Terjadi aksi baku tembak di area pelabuhan jalur lintas perbatasan antar dua negara. Tampak sekelompok pria saling kejar-kejaran di malam yang gelap gulita dengan suara tembakan terus menggema di tempat tersebut.
"K*parat kalian!"
Pria bertato dengan kepala plontos berteriak dengan suara bariton nya dari atas kabin kapal yang diselimuti amarah melihat kekacauan transaksi perdagangan senjata dengan kelompok mafia The Black Devil.
Pria itu langsung mengambil senjata anak buahnya lalu menembak ke arah lawannya.
Dor
Dor
Dor
Senapan panjangnya terus saja ditembakkan secara membabi buta mengarah pada kelompok mafia The Black Devil yang sedang melakukan penyerangan terhadap kelompoknya. Hingga anggota kelompok itu berjatuhan. Diduga pria bertato itu merupakan bos dari kelompok mafia The Hunter.
Kelompoknya sudah terjebak dan berjatuhan akibat serangan dari anggota kelompok The Black Devil. Dia berlari ke ruangan kapten kapal untuk meminta kapten kapalnya segera pergi berlayar.
Leo dan Jack tak gencar untuk melumpuhkan mereka semua dan bergerak terus menembak lawannya tanpa ampun.
Dor..... Dor......Dorrr....
"Akhhh"
Para anggota the Hunter berjatuhan dan bersimbah darah di pinggir pantai.
“Ambil ini, waktu kita tinggal lima belas menit lagi. Pastikan semuanya berjalan sesuai rencana” Leo melemparkan salah satu pistolnya kepada tangan kanannya lalu berlari mendekati kapal pesiar yang bersandar di pelabuhan dan Jack menangkap sempurna pistol tuannya lalu bergerak menembak kearah lawan yang terus berdatangan menyerangnya yang juga berlari mengikuti tuannya.
Sementara para anak buahnya masih saja saling menyerang dengan anggota kelompok Mafia The Hunter. Kedua kelompok mafia yang berseteru itu masih saja saling tembak menembak di area pelabuhan akibat salah satu dari kelompok itu melakukan kecurangan.
Satu persatu anggota The Hunter berjatuhan begitupun anggota The Black Devil, ada juga yang terluka parah akibat terkena tembakan dan berusaha menyelamatkan diri.
“Serang” teriak salah satu anggota The Hunter yang kembali berdatangan menembak kearah anggota The Black Devil.
Sementara Leo berbelok arah melangkah menaiki anak tangga kapal Pesiar. Dimana dirinya sudah dihadang dua pria bertubuh kekar dengan wajah garangnya.
Dor, Dor
Dengan lihainnya Leo menghindari serangan mereka dan melompat ke samping. Kedua tangannya masih berpegang dibalik pegangan tangga dan bersembunyi di sana, ibarat manusia laba-laba yang sedang bergelantungan pada pegangan tangga.
Kembali kedua pria bertubuh kekar mendekat dan langsung menembaknya. Leo ikut menyerang menembaknya dengan salah satu tangan yang masih berpegangan di pegangan tangga, hingga kedua pria itu lumpuh seketika dengan sekali tembakan menggunakan senjata laras panjangnya dan peluru bersarang di leher dan kepalanya.
Dor,,,,Dorrrr
Diluar dugaan tampak seseorang dari atas kabin kapal Pesiar kembali menembak kearah Leo membabi buta dan dengan lihainya Leo menggerakkan tubuhnya kesamping yang masih bergelantungan di tangga menghindari serangan mematikan itu.
Namun sayangnya lengan kanannya malah terkena timah panas dan hampir saja membuat pegangannya terlepas. Untungnya tangan satunya kembali dia gunakan berpegangan di pegangan tangga.
"Arghh, sial" kesal Leo, Lalu menyerangnya balik hingga tembakannya tepat sasaran mengenai jantung lawannya. Orang itu langsung terjatuh dari atas kapal dan tubuhnya mendarat sempurna menghantam batu karang. Leo bergerak cepat naik lalu berlari masuk ke dalam kapal pesiar.
Dor
Leo menembak lampu Kristal yang tergantung dalam ruangan luas di kapal pesiar itu lalu bergerak menyusuri setiap Lorong kapal yang tampak remang-remang mencari sosok yang diincarnya.
Di setiap langkahnya, darah segar mengalir begitu saja dari pergelangan tangannya hingga mengotori lantai keramik yang dilewatinya.
Sesekali Leo menekan kuat lengannya yang terluka untuk mengeluarkan peluru yang masih bersarang di lengannya. Leo mengeluarkan sapu tangannya lalu mengikatnya pada lengannya yang terluka untuk mengurangi pendarahannya.
Terdengar langkah kaki seseorang berjalan kearahnya, dengan cepat Leo mengisi amunisinya dan tanpa basa-basi Leo langsung menyerangnya dengan tembakan membabi buta hingga melumpuhkan dua pria itu.
Saat berbalik badan terdengar langkah kaki seseorang yang semakin mendekat kearahnya membuat Leo kembali bergerak cepat untuk menarik pelatuknya namun aksinya dihentikan oleh suara yang sangat dikenalinya.
"Ini aku tuan" ucapnya memegang ujung pistol tuannya.
"Jack, hampir saja aku meledakkan kepalamu" ucap Leo dengan tatapan tajam lalu menurunkan kembali pistolnya.
"Maaf tuan" ucap Jack membungkuk hormat kepada tuannya.
"Sudahlah. Ayo Jack, waktu kita tinggal sedikit lagi. Oskar harus lenyap ditanganku" ucap Leo melirik jam tangan rolex yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Benar tuan" ucapnya menundukkan pandangannya dan kembali menyusuri kapal pesiar itu.
