"Akhirnya acara resepsi sudah selesai. Ahh.. leherku sedikit sakit" ujar Arkan terduduk di atas ranjang king size milik sang istri di kamar nya.
Awalnya Arkan akan membawa istri ke rumah yang telah di sediakan, namun karena Vechia menolak dengan tegas dengan alasan dia sangat nyaman di rumahnya.
Mau tidak mau Arkan harus menuruti keinginan sang istri. Ia harus sedikit mengalah dengan keras kepala istrinya.
"Istriku mana ya, dari tadi aku belum melihatnya" tanya Arkan pada dirinya sendiri dan celengak celinguk mencari istrinya.
Arkan hendak keluar dari kamar untuk mencari keberadaan sang istri, namun ketika hendak membuka pintu kamar Vechia lebih dulu memasuki kamar tersebut.
"Eh.. istriku sudah datang. Baru saja aku ingin mencari mu, ternyata kamu masuk duluan" cecar Arkan dengan tersenyum manis.
Vechia tidak menjawab ucapan Arkan, Ve bahkan tidak peduli. Vechia hanya menatap ke arah suaminya dengan sinis dan melewati nya begitu saja.
Arkan menghela nafas pelan. Dia menutup kembali pintu kamar pengantin tersebut.
"Sayang.. bisa ambilkan baju untuk untukku, aku gerah ingin mandi" pinta Arkan pada sang istri.
"Kau punya tangan dan kaki. Jadi ambil sendiri, jangan pernah membuat ku repot"
"Tapi kan aku suami mu sudah sepantasnya kamu melayaniku sayang"
"Stop!! berhenti memanggilku dengan sebutan menjijikkan dari mulut mu itu" tegas Vechia.
ia benar-benar merasa sangat geram dengan ucapan kata "Sayang" yang di lontarkan sang suami kepada nya.
Arkan sedikit merasakan sakit hati, namun ia masih keras kepala untuk melawan istrinya itu.
"Terserah padamu, mau kamu jijik atau telingamu akan sakit mendengar kata itu, yang jelas aku tetap memanggil namamu dengan sebutan sayang karena sudah sangat jelas kamu adalah istri ku" balas Arkan tanpa beban sedikit pun.
Vechia semakin bertambah geram, ia mengentak kakinya dengan keras di lantai.
"Dasar tidak tidak tau malu, kamu kira aku akan luluh dengan kata yang keluar dari mulut sampah mu itu. Ibarat sampah meskipun sudah di daur ulang tetap saja berasal dari sampah. Jadi jangan berharap kamu akan menikmati kekayaan yang telah di berikan oleh papa kepada mu. Aku tau itu adalah niatmu untuk menjebak ku malam itu kan, aku tau persis bagaimana otak miskin seperti kamu itu berjalan dan menjadi penjilat orang orang kaya.
"Baik konon, tampang mu saja yang baik. Jika mereka melihat sisimu yang lain kau tidak lebih dari sampah yang menjijikkan" hina Vechia dengan lantang.
Vechia benar benar muak setiap mendengar suara yang di keluar dari mulut suaminya.
Arkan hanya terdiam sembari menahan amarahnya.
Arkan benar benar tak percaya mulut pedas sang istri benar benar membuat nya sakit hati.
Namun,, ia tetap membalas ucapan tersebut dengan tenang.
"Terserah padamu sayang, jika kamu menganggap ku sampah terserah aku tidak peduli. Namun, jangan salah kan aku jika suatu saat nanti kamu akan jangan cinta dengan dalam pada pria sampah seperti ku" balas Arkan sengit.
"Cih.. seujung kuku pun aku tidak akan berminat pada pria kotor seperti mu" tatapan kebencian yang dilontarkan Vechia padanya.
"Kamu jangan bilang sekarang sayang, masih ada waktu untuk membuat mu jatuh hati pada pesona ku"
"Kamu terlalu banyak bermimpi, sebaiknya kamu buang jauh jauh angan-angan mu itu. Sebaiknya kamu jangan terlalu tinggi bermimpi agar jatuh tidak akan terlalu sakit" sinis Vechia
"Kamu akan melihat bagaimana mimpiku ini menjadi nyata suatu hari nanti" balas Arkan dan berlalu ke kamar mandi.
Arkan dengan cepat ingin segera menyirami tubuhnya dengan air dingin agar amarahnya mereda.
Arkan bukan tipikal pria yang sangat sabar, sedari tadi ia sangat marah mendengar ucapan pedas istrinya namun ia juga tidak ingin marah pada istri nya.
Jika ia marah maka itu membuktikan ia tidak mampu berhadapan dengan sang istri.
...****************...
Di luar kamar
"Ma.. kak Ve sama kak Arka lama sekali, padahal ini hampir melewati makan malam lho" ujar Nadya lelah menunggu kedatangan pasangan pengantin baru itu.
"Sabar sayang, mungkin mereka belum selesai membersihkan diri" jawab mama Sarah tersenyum lembut
"Aku heran deh, kenapa kak Ve nggak mau nginep di hotel nya, secara kan ini malam pertama mereka"
"Mungkin kakakmu ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama kita sayang. Lagian ya papa sama Mama udah nyiapin liburan bulan madu untuk kakak mu"
"Yang benar ma? aku ikut boleh sekalian liburan"
"Dasar kamu ya, jangan Ngada Ngada gitu"
"Hehehehe.. becanda ma, masa aku mau gangguin kak Ve dan kak Arka nganu nganu sih." balas nya tersenyum
"Sudah... sudah.. kok pada balas ke sana sih, dan kamu juga nad, jangan pikir pikir gitu. Kamu harus fokus sama studi kamu biar bisa kerja bantuin papa dan kakak mu di perusahaan kita"
"Iya pa, Nad akan berusaha sekuat mungkin. Nad akan membuat mama sama papa bangga melihat kejayaan Nad nanti nya"
"Iya sayang.. papa selalu mendoakan kamu"
"Makasih papa"
Nadya memeluk mesra tubuh sang papa. Dari kejauhan ternyata Ve melihat interaksi mereka semua nya.
Hati Ve meras tercubit melihat interaksi tersebut.
"Dulu papa juga seperti itu padaku, namu semenjak mama pergi dan orang orang jahat itu ke rumah papa jadi serius bermanja-manja dengan ku lagi" batin Vechia
Arkan hanya melihat istrinya menatap mereka. Arkan tau sekarang istri nya iri melihat kedekatan Nadya dengan papanya.
Tak ingin membuat keadaan menjadi lebih panas, Arkan hanya terdiam sembari melihat sang istri menghapus air matanya.
Arkan benar benar tidak tega melihat istrinya yang baru beberapa jam tadi sudah sah menjadi miliknya menangis.
Namun, apa yang hendak di kata, Arkan tidak punya nyali untuk sekedar menenangkan, menghapus air mata istri nya atau memberikan pelukan hangat.
Arkan sadar hubungan nya dengan sang istri belum membaik, jadi dia mengurungkan semua keinginan nya itu.
Tak lama Vechia dan Arkan berjalan menuju meja makan.
Mama Sarah yang melihat hal itu menampilkan senyuman ramahnya menyambut kedatangan pasangan pengantin baru itu.
"Ayok sayang duduk, kita makan bersama" ujarnya dengan lembut.
Vechia dengan perasaan tidak suka ia duduk di kursi yang tersedia.
"Ve.. ambilkan nasi dan lauk pauk untuk suami mu. Kamu harus melayaninya"
Dengan perasaan penuh kedongkolan Vechia bergerak malas dan mengambil nasi beserta lauk pauk untuk suaminya.
"Makasih sayang" ujar Arkan tersenyum manis.
Vechia hanya membalas dengan senyuman tipis.
"Cie... pengantin baru sweet banget deh" sorak Nadya.
"Kamu ini nad, biasa aja" balas Arkan malu
"Cak elah,, pakek malu segala lagi. jadi pengen nikah" cecar Nadya membuat papa Dirga berdehem keras.
"Nad.. kita lagi makan, jangan bicara nanti tersedak" ujar lembut mama Sarah.
"Iya ma.. maaf"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
HAI... HAI..
AUTHOR KEMBALI MENYAPA DENGAN NOVEL BARU
SEMOGA KALIAN SUKA DAN TETAP MENDUKUNG NOVEL AUTHOR
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL AUTHOR YANG SUDAH TAMAT YA
...MENEMUKAN IBU...
DAN JUGA NOVEL ON-GOING
...MY EX SUAMIKU...
MOHON DUKUNGAN NYA DENGAN LIKE👍
KOMENTAR ✉️
VOTE⭐
DAN RATE BINTANG YA⭐⭐⭐⭐⭐🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
վմղíα | HV💕
semoga mereka bisa saling mencintai
2023-03-18
1