"Kenapa Vechia dengan Arkan belum pulang ya pa?" tanya mama Sarah khawatir
"Mama jangan khawatir mungkin mereka masih menikmati waktu bersama"
"Iya ma,, lagian kan mereka belum pernah menghabiskan waktu bersama sepanjang hari. Pasti kak Arkan memberikan kejutan romantis untuk kak Ve dengan buket bunga yang cantik dan besar dan makam malam romantis" saut Nadya
Nadya berbinar binar membayangkan betapa romantisnya pernikahan kakaknya
Pletak!!
Papa Dirga segera menjitak pelan kepala putrinya
"Kamu itu masih kecil jangan suka ngebayangin yang bukan bukan"
"Ish.. papa ... kan aku cuma bilang untuk kak Ve bukan untuk ku" bela Nadya
"Sama saja"
"Kamu sih...masih kecil udah nakal"
"Maama......"
papa Dirga tertawa melihat tingkah putrinya. Namun, papa Dirga ingat seseorang
"Ada apa pa?" tanya mama Sarah
"papa jadi ingat putra kita yang hilang ma, apa dia sudah menikah dan punya anak juga??" tanya papa Dirga
"Hemm... entahlah pa, mama juga sering ingat dengannya. Bagaimana besok kita ke tempat terakhir kita bertemu dengannya, di taman kota tempat dia hilang" ujar mama Sarah
"Apa kakak juga tampan ma?"
"Iya sayang.. kakak mu sangat tampan, meskipun saat itu masih berusia lima bulan" ujar mama Sarah
"kita berdoa saja ma, jika Allah memberikan kita kesempatan pasti kita akan bertemu kakak suatu saat nanti"
"Iya sayang.. mama juga harap begitu"
"Ya sudah.. mati kita makan saja terlebih dahulu" ucap papa Dirga
"Iya pa"
satu jam berlalu terlihat Arkan pulang dalam keadaan baju basah
"Arkan.." panggil mama Sarah saat itu sedang berada di tangga hendak ke dapur yang mendengar ada seseorang membuka pintu
"Mama..., mama belum tidur?" tanya Arkan
"Belum... baru pulang? mana Vechia?" tanya mama Sarah
"Em.. Vechia udah pulang ma, Aku ada urusan tadi sedikit" ujar Arkan tersenyum paksa
"Kenapa baju kamu basah begini?"
"Tadi mobil aku mogok ma, sekarang udah di tangani makanya tadi karna cari taksi sempat kena hujan"
"Kenapa gak minta jemput papa?"
"Gak usah ma, takut merepotkan papa aja ma"
"Kamu ada masalah ya sama Ve?"
"Enggak ma, gak ada masalah kok"
"Ya sudah.. kamu ganti baju dulu nanti masuk angin, segera istirahat lah. Atau kamu mau makan?? mama panaskan makanan tadi" ujar mama Sarah
"Ah.. tidak ma, tadi aku udah makan"
"Ya sudah.. kalau begitu"
"Arkan naik dulu ya ma"
"Iya.."
...****************...
Di kamar Vechia terlihat Vechia sedang memainkan benda pipih miliknya
"Kemana aja? udah jam segini baru pulang" ujar Vechia
Arkan diam tidak menyahut apapun. Dia segera berlalu ke kamar mandi
"Ada apa dengan nya? kenapa dia marah?" tanya Vechia sendiri
Lima belas menit berlalu akhirnya Arkan keluar dari kamar mandi
Arkan tidak mengatakan apa-apa, dia memilih segera ke tempat tidur
"ada apa dengan nya? dan lebih tepatnya sejak kapan aku peduli padanya?" ujar Vechia dalam hati
"Biasanya aku tidak pernah mengusiknya? kenapa sekarang aku ingin tahu?" tambah Vechia
"Kenapa wajahnya memerah begitu? apa dia sakit karena hujan?" tanya Vechia
"Kenapa aku khawatir yang bukan urusan ku? terserah lah dia mau mati atau apapun" gumam Vechia
"mendingan aku segera tidur" ujarnya segera mematikan lampu utama dan tidur
...****************...
Vechia mengerjapkan matanya, ia membuka matanya.
"Aku haus sekali" gumam Vechia segera duduk
Vechia melirik jam di nakas samping tempat tidur. Terlihat di sana jam menunjukkan pukul dua dini hari
"masih terlalu pagi. Aku lupa mengisi air tadi" ujar Vechia melihat gelas di nakas samping tempat tidur nya kosong
"Aku harus ke dapur mengambil nya" ujar Vechia
"Eugh... eughhh...eughhh... i-bu...."
Vechia menghentikan langkahnya kala mendengar lenguhan seseorang
Vechia segera beranjak pelan pelan ke arah Arkan tidur
"Apa dia mengigau?" tanya Vechia
"I-bu..." Arkan kembali mengigau
"Cih.. aku sangat benci menyentuh nya. Namun..."
Vechia segera meletakkan tangannya di dahi suaminya kala melihat muka Arkan terlihat memerah
"Panas sekali, apa dia demam?" tanya Vechia
Vechia segera memeriksa sekitar leher Arkan
"Seperti nya benar dia sedang demam"
"Eh"
Vechia terlonjak kaget kala Arkan menarik tangan nya yang masih memeriksa di sekitar lehernya dan membawa tangan tersebut ke dekapannya
"Huftt... untuk kali ini aku biarkan karena kamu lagi sakit, tapi tidak untuk lain kali" ujarnya
Arkan semakin mengerat tangannya
"Hei... bangun" panggil Vechia
Tak lama terlihat Arkan membuka matanya pelan dan menatap sendu pada istrinya
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?"
Arkan tak menjawab dia hanya diam
Vechia menghela nafasnya. "Kamu bangun lah,, istirahat di kasur saja, aku mengizinkannya karena kamu demam" ujar Vechia
Arkan kembali diam tak menjawab apapun membuat Vechia jengkel sendiri
"Huftt... ayo bangun aku akan memapah mu, kamu pusing kan?" tanya Vechia
Arkan mengangguk kepalanya membenarkan ucapan Vechia
"Ayo.." ujar Vechia
Vechia segera memapah badan tinggi milik suaminya
"Otot perut nya sangat keras, dia pasti rajin berolahraga" ujar Vechia saat tubuhnya tak sengaja bersentuhan dengan tubuh suaminya
" Ish.. aku mikir apa sih" Gerutu Vechia kesal karena otak kotornya tiba-tiba muncul
...Dasar Vechia... malam malam udah mikir yang bukan bukan aja. Kan author jadi ikutan mikir🤣 ...
"Kamu berbaring dulu aku akan kebawa untuk mengambil kompres untuk mu biar panasnya turun"
Arkan menahan tangan Vechia. "Jangan....pergi.." ujar Arkan menatap Vechia
"Aku tidak akan kemana-mana, aku hanya kebawah sebentar. Nanti aku kesini lagi" ujar Vechia lembut
Arkan mengangguk kepalanya. "Aku pergi sebentar saja tidak lama" ucap Vechia kembali
Vechia melepaskan tangan Arkan dengan pelan dari lengannya
Karena kepalanya masih pusing membuat Arkan memejamkan matanya
...****************...
Ceklek!!!
Lima belas menit berlalu terlihat Vechia memasuki kamar dengan membawa napan berisi handuk kecil, air, dan obat penurun panas
"Arkan... kan??" panggil Vechia
Vechia segera duduk di samping ranjang tersebut
"Kan.. buka matamu sebentar, bangun dulu untuk minum obat ini" ucap Vechia lembut
Arkan membuka matanya. Vechia segera membantunya untuk duduk bersandar pada ranjang
"Minum obat dulu setelah itu kamu lanjut tidur lagi" ujar Vechia sembari menyodorkan obat serta air
"Iya.. baik" ujar Arkan
Arkan segera meminum obat tersebut dan menyerahkan gelas air itu pada Vechia ketika sudah selesai
"Ayo.. kamu tidur lagi"
Vechia kembali membantu Arkan untuk membaringkan diri
Vechia membasahi handuk kecil dan meletakkan di atas kening Arkan
Arkan bergerak menyamping dan memeluk tubuh istrinya
"Jangan bergerak, nanti kain nya jatuh" ucap Vechia
"Aku ingin dipeluk, aku kedinginan" lirih Arkan
Setelah menimbang lama akhirnya Vechia memeluk tubuh suaminya
Vechia segera bergabung dengan Arkan di kasur tersebut dan menyamping kan badan nya pada suaminya
Arkan segera masuk ke pelukan istri nya dan memeluk nya dengan erat
"Istirahat lah, biar besok sembuh" ujar Vechia
Tak lama terlihat Arkan sudah kembali terlelap, Vechia segera menjauh sedikit guna agar bisa mengompres suaminya
Vechia melakukan nya dengan hati hati, agar tidak membangun kan suaminya
"Dia menjadi sangat manja kala demam" ujar Vechia dengan tersenyum
Plakk!!
Vechia memukul pelan mulutnya. "apa yang aku katakan? aku senang dengan dia manja seperti ini padaku?"
"Ada apa denganku? akhir akhir ini aku rasanya seperti ada hal baru yang aku rasakan"
Begitulah deretan pikiran yang memenuhi otak Vechia
...****************...
Author juga bingung sebenarnya Ve udah terima bang Arkan apa belum ya?🤔
Semoga suka 💕
Happy Reading 💕😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
Andi Naufal Afkarul Faith
udah mulai tuing tuing....
2022-12-26
1