Prasangka Buruk

Arkan rupanya sedang duduk di teras samping rumah

Di sana Arkan tidak sendirian ada mama Sarah yang menemaninya.

"Kenapa nak?? ada masalah dengan Vechia?"

"Tidak ma"

"Kamu jangan berbohong sayang, mama tau kalian sedang tidak baik baik saja"

Mama Sarah sangat tau Arkan. Semenjak ia menginjakkan kakinya di rumah ini enam tahun yang lalu.

Arkan dengan senang hati menerima nya. Karena Arkan tau siapa mama Sarah sebenarnya. Selain papa Dirga hanya Arkan yang mengetahui bahwa posisi yang sebenarnya di rumah ini di pegang oleh mama Sarah bukan mama Melisha mama nya Vechia.

Mama Sarah juga menyambut baik dengan uluran kasih sayang Arkan padanya. Mama Sarah yang lembut mengingat Arkan pada mendiang ibunya.

Sehingga tidak ada yang dapat di sembunyikan Arkan dari mama Sarah karena juga mama Sarah menganggap Arkan sebagai putranya.

"Hufffff... entahlah ma, aku tidak tau mengapa sangat sulit sekali menyentuh hati Vechia"

"Aku sudah berusaha sabar tapi balasannya sangat menyakitkan hati ku"

"Kalau urusan menerima Vechia memang agak susah sayang, kamu harus banyak bersabar. Mama yakin kamu pasti bisa Arkan, mama tau dengan besarnya cinta kamu akan meruntuhkan tembok besar yang di bangun oleh Vechia"

"Apa Vechia meminta cerai padamu lagi?" tanya mama Sarah kemudian.

Arkan hanya mengangguk kepalanya. "Aku tidak mau ma kehilangan Vechia untuk kedua kalinya, sudah cukup dulu aku dengan bodoh mengalah tapi tidak sekarang ma. Aku akan tetap mempertahankan dirinya dengan apapun"

Mama Sarah menepuk pundak Arkan dan tersenyum. "Iya sayang, mama dukung kamu kok, semangat ya" ujar mama Sarah menyemangati.

"Iya ma, makasih banyak"

Mama Sarah dan Arkan akhirnya tertawa bersama dengan penuh canda.

Tak lama terlihat Nadya memasuki teras tersebut.

"Ada apa ini, kenapa mama dan kak Arkan tertawa dengan sangat bahagia? momen bahagia bagi bagi dong biar bisa tertawa juga" ujar Nadya

Nadya yang baru saja pulang dari perkuliahannya, segera menarik kursi dan duduk di sebelah mamanya.

"Anak mama sudah pulang, bukannya kamu bilang ada kelas jam segini?" tanya mama Sara lembut sembari mengelus Surai hitam milik Nadya

"Iya ma. tapi dosen nya berhalangan hadir jadi tidak masuk" jelas Nadya

"Btw.. mama dan kak Arkan ngomong apa sih sampai tertawa begitu?" tanya Nadya kembali

"anak kecil tidak boleh tau" canda Arkan mengacak rambut Nadya.

"ih... kak Arkan menyebalkan " balas Nadya dengan mencebik bibir masam.

"Hahaha.. anak kecil ini sangat imut" ujar Arkan menyentuh dagu Nadya

"Ish.. kakak.. jangan panggil aku anak kecil, aku sudah dewasa" bantah Nadya tidak terima.

"Dewasa apanya. masih 19 tahun" saut Arkan.

"Sudah dewasa itu namanya kak" kilah Nadya

"Tidak.. kamu masih anak kecil" Arkan menggeleng kepala tanda tidak setuju.

"Mama.. lihat kak Arkan" adu Nadya pada mama nya.

"Kau ini, suka sekali mengganggu Nadya" uajr mama seakan marah dan memukul lengan Arkan dengan pelan.

"Hahaha.. " tawa Arkan menggelegar seketika Arkan melupakan sakit hati nya.

Terlihat dari lantai atas ada Vechia yang sedang menatap tajam ke arah mereka bertiga.

Vechia mengepalkan tangannya sangat marah. Entah apa yang membuat Vechia marah, padahal dia pernah mengatakan bahwa apapun urusan Arkan dia tidak akan ambil pusing.

Sekarang Vechia seperti sedang cemburu melihat kebersamaan Arkan dengan dua wanita yang di bencinya.

"Dasar kumpulan sampah!! mereka semuanya sampah!!" geram Vechia.

Vechia segera masuk kembali ke kamar nya.

Menjelang sore Arkan akhirnya terlihat memasuki kamar mereka.

Vechia menoleh karena mendengar suara pintu dibuka.

Hanya sekilas saja, Vechia segera mengalihkan pandangannya ke arah sebelumnya yaitu menikmati siaran televisi yang ada di kamar itu.

Arkan menghela nafasnya. Tanpa berbicara sedikit pun, Arkan berlalu ke kamar mandi untuk mandi sore.

"Handuk..." ujar Vechia ketus seketika menghentikan langkahnya Arkan.

"Apa?" tanya Arkan tidak tau

"Handukmu kamu bawa, jangan selalu merepotkan aku" balas Vechia dengan datar.

Arkan menerbitkan senyuman di kedua sudut bibirnya.

"Dia perhatian juga padaku" batin Arkan.

"Jangan senyum seperti itu, apa kah kau menganggap perkataan aku itu lucu?" tanya Vechia.

"Ah... tidak sayang, aku hanya bahagia dengan perhatian mu pada ku. Makasih sayang" ucap Arkan segera mengambil handuknya.

Arkan kembali melewati Vechia dan dengan beraninya

Cup...

Arkan mengecup pipi Vechia dan berlarian ke kamar mandi.

Deg!!

"Arkan!!!!" pekik Vechia

Arkan yang sudah berada di kamar mandi tertawa terbahak-bahak mendengar suara Vechia meninggi.

"Ada apa denganku? kenapa jantung berdebar?" tanyanya sendiri.

Vechia menyentuh dada nya yang berdebar saat Arkan mengecupnya tadi.

Vechia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Ah.... tidak... tidak.. aku tidak mungkin menyukai nya" ujar nya.

...****************...

"Arkan.. besok kamu bawa Vechia datang menghadiri acara ulang tahun kolega papa di perusahaan xxx"

"Iya pa, aku akan mengajak Vechia"

"Kenapa harus aku? apa papa tidak ikut?" tanya Vechia tanpa beban

"Karena kamu istri Arkan sekarang, sudah sewajarnya kamu datang dengannya. Papa ikut, tapi nanti papa pergi sekalian dengan mama dan Nadya"

"Papa memang tidak menganggap ku ada" batin Vechia.

"Nadya juga ikut pa?" tanya Nadya berbinar

"Iya sayang, kan kamu anak papa tentu saja kamu ikut. kali ini tidak ada penolakan"

Nadya selalu menolak saat ajakan papanya ke pesta kolega bisnisnya.

"Oke.. siap papa" ujar Nadya hormat pada papa nya.

"Aku sudah siap, aku naik ke kamar dulu" ujar Vechia tiba tiba

"Sayang.. makananmu belum habis" ucap Arkan melihat hanya sedikit saja makanan berkurang di piring Vechia.

"Aku lelah, aku ingin tidur"

"Sayang.. habiskan makananmu dulu, tidak baik tidur dalam keadaan perut kosong" ujar mama Sarah

"Tidak usah khawatir denganku nyonya, aku baik baik saja. Aku tidak perlu belas kasihan mu" sarkas Vechia.

"Vechia... berapa kali papa bilang jangan berkata tidak sopan dengan mama Sarah" hardik papa Dirga.

"Mas.. sudah.. aku yang terlalu ikut campur " ucap mama Sarah tidak enak

"Cih.. ratu drama mulai lagi" ujarnya segera beranjak dari meja makan

"Ve...!!!" teriak papa Dirga.

"Pa sudah.. kita lanjut makan saja"

"Iya pa, kak Ve kan memang seperti itu "

"Aku akan menyusul Ve" ujar Arkan.

"Tidak perlu, biarkan dia sendiri. Kamu habiskan makananmu dulu" tahan papa Dirga.

...****************...

Bruk!!!

Vechia menghempaskan pintu dengan sangat kuat.

"Aku menjadi orang asing di rumah ku sendiri. Mama.. kenapa mama tidak bawa Ve saja dengan mama. Vechia tidak mau lagi di sini ma, tidak ada yang menyayangi Ve seperti mama" lirih Vechia dengan mata berkaca-kaca.

Clekek..

"Sayang..."

"Jangan mendekat, aku tau kamu di suruh wanita ular itu untuk menyusul ku kan? dan kau mau tunjuk muka ada papaku bahwa kamu adalah suami yang baik!" sentak Vechia menghapus air matanya.

"Jangan berkata seperti itu pada mama Sarah Ve, mama Sarah wanita yang baik. Jangan berburuk sangka padanya"

"Aku juga tidak melakukan hal ini karena suruhan papa, aku justru khawatir denganmu. Aku mengerti apa yang kamu rasakan"

"Ah.. aku tidak peduli, manusia sampah seperti kalian memang sangat menjijikkan" ujar Ve berlalu ke kamar mandi.

Arkan menghela nafasnya menenangkan amarahnya sendiri.

...****************...

Seperti Vechia kebanyakan makan cabe setan deh👿🤣

Semoga suka dengan karya Author 💕

Happy Reading 💕

Episodes
1 Hari Pernikahan
2 Pernikahan Sendiri
3 Makan Malam Bersama
4 Tiada Malam Pertama
5 Pagi Pertama
6 Sulit
7 Masih Sama
8 Pertama Kalinya
9 Tidur Bersama
10 Kejadian Mengejutkan
11 Kesempatan
12 Bertengkar
13 Prasangka Buruk
14 Pesta
15 Kejutan Ultah
16 Mengunjungi Mama
17 Tidak Sesuai Harapan
18 Arkan Demam
19 Vechia Kecelakaan
20 Penjelasan Arkan
21 Kejutan Untuk Arkan + Visual
22 Akhirnya (First Night)
23 Hari bahagia
24 Mulai Goyah
25 Terkuak
26 Semakin Bersalah
27 Pembunuh Mama
28 Kebenaran
29 Kecelakaan
30 Divorce
31 Divorce Part 2
32 Divorce Part 2
33 Memutuskan Hubungan
34 Pergi
35 Kehamilan
36 Teman Baru
37 Kebenaran
38 Sinting
39 Dia??
40 Itu Aku??
41 Menemukan Adik
42 Bertemu Rita
43 Anak??
44 Kejadian Tak Terduga
45 Putraku
46 Bertemu Kembali
47 Kembali atau Tinggalkan
48 Mencari Tiara
49 Waktu Seminggu
50 Penyelesaian Masa Lalu
51 Author Kembali
52 Mansion Abraham
53 Bisakah kita Bersama Kembali???
54 Keputusan
55 Gado Gado
56 Kembalilah
57 Berita Bahagia
58 Saling Curiga
59 Berdamai
60 Berita Mengejutkan
61 Bahagia Bersama
62 Seperti Pengantin Baru
63 Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64 Makan Malam
65 Berkumpul
66 Tiara Adikku
67 Muhasabah Bersama
68 Kencan
69 Tidak Suka
70 Ketemu Shinta
71 Nonton Berdua
72 Tiba Tiba Mengaku
73 Banyak Anak
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Hari Pernikahan
2
Pernikahan Sendiri
3
Makan Malam Bersama
4
Tiada Malam Pertama
5
Pagi Pertama
6
Sulit
7
Masih Sama
8
Pertama Kalinya
9
Tidur Bersama
10
Kejadian Mengejutkan
11
Kesempatan
12
Bertengkar
13
Prasangka Buruk
14
Pesta
15
Kejutan Ultah
16
Mengunjungi Mama
17
Tidak Sesuai Harapan
18
Arkan Demam
19
Vechia Kecelakaan
20
Penjelasan Arkan
21
Kejutan Untuk Arkan + Visual
22
Akhirnya (First Night)
23
Hari bahagia
24
Mulai Goyah
25
Terkuak
26
Semakin Bersalah
27
Pembunuh Mama
28
Kebenaran
29
Kecelakaan
30
Divorce
31
Divorce Part 2
32
Divorce Part 2
33
Memutuskan Hubungan
34
Pergi
35
Kehamilan
36
Teman Baru
37
Kebenaran
38
Sinting
39
Dia??
40
Itu Aku??
41
Menemukan Adik
42
Bertemu Rita
43
Anak??
44
Kejadian Tak Terduga
45
Putraku
46
Bertemu Kembali
47
Kembali atau Tinggalkan
48
Mencari Tiara
49
Waktu Seminggu
50
Penyelesaian Masa Lalu
51
Author Kembali
52
Mansion Abraham
53
Bisakah kita Bersama Kembali???
54
Keputusan
55
Gado Gado
56
Kembalilah
57
Berita Bahagia
58
Saling Curiga
59
Berdamai
60
Berita Mengejutkan
61
Bahagia Bersama
62
Seperti Pengantin Baru
63
Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64
Makan Malam
65
Berkumpul
66
Tiara Adikku
67
Muhasabah Bersama
68
Kencan
69
Tidak Suka
70
Ketemu Shinta
71
Nonton Berdua
72
Tiba Tiba Mengaku
73
Banyak Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!