Mereka tidak ingin rencananya gagal menghancurkan musuhnya. Karena beberapa menit lagi semuanya akan hancur tak tersisa.
Sementara pria bertato yang bernama Oscar tampak memukul punggung kapten kapalnya untuk memintanya bergerak cepat meninggalkan tempat tersebut.
"Lebih cepat lagi, dua jam kita harus sampai di daratan." kekesalannya dia lampiaskan pada kapten kapalnya.
Dan benar saja kapal pesiar itu siap berlayar sesuai arah dan tujuan mereka.
"Oskar benar-benar ingin kabur tuan" ucap Jack yang merasakan kapal pesiar itu bergerak dan melaju dengan ombak cukup besar.
"Hemm"
Leo melirik disekitarnya dan kembali menemukan dua anak buah Oscar yang masih berkeliaran.
Bugh
Pukulannya tepat mengenai kepala belakang anak buah Oscar hingga tergeletak tak berdaya di atas lantai. Dan kembali Jack menarik pelatuknya melenyapkan mereka.
Kemudian Leo dan Jack kembali berlari mencari keberadaan Oskar di setiap ruangan. Hingga mereka menemukan sosok yang dicarinya. Leo bergegas masuk di ruangan itu, sedangkan Jack melawan kedua anak buah Oscar yang berjaga-jaga di depan pintu ruangan itu.
"K*parat kau Leo!" teriaknya dengan kepalan tangan melihat kedatangan Leo, dia lalu mengarahkan senjatanya ke arah Leo dan langsung menarik pelatuknya.
Dor
Dor
Dor
Leo tak tinggal diam, dia pun menyerang balik sambil bersembunyi di balik pintu. Sehingga terjadi aksi saling baku tembak di ruangan itu, membuat sang kapten kapal bersembunyi di bawah kolong meja yang tampak ketakutan.
"Sial!" Oscar menjatuhkan senapan panjangnya yang sudah kehabisan peluru. Oscar melihat tombak besi dengan kedua sisi runcing terpajang di ruangan itu, dengan cepat Oscar bergerak mengambilnya dan langsung mengarahkan tombak itu ke arah Leo.
Leo menyeringai menjatuhkan senjatanya lalu melangkah mendekati Oscar dengan tatapan membunuhnya. Tanpa basa-basi Leo menangkap tombak besi itu dan membiarkan ujung runcingnya melukai telapak tangannya.
"Ha ha ha aku akan membunuhmu dengan tombak ini" ucapnya menyeringai dan kembali bersemangat mendorong keras tombaknya melihat telapak tangan Leo berdarah.
Hanya sekali gerakan tangan Leo menahan tombak itu lalu membalikkan tubuhnya dan langsung mendorong kuat benda runcing itu hingga membuat tubuh Oscar terdorong kebelakang dan ujung runcingnya langsung mengenai dada kanan Oscar.
"Aaaaaahh"
Oscar berteriak kesakitan merasakan dada nya sudah terkoyak benda runcing dan semakin dalam hingga tembus kebelakang. Pria bertato itu sudah bersimbah darah dan langsung bersimpuh di hadapan ketua mafia The Black Devil yang sudah tak berdaya.
Leo menyeringai setelah berhasil melenyapkan musuhnya. Leo berbalik badan, namun diluar dugaan sang kapten kapal diam-diam mengarahkan pistolnya ke arahnya. Untungnya Jack datang tepat waktu dan bergerak cepat menembaknya.
"Kerja bagus Jack" ucap Leo menepuk pundak tangan kanannya.
"Kita harus pergi tuan, beberapa menit lagi kapal ini akan meledak" ucapnya dan bergerak cepat menuju kabin kapal.
"Ayo"
Leo berlari sambil memegangi lengannya diikuti Jack disampingnya. Mereka bergerak ke kabin kapal. Tanpa basa-basi mereka melompat turun dan bersamaan pula kapal pesiar itu meledak saat tubuhnya berhasil mendarat ke dalam air laut.
Kobaran api begitu besar terus melalap dan menghancurkan puing-puing kapal. Sementara Leo dan Jack berenang cepat menjauh panasnya kobaran api dan puing-puing pesawat yang bisa saja melukai mereka.
"Mari tuan" ucap Jack membantu tuannya yang berhasil naik ke daratan. Mereka berjalan bersama di pinggir pantai menuju mobilnya yang berada di pinggiran jalan.
🍁🍁🍁🍁
Tampak wanita cantik dengan balutan gaun putih dibawah lutut sedang memperhatikan penampilannya di dalam cermin. Raut wajahnya sama sekali tak memancarkan kebahagiaan, padahal hari ini adalah hari bahagianya.
Impian sekaligus cita-citanya menikah sekali dalam seumur hidupnya dengan pernikahan bak putri kerajaan pupus sudah.
"Papa, Mama, kuharap kalian ikut bahagia atas pernikahanku" ucapnya menarik senyuman disudut bibirnya.
Matanya kembali fokus menatap penampilannya yang sangat anggun di depan cermin sambil memikirkan sesuatu yang masih mengganjal pikirannya. Hingga dia tak menyadari keberadaan orang tersayangnya.
"Apa kamu sudah siap nak?" tanya pria tua membuyarkan lamunannya.
"Kakek" ucapnya tersenyum lalu berhambur memeluk kakeknya.
"Anna sudah siap kakek" ucapnya dengan suara lembutnya.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Uviek Ku
novel ini di lanjutkan lagi dong Thor 🥰🤗😍gx pernah puas baca karya mu
2022-11-17
1
Fatma
lanjut dong thor 😍🌹
2022-11-14
1
kim
up up up 😥😥😥
2022-11-10
0