PYT 2

“Hei kalau jalan pakai mata!” maki wanita berpakaian minim kepada pria yang baru saja masuk ke area pesta yang diselenggarakan di sebuah club malam ternama di kota tersebut.

Wanita itu belum sepenuhnya melihat siapa sosok pria yang tak sengaja menyenggol lengannya, namun dia keburu duluan memakinya.

“Cih!” pria itu hanya mengumpat kesal mendengar makian wanita itu dengan rahangnya mengeras menandakan bahwa dirinya sedang marah. Tatapannya begitu tajam layaknya akan memakan hidup-hidup mangsa di hadapannya. Ditambah kepalan kedua tangannya terlihat jelas.

Sehingga sosok pria yang berdiri tegak di belakangnya segera maju untuk membereskan kekacauan yang terjadi di depan matanya.

Raut wajah wanita itu tiba-tiba menjadi pucat pasih melihat sosok pria yang berdiri di hadapannya. Tubuhnya seketika bergetar hebat dan bergidik ngeri melihat bergantian dua sosok pria dingin yang sedang menatapnya dengan tatapan membunuh.

Plakkkk

"Awwww" satu tamparan keras mendarat di pipi mulus wanita berpakaian minim itu. "Ampun tuan" ucapnya memohon pengampunan di hadapan pria itu.

"Saya mengaku sa_" belum selesai melanjutkan ucapannya, wanita itu kembali meringis kesakitan mendapatkan tamparan keras kedua kalinya di sebelah pipinya hingga terlihat jelas bekas tamparan tercetak di sana.

Tidak hanya itu pria itu kembali mencekik leher wanita itu hingga terbatuk-batuk dengan raut wajah memerah yang sudah kehabisan nafas dan sudah dipastikan nyawa wanita itu berada di tangannya jika tak berhasil di hentikan oleh pria bermanik hitam yang sedang memperhatikannya.

"Hentikan Jack, kau bisa membunuhnya" pria bermanik hitam itu lalu melangkah meninggalkan mereka. Seketika pria yang dipanggil Jack menghentikan aksinya lalu mendorong tubuh wanita itu hingga bersimpuh di bawah kakinya.

"Jaga sopan santunmu nona!" ucap pria itu dingin yang baru saja memberikan pelajaran kepada wanita berpakaian minim. Kemudian bergegas menyusul pria yang jauh mengerikan dari pada dirinya.

Diikuti dua pria berbadan kekar menyusulnya dan sudah dapat dipastikan mereka adalah bodyguard dari pria bermanik hitam yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan mereka.

Wanita pengunjung club malam itu hanya mampu menangis tersedu-sedu merasakan kesakitan yang teramat dalam di wajah dan juga lehernya. Wanita itu sangat menyesali perbuatannya, karena dia tak menyangka bisa bertemu pria iblis berdarah dingin yang tak punya hati nurani.

Kini kedua sosok pria berpenampilan dingin tengah berdiri di depan pintu lift.

"Tuan muda, kau yakin akan menemui tuan Gerald" ucap pria bernama Jack dengan hati-hati untuk memastikan kembali keinginan tuannya.

"Bodoh, untuk apa aku ketempat ini kalau tidak menemui si pengacau itu" ketus pria bermanik hitam sambil berdengus kesal masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lantai tiga khusus untuk ruang VVIP.

Leonardo Da Vichi, pria tampan berusia 32 tahun dan seorang mafia berdarah dingin nan kejam terhadap siapapun yang mengusiknya. The black Devil adalah klan miliknya, Leo menjadi ketua mafia klan yang sangat ditakuti di dunia.

Tidak hanya itu, Leo menjelma sebagai CEO yang bekerja di belakang layar dan identitasnya sangat tersembunyi. Tak ada satupun orang yang tahu bahwa dirinya seorang CEO, kecuali orang kepercayaannya.

Kecerdasan yang dimilikinya di atas rata-rata dan memiliki kemapuan yang sangat hebat dalam mengembangkan bisnis dan segala perusahaan dibawah kepemimpinannya. Mulai dari bisnis hotel, apartemen, travel dan marketplace. Termasuk bisnis gelapnya berupa club malam, casino, perdagangan barang ilegal yang diselundupkan dan perdagangan senjata yang tersembunyi.

Memiliki paras tampan dan terkenal sebagai pria dingin, namun tetap saja digilai kaum wanita. Sikapnya dingin, arogan dan tak kenal kata maaf, membuatnya begitu disegani dan dihormati. Mampu menghancurkan perusahaan orang lain dengan mudahnya jika terbukti bermain serong di belakangnya. Untuk itu, tak ada yang berani mengusik perusahaan yang dipimpinnya. Karena semua orang takut berurusan dengan perusahaan yang dianggap misterius itu.

Tujuannya saat ini adalah balas dendam kepada keluarga yang pernah menghancurkan kehidupannya keluarganya.

Itulah sepenggal gambaran tentang pria yang dipanggil tuan muda.

***

Jack ikut masuk ke dalam lift menemani tuannya dan memencet angka yang ingin dituju. Sampai sekarang dia masih bingung dengan keinginan tuannya yang sangat membingungkan, terkadang memberikan perintah ini itu dan setidaknya selalu membuatnya pusing tujuh keliling.

Tlinggg

Pintu lift terbuka mereka bergegas keluar. Tetap saja Jack mengekor di belakang tuannya dengan langkah lebar mengikuti langkah kaki tuannya. Lalu disusul dua bodyguard yang berlari kecil untuk menyusul mereka yang sedang tertinggal di belakang.

Brakkk

Jack menendang keras pintu ruang VVIP atas perintah tuannya hingga mampu menyaksikan dua insan sedang bermesraan di dalam sana.

