Tidak Sesuai Harapan

"Tempat nya ramai ya sayang" ucap Arkan

Saat ini Arkan dan Vechia sedang berada di taman bermain yang cukup megah di kota tersebut

Arkan dan Vechia masing masing menenteng makanan kecil untuk ngemil

"Hmmm... "

Arkan menoleh pada Vechia yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya

"Kamu ngehubungi siapa sayang?" tanya Arkan

"Owh..ini.. sebentar ada seseorang yang ingin bertemu denganku" jawab Vechia datar

"Siapa?? teman??" tanya Arkan kembali

"Bisa dibilang begitu"

"Owh.. okelah. Sembari menunggu teman mu kita duduk di bangku sana saja yok?" ajak Arkan

Vechia menoleh pada bangku yang ditunjukkan oleh Arkan

"Okeh"

"Tempat ini ramai ya yank" ujar Arkan memperhatikan orang-orang yang lalu lalang di hadapan mereka

"ya jelaslah, ini kan taman bermain ya pasti ramai" jawab Vechia

"Hmmm.. nanti kamu mau naik wahana apa?? roller coaster? atau ayunan besar tu? atau mau masuk kerumah hantu?" tanya Arkan

"Aku akan pergi ke semuanya, kamu sanggup?" tantang Vechia

"Iya sayang.. pasti nya lah aku mau asal denganmu"

Vechia tersenyum tipis. Vechia masih asik dengan ponselnya entah dengan siapa dia saling membalas pesan

Sungguh Arkan sedikit jengkel dengan kelakuan Vechia padanya

"Kamu lihat ke aku dong pas lagi aku ngomong" ujar Arkan lirih

"Apa??" tanya Vechia tanpa melihat ke arah Arkan

"Tidak ada" ujar nya lesu

"Yank.. kamu mau es krim gak?? aku beliin" ujar Arkan melihat ada gerobak es krim di taman tersebut

"Boleh.. aku rasa greentea atau gak vanila aja" jawab Vechia

"Ok" ujar Arkan segera berjalan ke tempat penjualan es krim tersebut

"Hemm... dia itu sebenarnya apa ya?? semakin di cuekkin semakin perhatian saja" ucap Vechia melihat kepergian Arkan

"Tapi tidak apa, bukan urusan ku" tambahnya

Tut....

Tut....

Tut....

ponsel Vechia berbunyi tertera nama Pandu di sana

"Ada apa?" tanya Vechia langsung pada intinya

"kamu di mana?" tanya pandu

"Untuk apa mencari ku?" tanya Vechia

"Aku ingin mengajakmu jalan jalan kan hari ini kamu ulang tahun" ujar Pandu

"happy Birthday ya sayang " tambah Pandu

"hmmmm... ok.. boleh, aku share lokasi nanti

"ok sayang"

✨✨✨

Di tempat lain

"akhirnya aku bisa juga kencan dengan Ve setelah sekian lama" gumam Pandu setelah panggilan mereka terputus

"Aku senang sekali bisa menemani Vechia di hari bahagia nya. Seperti nya aku masih memiliki kesempatan untuk merebut Vechia kembali dari suami bodohnya itu" tambahnya lagi

Ternyata ada Tiara yang berdiri tak jauh dari tempat Pandu menelpon. Tiara mendengar jelas percakapan antara Vechia dan suaminya

Dada Tiara rasanya sangat sakit dan sesak mendengarnya kalimat demi kalimat yang diucapkan oleh suaminya dengan nada lembut.

Sangat berbeda jika Pandu berbicara padanya, hanya ada nuansa dingin, cuek dan meninggi

"Mas Pandu sangat ingat ulang tahun kk Ve sedangkan aku jangan ulang tahun, status aku sebagai istri nya saja dia lupa" ujar Tiara memegang dadanya

"Hatiku sangat sulit menerima hal itu, namun aku harus bertahan sedikit lagi setelah itu aku akan pergi menjauh darimu mas" tambah Tiara lagi

Tiara segera pergi dari sana dari pada nanti dia semakin sakit hati melihat wajah bahagia suaminya itu

✨✨✨

Kembali pada taman bermain

"Aku manfaat kan saja, terserah lah apa perasaan istri nya. Aku tidak peduli, aku saja rasanya mau sesak di sini. Dengan gila nya aku menyetujui permintaan bodoh pria penjilat itu. Kalau tau begini mending tidak usah saja" ujar Vechia

Vechia menatap Arkan yang sedang berjalan ke arah nya dengan senyuman yang terpasang sempurna di bibirnya.

"Cih.. pria itu sangat menjijikkan" ujar Vechia

"Yank.. ini es krim pesanan mu" ujar Arkan menyodorkan es krim di tangannya

"Em.. terima kasih" balas Vechia

"Owh.. iya kamu setelah di sini mau kemana?" tanya Arkan

"Aku mau nonton"

"Oke.. aku juga mau yank" ujar Arkan

"Hmmm..."

"Yank... mau coba gak es krim punyaku?" tanya Arkan

Arkan hanya ingin memberikan nuansa romantis untuk istri nya. Biasanya banyak pasangan yang sering berbagi es krim pada pasangan nya

Vechia menoleh ke arah Arkan. "Maksudmu kamu mau aku mencicipi bekas air liur mu di sana?" tanya Vechia ketus

"Kan kita suami istri, jadi tidak masalah kan yank" ujar Arkan

"Ah.. tidak.. tidak.. aku tidak mau, kamu makan saja sendiri. Lagian aku tidak menyukai rasa coklat" tolak Vechia segera memberikan jarak duduk antara dirinya dan Arkan

"Kalau gitu aku boleh minta sedikit punya mu?" tanya Arkan

"Nah.. ambil saja, aku tidak mau lagi" ujar Vechia dengan kasar menyodorkan es krim nya ada Arkan sehingga membuat es krim tersebut mengenai bajunya

"Sayang.. aku hanya bercanda, kalau kamu tidak suka aku tidak akan memaksa" Ujar Arkan panik mendapati istrinya sudah berdiri dan marah

"Kamu sih.. gak tau malu banget deh, apaan juga nyuruh aku mencicipi es krim mu, kau mau juga mencicipi es krim ku. Kalau tau aku kayak gini tadi lebih baik aku tidak mau ikut permintaan mu yang konyol itu" jelas Vechia dengan geramnya

"Yank.. maaf.. bukan gitu maksud aku, maaf ya" ujar Arkan menggenggam tangan Vechia

"Gak mau" Vechia menepis tangan Arkan dengan kasar

"Aku mau pulang saja, dari pada lama dengan pria sampah seperti mu, lebih baik aku rebahan saja di rumah" ujar Vechia segera beranjak pergi

Arkan terdiam. "Masih sangat sakit saat kamu mengatakan hal itu Ve, aku pikir setelah ini kamu akan membuka hatimu untukku namun ternyata aku salah" ujar Arkan yang masih terduduk diam di bangku taman yang tadi

Vechia benar benar pulang dan meninggalkan Arkan di sana. Dia sungguh jengkel dengan kelakuan Arkan yang menurut nya kenakan kanakan.

"Dasar sialan, aku benar-benar membenci nya" gumam Vechia sepanjang perjalanan

Vechia segera memanggil taksi dan pergi dari sana, Kerena tadi mereka hanya menggunakan satu mobil dan mobil itu punya Arkan sehingga ia memilih untuk naik taksi saja

✨✨✨

Hari sudah mulai gelap dan mendung. Vechia sudah sampai di apartemen miliknya yang sudah lama ia miliki namun jarang ia tempati

tik...tik...tik...tik...

Terlihat sudah air hujan sudah turun membasahi gersang nya bumi

"Apa pria penjilat itu sudah pulang?" tanya Vechia pada dirinya sendiri

Tiba-tiba ia memikirkan Arkan yang dia tinggal pergi di taman bermain

"Ah...apa yang aku pikirkan? dia pasti sudah pulang. memangnya dia anak kecil akan bermain hujan di sana" ujar Vechia

ternyata di sana Arkan masih duduk di taman bermain tersebut. Ia benar-benar sakit hati dengan ucapan istrinya, ia duduk di tengah hujan tersebut hanya sekedar menenangkan pikirannya.

Tentu saja di sana tidak ada orang lagi namun Arkan masih di sana karena taman bermain itu memang miliknya

Jadi tidak ada pegawai yang berani menegurnya. Arkan hanya duduk diam dengan tatapan menelisik kedepan dan sesekali ia menghirup nafas dengan berat

"Sangat sulit untuk mendekati nya, aku butuh tenang sejenak seperti ini agar aku semangat kembali untuk mengejar cinta istri ku" ujarnya tersenyum masam

Arkan menengadah ke atas dan melihat langit yang terus menurunkan air untuk membasahi bumi.

...****************...

Emm... Ingin aku menangis melihat keadaan bang Arkan.. sungguh kasihan😭😭

Tapi sedikit lebay juga mungkin e😁

Semoga suka

happy Reading 💕

Jangan lupa untuk mampir di cerita author yang lainnya

Tamat

...Menemukan Ibu...

On-Going

...My Ex Suamiku ...

Episodes
1 Hari Pernikahan
2 Pernikahan Sendiri
3 Makan Malam Bersama
4 Tiada Malam Pertama
5 Pagi Pertama
6 Sulit
7 Masih Sama
8 Pertama Kalinya
9 Tidur Bersama
10 Kejadian Mengejutkan
11 Kesempatan
12 Bertengkar
13 Prasangka Buruk
14 Pesta
15 Kejutan Ultah
16 Mengunjungi Mama
17 Tidak Sesuai Harapan
18 Arkan Demam
19 Vechia Kecelakaan
20 Penjelasan Arkan
21 Kejutan Untuk Arkan + Visual
22 Akhirnya (First Night)
23 Hari bahagia
24 Mulai Goyah
25 Terkuak
26 Semakin Bersalah
27 Pembunuh Mama
28 Kebenaran
29 Kecelakaan
30 Divorce
31 Divorce Part 2
32 Divorce Part 2
33 Memutuskan Hubungan
34 Pergi
35 Kehamilan
36 Teman Baru
37 Kebenaran
38 Sinting
39 Dia??
40 Itu Aku??
41 Menemukan Adik
42 Bertemu Rita
43 Anak??
44 Kejadian Tak Terduga
45 Putraku
46 Bertemu Kembali
47 Kembali atau Tinggalkan
48 Mencari Tiara
49 Waktu Seminggu
50 Penyelesaian Masa Lalu
51 Author Kembali
52 Mansion Abraham
53 Bisakah kita Bersama Kembali???
54 Keputusan
55 Gado Gado
56 Kembalilah
57 Berita Bahagia
58 Saling Curiga
59 Berdamai
60 Berita Mengejutkan
61 Bahagia Bersama
62 Seperti Pengantin Baru
63 Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64 Makan Malam
65 Berkumpul
66 Tiara Adikku
67 Muhasabah Bersama
68 Kencan
69 Tidak Suka
70 Ketemu Shinta
71 Nonton Berdua
72 Tiba Tiba Mengaku
73 Banyak Anak
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Hari Pernikahan
2
Pernikahan Sendiri
3
Makan Malam Bersama
4
Tiada Malam Pertama
5
Pagi Pertama
6
Sulit
7
Masih Sama
8
Pertama Kalinya
9
Tidur Bersama
10
Kejadian Mengejutkan
11
Kesempatan
12
Bertengkar
13
Prasangka Buruk
14
Pesta
15
Kejutan Ultah
16
Mengunjungi Mama
17
Tidak Sesuai Harapan
18
Arkan Demam
19
Vechia Kecelakaan
20
Penjelasan Arkan
21
Kejutan Untuk Arkan + Visual
22
Akhirnya (First Night)
23
Hari bahagia
24
Mulai Goyah
25
Terkuak
26
Semakin Bersalah
27
Pembunuh Mama
28
Kebenaran
29
Kecelakaan
30
Divorce
31
Divorce Part 2
32
Divorce Part 2
33
Memutuskan Hubungan
34
Pergi
35
Kehamilan
36
Teman Baru
37
Kebenaran
38
Sinting
39
Dia??
40
Itu Aku??
41
Menemukan Adik
42
Bertemu Rita
43
Anak??
44
Kejadian Tak Terduga
45
Putraku
46
Bertemu Kembali
47
Kembali atau Tinggalkan
48
Mencari Tiara
49
Waktu Seminggu
50
Penyelesaian Masa Lalu
51
Author Kembali
52
Mansion Abraham
53
Bisakah kita Bersama Kembali???
54
Keputusan
55
Gado Gado
56
Kembalilah
57
Berita Bahagia
58
Saling Curiga
59
Berdamai
60
Berita Mengejutkan
61
Bahagia Bersama
62
Seperti Pengantin Baru
63
Pagi Pertama setelah Sekian Lama
64
Makan Malam
65
Berkumpul
66
Tiara Adikku
67
Muhasabah Bersama
68
Kencan
69
Tidak Suka
70
Ketemu Shinta
71
Nonton Berdua
72
Tiba Tiba Mengaku
73
Banyak Anak

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!