"Ah.. pegalnya" ujar Vechia memijat tengkuk lehernya
Vechia sudah selesai dari kamar mandi untuk membersihkan diri sepulang dari pesta kolega papa Dirga
"Acara nya lama sekali, tau gini aku gak ikut tadi" keluh Vechia
Biasanya Vechia pergi ke pesta kolega hanya bertahan selama tiga puluh menit saja, selepas itu dia akan pulang sendiri.
Berbeda dengan kali ini, Vechia tidak bisa meninggalkan pesta karena sang papa sudah memperingati agar tetap berada di sana bersama sang suami.
Dengan hati dongkol Vechia terpaksa mengikuti perintah sang papa.
"Ini.." sodor Arkan pada semacam obat untuk menghilangkan pegal dan nyeri
"Apa??" tanya Vechia tidak mengerti
"Tubuh mu pegal kan? oleskan ini agar pegalnya hilang" jelas Arkan
"Nah.. ambil" ucap Arkan kembali
Vechia menatap arkan dan menghela nafas
"Baiklah.. terima kasih" ujar nya dengan datar
"Iya sama sama sayang" balas Arkan
Arkan segera beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri untuk tidur.
"Aku tidak boleh jatuh cinta padanya, tapi kenapa aku tadi seakan mengharapkan hal itu" ujar Vechia
"Arrrghhhh... aku tidak tau, apa yang ku pikirkan ini" ucap Vechia menjambak rambut nya
"Dari pada aku memusingkan hal itu lebih baik sekarang aku mengoleskan obat ini dan tidur"
Vechia segera membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya setelah mengoleskan obat pada leher dan kakinya
Ceklek..
Bunyi pintu kamar mandi di buka dan terlihat Arkan dengan balutan handuk di pinggangnya dan handuk kecil di kepalanya
Arkan mendekati ranjang dan melihat istrinya yang sedang tertidur pulas
Cup
Arkan mencium kening istrinya
cup
Arkan mencium bibir istri nya sekilas
"Aku sudah seperti pencuri untuk istri ku sendiri" ujarnya tersenyum masam
Hal yang selalu Arkan lakukan sebelum ia tidur. Ia tidak akan lupa mencium kening dan bibir istrinya.
Vechia yang merupakan tipikal orang tidak perasa dalam tidur maka tidak tau apa yang dilakukan Arkan padanya
Jika Vechia tau kemungkinan akan membunuh Arkan di tempat
Arkan menoleh ke jam di kamar dan terlihat sudah lewat tengah malam
"Happy Birthday ya sayang, selamat ulang tahun. Doa ku semoga nanti kamu mau membuka hati untuk ku dan kita akan sama sama bahagia dalam pernikahan kita" ujar Arkan pelan
"Besok aku ada kejutan untuk mu, semoga kamu suka dan tidak marah padaku" tambahnya.
"Good night sayang" ucap Arkan
Arkan segera beranjak ke sofa di kamar tersebut dan tidur
...****************...
Eughhhh..
Terdengar lenguhan dari Vechia, ia membuka matanya dan..
"Happy Birthday sayang" ujar Arkan yang membawakan kue yang cantik dengan satu lilin yang menyala
Vechia mengedipkan ngedipkan matanya. "Apa ini? apa dia tau ulang tahun ku? bukannya kata papa dia saja tidak pernah merayakan ulang tahun nya?" batin Vechia.
Vechia masih terpaku dengan pemikiran nya. Arkan melihat itu bingung mau ngapain.
"Sayang..." panggil Arkan dengan mengibaskan tangannya di depan wajah Vechia
"Eh.." ujar Vechia setelah sadar
"Kok melamun sih sayang, kamu terharu ya karena aku memberikan kejutan untuk mu di bagi buta" goda Arkan
Wajah Vechia seketika berubah menjadi garang dan memberikan tatapan membunuh pada Arkan
"Sayang... aku mohon banget sama kamu, untuk hari ini aja kamu gak boleh lihat aku gitu. Kamu gak boleh marah sama aku, aku ingin menemani kamu di hari bahagia kamu sayang. aku janji setelah hari ini aku gak akan mengusik kamu lagi. Aku akan kembali menjadi orang asing untuk mu" Ucap Arkan dengan memohon pada Vechia
Entah dorongan dari mana Vechia menyetujui permintaan Arkan.
"Oke.. kamu harus menemani ku hari ini. Ada beberapa tempat yang ingin aku kunjungi. Apa kamu masih mau pergi kemungkinan tempat itu akan sangat ramai" ujar Vechia.
Arkan tersenyum dan mengangguk cepat kepalanya.
"Iya sayang.. aku mau, aku akan menemanimu hari ini" ujar Arkan bahagia
Saking bahagianya Arkan sampai memeluk tubuh Vechia dan melabuhkan ciuman di puncak kepala Vechia
"Terima kasih banyak sayang kamu mau memenuhi keinginan ku" ujarnya masih memeluk Vechia
"Lepaskan!! aku tidak suka di peluk oleh mu" sarkas Vechia
Arkan segera melepaskan pelukannya. "Maaf sayang, aku hanya terlalu bahagia" ujar nya tersenyum
"Hemmmm"
"Sayang.. ayok tiup lilin dan sebutkan keinginan mu" ujar Arkan
Vechia berdoa sejenak dan kemudian meniup lilin nya.
"Hore... selamat ulang tahun sayang" ujar Arkan kembali
"Iya, terimakasih" ujar Vechia membuat Arkan berbunga bunga meskipun Vechia mengucapkan nya dengan nada datar
"Ayo potong kuenya dan suapi aku" ujar Arkan
Vechia memutar matanya jengah. Namun, ia tetap memotong kuenya dan menyuapi Arkan suaminya.
Sekilas mereka seperti pasangan suami istri yang saling mencintai. Namun itu hanya pemikiran orang lain bukan pemikiran Vechia sang tokoh utama
...***************...
Di tempat lain
"ngapain kamu masih di sini? sana pulang, sudah aku katakan aku tidak memberi izin kamu menjenguk mamaku" hardik Pandu pada istrinya
"Maaf ma, tapi kali ini aku ingin melihat keadaan mama"
"Berani kamu membantah ucapan ku?" ujar Pandu mencengkram erat dagu Tiara
"Mas.. lepaskan.. sa..kit.. mas" rintih Tiara
"Kamu yang berani menantang ku, dasar wanita ja*lang sia*lan" ucap Pandu menghempaskan Tiara hingga terjatuh ke lantai
Tiara memegang perutnya. "Maaf" lirih Tiara
Tiara dinyatakan hamil lima hari yang lalu, dan usia kandungan nya baru beranjak usia dua Minggu. Malam itu Pandu menyetubuhi nya dalam keadaan mabuk karena stress menikah dengan Tiara.
"Arkan!!! apa yang kamu lakukan hah!!?" tanya sang papa yang baru saja tiba. Papa Hendri pergi ke kantin untuk membeli air minum
"Dia yang salah!!" tunjuk Arkan pada Tiara
Tiara dengan susah payah mencoba untuk bangkit. papa Hendri segera membantu sang menantu untuk bangkit
"Kamu .."
Ucapan papa Hendri terpotong karena tiba tiba pintu kamar pasien terbuka dan terlihat dokter yang sedari tadi memeriksa keluar dan menampakkan diri
"Maaf tuan, nyonya besar sudah siuman" ujar sang dokter
"Apa?? mamaku sudah sadar dok?" tanya Pandu dan dokter mengangguk
"Alhamdulillah.. apa kami bisa menemui nya?" tanya papa Hendri
"Iya boleh, dan satu lagi beliau memanggil nama Tiara. Mohon yang bernama Tiara juga ikut masuk dan menemui Nyonya" ujar sang dokter
Pandu mengernyitkan keningnya dengan perkataan dokter. Dalam keadaan seperti itu mama nya masih memanggil nama wanita sialan itu.
"Tapi dia tidak bisa masuk. Dia yang telah membuat mamaku celaka" tolak Pandu
"Mohon maaf tuan, demi kesembuhan pasien di harapkan tuan dapat mengizinkannya"
"Iya dokter. Ayok sayang kita masuk dan bertemu mama" ujar papa Hendri sembari menarik pelan lengan Tiara.
Tiara mengangguk."iya pa" jawab Tiara
Tiara dan papa Hendri segera masuk meninggalkan Pandu yang stress sendiri melihat sang istri masuk menemui mama nya
...****************...
Entah apa yang di rencanakan oleh Vechia🤔
Entah apa yang terjadi pada Pandu??😑
Entahlah.. hanya author yang tau 🤣
Semoga suka💕
Happy Reading 💕
Jangan lupa juga untuk mampir di cerita author yang lainya
On-Going
...My Ex Suamiku...
Tamat
...Menemukan Ibu...
Terima kasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments