Arkan membuka matanya dan melihat ke arah kasur, ternyata wanita yang sudah menjadi istrinya tidak ada di kasur tersebut.
"Kemana perginya? bukankah tadi setelah selesai shalat subuh Vechia tidur lagi?" monolog Arkan.
"Mungkin dia di dapur membantu mama memasak makanan untukku" ucap Arkan dengan pikiran baiknya.
Arkan tidak tau saja kalau istrinya hari ini kembali bekerja ke butik pribadi milik nya.
Arkan pria baik dengan segala pikiran baiknya memang bisa di manfaatkan oleh sang istri.
Arkan berlalu ke kamar mandi untuk membasuh muka nya.
Arkan kembali melihat ke dalam kamar, ada yang aneh.
Namun, entahlah.. Arkan tidak tau apa yang anehnya.
Arkan memilih melihat ponselnya sebentar dan berbalas pesan dengan sahabatnya Romi.
Setengah jam berlalu, Arkan menyudahi berkirim pesan pada Romi. Arkan mulai mencari-cari keberadaan istri nya yang sudah sejak tadi pagi belum memperlihatkan batang hidungnya.
"Kemana Vechia ya? apa benar dia di bawah sedang memasak?"
"Dari pada aku menerka nerka keberadaan nya, mendingan aku cek aja langsung ke bawah. Benarkah istriku yang pemarah itu di bawah?" ujar nya pada dirinya sendiri.
Arkan segera beranjak dari sofa kamar itu dan melangkah keluar dari kamar untuk pergi ke dapur mencari istrinya.
...****************...
Di butik
"Ya ampun Ve, kok kamu masuk kerja sih?" tanya Rita heran dengan kedatangan sang sahabat di butik.
"Lah, memang nya kenapa? kan memang biasanya aku datang jam segini ke butik kita?" jawabnya seperti biasa dan segera meletakkan tas di meja terdekat.
"Bukan begitu Ve, aku tau kamu memang orang yang tepat waktu. Tapi, yang jadi masalahnya kan kamu baru aja menikah kemarin masa hari ini kamu langsung masuk kerja sih?"
"Aku bosan di rumah, kamu tau sendiri kan Rit. Di rumah itu aku memang sudah muak dengan anggota keluarga yang lama. Apa lagi di tambah sekarang dengan kehadiran pria penjilat itu, semakin membuatku tidak betah di rumah itu. Rasanya aku pergi saja dari rumah itu"
"Astaghfirullah Ve, ngucap Ve, ngucap. Kamu gak boleh ngomong suami kamu sendiri dengan sebutan yang kurang baik seperti itu. Baik buruk nya Arkan itu sekarang adalah suami kamu yang harus kamu layani, kamu hargai dan kamu hormati kedudukannya sebagai seorang yang akan membawamu ke surga nanti Ve" tegur Rita.
"Aku sadar Rit, kamu tidak usah menceramahi aku. Aku tau hukum juga, namun masalahnya aku tidak bisa menerapkan semua itu pada pria seperti dia. Kan kamu tau seperti apa alasannya aku menerima dan lebih tepatnya dipaksa untuk menikah dengan pria sialan itu. Asal kamu tau Rit, dia itu iblis berbalut malaikat. Nampak baik konon, namun memiliki berbagai macam strategi iblis padanya. Kamu tau alasan dia menjebak ku malam itu karena dia ingin menguasai seluruh harta kekayaan keluarga ku. Dan yang paling bodohnya, papa ku lebih mempercayai dari pada aku putri kandungnya. Entah racun seperti apa yang di berikan oleh pria sialan itu pada kedua orang tua ku" jelas Vechia.
Rita hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tau bagaimana harus menjawab pernyataan mu, namun satu yang aku tau bahwa Arkan itu orang nya sangat baik. Aku tau karena kau tau sendiri adik sepupu ku kuliah di fakultas yang sama dengan fakultas tempat Arkan mengajar. Adikku bilang dia dosen yang paling baik dan sopan terhadap mahasiswa nya. jika kamu berpikir buruk adanya. ya silahkan namun aku hanya tidak ingin itu menjadi boomerang untuk kamu Ve"
"Kau selalu saja membelanya Rita" ucap Vechia dengan jengah nya dan berlalu meninggalkan Rita yang masih duduk di antara meja kasir.
"Entahlah Ve, aku seperti tidak mengenali dirimu lagi. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu dan Arkan segera baik baik saja dalam rumah tangga kalian. Semoga Allah memberikan hidayahnya untukmu sehingga kamu dengan senantiasa menerima kehadiran suami kamu Ve" ucap Rita seorang diri.
Rita adalah sahabat baik Ve, wanita cantik yang di berbalut hijab itu memang tidak habis pikir dengan pemikiran sahabat nya sejak SMP itu.
Meskipun nasehat yang di lontarkan Rita hanya di dengarkan dan terkadang membuat Ve emosi. Rita tidak akan pernah balik marah ke pada sang sahabat.
...****************...
"Eh.. kak Arkan" sapa Nadya yang sedang duduk di meja makan.
"iya Nad"
"Kok kakak sendiri sih? kak Ve mana?" tanya Nadya pada kakak iparnya.
"Itu jugalah yang sedang kakak cari, dari tadi pagi kakak tidak melihat kehadiran kakak kamu nad"
kakak sudah cari di seluruh rumah ini tapi tetap saja kakak kamu gak ada nad. kira kira Kemana ya kakak kamu?"
"Lho.. kok gitu ? apa mungkin kakak Ve pergi kerja? tapi gak mungkin lah, kan kemarin kalian baru aja menikah masa hari pertama baru jadi pasangan suami istri sudah masuk kerja aja" Nadya bingung sendiri
"Kerja??" tanya Arkan balik.
"Eh.. mungkin sih Kaka, kalau gak Kakak coba hubungi Kaka Ve"
"kakak gak punya nomor nya Rit, Kakakmu gak kasih pas kakak minta"
"Ya Allah gitu kali sih kakak. Bentar Kak Nadya kirim ya"
"Ok nad, makasih ya"
"Iya kak"
Nadya segera beranjak ke kamar dan bersiap untuk ke kampus karena ada masuk satu mata kuliah pagi hari ini.
"Apa iya kamu langsung masuk kerja hari ini Ve? padahal aku mengambil cuti biar bisa menghabiskan waktunya bersama mu" batin Arkan.
Arkan segera mengirim kan pesan pada istrinya.
"Dimana?"
Satu pesan yang di baca oleh Ve, menimbang nimbang membalas.
"Ini pasti pria penjilat itu, tapi dari mana dia mendapatkan nomor ku?"
"Ahhh.. pasti Nadya yang memberikan nya ataupun papa"
"Aku kerja"
^^^"Kenapa masuk kerja?"^^^
"lah.. kenapa? apa urusan dengan kamu? aku biasanya juga masuk kerja sebelumnya?"
^^^"Tapi kan hari ini hari pertama kita setelah kita menikah kemarin"^^^
"Kan sudah aku katakan aku tidak pernah menganggap pernikahan itu ada, apa lagi aku menikah dengan pria seperti mu"
Arkan tidak membalas pesan nya kembali.
"Cih.. dia pikir dia siapa? dasar laki laki kurang ajar" ujar Ve Geram
Tak lama terdengar kembali bunyi di ponsel Vechia, bukan notifikasi pesan melainkan panggilan yang masuk.
"Apa apaan sih dia ini? sekarang malah menelpon segala"
"Gak akan aku angkat, telinga ku sangat sakit mendengar suara nya itu"
karena bunyi ponsel itu tiada henti membuat Vechia tetap mengangkat nya meskipun malas.
Halo
sapa ve cuek
^^^assalamualaikum sayang^^^
^^^Ve memutar matanya malas mendengar panggilan itu lagi yang di lontarkan suaminya.^^^
cih.. sudah aku katakan jangan berkata seperti itu
^^^em.. kapan pulang nya? nanti aku jemput ya di butik milikmu^^^
jangan, atidak usah peduli begitu padaku kamu bukan siapa siapa aku dan satu lagi jangan ikut campur urusan aku, terserah aku pulang nya jam berapa
^^^Gak pokoknya aku yang akan jemput kamu. Lagian aku lihat mobilmu masih terparkir rapi di garasi papa. jadi aku akan menjemputmu nanti. jangan menolaknya,^^^
^^^Ucap Arkan dengan tegas^^^
Aku bilang tidak ya tidak kenapa bandel sih.
^^^aku bilang iya ya iya lah, kamu nurut aja sayang kan mudah. Selamat bekerja dan jangan lupa sarapan. nanti sore aku jemput.. Assalamualaikum.^^^
Tapi...
Tut..
Tut...
Tut...
Panggilan tersebut telah di matikan Arkan. Vechia meremas ponsel nya karena kesal.
"Dasar laki laki kurang ajar, sukanya memaksa. argh... aku sangat kesal" geram Vechia menghentak kakinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments