"Dia ini sangat merepotkan!!" gerutu Vechia tanpa hentinya di dalam mobil.
Vechia sudah di parkiran kampus, sesuai dengan kesepakatan. Vechia akan menjemput suaminya.
Daripada nanti papanya marah lagi padanya gara gara tidak memenuhi permintaan suaminya.
Vechia sebenarnya adalah anak yang berbakti pada orang tuanya.
Namun, karena kejadian yang telah terjadi dari saat sang papa membawa mama baru dan anaknya hingga malam yang mengharuskan Vechia menerima pernikahan terpaksa dengan Arkan sang suami.
Karena kejadian itu membuat Vechia menjadi pembangkang pada sang papa.
Namun, tetap saja ia tidak ingin membuat sang papa marah.
Vechia turun dari mobilnya. Vechia segera men dial nomor sang suami.
Tut...
Tut...
Tut...
Tut...
Entah mengapa Arkan tidak menjawab panggilan dari istrinya. .
"Ihhh... kemana manusia itu?"
"Kenapa tidak menjawab panggilan ku. Dia ini ingin aku jemput atau bagaimana? aku kan tidak tau dimana ruangan kerjanya" gerutu Vechia tanpa hentinya.
"Permisi..." ujar Vechia pada seorang mahasiswi yang lewat di depannya.
Mahasiswi tersebut hanya terdiam tanpa ekspresi seakan menunggu apa yang akan di sampaikan oleh Vechia.
"Em.. apa anda tau di mana ruang Arkan salah satu dosen di sini?" tanya Ve.
Tiba-tiba mahasiswi tersebut menelisik tubuh Vechia dari atas hingga bawah.
Tak lama terlihat ada dua orang mahasiswi lainnya mendekati Vechia dan mahasiswi tersebut.
"Ada apa Riri? siapa kakak ini?" tanya teman nya pada mahasiswi tersebut.
"Owh.. nama nya Riri.." batin Vechia.
"Tapi mengapa dia melihat ku begitu" tambahnya membatin
"Em.. kakak ini mencari pak Arkan" jawab mahasiswi bernama Riri tersebut.
Mahasiswi lainnya juga memberikan tatapan menyidik pada Vechia.
"Kakak ini siapanya? kenapa Kakak tanya di mana pak Arkan? apa kakak adalah saingan kami dari kampus lain? tapi setau kami pak Arkan hanya mengajar di kampus kamu? Jangan jangan.. kakak penguntit pak Arkan ya?" tanya mereka dengan menyerbu Vechia.
Vechia menyatukan alisnya heran dan bingung dengan tuduhan mahasiswi tersebut.
"saya adalah..."
"Sayang......" panggil Arkan dari jauh pada Vechia membuat semuanya menoleh dengan cepat ke arah sumber suara.
"Sayang... sudah sampai? maaf ya tadi aku ke kamar mandi jadi tidak bisa mengangkat telepon mu. Maaf ya.." ujar Arkan memelas sembari menggenggam tangan Ve.
Vechia di buat jengah dengan kelakuan suaminya. "Dia ini pasti sedang mengambil kesempatan untuk memegang tanganku" batin Vechia namun Vechia tetap melepaskan genggaman tersebut.
Lain dengan tiga orang mahasiswi tersebut menjadi sangat sangat terkejut melihat keromantisan yang diberikan Arkan pada wanita tersebut. Mereka secara bersamaan merasakan sakit hati karena mereka adalah fans Arkan garis keras😂
"Owh.. kalian.. owh iya kenalin ini istri saya, namanya Vechia. Jika nanti kalian berjumpa dengan nya harap menghormati nya seperti kalian menghormati saya" ujar Arkan.
"Apa??!! istri??!!" tanya mereka serempak
"Iya.. ini istri saya " ujar Arkan kembali merangkul mesra dan dengan langkah berani Arkan mengecup pipi istrinya.
Duarrrrr!!!
Serasa ketiga mahasiswi tersebut telah kalah untuk mendapatkan Arkan.
Lain dengan Vechia ia melotot kan matanya tidak suka pada Arkan.
"Berani nya manusia sampah ini pada ku" geram ve dalam hati.
"Ya sudah... saya permisi dulu ya anak anak" ujar Arkan langsung membawa istrinya menuju ruangan.
Ketiga mahasiswi tersebut menatap lesu atas kepergian Arkan
"Seperti nya kita kalah" ujar salah satu mahasiswi tersebut.
"Kalah dengan kecantikan istrinya" tambah yang lain.
"gagal sudah..." tambah satunya lagi.
Hufffff....
...****************...
"Sudah lepaskan! jangan berani beraninya kau menyentuh tubuhku dengan kulit kotor mu" ujar Vechia dengan Sadis.
Arkan segera melepaskan rangkulannya dan kembali berjalan menuju ruangan kerjanya.
"Cepatlah.. aku tidak punya banyak waktu" ujar Vechia
"Sebentar sayang..."
"Kalau kamu lapar boleh makan makanan yang ada di depanmu" ujar Arkan
Vechia menatap banyaknya makanan di meja Arkan.
"Apa ini dari mahasiswi mu?" tanya Ve
"Iya.. mereka tiada henti memberikan hal itu padaku"
"Kenapa kau menerima nya?
"Aku tidak menerima nya, mereka sendiri yang meletakkan di meja ku"
"Lalu kau tidak membuangnya?"
"Tidak.. palingan nanti Romi yang mengambil nya dan memberikan pada anak jalanan" jawab Arkan santai.
Vechia diam tidak menjawab apapun.
"Ayok sayang.. aku sudah selesai" ucap Arkan
Vechia dan Arkan segera masuk ke mobil Vechia.
Tidak ada percakapan yang terjadi, keduanya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Di pertengahan perjalanan Vechia mulai membuka suara.
"Pulang ke rumah saja, kita tidak usah ke butik"
"Oke.. tapi aku ingin makan siang bersama, kita ke resto di depan saja ya?" pinta Arkan.
"Hmm... baiklah.." jawab Vechia dengan pasrah.
Vechia terlalu lelah jika menolak permintaan suaminya.
Tiga puluh menit berlalu akhirnya mereka sampai di resto.
Mereka memesan makanan. Namun, Vechia merasa tidak suka banyak pengunjung yang melihat ke arah Arkan seakan dia adalah idola.
Banyak pujian yang di lontarkan pada suaminya itu. Vechia yang tadi duduk bersebrangan dengan Arkan, entah angin dari mana menggantikan posisi menjadi bersebelahan dengan Arkan.
Arkan terkejut dengan apa yang di lakukan istrinya
"Apa dia cemburu?"
"Apa dia ingin menegaskan bahwa aku ini miliknya?"
"Apa dia mulai menyukai ku?"
Begitulah batin Arkan yang ke GeeR an dengan tingkah Vechia.
Makin tambah terkejut dengan tingkah Vechia yang bergelayut manja di lengan suaminya.
Arkan tersenyum lembut padanya. Vechia membalas dengan lembut dan melotot kan matanya pada pengunjung resto tersebut.
Entah sengaja atau tidak, entah di sadari atau tidak Vechia melakukan hal itu.
Seakan Vechia tidak ingin orang lain mengganggu gugat miliknya.
Vechia benar benar membuat orang yang ingin mendekati suami nya.
Pelayan resto datang membawa pesanan. Vechia tidak tinggal diam kala seorang pengunjung secara terang-terangan menyatakan kesukaan nya pada Arkan.
"Permisi ya mas ganteng, ini siapa nya mas ya?" tanya wanita itu dengan tidak tau malunya.
Arkan menatap heran dan bingung, Arkan diam ingin melihat aksi apa yang akan di lontarkan istrinya.
"kenalin mbak, aku istrinya. Ada apa ya?" tanya Vechia sarkas.
"Owh.. istrinya. Kirain masih pacarnya" ujar wanita itu dengan lesu.
"Dasar aneh.. suami orang pun mau di embatnya" ujar Vechia dengan tak sadar menggenggam tangan Arkan dengan kuat.
"Kenapa sayang?? apa kamu cemburu padanya" goda Arkan.
Vechia akhirnya setelah sekian purnama sadar akan kelakuan, ia segera melepaskan rangkulan mesra pada lengan nya dan kembali dengan dirinya sendiri.
"Jangan GR.. aku tidak akan cemburu padamu" ujar Vechia.
"Jangan gengsi sayang untuk mengakuinya" ujar Arkan
"Aku bilang tidak ya tidak.. sudah.. Cepat makan, aku ingin pulang" ucap Vechia.
Mereka melanjutkan makannya. tidak ada lagi drama seperti tadi yang di mainkan Vechia.
"Ve.." ujar seseorang di depan Vechia.
Vechia mendongak ke atas melihat siapa yang berdiri di depannya. Vechia sontak membulat matanya dengan terkejut.
...****************...
Siapa tu??🤔 mantan kah??
Author hadir lagi..
semoga suka dengan Cerita nya 😘
Happy Reading 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments