"Sayang... yank..." panggil Arkan dari kamar mandi.
Vechia yang sedang duduk di meja riasnya memutar matanya dengan malas.
Vechia sangat benci dan jijik mendengar kata sayang yang keluar dari mulut suaminya untuk dirinya.
Vechia tak menjawab, dia diam saja.
"Yank... tolongin bentar" pinta Arkan dari kamar mandi.
Vechia masih diam tidak menghiraukan panggilan suaminya.
"Tolong ambilkan handuk untuk ku, aku lupa membawa nya tadi" ujar Arkan kembali.
"Cih... merepotkan orang saja" gumam Vechia.
"Yank.. vechia sayang.." panggil Arkan dengan sedikit berteriak.
"Kalau kamu gak mau ambil ya udah aku keluar dari kamar mandi dengan telanjang" ancam Arkan lagi.
Vechia membulatkan matanya. "Jangan!!!" balas Vechia membuat Arkan yang berada di pintu kamar mandi terkekeh.
"Sebentar aku ambil untuk mu. Lain kali jangan sampai lupa hingga merepotkan orang lain saja" ucap Vechia dengan kesal.
Vechia segera beranjak ke ruang baju yang ada di kamarnya.
"Dia ternyata takut juga" ucap Arkan dengan tersenyum.
Tak lama akhirnya Vechia membawa handuknya. Namun Vechia memberikan dengan jarak yang sangat jauh.
Arkan yang menyembulkan kepalanya berusaha menggapai handuk tersebut.
"Yank.. maju lagi, aku tidak bisa menjangkau nya" ujar Arkan.
Vechia mengerutkan keningnya dan sangat sangat kesal. Lagi lagi Arkan mencari kesempatan dalam kesempitan untuknya.
Entah apa yang di pikirkan Vechia hingga ia berpikiran seperti itu.
"Gak mau.. kalau mau ambil sendiri" tolak Vechia
"Ya sudah.. aku akan keluar dan kamu akan lihat tubuhku" goda Arkan.
"Cih.. merepotkan" cetus Vechia yang akhirnya maju dengan dua langkah yang Vechia rasa sudah bisa Arkan untuk menjangkau handuknya.
"Maju lagi,, sedikit lagi baru bisa" ujar Arkan kembali.
"Kau ini.. selalu membuat ku repot" gerutu Vechia namun ia tetap melangkah sesuai dengan ucapan Arkan.
"Nih.. ambil.. jangan merepotkan orang lagi" ucap Vechia meletakkan handuk itu dengan kasar di tangan Arkan.
Arkan segera menahan tangan Vechia. "Mau temani aku mandi sekalian gak yank" goda Arkan memainkan alisnya.
Vechia membulatkan matanya tidak suka. Saking kesalnya Vechia sedikit keras menarik pintu hingga membuat Arkan melepas pintu dan akhirnya pintu terbuka lebar.
"Arghhhh......" teriak Ve dengan cepat menutup mata nya.
"Dasar cabul, mesum.. kau mengotori mataku" pekik Vechia segera berlari keluar kamar.
Bagaimana Vechia tidak berteriak, untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia melihat secara langsung seseorang laki laki telanjang bulat seperti itu.
Arkan hanya terdiam sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kau membuat ku malu dengan kejadian yang mengejutkan seperti tadi" ujar Arkan melirik ke bawah tubuhnya.
Arkan kembali menutup pintu kamar mandi dan menyelesaikan acara mandinya.
...****************...
Sepanjang jalan menuju meja makan di bawah Vechia tidak berhenti menggerutu.
"Dasar manusia sampah, kelakuan nya saja seperti sampah"
"Seharusnya aku dari awal sudah melempar handuk itu, tidak perlu melangkah lebih maju.
"Dia memang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ih... aku kesal sekali, DASAR CABUL!!!" gerutu Vechia tidak hentinya hentinya pada suaminya.
"Siapa yang cabul kak?" tanya Nadya yang entah dari mana sudah berada di belakang Vechia membuat Ve terkejut.
Vechia segera memasangkan kembali wajah ketus di depan sang adik.
"Cih.. untuk apa kau tau urusanku, jangan peduli dengan urusan ku. Urus saja urusan mu sendiri" ketus Ve segera meninggalkan Nadya sendiri.
Nadya memanyunkan bibirnya cemberut, rupanya Vechia masih tidak bisa menerima kehadirannya.
"Entah mengapa kakak sangat membenci ku. Aku tau aku salah tapi itu sudah berlalu bertahun tahun lamanya. Setidaknya dia sudah menerima keadaan kami" lirih Nadya.
"Ya sudah.. dari pada aku pusing mikirin itu, lebih baik aku turun juga membantu mama di dapur" ujar Nadya menyemangati diri nya.
Nadya sendiri sangat menginginkan kakak perempuan, Karena menurut nya selain dengan mamanya ia bisa juga berkeluh kesah dengan kakak.
Namun apa yang hendak di katakan, Vechia tidak seperti harapan Nadya.
...****************...
"Hai.. pengantin baru sudah ngampus aja" ujar Romi Sahabat Arkan.
"Iya dong, kan memang aku ada kelas hari ini" balas Arkan.
"Hemm.. kirain mau libur dulu baru masuk kampus" ujar Romi.
"Tadi aku lihat kamu di antar, apa tidak bawa mobil sendiri?" tambah Romi lagi.
"Iya.. entah mengapa tadi aku mencoba mengecek mobil dan ternyata ada yang tidak beres, makanya aku tidak membawanya" ujar Arkan.
Itulah Arkan yang selalu nya mengecek kendaraan sebelum ia gunakan untuk berangkat kerja. Ia sangat hati-hati dengan perjalanannya.
"Owh.. btw nanti pulang bagaimana?" tanya Romi.
"Aku menumpang padamu lah" ujar Arkan.
"Cih.. kau ini. Tapi aku punya ide mau gak agar hubungan kamu dan istri mu semakin kuat"
Arkan mengerutkan keningnya tidak mengerti maksud ucapan Arkan.
"Nanti coba hubungi istri mu dan minta jemput, dengan kehadiran istri mu itu maka mahasiswa di sini akan berpikir sekali lagi untuk memberikan hadiah untuk mu dan juga bisa mempererat hubungan kamu dan Vechia" ujar Romi.
Arkan melihat di atas meja yang banyak sekali hadiah dari mahasiswi nya baik itu coklat, bunga dan kue kue yang manis.
"Kau benar Rom.. aku akan menghubungi nanti" ujar Arkan dengan tersenyum senang.
"Ya sudah.. aku akan masuk kelas dulu" ujar Romi segera beranjak ke kelas yang diajarkan nya.
Arkan melihat jam tangannya dan terlihat hampir sudah mendekati jam ngajar nya. Arkan segera beranjak dari meja nya dan berangkat ke arah kelas.
...****************...
Dua jam berlalu akhirnya Arkan segera menyelesaikan kelas mengajar nya.
Arkan kembali ke ruangan nya dan mengirim pesan pada istrinya nya.
"✉️Sayang.. jemput aku ya? mobil ku mogok tadi pagi"
^^^"✉️Kau kira aku sopir mu apa!! seenak nya saja kau suruh aku"^^^
"✉️Aku hanya meminta tolong sayang"
^^^"✉️Cih.. aku tidak mau"^^^
Vechia segera meletakkan ponselnya. Tak lama terdengar panggilan telpon.
Tutt.......
Ponsel mahal Vechia berbunyi dan tertera nama sang suami di sana.
"Ihhhh... dia ini malah menelpon ku" ujar Ve.
Dengan malas Vechia mengangkat telepon suaminya.
Halo.. Ada apa lagi??"
tanya Ve dengan ketus
^^^Sayang.. jemput aku ya, nanti aku tunggu kamu di butik dan kita bisa makan siang bersama^^^
Kamu kok maksa sih, kan sudah aku katakan kalau aku tidak mau.
Tolak Vechia
^^^yah.. sayang gak seru.. aku tidak peduli pokoknya kamu jemput aku kalau tidak^^^
^^^Arkan sengaja menghentikan ucapannya.^^^
Kalau tidak apa? jangan coba coba mengancam ku.
^^^Hehehe... nungguin ya^^^
Dasar tidak jelas
Vechia dengan gerak ingin memutuskan telpon tersebut.
^^^Sayang... jangan dulu.. aku belum selesai.^^^
Cepat katakan apa lagi?
^^^Kalau sayang gak mau jemput aku maka aku akan meminta sama papa saja biar di jemput.^^^
Vechia mengepalkan tangannya dengan erat. Vechia tentu tidak mau papa nya sampai tau dia tidak mau menolong Arkan.
^^^Ya Sudah aku tutup dulu.. aku mau telpon papa. Selamat bekerja sayang, semangat..^^^
^^^ucap Arkan dengan sengaja bermain main dengan Vechia.^^^
Tunggu.....
^^^Ada apa lagi sayang?^^^
hufff.. Vechia menghela nafasnya
Baiklah.. setengah jam lagi akan aku jemput kamu.
^^^Ok sayang..^^^
Vechia segera mematikan telpon sedangkan Arkan di seberang sana sudah terkekeh sendiri.
"Hahahaha... dasar istri ku, jika sudah di ancam baru mau menuruti ku" ucap Arkan menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
...****************...
Ada ada aja jurus yang di keluarkan Arkan untuk modusin istrinya 🤦
Author juga mau dong di modusin sama bang Arkan😂🤣
Semoga suka dengan cerita author, jangan lupa like dan komentar nya serta Vote ya😉
Happy Reading 💕😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments