Malam semakin larut membuat manusia manusia beristirahat di kamar untuk menghilangkan penat karena lelah bekerja.
Sama seperti pasangan suami istri, Arkan dan Vechia yang berbaring di ranjang kamarnya.
Seperti biasa tidak ada perubahan apapun. Vechia tetap tidur di kasur empuknya sedangkan Arkan sang suami tetap tidur di sofa sesuai keinginan Vechia.
Vechia yang sudah tertidur berbeda dengan sang suami yang masih duduk di sofa dan memangku laptop.
Arkan mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda karena pernikahan dadakan kemarin.
Cukup lama Arkan berkutat dengan laptop dan kerjaannya. Arkan melirik jam dinding dan terlihat waktu sudah menunjukkan dini hari.
Arkan segera menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat supaya bisa beristirahat karena besok ia akan masuk kerja.
"Aku harus cepat menyelesaikan pekerjaan ini agar besok aku tidak mengantuk saat bekerja, apalagi besok ada jadwal mengajar di kampus" ujar Arkan.
Setelah tiga puluh menit berlalu akhirnya Arkan menyelesaikan pekerjaan nya.
"Hufffff...... akhirnya selesai juga" ujar Arkan dan kemudian mematikan laptop nya dan meletakkan di meja biasa dia letakkan.
Arkan melirik sebentar pada istrinya sebelum pergi menuju kamar mandi.
"Dia sangat cantik saat tertidur begitu, ingin rasanya aku memeluk tubuhnya" ucap Arkan dengan terkekeh geli sendiri.
Lagi lagi Arkan terpesona dengan keindahan wajah istrinya.
namun, Arkan kembali terlihat tersenyum masam mengingat keinginan untuk memeluk tubuh istrinya sesuai keinginan nya.
Pasalnya hal yang dipikirkan oleh Arkan hanya angan nya semata.
Sepuluh menit berlalu akhirnya Arkan selesai dari kamar mandi.
Arkan duduk di sofa tempat tidur nya hendak segera membaringkan tubuhnya nya.
Namun, Arkan mendengar rintihan tangis yang berasal dari istrinya.
Terlihat istrinya menangis dalam tidurnya dengan dahi yang berkeringat.
"Mama... jangan ma..!!" begitulah ucapan istri nya.
Arkan segera mendekati istri nya dan memberanikan dirinya memeluk tubuh istrinya agar tenang.
"Sayang... kamu kenapa?" ucap Arkan dengan mengelus lembut wajah Vechia agar istrinya terbangun.
"Seperti Ve sedang bermimpi tentang kecelakaan itu" gumam Arkan.
Arkan terus mencoba membangun kan istrinya. Namun, vechia tidak membuka matanya. Masih saja memanggil nama mama Melisha.
Arkan akhirnya memeluk erat tubuh istrinya dan membawanya ke pelukan nya.
Mengusap usap punggung istri nya dengan lembut.
"Mama... jangan tinggalkan aku ma, aku takut" rintih Vechia yang masih berderai air matanya.
Arkan menghapus air matanya dan juga mengelap keringat di dahi istrinya.
Vechia memeluk tubuh Arkan "Jangan tinggalkan aku ma" pinta Vechia masih dalam tidurnya.
Arkan semakin erat memeluk tubuh istrinya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu sayang.." balas Arkan.
Dengan ajaibnya Vechia sudah tenang dan tidak mengingau lagi.
Arkan melepaskan pelukannya setelah beberapa saat di rasa bahwa istrinya sudah tenang.
Arkan ingin beranjak ke sofa agar bisa istirahat. Arkan sebenarnya tidak tega meninggalkan istrinya namun, ia takut nanti ketiduran di ranjang yang sama dengan istri dan nanti istri nya semakin membenci dirinya.
Namun, langkah Arkan terhenti kala ia mendapati tangan istrinya menahan tangannya.
"Jangan pergi ma.." gumam Vechia menggenggam erat tangan Arkan.
Arkan tertegun, Ia bingung ingin melakukan apa.
Namun sejurus kemudian ia akhirnya memilih memeluk tubuh istrinya dan tidur di ranjang yang sama dengan istri.
"Terserah lah,, jika besok pagi kamu akan marah padaku. Tapi aku tidak tega jika melihat kamu kesakitan begini" ujar Arkan.
Akhirnya dua manusia itu untuk pertama kalinya tidur di ranjang yang sama dan di bawah selimut yang sama.
Entah apa yang terjadi besok hari saat keduanya terjaga. Mungkin akan ada cacian dan maki yang akan di terima Arkan.
Entahlah.. Arkan tetap tidak mempedulikan hal itu karena hal tersebut sudah menjadi siraman rohani yang sampai ke kalbu nya semenjak dua hari ia bergelar suami Vechia.
...****************...
Di sisi lain di rumah yang berbeda di kamar yang berbeda pula.
Hal yang sama di rasakan Tiara terhadap kelakuan suaminya yang bernama Pandu itu.
Tidak jauh berbeda dengan Kehidupan rumah tangga Vechia. Begitu juga Tiara, Wanita manis yang memenuhi hari hari dengan tangisan dan air mata selama satu bulan ini.
Seperti malam ini, Tiara dengan susah payah menemani mertua nya di rumah sakit.
Tiara akhirnya bisa masuk ke ruangan sang mertua setelah suaminya itu tertidur di sofa kamar tersebut.
Semenjak tadi dia ingin masuk dan menjenguk mertuanya. Namun, lagi lagi suaminya melarang dan mengeluarkan sumpah serapah nya pada sang istri.
Akhirnya Tiara memilih untuk berdiri dan duduk di depan ruangan VIP tersebut.
"Ma.. Aku minta maaf baru kali ini bisa melihat mama" ucap Tiara.
"Maaf ma, aku tidak berani masuk karena mas Pandu melarangnya. Ia mengatakan aku akan semakin membuat kesehatan mama menjadi lebih buruk"
"Mama.. istirahat ya ma semoga besok pagi mama bisa pulih dan membuka mata mama dengan baik. Tiara harap mama segera pulih. Selain mama Tiara tidak memiliki siapapun lagi ma, Hanya mama yang Tiara punya" lirih Tiara.
Tiara sangat sedih melihat keadaan mertuanya yang terbaring di ranjang tersebut.
Hanya Mama Soraya yang sangat sangat baik hingga Soraya merasakan kasih sayang yang luar biasa dari mama Soraya selaku ibu mertuanya.
Lama akhirnya ia menangis tanpa suara Tiara memilih untuk pergi ke luar kamar dengan langkah pelan agar tidak menggangu tidur suaminya.
Tiara melihat ke arah suaminya yang tertidur.
"Maaf mas jima kehadiranku membuat mu semakin terluka. Ku mohon bersabarlah sebentar lagi mas, Aku akan pergi dari hidupmu setelah aku menyelesaikan studi ku yang sebentar lagi akan wisuda. Setelah itu aku akan pergi mas dari hidupmu, semoga kamu bahagia Mas" batin Tiara menatap wajah tampan suaminya.
Tiara sudah mengambil keputusan ia akan meninggalkan suaminya dan pernikahan mereka setelah ia menyelesaikan pendidikan nya.
Bukan karena apa ia hanya merasa sia sia saja jika dia tidak bisa menyelesaikan perkuliahannya.
Tiara mahasiswa akhir yang sebentar lagi wisuda.
Tiara sudah bertekad akan menyelesaikan pendidikan nya dan segera mengakhiri kehidupan rumah tangganya.
...****************...
"Ahhhkk....."Jeritan melengking terdengar dari kamar Vechia.
Siapa lagi pelakunya jika bukan Vechia. Ia sangat terkejut melihat suaminya memeluk nya di kasur milik nya.
Arkan yang terkejut dengan teriakkan Vechia segera membuka matanya dan duduk.
"Kurang ajar sekali kamu!! Dasar sialan" pekik Vechia dengan lantang nya.
"Sudah ku duga ini akan terjadi" batin Arkan melihat Vechia
"Dasar sampah!! aku tidak sudi kamu memeluk tubuh ku, kau menjijikkan kan" murka Vechia.
Arkan terdiam tanpa menimpali apapun. Namun, kemudian Arkan berkata "Aku suami kamu, jadi saja jika aku memeluk mu" Jawab Arkan dengan santainya.
"Ish.. aku tidak sudi" pekik Vechia kembali.
"Terserah, lagian itu tidak dosa kan" goda Arkan dan kemudian ia segera berlalu ke kamar mandi.
...****************...
Ya.. Vechia mah gitu gak tau aja dia yang minta di peluk sama Arkan 🤔🤔🤪
Semoga suka dengan cerita author 💕💕
Happy Reading semuanya 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments