Masih Sama

Khemmm...

deheman terdengar, siapa lagi kalau bukan dari Arkan.

Terlihat Arkan sudah berdiri di dekat Vechia dan pria itu.

kedua duanya melihat ke arah Arkan.

Vechia melirik ke arah Arkan dengan tatapan sinis dan acuh tak peduli.

Pria itu hanya terlihat bingung melihat Arkan.

"Siapa dia?" ucap pria itu setengah berbisik pada Vechia.

Tak terjawab pertanyaan pria itu kala Arkan melangkah mendekati mereka.

"Siapa dia sayang?" tanya Arkan mencoba tenang.

Vechia melotot kan matanya ke arah suaminya. Ia sangat terkejut dan tidak terima dengan kelakuan suaminya yang seenak jidatnya merangkul mesra pinggang cantiknya.

"Sayang... aku bertanya siapa dia?" tanya Arkan kembali

Arkan seolah tak peduli dengan tatapan tajam yang di layangkan oleh Vechia pada dirinya.

Jangan kan tatapan tidak suka, perkataan tidak suka pun sudah pernah Arkan dengar dari mulut istri nya.

Jadi jika hanya tatapan seperti itu maka tidak akan menjadi hal yang perlu di masukkan ke hati Arkan.

"Lepaskan tangan kotor itu dari tubuh ku" sentak Vechia.

Arkan dan pria itu setengah terkejut dengan ucapan Vechia.

"Sayang.. apa aku melakukan kesalahan padamu hari ini? kenapa kamu marah marah begini? jika aku ada salah, aku minta maaf. jangan marah pada suamimu ini ya" ucap Arkan yang masih dalam keadaan tenang.

Vechia menghirup nafas dengan geramnya.

"Owh.. ini yang namanya Arkan suaminya Ve" batin pria itu.

"Hai.. kenalkan aku Robby teman Ve" ujar Robby mengulurkan tangannya pada Arkan.

Arkan hanya terdiam tak bergerak sedikit pun untuk membalas uluran tangan Robby.

Arkan menatap tidak suka dengan Robby.

Robby yang menyadari hal itu membuatnya geli sendiri. Ia tau kalau Arkan sang suami sahabatnya itu sedang dalam mode cemburu buta.

"Aku hanya teman nya dan tidak lebih" ujar Robby dengan cekikikan.

Vechia menatap malas pada Arkan. "Entah apa yang di lakukan pria bodoh ini" batin Ve.

setelah menimbang lama akhirnya Arkan membalas uluran tangan Robby.

"Aku Arkan, suaminya Vechia" ucap Arkan masih dengan nada datarnya.

Robby semakin terkekeh geli mendengar suara Arkan. Yang tadinya sedikit berbeda ketika ia bertanya pada Vechia. Sedangkan dengan dirinya Arkan mengeluarkan suara yang dingin.

"Fix.. dia sedang cemburu" batin Robby

"Maaf.. aku kemarin tidak bisa hadir di pesta pernikahan kalian. Aku baru saja menyelesaikan pendidikan Kedokteran di luar negeri. Jadi aku tidak bisa hadir di pernikahan kalian.

"Sekali lagi aku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian" ujar Robby tulus.

Arkan yang melihat memang benar adanya Robby berkata jujur ia tersenyum tipis pada Robby.

"Sudah lah Rob.. kamu pulang saja. Terimakasih atas traktir makan nya ya" ujar Vechia mendorong Robby ke dalam mobil.

"Kau mengusir ku? kau jahat Ve" ujar Robby yang pura pura merajuk.

"Ish.. kau ini seperti anak kecil saja. Lebih baik kamu pulang sekarang nanti mami mu khawatir" ujar Vechia setengah mengejek.

"Ve.. jangan membongkar aib ku di depan suami mu" ujar Robby tak terima.

Robby memang anak mami, bahkan ketika mereka sama sama di luar negeri mami Robby akan menelepon nya sebanyak sekali dalam tiga jam.

"Sudah sana.. pergilah" ujar Vechia kembali mengusir Robby.

"Baiklah.. aku pergi dulu, sampai kan salam ku pada kedua orang tuamu. Dan untuk mu kakak ipar senang berkenalan dengan mu" ujar Robby.

Ia segera melangkah masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.

Vechia melambaikan tangan nya pada Robby dan tersenyum.

Arkan sedari tadi hanya diam saat Vechia bercanda dengan Robby sudah terasa memanas apalagi dia melihat dengan jelas senyum manis Vechia yang tidak pernah ia lihat selama ini.

"Kamu sangat dengan dengan nya?" tanya Arkan.

"Bukan urusan mu" ujar Ve berlalu meninggalkan Arkan dan segera masuk ke butiknya.

Arkan menghela nafasnya dengan sikap Vechia yang tidak pernah menganggap dia ada.

Arkan dan Vechia sudah berada di dalam mobil milik Arkan. Mereka hanya terdiam satu sama lain, sibuk dengan pemikiran masing-masing.

Vechia yang sedikit lelah memilih untuk tidur sembari kembali ke rumah.

Arkan hanya memandang wajah manis istri nya.

"Jika dia tidur dia sangat cantik apa lagi dia tidak mengeluarkan kata kata mutiara nya yang sering kali menyentil perasaan ku" batin Arkan melirik ke arah Vechia yang sedang tertidur.

Setelah melakukan perjalanan tiga puluh menit lamanya akhirnya mereka sampai di rumah.

"Sayang..." panggil Arkan dengan lembut pada istrinya yang sedang tertidur.

Bisa saja Arkan membawa atau menggendong istri nya. Tapi dia takut istrinya makin membencinya nanti jika ia bergerak sembarangan.

"Sayang... bangun yok.. udah sampai rumah" panggil Arkan kembali.

Tak lama nampak Vechia membuka matanya.

"Sudah sampai?" tanya nya serak

"Sudah sayang.. ayok turun" ujar Arkan.

Tanpa menjawab ajakan suaminya, Vechia segera melepas sabuk pengaman dan segera turun dari mobil Arkan.

Vechia masuk dan memandang keluarga nya yang sedang duduk di ruang keluarga.

Terlihat Nadya, mama Sarah dan papa Dirga yang sedang bercanda ria.

Mereka tidak menyadari bahwa Vechia telah pulang.

mata Vechia berkaca-kaca melihat pemandangan bahagia keluarga itu.

"Dulu ketika mama masih ada, kami juga begitu. Sekarang hanya aku yang merasa asing di rumah ini. Aku sangat membenci kebahagiaan itu" batin Vechia sakit hati melihat kebahagiaan itu.

"Harusnya aku dan mama yang di sana bersama papa bukan wanita sialan dan anak nya yang tidak tau diri itu" lanjut Vechia membatin

"Sayang.. tunggu in dong" ujar Arkan dari belakang membuat papa Dirga dan yang lainnya melihat ke arah Vechia dan Arkan.

"Ve... dari mana saja kamu? kenapa kamu tinggal suami kamu sendiri? kenapa tidak melayaninya, ingat Ve.. Arkan itu suami mu kamu harus menghormati nya" semprot Papa Dirga yang tanpa basa basi langsung menghujam Vechia dengan pertanyaan menohok.

Tindakan papa Dirga membuat Vechia semakin membenci papa nya.

"Pa... jangan gitu dong, kan Ve baru aja pulang" ujar mama Sarah.

"Ve ... Arkan.. sudah makan? makan dulu yok, mama sudah memasak tadi" ujar mama Sarah pada Vechia dan Arkan.

Vechia memasang raut wajah tidak suka dan mencibir akan ajakan mama Sarah.

"Pencari muka sudah muncul, aku sangat membenci dan muak drama seperti ini" ujar Vechia membuat mama Sarah, Nadya tercengang.

"Ve... jangan sesekali kami berkata seperti itu pada istri papa" sentak papa Dirga

"cih.. untuk apa aku menghormati wanita sialan itu hah? aku tidak akan Sudi" pekik Vechia.

"Ve..." panggil papa Dirga namun panggilan itu tidak di ladeni Vechia. Ia memilih untuk pergi ke kamar nya.

"Mas... sudah.." ujar mama Sarah mengelus lengan sang suami yang sudah semakin marah.

"Ma.. pa.. maafkan Vechia ya ma" ujar Arkan yang merasa tidak enak dengan mertua nya akan kelakuan istrinya.

Papa Dirga menghela nafasnya. "Sudahlah Arkan.. kamu kembali ke kamar saja. Kamu pasti lelah" ujar papa Dirga yang sudah duduk di sofa .

Arkan segera beranjak dari ruang keluarga tersebut dan melangkah ke kamar dia dan Ve.

"Entahlah.. aku tidak tau mengapa kak Ve sangat membenci mama" ucap Nadya lirih.

"Sabar sayang.. kakakmu memang seperti itu. Kamu jangan membenci nya, kita harus berusaha melembutkan hati nya yang keras ya sayang" ujar mama Sarah pada Nadya.

"Iya ma, Nadya tidak membenci Kak Ve, Nadya hanya marah saja setiap kak Ve menghina mama"

"Sudah.. lupakan saja apa yang kamu dengar, anggap saja itu tidak ada sayang"

"Iya ma" ujar Nadya memeluk Nadya.

Ternyata dari lantai atas terlihat Ve mendengar semua ucapan mama Sarah dan Nadya.

Vechia iri dengan interaksi dua manusia itu. Ia sangat merindukan ibunya.

Melihat Arkan sudah menaiki tangga dengan segera Vechia masuk ke kamarnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...HAI.. HAI.. ...

...AUTHOR UPDATE LAGI😂😂...

...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR NYA YA GUYS....

...UNTUK CERITA INI KADANG ALURNYA CEPAT KADANG LAMBAT YA, TERGANTUNG AUTHOR 😂...

..."author ngomong apa sih 🤔🤔"...

Episodes
1 Hari Pernikahan
2 Pernikahan Sendiri
3 Makan Malam Bersama
4 Tiada Malam Pertama
5 Pagi Pertama
6 Sulit
7 Masih Sama
8 Pertama Kalinya
9 Tidur Bersama
10 Kejadian Mengejutkan
11 Kesempatan
12 Bertengkar
13 Prasangka Buruk
14 Pesta
15 Kejutan Ultah
16 Mengunjungi Mama
17 Tidak Sesuai Harapan
18 Arkan Demam
19 Vechia Kecelakaan
20 Penjelasan Arkan
21 Kejutan Untuk Arkan + Visual
22 Akhirnya (First Night)
23 Hari bahagia
24 Mulai Goyah
25 Terkuak
26 Semakin Bersalah
27 Pembunuh Mama
28 Kebenaran
29 Kecelakaan
30 Divorce
31 Divorce Part 2
32 Divorce Part 2
33 Memutuskan Hubungan
34 Pergi
35 Kehamilan
36 Teman Baru
37 Kebenaran
38 Sinting
39 Dia??
40 Itu Aku??
41 Menemukan Adik
42 Bertemu Rita
43 Anak??
44 Kejadian Tak Terduga
45 Putraku
46 Bertemu Kembali
47 Kembali atau Tinggalkan
48 Mencari Tiara
49 Waktu Seminggu
50 Penyelesaian Masa Lalu
51 Author Kembali
52 Mansion Abraham
53 Bisakah kita Bersama Kembali???
54 Keputusan
55 Gado Gado
56 Kembalilah
57 Berita Bahagia
58 Saling Curiga
59 Berdamai
60 Berita Mengejutkan
61 Bahagia Bersama
62 Seperti Pengantin Baru
63 Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64 Makan Malam
65 Berkumpul
66 Tiara Adikku
67 Muhasabah Bersama
68 Kencan
69 Tidak Suka
70 Ketemu Shinta
71 Nonton Berdua
72 Tiba Tiba Mengaku
73 Banyak Anak
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Hari Pernikahan
2
Pernikahan Sendiri
3
Makan Malam Bersama
4
Tiada Malam Pertama
5
Pagi Pertama
6
Sulit
7
Masih Sama
8
Pertama Kalinya
9
Tidur Bersama
10
Kejadian Mengejutkan
11
Kesempatan
12
Bertengkar
13
Prasangka Buruk
14
Pesta
15
Kejutan Ultah
16
Mengunjungi Mama
17
Tidak Sesuai Harapan
18
Arkan Demam
19
Vechia Kecelakaan
20
Penjelasan Arkan
21
Kejutan Untuk Arkan + Visual
22
Akhirnya (First Night)
23
Hari bahagia
24
Mulai Goyah
25
Terkuak
26
Semakin Bersalah
27
Pembunuh Mama
28
Kebenaran
29
Kecelakaan
30
Divorce
31
Divorce Part 2
32
Divorce Part 2
33
Memutuskan Hubungan
34
Pergi
35
Kehamilan
36
Teman Baru
37
Kebenaran
38
Sinting
39
Dia??
40
Itu Aku??
41
Menemukan Adik
42
Bertemu Rita
43
Anak??
44
Kejadian Tak Terduga
45
Putraku
46
Bertemu Kembali
47
Kembali atau Tinggalkan
48
Mencari Tiara
49
Waktu Seminggu
50
Penyelesaian Masa Lalu
51
Author Kembali
52
Mansion Abraham
53
Bisakah kita Bersama Kembali???
54
Keputusan
55
Gado Gado
56
Kembalilah
57
Berita Bahagia
58
Saling Curiga
59
Berdamai
60
Berita Mengejutkan
61
Bahagia Bersama
62
Seperti Pengantin Baru
63
Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64
Makan Malam
65
Berkumpul
66
Tiara Adikku
67
Muhasabah Bersama
68
Kencan
69
Tidak Suka
70
Ketemu Shinta
71
Nonton Berdua
72
Tiba Tiba Mengaku
73
Banyak Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!