Pesta

"Woy!!" ujar Rita membuat Vechia terlonjak kaget

"Ih... kaget aku tau" ucap Vechia

"Hehe.. maaf ya aku gak maksud gitu. Dari tadi aku lihat kamu melamun terus. Lagi mikirin apa sih?" tanya Rita yang telah duduk di sebelah Vechia

"Emmm... gak mikir apa apa kok Rit.." lirih Vechia tersenyum

"Gak usah bohong dong Vechia sayang, aku cukup mengenal dirimu. Lagian ya aku kita tu udah bertahun-tahun lamanya bersahabat, bukan kenalnya kemarin" jelas Rita

"Hehehe... bener juga"

"Lagi mikirin apa sih Ve? kamu kangen mamamu?" tanya Rita

Vechia hanya mengangguk. "Ya udah, nanti kita ke makam ya , jenguk mama. Gak usah sedih sedih lagi, besok mau tambah usia loh" ucap Rita

"Kamu ingat ulang tahun ku?" ujar Vechia

"Ya jelas dong, masa aku lupa sih" bangga Rita

"Makasih banyak Rita sayang"

"Iya sama sama. Tapi sekarang kamu enak kan pasti besok suami mu si tampan Arkan akan membuat pesta kejutan untuk mu"

"Gak lah.. dia aja gak tau kapan aku lahir, lagian ya aku juga gak mau merayakan ulang tahun ku dengan pria sampah seperti nya"

"Husss.... gak baik Ve ngomong gitu sama suami sendiri. Biar sampah busuk sekali pun, dia itu sekarang suamimu yang harus kamu hormati Ve" nasehat Rita.

"Tapi aku jijik dengan nya Rit, kan kamu tau sendiri aku sangat membenci nya saat malam itu"

"Padahal sebelumnya aku terima terima saja, tapi pada malam itu aku di gerebek papa dan keluarga nya tidur satu selimut sama dia di kamar hotel. Aku merubah pandangan ku untuknya. Aku tidak bisa menerima itu Rit, aku benci cara dia menikahi ku. Aku tidak suka" terang Vechia

"Iya aku tau, tapi sekarang dia suami mu Ve, dia juga memperlakukan kamu dengan baik, jadi tidak salah kamu menghormati nya Ve"

Vechia diam tidak menjawab, entah apa yang ada di pikiran nya.

"loh... kok ngelamun lagi sih??" tegur Rita kembali melihat Vechia terdiam dan kembali melamun

"Gak apa kok Rit" ujar Vechia

"Ya sudah, ayok kita makan siang dulu. Atau kamu mau di makan siang bersama Arkan?" goda Rita

"Gak.. gak.. aku gak mau makan sama dia, aku makan sama kamu aja Rita sayang" ujarnya membuat Rita tertawa

"Ya sudah, ayo"

Mereka segera beranjak dari butik menuju resto di dekat butik mereka.

...****************...

"Ma.. ini bagus gak?" tanya Nadya yang sudah mencoba bajunya

"Gak.. ini terlalu terbuka sayang" ucap mama Sarah

Mama Sarah dan Nadya sedang berbelanja di mall. mereka berbelanja baju untuk nanti malam pesta ulangtahun kolega papa Dirga.

"Tapi ma, ini cantik benget loh" ujar Nadya cemberut.

"Iya tapi nanti malam kan banyak laki laki sayang, mama tidak suka anak gadis mama di lirik oleh laki-laki di pesta ulangtahun kolega papa"

Nadya memanyunkan bibirnya cemberut.

"Anak mama jangan cemberut dong, ntar cantiknya hilang loh"

"Tapi ma, Nadya mau yang ini"

"Sayang.. kita cari yang hampir sama kayak model ini tapi tertutup sedikit lagi ya"

"Hemm..... baik lah ma"

"Maaf baju kita tidak berjodoh" lirih Nadya pada baju yang dilarang oleh mama Sarah

Akhirnya Nadya mengalah dan mencari baju yang lainnya.

Mama Sarah juga melihat baju, pilihan mama Sarah jatuh pada satu gaun panjang dengan lengan panjang berwarna seperti merah bata namun agak oranye.

Mama Sarah tersenyum melihat cantiknya baju tersebut. Hanya satu nama yang terbesit untuk nya. Ya.. nama wanita itu adalah Vechia.

Mama Sarah sangat menyayangi Vechia meskipun Vechia begitu membenci nya.

"Ini pasti bagus kalau aku berikan besok pas ulang tahun nya"

"Tapi....." ujar mama Sarah sedih

"Apa Vechia mau menerima pemberian ku? nanti dia membuangnya. Tapi lebih baik aku beli saja, nanti bagaimana cara akan aku berikan" ucap mama Sarah

"Wah.. cantik banget ini ma, ini untuk siapa ma?" tanya Nadya, mama Sarah hanya tersenyum.

"Jangan bilang ini untuk ulang tahun kakak besok ma?" tebak Nadya

"Iya sayang.. cantik kan? pasti cantik kalau kakakmu yang memakainya"

"Cantik sih, tapi apa mau kak Ve menerima nya. Selama ini semua hadiah dari mama dan aku selalu di buang sama kakak setelah acara selesai" ujar Nadya sedih

"Tidak apa apa sayang, nanti kita coba lagi"

"Hemmm.. iya ma, terserah mama"

"Iya sayang, kamu udah selesai milihnya?

"Udah ma, ayo bayar"

"tapi pilihan kali ini sesuai dengan ucapan mama tadi kan Nad?" selidik mama Sarah

"Iya ma. Ya sudah ayo ma" ucap Nadya merangkul lengan sang mama

Nadya dan mama Sarah segera pergi ke arah kasir dan membayar belanjaan mereka.

...****************...

"Sudah siap sayang? ayo.. papa sama mama sudah siap" ujar Arkan yang memanggil Vechia.

seketika Vechia menoleh ke arah Arkan. Arkan termangu menatap Vechia

"Cantik.." ucap Arkan pelan

"Sebentar.. aku ambil tas" ujar Vechia segera beranjak ke ruangan tempat ia menyimpan tasnya

"Oke" balas Arkan ia duduk di tepi ranjang menunggu istrinya

"Sudah ayo" ucap Vechia yang sudah siap dengan tasnya.

"Ayo sayang" ujar Arkan memberikan lengannya pada Vechia dengan maksud agar Vechia menggandengnya

"Tidak usah.. aku tidak mau baju ku kotor karena bersentuhan denganmu" sarkas Vechia dengan sadis

Vechia segera pergi meninggalkan Arkan. Arkan sejenak menghela nafasnya dan segera menyusul istri nya.

...****************...

"Wah.. tuan Dirga Abraham datang membawa keluarga besar. Terimakasih atas kedatangannya" ujar kolega papa Dirga yang sedang berulang tahun

"Iya tuan, sama sama" balas papa Dirga

"Owh.. ini menantu tuan Dirga kan?? Arkan CEO perusahaan?" tanya tuan Lewis berbas basi padahal dia sangat mengenal Arkan

"Iya tuan, saya Arkan. CEO abram's Group sekaligus menantunya" ujar Arkan mengenal dirinya dan terkekeh kecil

"Wah.. nona Vechia sangat beruntung bisa menikah dengan Arkan. Dia pria yang rajin dan juga baik" puji Tuan Lewis

"Tuan terlalu berlebihan" sungkan Arkan

"Jika saja kamu tidak menikah dengan Arkan, sudah aku nikah kan dengan putri sulung ku" tambah tuan Lewis.

Arkan dan papa Dirga tersenyum.

"Dia sangat populer" batin Vechia melirik sejenak ke arah Arkan

"Hem... ya.. anda benar tuan aku sangat beruntung menikah dengan Arkan" ujar Vechia dengan anggun

Tua Lewis hanya mengangguk kepalanya setuju.

"Ya sudah.. kalian nikmati saja acaranya, aku pamit untuk diri dulu mau menyapa tamu yang lainnya" pamit tuan Lewis

"Silahkan tuan" balas Arkan.

"Ayo ma kita kesana" ajak papa Dirga pada mama Sarah menyapa kolega yang lain

"Iya pa"

"Nadya ikut juga pa?" tanya Nadya. ia benar-benar bingung tidak tau mau ngapain

"Iya ayok sayang" ujar papa Dirga lembut

Vechia hanya terdiam melihat interaksi mereka.

"Ya sudah.. papa ke sana dulu ya" pamit papa Dirga pada Vechia dan Arkan

"Iya pa" balas Arkan.

Sekarang tinggal lah Arkan dan Vechia. Vechia segera melepas gandengan tangan pada lengan Arkan.

"Sudah.. aku mau ke toilet" ujar Vechia

"Perlu aku temani?" tanya Arkan

"Tidak usah" ketus Vechia

"Hem.. ya sudah, hati hati ya sayang"

Arkan akhirnya berbaur dengan tamu yang lainnya. Mereka membahas seputar kerja dan bisnis.

...****************...

Hai.. hai.. author update lagi

semoga suka 🌹

Happy Reading 💕😘

Jangan lupa juga mampir di cerita author yang lainnya ya

on going

...My Ex Suamiku...

Tamat

...Menemukan Ibu...

Terima kasih 😘😊🤗

Episodes
1 Hari Pernikahan
2 Pernikahan Sendiri
3 Makan Malam Bersama
4 Tiada Malam Pertama
5 Pagi Pertama
6 Sulit
7 Masih Sama
8 Pertama Kalinya
9 Tidur Bersama
10 Kejadian Mengejutkan
11 Kesempatan
12 Bertengkar
13 Prasangka Buruk
14 Pesta
15 Kejutan Ultah
16 Mengunjungi Mama
17 Tidak Sesuai Harapan
18 Arkan Demam
19 Vechia Kecelakaan
20 Penjelasan Arkan
21 Kejutan Untuk Arkan + Visual
22 Akhirnya (First Night)
23 Hari bahagia
24 Mulai Goyah
25 Terkuak
26 Semakin Bersalah
27 Pembunuh Mama
28 Kebenaran
29 Kecelakaan
30 Divorce
31 Divorce Part 2
32 Divorce Part 2
33 Memutuskan Hubungan
34 Pergi
35 Kehamilan
36 Teman Baru
37 Kebenaran
38 Sinting
39 Dia??
40 Itu Aku??
41 Menemukan Adik
42 Bertemu Rita
43 Anak??
44 Kejadian Tak Terduga
45 Putraku
46 Bertemu Kembali
47 Kembali atau Tinggalkan
48 Mencari Tiara
49 Waktu Seminggu
50 Penyelesaian Masa Lalu
51 Author Kembali
52 Mansion Abraham
53 Bisakah kita Bersama Kembali???
54 Keputusan
55 Gado Gado
56 Kembalilah
57 Berita Bahagia
58 Saling Curiga
59 Berdamai
60 Berita Mengejutkan
61 Bahagia Bersama
62 Seperti Pengantin Baru
63 Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64 Makan Malam
65 Berkumpul
66 Tiara Adikku
67 Muhasabah Bersama
68 Kencan
69 Tidak Suka
70 Ketemu Shinta
71 Nonton Berdua
72 Tiba Tiba Mengaku
73 Banyak Anak
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Hari Pernikahan
2
Pernikahan Sendiri
3
Makan Malam Bersama
4
Tiada Malam Pertama
5
Pagi Pertama
6
Sulit
7
Masih Sama
8
Pertama Kalinya
9
Tidur Bersama
10
Kejadian Mengejutkan
11
Kesempatan
12
Bertengkar
13
Prasangka Buruk
14
Pesta
15
Kejutan Ultah
16
Mengunjungi Mama
17
Tidak Sesuai Harapan
18
Arkan Demam
19
Vechia Kecelakaan
20
Penjelasan Arkan
21
Kejutan Untuk Arkan + Visual
22
Akhirnya (First Night)
23
Hari bahagia
24
Mulai Goyah
25
Terkuak
26
Semakin Bersalah
27
Pembunuh Mama
28
Kebenaran
29
Kecelakaan
30
Divorce
31
Divorce Part 2
32
Divorce Part 2
33
Memutuskan Hubungan
34
Pergi
35
Kehamilan
36
Teman Baru
37
Kebenaran
38
Sinting
39
Dia??
40
Itu Aku??
41
Menemukan Adik
42
Bertemu Rita
43
Anak??
44
Kejadian Tak Terduga
45
Putraku
46
Bertemu Kembali
47
Kembali atau Tinggalkan
48
Mencari Tiara
49
Waktu Seminggu
50
Penyelesaian Masa Lalu
51
Author Kembali
52
Mansion Abraham
53
Bisakah kita Bersama Kembali???
54
Keputusan
55
Gado Gado
56
Kembalilah
57
Berita Bahagia
58
Saling Curiga
59
Berdamai
60
Berita Mengejutkan
61
Bahagia Bersama
62
Seperti Pengantin Baru
63
Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64
Makan Malam
65
Berkumpul
66
Tiara Adikku
67
Muhasabah Bersama
68
Kencan
69
Tidak Suka
70
Ketemu Shinta
71
Nonton Berdua
72
Tiba Tiba Mengaku
73
Banyak Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!