Halo para readers, Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT, aamiin.
Mohon maaf teman-teman belakang ini aku sakit hingga tak bisa nulis kelanjutan cerita Pernikahan Yang Terpaksa. Semoga kedepannya author diberikan kesehatan supaya bisa memberikan cerita yang menarik buat teman-teman sekalian.
Mungkin hanya itu sedikit penyampaian dari author, sekian dan terima kasih🙏🤧
Happy reading 🤗
Setelah berusaha keras naik ke permukaan menggunakan akalnya, akhirnya Leo kecil berhasil naik, namun di luar dugaan seekor monyet kecil kembali melompat ke tubuhnya hingga membuat keseimbangan tubuhnya menjadi oleng dan hampir saja kembali terjatuh.
“Dasar monyet nakal” gumamnya kesal sambil menyeka keringat di keningnya dan melihat monyet kecil menjauhinya melompat tinggi di ranting pohon. Belum juga bernafas lega, kembali monyet kecil menyerangnya, benar-benar tempat berbahaya bagi anak kecil sepertinya.
Leo kecil segera melihat disekelilingnya hingga dia mampu melihat sosok yang disayanginya.
“Mom” ucapnya dengan nafas terengah-engah. Leo kecil berjalan cepat untuk menghampiri ibunya yang sudah tak berdaya. Air matanya kembali mengalir membasahi wajahnya.
Leo kecil berjongkok di samping ibunya, tangan kecilnya mulai mengguncang lengan ibunya berharap ibunya bisa bangun dan melihatnya kembali.
“Mommy bangun, hiks..hiks…hiks…penjahatnya sudah pergi…hiks,..hiks,..” anak kecil yang baru berusia 7 tahun itu seolah mengerti apa yang sedang dialami ibunya, apalagi tubuh ibunya sudah berlumuran darah, punggung, betis dan lengan ibunya terluka parah dan masih saja darah mengalir di sana. Bibir mungilnya terus saja merengek memanggil-mangil ibunya. Air matanya terus saja mengalir membasahi wajahnya hingga terjatuh mengenai wajah ibunya.
“Mom….hiks…mom…hiks,….hiks, bangun mom…Leo takut sendiri” ucapnya sesenggukan, tangan kecilnya mulai mengusap wajah ibunya dan memindahkan anak rambut ibunya yang sempat menghalangi pandangannya menatap lekat-lekat wajah ibunya. Leo kecil kembali memeluk ibunya sambil menangis sesenggukan, dia sungguh takut ditinggal sendiri di tempat tersebut.
Hingga rigisan pelan mampu dia dengar dari sosok yang tak berdaya itu.
“Huuuuhh….”
Anak kecil itu segera melepaskan pelukannya. Matanya terus memandang wajah ibunya yang sedang meringis kesakitan.
“Le,eoo anakku…”ucapnya terbata-bata dengan deru nafas terengah-engah, raut wajahnya berubah pucat, matanya terlihat sendu yang sudah beranak sungai sekali kedip air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya. Tangannya gemetaran mengusap rambut anaknya dan anak kecil itu terus saja menangis melihat kondisi ibunya.
“Mom” Leo kecil segera memanggilnya lagi.
“Mom-mmy tidak apa-apa” ucapnya terbata-bata yang berusaha terlihat kuat di hadapan anaknya, padahal dari relung hatinya yang terdalam sepertinya dia tak akan bertahan hidup lama. Leo kecil kembali memeluk ibunya, sedang salah satu tangan ibunya digerakkan perlahan untuk membalas pelukan anak semata wayangnya itu.
Ibu dan anak itu hanya mampu menangis dalam diam yang tak mampu menggambarkan perasaannya seperti apa. Apakah mereka masih bisa seperti itu kedepannya atau tidak. Sedang mereka berada di dalam hutan, tidak hanya penjahat tadi yang begitu berbahaya, tapi bisa saja bahaya lainnya kembali menghampiri mereka.
Sementara kedua Pria tadi begitu santainya berjalan mencari jalan keluar untuk sesegera mungkin keluar dari hutan tersebut, hingga tiba-tiba saja kawanan harimau langsung berlarian menuju ke arahnya.
Mereka lantas segera menembak kearah harimau tersebut, diluar dugaan hanya tersisa satu peluru saja dalam pistolnya dan tembakannya hanya melenceng tak mengenai sasarannya. Mereka mengeram kesal membuang pistolnya dan segera berlari kencang untuk menghindari terkaman harimau itu.
Namun sayangnya kecepatannya dalam berlari tak mampu mengalahkan kecepatan hewan buas itu. Hingga tubuh mereka di terkam dan dikoyak habis menjadi santapan kawanan harimau itu.
Sementara Leo masih saja memeluk ibunya untuk memberikan kehangatan untuknya, mengingat udara begitu dingin yang membuat tubuh mereka kedinginan dan tak tahu apa yang harus mereka lakukan saat berada di tengah hutan belantara.
Manik mata hitam dari anak kecil itu tak sengaja melihat sebuah pin berwarna keemasan berlambangkan logo sebuah perusahaan di samping tubuh ibunya. Segera Leo mengambilnya lalu menjepitkannya di saku bajunya.
Setelah itu, Leo lalu membantu ibunya berdiri. Lagi-lagi Leo menangis melihat lengan, punggung dan betis ibunya terluka dan masih saja darah segar mengalir dari tubuh ibunya.
"Mom bertahanlah, kita pasti bisa pulang ke rumah."ucapnya tersenyum dan masih memiliki semangat untuk membawa ibunya pulang ke rumah.
Sembari memapah ibunya keringat terus saja membasahi wajahnya mengingat tubuh kecilnya tak akan kuat memapah tubuh ibunya, ditambah tenggerokannya terasa kering yang sudah kehausan sedari tadi, tapi Leo terus berusaha sekuat tenaganya demi membantu ibunya.
Sementara wanita paruh baya itu sudah tak memiliki tenaga, jika anaknya tak memeganginya mungkin saja dia akan terjatuh dengan tubuhnya yang lemas. Saat ini, dia berusaha untuk tetap bertahan hidup demi anaknya semata-mata, karena tempat tersebut begitu berbahaya bagi mereka.
“Le-eeoo, kita istirahat saja di sana.” tunjuk ibunya pada pohon besar yang tumbang,
“Iya mom.” Ucapnya tersenyum dan segera membantu ibunya ke sana.
Ibunya begitu kasihan melihat kerja keras anaknya yang begitu mati-matian sedang memapahnya. Jika masih melanjutkan perjalanan, bukan hanya dirinya yang kelelahan tapi juga anaknya.
Apalagi pohon tumbang di depan sana mampu mereka jadikan sebagai tempat beristirahat dan berteduh sementara waktu. Mengingat waktu sudah berganti malam dan disekitarnya tampak gelap dengan suara-suara jangkrik dan suara hewan lainnya mulai berbunyi saling sahut-sahutan. Jika mereka dalam bahaya ibunya akan meminta Leo bersembunyi di dalam batang pohon yang sudah berlubang dan keropos itu. Sedangkan dirinya hanya mampu menutupi seluruh tubuhnya dengan dedaunan kering di sekelilingnya.
“Hati-hati mom.” Leo membantu ibunya duduk di dahan pohon, setelah itu, kembali membantu ibunya untuk bersandar di batang pohon besar itu.
“Mom, Leo haus. Emm Leo mau cari air dulu di sana” Leo menunjuk ke arah barat yang akan dia lewati.
Ibunya hanya mampu mengangguk yang sudah kehabisan tenaga.
Leo kecil mengambil ranting pohon untuk dia gunakan sebagai alat perlindungan jika ada hewan yang mengganggunya. Kemudian dia melangkahkan kakinya hingga terdengar sumber mata air, lalu dia melangkah tanpa rasa takut ke sumber suara yang sangat diyakini adalah aliran sungai. Manik hitamnya berbinar saat melihat mata air jernih pada kolam kecil yang diyakini sumur kecil dan dibawah sana sungai dengan arus deras.
Leo kecil berjongkok dan mengambil air menggunakan tangan kecilnya lalu segera meminumnya, berulangkali dia lakukan hingga rasa hausnya hilang. Matanya kembali menelisik di sekitarnya hingga menemukan bambu untuk dijadikan sebagai wadah untuk menampung air. Setelah itu, dia bergegas kembali menemui ibunya.
"Mom bangun, Leo sudah bawa air. Mom harus minum." ucap Leo sambil mengguncang tangan ibunya.
"Haaaah... Leooo" perlahan mata ibunya sedikit terbuka dengan tubuhnya menggigil dan semakin lemas saja. Leo kecil segera membantu ibunya minum.
"Leo, jika...mommy tia...da ka..mmu ha...rus keluar dari hu...tan ini...." ucapnya terbata-bata dengan nafas sudah terengah-engah.
"Tidak mom, kita akan keluar bersama di hutan ini."ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Peluk mom..my...nak..." Leo segera memeluk ibunya dengan penuh kasih.
"Leooo....dengar detak jan...tung mom..my..., jika...tak...ber...detak...lagi......artinya...mom..my... sudah..tia..daaa."
"Tidak mom, jangan katakan itu." ucapnya sambil memeluk erat tubuh ibunya.
"Tidak...nak, mom..my akan pergi ke te...mpat yang.... da...mai. Ku..bur mommy te...pat di...sini. Caranya... galih.... tanah ini... lalu tutupi selu...ruh tu..buh mommy... dengan.. tanah..."
"Mommy, hiks..hiks...hiks."
"Ini...per...mintaannn.... tera...khir..mommy."
Leo kecil menatap wajah ibunya melalui sinar rembulan malam. Tangan kecilnya mengusap air mata ibunya.
"Baik mommy" Leo kecil tak bisa menolak permintaan terakhir ibunya.
"Ti....durlah ..nak .. mommy..akan...., men...jaga...mu.." pinta ibunya dan Leo pun tertidur dalam dekapan ibunya.
Keesokan harinya, Leo mendapati ibunya sudah tak bernyawa. Anak kecil itu hanya mampu menangis pilu sambil memeluk tubuh ibunya. Sesuai permintaan terakhir ibunya, dia pun mengubur ibunya di tempat itu. Perjalanan hidupnya pun di mulai saat itu juga dengan marabahaya terus menghampirinya.
Flashback off
"Huaaaaa, Mommy...." Leo menjambak rambutnya dengan penuh frustasi air matanya mengalir dengan derasnya membasahi wajahnya, dia akan seperti itu jika mengingat kembali kenangan masa lalunya yang begitu kelam.
Leo kembali bergerak menghancurkan segala benda di dalam kamarnya bahkan tak peduli dengan telapak tangannya terluka akibat remasan benda kaca tersebut.
Sementara Anna hanya mampu mematung di depan pintu kamar Leo mendengar suara kegaduhan di dalam sana.
Bersambung....
Jangan lupa, like, komentar dan vote ya teman-teman. Terima kasih 🙏🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
kim
bikin nyesek bacanya 😭😭😭
2022-11-26
0
Uviek Ku
tambah lg Thor up ny, q kasih 🌹 sekebon
2022-11-26
1
Uviek Ku
Dady nya Leo di makam dmn, ap dekat momy ny jg😭😭😭 Sangat sulit yg dilalui Leo.
2022-11-26
0