi Ar. Jika memang tidak ada perubahan ya sudah, kamu turuti saja keinginan istri mu. Aku hanya bisa memberikan saran seperti itu karena aku pun tidak tau harus bagaimana" ucap Romi
"Hemmm.. baiklah"
...****************...
"Sedang ngapain sih? bengong dari tadi" ujar Rita mengejutkan Vechia
"Aku tidak tau bagaimana ini Rit"
"Apa nya?"
"Aku merasakan ada sesuatu ketika aku berdekatan dengan Arkan. Aku tidak membenci nya sebesar dulu lagi"
"Wah.. wah... akhirnya Vechia ku tersayang luluh juga dengan suami tampannya"
"Maksudmu aku jatuh cinta padanya begitu?" tanya Vechia
"Iyalah sayang... udah ungkapin belum?* tanya Rita
"Tidak.. aku menghindar dari nya selama sebulan lebih ini"
"Kenapa??" tanya Rita bingung
"Kerena jika aku berdekatan dengan dan mempedulikan dirinya aku serasa sakit jantung tau gak, jantung ku berdebar tidak karuan" ujar Vechia
"Berarti kamu memang sudah menyukai nya Ve, ayo dong ungkapin sama dia" ucap Rita
"Tapi apa benar dia mencintaiku dengan tulus dan tidak mengharapkan harta papaku saja?" tanya Vechia
"Hushhh.... ini lah kamu Ve, suka sekali berpikir buruk tanpa mencari tau terlebih dahulu. Seperti kamu berburuk sangka pada mama Sarah"
"Rit.. aku tidak membahas wanita sialan itu"
"Hehehe... iya Ve, maafkan aku"
"Ya sudah begini saja, coba kamu ungkapin dulu perasaan kamu padanya, kamu katakan bagaimana nanti respon nya ya terserah dirinya yang kamu akan merasa lega tanpa beban lagi Ve"
"Hmm... okelah.. besok tanggal berapa sih??"
"Besok tanggal satu September"
"Apa tanggal satu?? tanya Vechia
"Iya.. memangnya Kenapa?
"Apa Arkan ultah di tanggal 1 September??x tanya Rita
"Iya.. besok ulang tahun nya"
"Ya sudah.. berarti momennya pas dong kalau mau ungkapin perasaan. Kan di hari bahagia nya"
"Kamu benar deh Rit, aku bisa mengungkapkan besok saja"
"bagus bagus... ya sudah.. kamu buka hati untuknya terus ya"
"Ya sudah.. aku pergi sebentar ya mau mencari sesuatu untuk hadiah ultah Suamiku itu
"Cie.... udah manggil suami"
"Hahahaha.... aku pergi dulu ya"
"oke.. berkendara lah dengan hati hati "
...****************...
"Apa dia menyukai ya hadiah yang akan aku beri? apa dia akan menerima nya?"
"Benar kata Rita aku tidak boleh menyerah mungkin memang dia yang terbaik untuk ku" ujar Vechia
"Apalagi aku telah salah.. sebenarnya yang menjebak ku malam itu bukan Arkan melainkan anak dari kolega papa.. Dasar pria sampah seperti itu yang seharusnya aku benci bukan Arkan. Mengapa sebegitu cinta nya dia hingga dia tidak mengatakan hal apapun terkait malam itu dan mengatakan dialah pelakunya" ujar Vechia
Benar saja, Vechia baru mengetahui jejak malam itu. Setelah dia sedikit mengingatkan kejadian malam itu.
Vechia mencari tau dengan orang suruhannya. Sebenarnya Vechia sudah tau seminggu yang lalu, namun ia takut mengutarakan nya.
Setelah dia tau Vechia semakin yakin untuk mengungkapkan rasa nya pada suaminya.
"Semoga dia suka"
"Tapi.. itu ... bukannya Arkan??" tanya Ve kala melihat sang suami sedang keluar dari mobil dengan seorang wanita
Vechia mengikuti Arkan dan suaminya. Krena tidak memperhatikan jalan
Bug!!!
Arkan melihat Vechia sudah terkapar di jalanan,
"Sayang... sayang...kamu kenapa?.. sayang.. bangun" ujar Arkan melihat istrinya pingsan dengan darah di pelipisnya
"Ar.. apa dia istri mu?" tanya Ranti teman Arkan yang mengurus hotel hasil kerja Arkan sendiri
"Iya.."
"Ya sudah kita bawa ke rumah sakit sekarang"
"Iya.."
Arkan bergerak cepak memboyong istrinya, ia sangat khawatir setengah mati melihat istrinya pingsan seperti itu
...****************...
Sabar ya Arkan.. kalau Vechia gak mau author mau kok😂🤣
Semoga suka 💕
Happy Reading 💕😘
Jangan lupa untuk mampir ke karya author yang lainnya
Tamat
...Menemukan Ibu...
On-Going
...My Ex Suamiku...
Terimakasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments