Album foto masih saja berada di tangan wanita berlesung pipi saat keluar dari kamar sang kakek. Langkahnya terhenti, karena kembali dihadang oleh dua sosok wanita yang begitu membencinya.
"Mom, kita harus memberinya pelajaran agar angkat kaki dari rumah ini" usul wanita berambut sebahu kepada wanita yang dipanggil sebagai ibunya.
"Benar sayang. Kutu pengganggu ini harus di musnahkan secepatnya, jika tidak maka akan terus menyusahkan kita " timpalnya dengan seringai licik diwajahnya. Lalu mereka melangkah mendekati Anna dengan tatapan kebencian dan Anna sendiri tak bergeming di tempatnya melihat gelagat mereka.
"Kalian akan menyesal jika melakukannya. Karena akulah ladang penghasil uang di keluarga ini. Dan entah apa yang terjadi jika kakek mengetahui niat busuk kalian. Maka, bersiaplah putrimu yang menanggung akibatnya, ya terpaksa menggantikanku menikah dengan pria pilihan kakek" ancam Anna tak main-main dan begitu muak melihat tingkah mereka.
"Apa maksudmu Anna? apa pria tua itu memintamu menikah ?" tanya wanita paruh baya yang terlambat mengetahui informasi penting itu. Dan sekarang dia ingin mengulik informasi penting itu lewat Anna.
"Ya, aku akan segera menikah dengan pria pilihan kakek. Bibi Rose, Viona, kalian selalu saja ketinggalan informasi, percuma berdiam diri di rumah jika ujung-ujungnya pemikiran kalian selambat kura-kura"sinis Anna menyeringai.
Dan kedua wanita itu mengepalkan tangannya mendengar ejekan Anna. Memang mereka terkadang ketinggalan informasi dari kakek tua yang memiliki kekuasaan penuh di mansion mewah itu.
"Anna!" geram wanita berambut sebahu yang bernama Viona. Dia pun kembali melangkah untuk menjambak rambut Anna. Namun aksinya dihentikan oleh ibunya.
"Jangan gegabah sayang, keadaan ini kita bisa manfaatkan dengan baik" bisik Rose kepada putrinya.
"Ternyata hidupmu semenyedihkan itu dibawah kendali si kakek tua. Terpaksa menikah dengan pria asing yang sama sekali tak kau cinta. Jangan-jangan pria yang akan kau nikahi hanyalah bandot tua dengan perut buncitnya. Sungguh menyedihkan!" ucap Viona melontarkan kata-kata pedas sebagai ejekan untuk wanita yang dibencinya.
Anna tersenyum sinis menanggapi ucapan Viona, lalu dia pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Anna masuk ke dalam kamarnya dan langsung membuang album foto itu di lantai dengan kesalnya.
"Hufff, aku semakin pusing saja. Terpaksa menikah, apa ini lelucon? kakek kau selalu saja memberiku tantangan. Pernikahan yang terpaksa tak akan pernah membuahkan hasil yang terbaik. Hubungan yang didasari keterpaksaan tak mampu membuahkan yang namanya cinta, kasih sayang, perhatian dan rasa saling menginginkan."
"Ternyata kehidupan ku persis novel-novel romantis yang sering Gea baca" ucap Anna jika mengingat kembali sekretarisnya yang hobi baca novel romantis.
"Dan aku melakukan hal bodoh dengan terpaksa menyetujui menikah dengan pria pilihan kakek" ucapnya menghela nafas berat lalu Anna melangkah ke kamar mandi.
Berendam dengan air hangat sepertinya akan membuatnya rileks menghadapi tantangan yang cukup berat dari sang kakek. Anna menyiapkan air hangat di dalam bathtub dan tak lupa memberikan aromaterapi wangi lavender.
Kemudian Anna kembali menyalakan lilin aromaterapi yang nantinya semakin membuatnya rileks. Setelah semuanya berhasil di siapkan, Anna segera menanggalkan seluruh pakaiannya lalu masuk ke dalam bathtub untuk berendam.
🍁🍁🍁🍁
Sementara di tempat lain....
Tuan muda berpenampilan dingin melangkah keluar Club diikuti tangan kanannya dan dua bodyguardnya. Tatapannya datar tanpa ekspresi, wajahnya sangat tampan membuat para pengunjung wanita terpesona hanya melihatnya saja. Rahangnya yang tegas menandakan sikap dinginnya, memiliki alis tebal hampir bersatu di pangkalnya, hidung mancung, bermata bulat dengan manik mata hitam, bibir seksi sesuai bentuk wajahnya dan begitu sempurna bak titisan dewa.
“Selamat malam tuan muda Leo” sapa manager club tersebut melihat pemilik dari club malam DVC.
Tuan muda Leo hanya memberikan tatapan dingin dan berlalu keluar dari club malam tersebut. Sebuah mobil mewah sudah terparkir tepat di depan pintu. Jack bergerak membukakan pintu untuknya dan mempersilahkan masuk.
Tatapan Leo sulit diartikan tanpa ekspresi masuk kedalam mobil, tanpa ada yang tahu bahwa saat ini dirinya begitu kesal dengan surat wasiat terakhir mendiang sang kakek. Kemudian Jack berlari kecil ke samping lalu bergegas masuk dan duduk di kursi kemudi. Mobil melaju meninggalkan club malam tersebut.
Mobil yang membawa mereka terus melaju kencang dengan suasana malam yang padat dengan kendaraan melintas. Namun Jack mampu mengatasinya dengan terus menyalip kendaraan di depannya agar sampai tepat waktu di kediaman tuannya.
Hingga Jack melambatkan laju mobil dan berhenti di sebuah gerbang yang besar menjulang tinggi, sesaat kemudian gerbang besar itu terbuka dengan penjagaan ketat.
Para penjaga memberikan hormat untuk mereka. Dan mobil kembali melaju memasuki pelataran halaman yang luas disuguhkan dengan dua patung air mancur berbentuk singa menuju sebuah mansion mewah.
Mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan pintu yang sangat besar dengan ukiran kayu berbentuk naga menghiasi pintu itu dan berjejerlah lima pelayan wanita menyambut kedatangan sang tuan muda. Leo turun dari mobil dan begitu acuh melewati mereka sambil melangkah lebar memasuki mansion menuju ruang tengah diikuti Jack, tangan kanannya.
Tampak foto pria tua bersama anak remaja berukuran besar dengan bingkai emas terpajang di dinding ruang tengah. Diduga pria tua itu adalah kakek Leo, tuan Hans Mayer Da Vichi dan anak remaja itu adalah Leonardo Da Vichi.
Leo berdiri di sana sambil menatap lekat-lekat foto yang terpajang indah itu. Dimana dirinya tengah berdiri di samping kakeknya dengan tatapan dinginnya, sedangkan sang kakek tengah duduk di kursi kebesarannya dengan senyuman tanpa dosa.
"Dengar kakek, aku terpaksa menyetujui wasiat terakhir mu demi membalas jasa-jasa mu yang sudah membuatku seperti ini. Menikahi wanita pilihanmu guna untuk balas dendam kepada keluarga Matteo" ucap Leo dengan tatapan dinginnya seolah memaki mendiang sang kakek.
Sementara Jack hanya mampu berdiri tegak di belakang tuannya yang jaraknya beberapa centimeter. Jack selalu saja diam mendengarkan keluh kesah sang tuan muda sedari dulu. Tak tahu apa yang akan terjadi jika tuannya terpaksa menikahi wanita yang tidak berdosa itu.
Kuharap wanita yang akan menikahi tuan muda dapat memberikan pengaruh baik dan cahaya terang di kehidupan tuan muda. Batin Jack.
Lama berdiri memandangi foto indah itu. Leo menghempaskan tubuhnya duduk di sofa lalu bergerak membuka jasnya dan melemparnya sembarang. Dasi yang bertengger di lehernya kembali di buka dengan kesalnya, lalu tangannya kembali membuka tiga kancing kemejanya.
"Potong gaji Gerald bulan ini. Dia selalu saja menyuruhku berpakaian rapi jika harus menghadiri pesta rekan koleganya" ucap Leo kesal. Pasalnya bukan pesta yang dia hadiri, hanya saja akal-akalan Gerald yang memintanya hadir di club malam miliknya untuk memberinya informasi penting.
"Baik tuan" ucap Jack berjongkok memungut jas tuannya.
"Jack, atur pertemuanku dengan wanita itu dan jangan lupa buat syarat yang mengerikan, agar wanita itu memiliki sedikit celah untuk mundur tanpa banyak bicara dari rencana pernikahan ini" perintah Leo sambil menyandarkan bahunya di kepala sofa.
Jack mengerutkan keningnya mendengar ucapan tuannya. Seketika pikirannya berkelana, syarat mengerikan seperti apa yang dimaksud oleh tuannya? pikirannya.
"Maaf tuan, saya kurang paham syarat yang anda maksud." Jack mengatakannya dengan hati-hati mengingat sikap tuannya yang mudah tersinggung.
"Bodoh! pikirkan sendiri. Yang jelas wanita itu harus mundur dari rencana pernikahan tanpa tahu akulah yang memintanya dengan begitu kita bisa mengelabuinya dan masuk dalam perangkapku " tegas Leo tak ingin ambil pusing sambil melakukan tendangan di kaki bawahannya.
"Baik tuan" ucap Jack mengangguk cepat. Ucapan tuannya menjadi PR tersulit untuknya.
Ada-ada saja, mana aku tahu syarat mengerikan itu tuan. Kalau anda menyuruhku membunuh, aku siap melakukannya. Tapi ini, syarat tentang pernikahan anda dengan wanita itu. Batin Jack.
"Satu lagi, kumpulkan kembali identitas dan informasi sebanyak-banyaknya tentang wanita itu tanpa celah sedikitpun." ucap Leo sambil bangkit dari duduknya. Lalu melangkah menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
Hanya anggukan kepala yang mampu dilakukan Jack melihat kepergian tuan yang selalu ia hormati.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Leng Loy
Terlambat baca nech,gpp lah drpd enggak 🤭
2023-09-11
1
Uviek Ku
tambah lagi Thor 🥰😘😍masih kurang ni🤦
2022-10-25
0
kim
lanjut kk othor 😘😘😘
2022-10-25
0