"Sial" Penghuni ruangan itu mengumpat kesal dan segera menjauh dari wanitanya. Pria itu bergegas turun dari ranjang lalu memakai pakaiannya dengan tergesa-gesa.

"Kalian selalu saja menggangu waktu bersenang-senang ku" ucapnya kesal sambil mengancing kemejanya.

"Cepat pakai pakaian mu tuan Gerald" tegur Jack.

Dua pria berpenampilan dingin itu masih sibuk menatapnya tajam. Jack lalu bergerak menarik kursi untuk diduduki oleh tuannya.

"Silahkan duduk tuan muda" ucap Jack dengan hormatnya.

"Hemm"

Pria bermanik hitam itu langsung duduk di kursi dan tak lupa menaikkan kaki nya di atas meja dengan pandangan keluar jendela, dimana bangunan pencakar langit tampak berdiri kokoh.

Gerald segera meminta wanita yang masih meringkuk di atas ranjang untuk segera pergi. Dan wanita itu dengan patuhnya mengiyakan permintaannya. Wanita itu bergegas membalut tubuhnya dengan selimut lalu turun dari ranjang untuk mencari pakaiannya yang berserakan di lantai. Kemudian wanita itu berjinjit berjalan ke kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya.

"Terima kasih tips nya honey" ucap wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi dan Gerald hanya tersenyum smirk melihat wanita itu berjalan keluar dari ruangannya.

"Tuan Gerald, apa kau tidak takut terkena penyakit kelamin jika terus bergonta-ganti wanita" ejek Jack yang tengah berdiri di samping tuannya.

"Tentu saja tidak karena aku terus bermain dengan pengaman. Daripada kalian jomblo akut yang kesepian" balas Gerald menyindir mereka.

Gerald kemudian bergabung bersama mereka dan duduk tepat di hadapan pria bermanik hitam yang selalu dipanggil sebagai tuan muda.

"Ini untukmu tuan Leonardo Da Vichi" ucap Gerald sambil menyodorkan surat berpita emas untuk pria bermanik hitam itu.

"Jangan berbasa-basi, apa ini?"

"Tuan Leo, ini wasiat terakhir mendiang kakekmu dan bacalah agar kau tidak penasaran dengan isinya. Sebelum aku mengatakan pada intinya" ucap Gerald santai tanpa keraguan.

Pria bermanik hitam itu sama sekali tak ingin menyentuh surat berpita emas di atas meja. Matanya hanya fokus menelisik tajam pria yang bertopang dagu dihadapannya. Sehingga tangannya terangkat meminta orang kepercayaannya untuk membuka surat berpita emas itu.

Dengan seksama Jack mulai membuka surat berpita emas itu lalu membacanya dengan seksama di hadapan tuannya.

Dear cucuku

...Leonardo Da Vichi...

Pesan terakhir kakek, Leo. Kau harus menikahi Cucu Frans Roberto Matteo. Good bye.

Pria bermanik hitam itu mengepalkan tangannya sambil berdengus kesal mendengar isi surat yang begitu singkat dari mendiang sang kakek. Seolah isi surat itu sebagai titah yang harus dijalankan.

"Aku siap melakukannya. Aku akan memulai balas dendam ku pada keluarga Matteo" ucap pria bermanik hitam itu dengan kesalnya dan langsung meninju meja di hadapannya hingga membuat beberapa benda di atasnya berjatuhan ke lantai.

Sementara Jack hanya diam membisu melihat semua kekacauan yang dilakukan oleh tuannya.

"Tenang tuan Leo, jangan gegabah seperti ini. Aku dengar-dengar tuan Frans memiliki dua cucu dan keduanya menjadi primadona incaran pria kaya. Termasuk diriku ingin mendapatkan salah satu cucu pebisnis hebat itu. Apa kau ingin menikahi keduanya tuan?" usul Gerald tersenyum tipis.

"Jaga ucapanmu tuan Gerald, ini wasiat terakhir tuan besar" timpal Jack yang tidak suka pria humoris itu dengan ucapannya.

"Aku hanya bercanda Jack, terserah tuan Leo saja. Jangan sampai tuan Hans murka kepada cucunya di alam sana" ucap Gerald nyinyir kuda.

Pria bermanik hitam itu tampak berpikir sejenak sambil menyentuh hidung mancungnya dan akhirnya buka suara.

"Boleh juga, dengan terpaksa aku setuju menikahi cucu Frans demi menjalankan wasiat terakhir kakek. Cepat hubungi pria tua itu bahwa aku bersedia menikahi cucunya dan ingat jangan sampai mereka curiga sedikitpun " ucapnya menyeringai sebagai keputusan akhirnya.

Kedua pria di hadapannya hanya mampu terlonjat kaget mendengar ucapan pria yang begitu dihormatinya. Sampai-sampai mereka bergidik ngeri melihat seringai licik di wajah tuannya.

"Baik tuan muda" ucap Jack menghela nafas dan segera menjalankan perintah tuannya yang merupakan atasannya.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Leng Loy

Leng Loy

Suka bgt yg berbau Mafia,garang bgt tp nti Bucin bgt 😂

2023-09-11

1

Cahaya Warna

Cahaya Warna

thor, buat wanitanya kuat nggak mudah ditindas ya, jadikan laki2 nya yg cinta duluan....

2022-11-04

1

Uviek Ku

Uviek Ku

untuk merayakan novel terbaru Thor, aku kasih mawar 🌹🌹🌹🌹🌹🌹 sekebon🌹🤗😍😘🥰🌹🥰🌹🌹Love banget Thor🌹🥰

2022-10-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!