"Pandu.." ujar Vechia dengan terkejut
Pasalnya Vechia sudah terhitung dua bulan tidak melihat Pandu terhitung pada saat Pandu meminta Vechia agar hubungan yang terjalin satu tahun lebih itu kandas.
Pandu juga menceritakan alasan mereka harus putus, Vechia sangat marah mendengar alasan Pandu.
Vechia selama ini sangat sulit untuk jatuh cinta pada lelaki.
ia akhirnya jatuh hati pada Pandu, namun kisah cinta mereka harus kandas karena alasan perjodohan keluarga yang tidak bisa di tolak Pandu.
Hati Vechia sangat sangat hancur saat itu, namun ia memilih untuk kembali bangkit dengan dukungan yang diberikan oleh sahabat baiknya Rita.
Namun, tetap saja jika ia melihat Arkan kembali maka rasa itu kembali muncul ke permukaan.
Tapi, hari ini ia kembali melihat Pandu tidak ada perasaan yang berbunga-bunga di rasakan.
tapi perasaan cinta itu sepertinya telah berganti pada rasa benci seperti orang bilang cinta di benci itu beda tipis.
"siapa sayang?" Tanya Arkan yang sedari tadi diam.
Sebenarnya arkan tau betul siapa yang berdiri di hadapannya, tak lain tak bukan adalah mantan pacar istrinya.
Arkan sudah menyukai Vechia sejak lama hingga dia mencari semua aktivitas Vechia. Termasuk data Vechia tentang pacarnya.
Arkan sengaja bertanya ingin melihat bagaimana cara istrinya menjelaskan tentang Pandu padanya.
Ia ingin melihat apakah istrinya masih berharap akan cinta dari mantan nya atau tidak.
Vechia menoleh pada Arkan dengan tatapan tak dapat di jelaskan.
"Kenalkan aku Pandu, aku mantan Vechia" ujar Pandu mengulurkan tangannya namun masih dengan menatap bermusuhan dengan Arkan.
Yang akhirnya memilih menjawab pertanyaan Arkan karena Vechia hanya terlihat diam dari tadi
"owh.. mantan.. kalau begitu perkenalkan juga, aku Arkan suaminya Vechia" balas Arkan tidak kalah sengitnya.
Pandu hanya mengangguk kepalanya. "Apa aku boleh bergabung di sini?" Tanya pandu tanpa malu
"Em.. boleh, iya kan sayang" ucap Arkan mesra
"i-ya.. duduklah" ucap Vechia akhirnya.
"ve.. apa kamu sibuk untuk saat ini? Aku ingin berbicara berdua dengan mu"
Arkan membeliakkan matanya tak percaya dengan apa yang di dengarkan nya.
apa?? pandu secara langsung meminta waktu Vechia tanpa menghiraukan kedudukan nya sebagai suami Vechia.
"Tidak!! Tidak boleh!! Vechia tidak boleh berbicara berdua dengan pria lain, aku ini suaminya. Aku tidak membolehkan hal itu" larang Arkan lugas
"Apa hak mu mengatakan itu? Apa kau yakin Vechia mengganggap kamu itu suaminya? Aku tidak yakin dengan hal itu" ujar Pandu
"Apa maksudmu?"
"Maksudku tidak mungkin wanita seperti Vechia dengan cepat menganggap orang asing sebagai keluarga nya. aku cukup mengenal, aku tau kamu hanya suami di atas permintaan keluarga nya" terang Pandu benar benar membuat Arkan murka.
Arkan benar benar marah sekarang, apalagi ia melihat Vechia sama sekali tidak membantah ucapan Pandu.
Seperti nya ucapan Pandu benar adanya, namun apa yang di lakukan Vechia belakang ini hanya sebagai pelipur lara yang jika tidak di butuhkan kan di buang begitu saja oleh Vechia.
"Kenapa kau diam tuan Arkan? Apa aku mengatakan kebenaran?" pertanyaan Pandu semakin tidak tau malu
"Sudah cukup Pandu!! kamu jangan memancing emosinya. Dan kamu juga jangan melarang ku melakukan apapun, aku ini punya hak tersendiri" ujar Ve yang ingin menghentikan kegaduhan.
"Tapi ku suamimu Ve, kamu harus mendengarkan ucapan dari aku" tegas Arkan
"Sudah.. tidak perlu begitu, lagian ya aku tidak pernah berkata demikian" balas Vechia
"Sekarang katakan, apa mau mu? Kau ingin berbicara tentang apa denganku?" tanya Vechia pada Pandu tanpa menghiraukan ucapan Arkan.
"Tentang kita Ve, masih ada yang belum selesai dengan hubungan antara kita" pinta Pandu
"Baiklah.. aku akan bicara denganmu" ujar Vechia.
Vechia sebenarnya malas juga jika Pandu ingin berbicara masa lalu dengan nya. Tidak ada niatan sedikit pun untuk kembali pada sang mantan, hanya saja mungkin cara Ve salah hingga membuat Arkan semakin murka.
"Tidak!! aku melarangnya Ve. Kamu jangan keras kepala" Tegas Arkan kembali
"Kau tidak punya hak apapun dengan urusan ku" saut Vechia dengan tegas
"Aku suamimu Ve!!"
Tak ingin kemarahan semakin menjadi jadi Arkan dengan cepat mengajak istrinya untuk pulang.
"Kita pulang sekarang" Ajak Arkan kemudian
Arkan tanpa sengaja menarik tangan Ve dengan sedikit kuat hingga Ve meringis.
"Lepaskan.. kau menyakiti ku" Rintih Vechia namun karena di tutupi kemarahan, Arkan tidak menghiraukan nya.
"lepaskan.. kau jangan menyakiti nya"
Ujar Pandu menarik tangan Ve dari sisi lainnya. Namun sekali lagi Arkan tidak menghiraukan ucapan Pandu, ia tetap menyeret tangan istrinya menuju mobil dan mereka segera pulang.
...****************...
Di kamar Arkan masih menarik tangan Ve tanpa yang sudah sedikit memerah.
"Lepaskan aku bajingan!! kau melukaiku"
Arkan melihat ke arah tangan Ve, ia melepaskan tangannya.
"Maaf kan aku sayang, aku terbawa suasana"
"Untuk apa kamu marah seperti tadi? apa itu berguna untuk mu?"
"Sayang.. kamu bicara apa, tentu saja aku mencintaimu makanya aku marah, aku cemburu. Kau milikku jadi tidak boleh duduk berduaan dengan lelaki lain manapun" terang Arkan.
"Aku tidak peduli dengan pernyataan cinta palsu mu itu. kau kira aku akan tersentuh hah?"
"Sekarang kamu mungkin tidak, namun nanti iya"
"Itu tidak akan pernah. Lagian ya aku sudah mengatakan bahwa aku akan bercerai dengan mu dalam waktu dekat. Jadi aku mungkin akan kembali pada Pandu atau mencari pria terhormat untuk di jadikan suami bukan pria penjilat seperti mu" ujar Vechia
"Kau jangan harap itu terjadi, kita tidak akan bercerai apapun yang terjadi. Kau selamanya menjadi milikku hingga kita menua"
"Cih.. percaya diri sekali kau"
"Lagian ya, aku tidak akan menua bersama mu dan keturunan mu. Aku tidak ingin mengandung keturunan menjijikkan seperti mu. Jika aku memiliki di masa depan akan aku buat mereka mati" tolak Vechia dengan lantang.
Arkan terdiam sejenak, ia kembali teringat akan kisahnya yang di temukan di tong sampah. Meskipun ayah dan ibu angkatnya tidak pernah memberitahukan hal itu padanya. Arkan mencari tahu sendiri.
Betapa terkejutnya Arkan mengetahui bahwa orang tua kandung nya memilih membuangnya dari pada merawatnya.
"Sekali lagi aku tegas.. tidak akan pernah menceraikan mu" tolak Arkan yang sudah berbicara dengan nada rendah tidak seperti tadi
"Terserah padamu aku tidak peduli" ujar Vechia segera berlalu ke kamar mandi.
Arkan terduduk lemas di pinggiran kasur setelah bertengkar dengan Vechia hingg penolakan Vechia pada penerusnya.
Vechia mencuci muka nya dan sejenak berpikir.
"Mengapa Dia sesedih itu? apa aku sudah sangat keterlaluan?" gumam Vechia
"Ahhh... sudahlah.. aku tidak peduli dengan Arkan. Terserah padanya"
Vechia keluar kamar mandi dan melihat kamarnya kosong tanpa ada tanda Arkan di sana.
"Kemana dia?" ucap Vechia.
Lalu tatapan Arkan menyapu ke seluruh kamar dan terlihat di nakas ada kotak obat.
"Obati lukamu"
Pesan singkat yang ada di secarik kertas kecil di sana.
"Memberikan aku perhatian setelah menyakiti ku" cibir Vechia.
...****************...
Author kadang bingung sendiri dengan pemikiran Vechia. Entah apa sebenarnya maksudnya itu 🤔
Semoga tetap suka dengan cerita author Yoo 💕💕
Happy Reading 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments