pasangan suami istri itu kembali memasuki kamar mereka setelah melakukan makan malam bersama.
"Ah.. kenyang, ternyata masakan mama sangat enak ya sayang" ucap Arkan mengelus perutnya yang kekenyangan.
"apa nya yang sangat enak, itu biasa saja" balas Vechia ketus.
"Kalau masakan istriku juga pasti sangat enak kan sayang?" tanya Arkan pada istrinya.
Vechia tidak menjawab pertanyaan Arkan ia memilih untuk diam saja, terlalu malas menjawab pertanyaan suami nya yang terkesan sangat alay.
Lihatlah pemilihan kata kata yang di gunakan suaminya sangat menggelikan dan bahkan sangat menjijikkan di telinga Vechia.
Vechia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan wajah serta menggosok gigi nya sebelum tidur.
Arkan hanya menatap kepergian sang istri.
"Hatinya terlalu sulit untuk ku gapai. huff... kapan aku juga nanti di cintai oleh istri ku yang keras itu" keluh Arkan yang sudah merebahkan tubuhnya di kasur kamar itu.
"Kamu harus semangat Arkan, kamu pasti bisa menaklukkan hati istrimu itu" ujar Arkan kembali menyemangati diri nya.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka terlihat Vechia keluar dengan lebih segar. Ia segera melakukan perawatan pada wajah nya.
Arkan memandang Vechia yang sedang melakukan perawatan wajah nya.
Vechia yang merasa dirinya di pandang oleh sang suami menoleh ke arah suaminya.
"Kenapa melihat ku begitu? apa kau sudah jatuh hati padaku" ujarnya mengejek.
"Kau benar sayang aku memang sudah jatuh pada mu. Bukan mulai sekarang namun dari dulu pun begitu" balas menggoda Vechia.
"Cih.. panggilan itu lagi" gerutu Vechia dalam hati.
"Sudah.. dari pada menggombal lebih baik pergi tidur"
"Iya sayang.. makasih atas perhatiannya" ujar Arkan berlalu ke kamar mandi dan dengan langkah gesitnya ia berhasil mencium pipi sebelah kiri Vechia.
"Arkaaannn!!!" pekik Ve begitu terkejut mendapati ciuman mesra dari suaminya.
"Dasar tidak tau malu, bibirmu itu begitu banyak kotoran nanti mukaku jerawatan. ih... bikin aku kesal saja" gerutu Vechia dengan marahnya pada Arkan.
Arkan di kamar mandi tertawa terbahak-bahak karena senang membuat istrinya itu marah.
"Aduh.. aku sangat senang melihat nya memanggil namaku.. Arkaaannn... (meniru ucapan Ve). Ini akan menjadi kebiasaan ku untuk mengusik nya. Ini sungguh menyenangkan" ujar Arkan tertawa cekikikan.
Arkan keluar dari kamar mandi melihat Ve sedang sudah rebahan di kasur mereka.
Arkan mendekati istri nya dengan niatan akan ikut merebahkan tubuhnya di kasur itu juga. Namun, siapa sangka kalau ternyata Vechia melarang itu semua.
"Stop!!" ujar Vechia membuat Arkan seketika berhenti bergerak.
"Ada apa?" tanya Arkan.
"Aku tidak ingin tidur satu kasur denganmu, kamu tidur di sofa saja. Aku tidak mau nanti menjadi alergi karena berdekatan dengan pria kotor seperti mu. Dan satu lagi jangan pernah meminta hakmu sebagai seorang suami padaku. kamu tidak berhak atas apa pun di tubuhku, camkan itu Arkan"
Arkan menatap ke arah Vechia dengan tatapan tak terbaca.
"Apa?" tanya Vechia dengan ngotot melihat Arkan menatap nya.
"Mau bilang kalau aku ini istri durjana? aku jahat? aku memang jahat, maka dari itu aku akan perlihatkan bagaimana jahatnya aku" imbuh Ve kembali.
"hufff... Ve.. aku bisa tidur di kasur mu, lagian aku tidak akan macam-macam denganmu. Aku tau kamu pasti takut kan jika aku tidur di kasur yang sama dengan mu kamu takut aku akan meminta hak ku sebagai suami mu"
"Tenang sayang,, aku tidak akan memaksa mu jika kamu belum siap" ujar Arkan selembut mungkin.
"Tidak.. aku katakan tidak ya tidak. Kamu harus tidur di sofa sana, jika kamu tidak ingin di sofa silakan tidur di lantai bila perlu" ujar Ve.
Vechia merebahkan tubuhnya kembali ke kasur.
"Ya sudah aku tidur di sofa saja kalau begitu. selamat tidur sayang, mimpi indah tentang aku ya" ujar Arkan.
"Mau apa kamu?" tanya Vechia kembali ketika melihat Arkan mendekati nya.
"Mau menciumi kening istriku sebagai ucapan selamat malam" ujar Arkan dengan polosnya.
"Tidak,, tidak perlu seperti itu. aku tidak ingin wajahku di penuhi kotoran dari manusia sampah seperti mu" ujar Vechia membuat lagi lagi hati Arkan sakit.
"Ya sudah.. selamat malam istri ku tersayang" ujar Arkan akhirnya.
Arkan segera merebahkan tubuhnya di sofa lama tersebut.
Arkan tersenyum ternyata di sana sudah ada bantal dan selimut tebal yang telah di persiapkan Vechia untuk nya.
"Kamu ternyata peduli juga denganku sayang. Seperti nya gengsi dan sikap sombong mu lebih dominan. Namun, aku tetap berterima kasih padamu sayang" gumam Arkan menatap Vechia yang sudah memejamkan matanya dengan tatapan bahagia.
...****************...
Subuh Hari🍀🍀🍀🍀🍀
Suara azan subuh berkumandang membuat Arkan membuka matanya.
"Sudah subuh aku harus bersiap untuk shalat" ujarnya bangun dari tempat tidur.
Arkan melirik sang istri yang masih terlelap.
"Apa aku harus membangun kan dia ya, namun aku takut nanti dia marah padaku. Tapi aku harus melakukan nya" tekad Arkan.
"Ve.. sayang... istriku..." panggil Arkan dengan lembut pada istrinya.
Vechia yang memang sedikit perasa dalam tidur, dan bukan tipikal orang yang kalau sudah tidur susah untuk di bangunkan. Vechia mengerjapkan matanya.
"Jam berapa ini?" tanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Masih subuh sayang, kamu bangun dulu yok. Kita siap siap untuk shalat subuh" ujar Arkan lembut.
Ve melotot ke arah suaminya dan menepis tangan suaminya yang rupanya sedari tadi sudah mengelus lembut rambutnya.
"Jangan ambil kesempatan di saat aku tidar sadar" ujar Ve ketus dan segera berlalu ke kamar mandi untuk berwudhu.
Arkan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan sang istri.
Namun, Arkan bersyukur setidaknya Vechia tidak marah karena mengganggu tidur nya dan tidak marah karena mengajaknya untuk beribadah bersama.
Sepuluh menit berlalu dan terlihat Arkan dan Vechia sudah siap untuk melangsungkan shalat subuh secara berjamaah.
Arkan maupun Vechia melakukan ibadahnya dengan khusyuk.
Setelah selesai shalat Vechia segera membuka mukenah dan kembali ke kasur empuknya.
Tidak ada peristiwa cium tangan suaminya. Melihat itu, Arkan hanya bisa tersenyum kecut.
Pasalnya saat dirinya berbalik kebelakang ternyata sang istri sudah lebih dulu meninggalkan nya dan pergi untuk melanjutkan tidur nya.
"Setidaknya dia tidak melupakan kewajiban nya sebagai hamba Allah" ucap Arkan.
Arkan segera melanjutkan dengan berdoa. Arkan berdoa agar rumah tangga nya dengan Ve berjalan dengan baik dan mulus.
Setelah puas berdoa Arkan akhirnya bangkit dan melipat sajadah miliknya dengan baik dan di letakkan di tempat sebelumnya.
Arkan segera ke kamar mandi untuk mandi. Itulah adalah kebiasaan Arkan, ia akan mandi pagi setelah shalat subuh.
Setelah nya dia akan berolahraga atau akan melanjutkan tidur nya sebentar hingga pagi tiba.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
HAI... HAI..
AUTHOR KEMBALI MENYAPA DENGAN NOVEL BARU
SEMOGA KALIAN SUKA DAN TETAP MENDUKUNG NOVEL AUTHOR
JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL AUTHOR YANG SUDAH TAMAT YA
...MENEMUKAN IBU...
DAN JUGA NOVEL ON-GOING
...MY EX SUAMIKU...
MOHON DUKUNGAN NYA DENGAN LIKE👍
KOMENTAR ✉️
VOTE⭐
DAN RATE BINTANG YA⭐⭐⭐⭐⭐🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
վմղíα | HV💕
lanjut thor 👍
2023-03-25
0