Mengunjungi Mama

"Halo"

"Halo tuan, selamat pagi"

"Pagi juga"

"Ada apa tuan?"

"aku hari ini tidak ke kantor, tolong atur ulang jadwal ku"

"Baik tuan. Kalau boleh tau tuan mau kemana? apa ada salah dengan perusahaan cabang?"

"Kau tidak boleh tau aku mau kemana dan satu lagi tidak ada yang salah dengan perusahaan cabang. Semuanya baik baik saja, kau tau sendiri kan Roy"

"Hehehe... iya tuan. Saya hanya penasaran biasanya tuan jarang mengadakan cuti"

"Kau banyak bicara Roy"

"maaf tuan, baiklah. Selamat bersenang-senang dengan nyonya" ujar Roy dengan terkekeh geli.

"Hemmm"

Arkan mematikan sambungan telepon dengan sang asisten

"Dasar si Roy, tau aja" ucap Arkan tertawa

...**************...

"Eh ada kak Arkan, tumben gak rapi pagi ini kak?" tanya Nadya yang melihat Arkan keluar dari kamarnya

Nadya menatap menelisik dengan pakaian santai yang Arkan kenakan

"Apa kak Arkan mau di rumah saja?" tanya Nadya kembali

"Kamu ini ya, kepo banget sih" ujar Arkan mengacak rambut Nadya

Nadya segera menepis pelan tangan Arkan.

"ih.. kak Arkan kebiasaan deh, aku tu udah rapi mau ke kampus malah di acak-acakan lagi rambutku yang udah cantik" ujar Nadya cemberut

"Jangan kesal gitu Nadya, nanti makin jelek loh" ujar Arkan

"Ih. kak Arkan nyebelin, aku cantik gini di bilang jelek. Kayaknya kakak perlu operasi mata deh" ujar Nadya

"Kamu juga perlu operasi kayaknya" ucap Arkan

"Operasi apa?" dengan polosnya Nadya bertanya

"Operasi plastik biar cantik" ujar Arkan

Nadya menatap kesal pada Arkan yang jail padanya.

"Ih.. kak Arkan menyebalkan" ujar Nadya segera menuruni tangga tersebut

Arkan tertawa puas berhasil membuat Nadya kesal.

"Hahahaha... Nadya.. Nadya.." ucap Arkan menggelengkan kepalanya

...************...

"Bagaimana sayang?? kamu masih menjalankan rencana kita kan?" tanya Oma di sebrang telpon

"Iya Oma..Oma kan tau kalau aku adalah orang yang tidak akan mengingkari janji" ucap Vechia tersenyum

"Bagus.. Oma bangga padamu nak. kamu memang keturunan Oma" puji oma

"Iya dong Oma..." bangga Vechia

"Sekarang apa yang akan kamu lakukan?"

"Aku akan mengajak nya pergi liburan dua hari agar dia yakin aku sudah menerima nya. Setelah itu kita akan menghancurkan nya secara halus, wanita sialan dan anaknya yang kurang ajar itu juga harus mendapatkan hukuman dari ku. Sudah cukup aku mengalah beberapa tahun ini, kali ini aku akan mengambil semua hak ku" terang Vechia

"Bagus sayang, Oma makin sayang padamu "

"Iya Oma, aku juga sayang banget sama Oma"

Ada seseorang yang sedang mendengarkan ucapan Vechia dan Oma.

Namun hanya sebatas kalimat "Mengambil semua hak ku" yang terdengar.

"Apa yang di rencanakan oleh Vechia? mengapa aku merasa khawatir?" ujar Mama Sarah

Benar saja mama Sarah yang tidak sengaja menguping percakapan Vechia.

"Mungkin aku salah dengar" tepis mama Sarah tak ingin berprasangka buruk pada anak sambungnya

"Aku harus menjalankan ini dengan mulus" ujar Vechia

"Ve..." panggil mama Sarah di belakang Vechia

Vechia menoleh dengan tatapan malas, ia tau siapa yang memanggil nya

"Ada apa?" ketus Vechia

"Sarapan nya sudah siap sayang, ajak Arkan untuk sarapan sekalian" balas mama Sarah

"Hmmmm..." Vechia langsung ingin beranjak pergi dari sana

"Sayang.. apa boleh mama bertanya?" ucap mama Sarah hati hati

"Ada apa lagi?" tanya Vechia malas dengan pertanyaan mama Sarah karena ia terpaksa menghentikan langkahnya

"tadi kamu nelpon sama Oma?"

Vechia membulatkan matanya. "Anda menguping pembicaraan ku?" tanya Vechia sedikit meninggi suaranya

"Tidak sayang.. mama tidak menguping. Mama hanya mendengar ucapan kamu menyatakan sayang pada Oma nak"

"cih.. alasan saja"

"Mama mohon sayang, kamu jangan terlalu dekat dengan Oma ya"

"Apa maksud anda? Anda menuduh oma ku?"

"Tidak sayang,, tidak.. maksud mama bukan begitu "

"sudahlah.. anda jangan terlalu mengurusi hidupku. Aku tidak suka, anda bukan keluarga ku"

"Ve..."

"Semoga tidak terjadi apa apa" batin mama Sarah melihat Vechia yang sudah hilang dari pandangan nya

...**********...

Vechia dan Arkan sedang mengendarai mobil menuju pemakaman

Vechia meminta Arkan menemani nya ke makam ibunya

"Kamu tunggu di sini saja" ujar Vechia ketika Arkan ingin melepaskan sabuk pengaman

"Tapi.. aku juga ingin mengunjungi ibu mertuaku" jawab Arkan melihat ke arah Vechia

"Tidak usah, lagian dia tidak akan mendengar kan mu" tolak Vechia

"Tapi sayang.. aku ingin menyapa nya" Arkan masih ingin ikut

"Jangan.. kapan kapan saja nanti kamu menyapanya, tidak sekarang" tolak Vechia kembali

"Katanya tadi kamu mau ikuti semua keinginan ku, jadi kamu turuti lah" tambah Vechia

Arkan menghela nafasnya

"Hmmm... iya sayang, aku tunggu di sini saja. Hati hati ya sayang, sampai kan salam ku pada mama Melisha" ujar Arkan

"hmmm... iya"

Vechia segera membuka pintu mobil dan keluar.

"Halo ma...." sapa Vechia pada makam sang mama. Vechia duduk jongkok di samping makam mama Melisha

"Ini Vechia ma, Vechia datang untuk mengunjungi mama. Vechia rindu sekali dengan mama. Kali ini Vechia jadi ingin tahu apa yang mama sampai di surat mama untuk Ve. Ulang tahun kali ini adalah surat terakhir mama untuk Vechia. Kenapa mama gak buatin suratnya sampai usia Ve empat puluh tahun ma, Vechia sangat senang dengan. hal itu. Tapi mama hanya menulis nya sampai usia Ve dua puluh empat tahun saja"

"Owh.. iya ma, Ve sudah menikah ma dengan pria itu, dia sedang duduk di mobil ma. Ve sangat membenci nya ma, dia anak sopir keluarga kita. pria itu menjebak Ve ma, Makanya Ve tidak suka"

"Ve akan membalas dendam mama sama wanita sialan yang di panggil istri oleh papa, karena dia mama meninggalkan Ve sendiri di sini. Papa juga tidak peduli lagi dengan kehidupan Ve ma, setelah wanita itu masuk ke rumah kita dengan anak perempuan nya. Ulang tahun Ve saja papa tidak pernah lagi mengucapkan selamat pada Ve ma, Papa sudah gak sayang lagi sama Vechia ma"

"Ve janji akan menepati janji sama mama, Ve akan menghancurkan mereka semuanya ma"

"Ya sudah ma, Ve pamit ya, nanti Ve akan kunjungi mama lagi. Mama pasti bahagia di sana, Ve Ingi juga ke tempat mama. Tapi sepertinya masih lama"

"Dadah mama.. Ve pulang.." pamit Ve di depan makam mama nya.

Vechia berdiri dari duduknya dan menghapus

kan air matanya, kemudian beranjak ke mobil kembali menemui suaminya.

...*******...

"Kamu yakin mau kembali sayang??"

"Iya ma"

"Tapi apa Arkan mau menerima mu kembali?"

"Mama tenang saja, aku akan pastikan kita akan menang ma"

"Oke.. semoga berhasil, mama cuma antar kamu sampai di bandara saja. Baik baik di sana ya, segera telpon mama apa yang terjadi di sana"

"Iya ma, pasti"

.

.

.

.

.

.

.

.

Siapa kah itu?🤔

...**********...

Cerita ini konflik nya gak akan berat kok reader jadi ikuti saja ya😉

Semoga suka

Happy Reading 💕

Jangan lupa juga mampir di karya Author yang lainnya

Tamat

...Menemukan Ibu...

On-Going

...My Ex Suamiku...

Terima kasih 🙏

Episodes
1 Hari Pernikahan
2 Pernikahan Sendiri
3 Makan Malam Bersama
4 Tiada Malam Pertama
5 Pagi Pertama
6 Sulit
7 Masih Sama
8 Pertama Kalinya
9 Tidur Bersama
10 Kejadian Mengejutkan
11 Kesempatan
12 Bertengkar
13 Prasangka Buruk
14 Pesta
15 Kejutan Ultah
16 Mengunjungi Mama
17 Tidak Sesuai Harapan
18 Arkan Demam
19 Vechia Kecelakaan
20 Penjelasan Arkan
21 Kejutan Untuk Arkan + Visual
22 Akhirnya (First Night)
23 Hari bahagia
24 Mulai Goyah
25 Terkuak
26 Semakin Bersalah
27 Pembunuh Mama
28 Kebenaran
29 Kecelakaan
30 Divorce
31 Divorce Part 2
32 Divorce Part 2
33 Memutuskan Hubungan
34 Pergi
35 Kehamilan
36 Teman Baru
37 Kebenaran
38 Sinting
39 Dia??
40 Itu Aku??
41 Menemukan Adik
42 Bertemu Rita
43 Anak??
44 Kejadian Tak Terduga
45 Putraku
46 Bertemu Kembali
47 Kembali atau Tinggalkan
48 Mencari Tiara
49 Waktu Seminggu
50 Penyelesaian Masa Lalu
51 Author Kembali
52 Mansion Abraham
53 Bisakah kita Bersama Kembali???
54 Keputusan
55 Gado Gado
56 Kembalilah
57 Berita Bahagia
58 Saling Curiga
59 Berdamai
60 Berita Mengejutkan
61 Bahagia Bersama
62 Seperti Pengantin Baru
63 Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64 Makan Malam
65 Berkumpul
66 Tiara Adikku
67 Muhasabah Bersama
68 Kencan
69 Tidak Suka
70 Ketemu Shinta
71 Nonton Berdua
72 Tiba Tiba Mengaku
73 Banyak Anak
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Hari Pernikahan
2
Pernikahan Sendiri
3
Makan Malam Bersama
4
Tiada Malam Pertama
5
Pagi Pertama
6
Sulit
7
Masih Sama
8
Pertama Kalinya
9
Tidur Bersama
10
Kejadian Mengejutkan
11
Kesempatan
12
Bertengkar
13
Prasangka Buruk
14
Pesta
15
Kejutan Ultah
16
Mengunjungi Mama
17
Tidak Sesuai Harapan
18
Arkan Demam
19
Vechia Kecelakaan
20
Penjelasan Arkan
21
Kejutan Untuk Arkan + Visual
22
Akhirnya (First Night)
23
Hari bahagia
24
Mulai Goyah
25
Terkuak
26
Semakin Bersalah
27
Pembunuh Mama
28
Kebenaran
29
Kecelakaan
30
Divorce
31
Divorce Part 2
32
Divorce Part 2
33
Memutuskan Hubungan
34
Pergi
35
Kehamilan
36
Teman Baru
37
Kebenaran
38
Sinting
39
Dia??
40
Itu Aku??
41
Menemukan Adik
42
Bertemu Rita
43
Anak??
44
Kejadian Tak Terduga
45
Putraku
46
Bertemu Kembali
47
Kembali atau Tinggalkan
48
Mencari Tiara
49
Waktu Seminggu
50
Penyelesaian Masa Lalu
51
Author Kembali
52
Mansion Abraham
53
Bisakah kita Bersama Kembali???
54
Keputusan
55
Gado Gado
56
Kembalilah
57
Berita Bahagia
58
Saling Curiga
59
Berdamai
60
Berita Mengejutkan
61
Bahagia Bersama
62
Seperti Pengantin Baru
63
Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64
Makan Malam
65
Berkumpul
66
Tiara Adikku
67
Muhasabah Bersama
68
Kencan
69
Tidak Suka
70
Ketemu Shinta
71
Nonton Berdua
72
Tiba Tiba Mengaku
73
Banyak Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!