Pertama Kalinya

Arkan membuka pintu kamar nya. Terlihat sang istri sedang duduk di sofa kamar, tempat biasa Arkan tidur.

Arkan menghela nafasnya, ia merasa kasian tidak bisa melakukan apapun kala istri sedang menangis.

Ingin sekali ia memberikan pelukan untuk sekedar menenangkan dan menghapus air mata istri nya.

Semakin ia diam semakin menjadi jadi tangisan Vechia.

Arkan memilih untuk mendekati istri nya.

"Ve.." panggil Arkan pelan sembari mendekati istri nya.

Vechia hanya menatap ke arah Arkan dengan mata yang berkaca-kaca dan sesenggukan.

Tidak ada tatapan benci dan tidak suka yang biasa Vechia berikan pada suaminya itu.

hanya ada tatapan kesedihan yang di penuhi air mata.

Arkan semakin terenyuh tidak tega melihat istrinya menatap seperti itu. Jika ia boleh memilih ia lebih suka tatapan tajam dan marah istrinya dari pada melihat istrinya menangis seperti ini.

Arkan segera mendekati istri nya dan membawa dengan pelan istrinya dalam pelukannya.

Tidak ada penolakan yang biasa nya di lakukan oleh Vechia. Seperti Vechia sangat membutuhkan pelukan hangat dari pria yang berstatus suaminya.

Semakin di pelukan Arkan semakin menjadi jadi tangisan Vechia. Arkan yang tidak tega mendengar tangisan pilu istrinya akhirnya ia memberanikan diri memeluk erat tubuh istrinya dan mengelus lembut punggung istri nya.

Tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka. Hanya ada tangisan Vechia, hanya kata kata semangat dari Arkan pada istrinya.

"Menangis lah.. jika itu bisa mengeluarkan beban yang ada di hatimu" hanya terdengar kata kata seperti itu dari mulut Arkan.

Arkan semakin memeluk tubuh Ve dengan erat. Ia juga sangat terluka melihat kesedihan wanita yang ia cintai ini.

...****************...

Di tempat lain

"Pandu.. kamu tidak boleh seperti itu pada istrimu" hardik papa Hendri ada putra semata wayangnya.

"Apa pa?? papa terus saja menyalahkan aku. Sudah aku katakan, aku tidak akan pernah menganggap wanita sialan ini sebagai istriku" sentak Pandu pada Tiara sang istri

Tiara adalah istri Pandu yang dia nikahi satu bulan yang lalu.

Pandu dengan terpaksa menikahi Tiara karena wasiat kakeknya yang sejak lama telah menjodohkan Pandu dengan Tiara yang merupakan cucu dari teman kakek nya.

Pandu tidak habis pikir bagaimana keluarganya dengan tega menolak Vechia yang notabene nya adalah dari keluarga terpandang.

Keluarga nya memaksa Pandu tetap untuk menerima perjodohan dengan Tiara. Dengan terpaksa Pandu memutuskan hubungan nya dengan Vechia setelah satu tahun lebih merangkai hubungan asmara mereka.

Pandu awalnya menolak keras perjodohan itu, namun lagi-lagi Pandu terpaksa menerima nya kala sang ibu terlihat sakit- sakitan, sakit jantung ibunya kembali kambuh.

Pandu sangat dilema, antara memilih kehendak keluarga atau menurutkan keinginan nya.

Pandu akhirnya memutuskan untuk menerima perjodohan keluarga nya. Ia sangat tidak ingin kehilangan sang mama.

Penyakit jantung yang tiba tiba juga pernah terjadi pada sang kakek sehingga merenggut nyawa nya. maka dari itu Pandu memutuskan untuk menerima perjodohan dan menikah Tiara.

"Kamu jangan kurang ajar" hardik papa Hendri pada Pandu.

Papa Hendri merasa malu dan bersalah kala Pandu dengan teganya tidak memberikan nafkah secara lahir pada sang istri.

Tiara melakukan kerja paruh waktu dan juga sebagai ojek online untuk memenuhi kebutuhan hidup dan perkuliahan nya.

Padahal itu semua seharusnya sudah di tanggung oleh Pandu sang putra.

"Apa!! papa mau nampar Pandu lagi? tampar pa, tampar. Sudah beberapa kali papa menampar Pandu hanya karena wanita sialan ini" ujar Pandu dengan menggebu-gebu marah.

Papa Hendri yang ingin melayang tamparan keras pada Pandu sontak berhenti mendengar ucapan sang anak.

Ia menatap tajam pada istrinya.

"Apa yang kamu lakukan hah!! hingga papa ku sangat menyukai mu?" hardik Pandu pada istrinya yang dari tadi hanya tertunduk dan menangis.

"Maaf mas.." lirih Tiara dengan gemetaran.

Ia tidak akan menyangka akan terjadi hal sebesar ini. selama ini ia berusaha menutupi semua kesalahan suaminya dari keluarga suaminya.

Mengingat kebaikan sang mertua yang sangat baik membuat Tiara mengurungkan niatnya untuk berpisah dengan Pandu dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan kehidupan rumah tangganya.

"Apa kau kira maaf dapat membuatnya berubah? dapat membuat Vechia kembali padaku? hah!!" hardik Pandu kembali.

"ini semua salahmu... Salahmu!!!" tunjuk Pandu pada istrinya.

Plak!!!

Pandu termangu menatap ke samping melihat siapa yang telah menamparnya.

Terlihat sang mama yang menatap nya dengan marah

"Mama..." lirih Pandu

"mama tidak menyangka kamu akan begini Pandu, mama sangka kamu memperlakukan istri my dengan baik. Mama sangka keluarga yang kalian bangun itu sangat bahagia. Ternyata kamu tidak lebih dari seorang bajingan yang menelantarkan istrimu sendiri. Mama sangat kecewa padamu" ujar mama Soraya dengan lirih namun tajam

Pandu terdiam mendengar ucapan mamanya. Selama ini mamanya yang selalu membela nya namun sepertinya kesalahan nya sudah sangat fatal hingga sang mama merasakan kekecewaan padanya.

Tak lama terlihat mama Soraya memegang Dadanya yang sakit.

Bruk!!

Mama Soraya ambruk dan seketika membuat pandu, papa Hendri dan Tiara panik.

"Mama...." teriak Pandu.

"Bawa rumah sakit pa sekarang" ujar Pandu.

Mereka segera membawa mama Soraya ke rumah sakit. Pandu sangat khawatir dengan keadaan mamanya.

...****************...

Di kamar Vechia

"Sayang... kita turun dulu yok, kita makan malam bersama di bawah" ujar Arkan yang sedari tadi membujuk sang istri untuk makan karena sang ibu mertua sudah memanggil mereka.

"Kamu kalau mau makan, makan aja sana. Aku sedang tidak berselera" tolak Vechia

huffff...

Arkan menghela nafasnya. "Sayang.. kamu belum makan malam. Kita gak boleh makan terlambat nanti kamu sakit" bujuk Arkan kembali.

"Aku bilang tidak ya tidak!!! kamu kenapa maksa sih?!!" sentak Vechia membuat Arkan terkejut.

Baru tadi pertama kalinya Vechia berbicara lembut dan sekarang ia kembali dengan sikap nya yang asli.

Arkan lagi lagi menghela nafasnya kala melihat sang istri segera membaringkan tubuhnya di kasur dan tidur membelakangi nya.

"Ya sudah.. aku turun dulu ya, nanti aku akan bawakan makanan untukmu" ujar Arkan mengelus lembut rambut Vechia.

Tak dapat di pungkiri ada perasaan hangat yang menjalar di tubuh Vechia kala Arkan mengelus rambut nya dengan lembut.

Namun, karena gengsi nya lebih terdepan dari apa pun. Ia memilih untuk bungkam tak mengatakan apa yang ia rasakan dan menepis semua perasaan yang tiba-tiba di rasakan.

"Aku turun dulu ya sayang, kamu mau aku bawakan makanan apa?" tanya Arkan kembali.

Tujuan Arkan menanyakan hal demikian mungkin dengan memakan sesuatu yang di sukai Vechia dapat menurunkan kesedihan yang dirasakan nya.

"Tidak.. Aku tidak ingin makan apa apa. Terserah padamu membawa aku makanan atau tidak sama sekali" ujar Vechia.

"Ya sudah.. kamu istirahat saja nanti aku bawakan makan malamnya" ujar Arkan dan segera beranjak keluar dari kamar mereka untuk segera turun ke bawah.

...****************...

Sabar banget kan Arkan, pengen deh punya Suami kayak dia🤣, suami idaman banget deh❤️

Author sedikit menjelaskan tentang Pandu ya✌️ biar sedikit nyambung gitu😂

Terus ikuti kisah Ini ya, jangan lupa Love❤️, komentar ✉️ dan Vote ya agar cerita author menjadi dikenali 😂🤣🤗

Happy Reading 💕💕

Episodes
1 Hari Pernikahan
2 Pernikahan Sendiri
3 Makan Malam Bersama
4 Tiada Malam Pertama
5 Pagi Pertama
6 Sulit
7 Masih Sama
8 Pertama Kalinya
9 Tidur Bersama
10 Kejadian Mengejutkan
11 Kesempatan
12 Bertengkar
13 Prasangka Buruk
14 Pesta
15 Kejutan Ultah
16 Mengunjungi Mama
17 Tidak Sesuai Harapan
18 Arkan Demam
19 Vechia Kecelakaan
20 Penjelasan Arkan
21 Kejutan Untuk Arkan + Visual
22 Akhirnya (First Night)
23 Hari bahagia
24 Mulai Goyah
25 Terkuak
26 Semakin Bersalah
27 Pembunuh Mama
28 Kebenaran
29 Kecelakaan
30 Divorce
31 Divorce Part 2
32 Divorce Part 2
33 Memutuskan Hubungan
34 Pergi
35 Kehamilan
36 Teman Baru
37 Kebenaran
38 Sinting
39 Dia??
40 Itu Aku??
41 Menemukan Adik
42 Bertemu Rita
43 Anak??
44 Kejadian Tak Terduga
45 Putraku
46 Bertemu Kembali
47 Kembali atau Tinggalkan
48 Mencari Tiara
49 Waktu Seminggu
50 Penyelesaian Masa Lalu
51 Author Kembali
52 Mansion Abraham
53 Bisakah kita Bersama Kembali???
54 Keputusan
55 Gado Gado
56 Kembalilah
57 Berita Bahagia
58 Saling Curiga
59 Berdamai
60 Berita Mengejutkan
61 Bahagia Bersama
62 Seperti Pengantin Baru
63 Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64 Makan Malam
65 Berkumpul
66 Tiara Adikku
67 Muhasabah Bersama
68 Kencan
69 Tidak Suka
70 Ketemu Shinta
71 Nonton Berdua
72 Tiba Tiba Mengaku
73 Banyak Anak
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Hari Pernikahan
2
Pernikahan Sendiri
3
Makan Malam Bersama
4
Tiada Malam Pertama
5
Pagi Pertama
6
Sulit
7
Masih Sama
8
Pertama Kalinya
9
Tidur Bersama
10
Kejadian Mengejutkan
11
Kesempatan
12
Bertengkar
13
Prasangka Buruk
14
Pesta
15
Kejutan Ultah
16
Mengunjungi Mama
17
Tidak Sesuai Harapan
18
Arkan Demam
19
Vechia Kecelakaan
20
Penjelasan Arkan
21
Kejutan Untuk Arkan + Visual
22
Akhirnya (First Night)
23
Hari bahagia
24
Mulai Goyah
25
Terkuak
26
Semakin Bersalah
27
Pembunuh Mama
28
Kebenaran
29
Kecelakaan
30
Divorce
31
Divorce Part 2
32
Divorce Part 2
33
Memutuskan Hubungan
34
Pergi
35
Kehamilan
36
Teman Baru
37
Kebenaran
38
Sinting
39
Dia??
40
Itu Aku??
41
Menemukan Adik
42
Bertemu Rita
43
Anak??
44
Kejadian Tak Terduga
45
Putraku
46
Bertemu Kembali
47
Kembali atau Tinggalkan
48
Mencari Tiara
49
Waktu Seminggu
50
Penyelesaian Masa Lalu
51
Author Kembali
52
Mansion Abraham
53
Bisakah kita Bersama Kembali???
54
Keputusan
55
Gado Gado
56
Kembalilah
57
Berita Bahagia
58
Saling Curiga
59
Berdamai
60
Berita Mengejutkan
61
Bahagia Bersama
62
Seperti Pengantin Baru
63
Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64
Makan Malam
65
Berkumpul
66
Tiara Adikku
67
Muhasabah Bersama
68
Kencan
69
Tidak Suka
70
Ketemu Shinta
71
Nonton Berdua
72
Tiba Tiba Mengaku
73
Banyak Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!