Pagi kembali menyapa, matahari dengan malu-malu nya mulai naik menampakkan dirinya di langit. Sementara sosok wanita masih tidur tengkurap di atas ranjang dengan nyamannya, wanita itu tidak lain adalah Anna.
Semalaman Anna hanya bisa menangis dan menangis yang ingin pulang ke rumah kakeknya, hingga lelah menangis akhirnya dia tertidur dengan perut kosong. Makan malam yang disiapkan oleh pelayan untuknya sama sekali tak tersentuh olehnya.
Dia bertekad untuk keluar dari mansion Leo, lalu melaporkannya pada pihak yang berwajib atas tindak kekerasan fisik yang dilakukan kepadanya. Mungkin hal itu hanya angan-angan belaka, mengingat dia sama sekali tidak tahu kepribadian suaminya seperti apa.
Saat ini, Anna hanya perlu mengulik dan mencari tahu tentang kehidupan suaminya. Dia tidak boleh hanya berdiam diri dan membuang-buang tenaganya menangisi keadaannya.
Terdengar suara seseorang sedang berdebat diluar kamarnya hingga pintu kamar yang ditempati Anna terbuka lebar. Sosok pria bermanik hitam melangkah masuk dengan gaya cool nya diikuti tangan kanannya yang mengekor di belakangnya.
"Wah dia masih tidur rupanya?" Pria bermanik hitam itu berdecak kesal lalu mengambil segelas air putih yang tersedia di atas nakas lalu menyiramkannya pada wanita yang masih meringkuk di atas ranjang.
Byuurrrrr
"Ahhh air....air.." wanita itu terbangun dengan gelagapan yang terlonjat kaget sambil mengusap wajahnya yang basah. Belum sepenuhnya mengumpulkan kesadarannya, dia sudah mendapatkan kejutan pagi seperti ini.
"Ha ha ha, itulah salah satu bentuk hukuman orang pemalas sepertimu." ucapnya diiringi gelak tawa menggelegar sambil bersikadap. Pria yang bersamanya hanya mampu mengerutkan keningnya, tidak biasanya dia menyaksikan sendiri tuannya tertawa seperti itu dan kelakuan tuannya adalah hal terkonyol yang pernah dia lihat.
Sementara wanita itu hanya mampu mengepalkan tangannya dengan tatapan kebencian mengarah pada pria dingin yang merupakan suaminya sendiri.
Puas tertawa, pria bermanik hitam itu yang tidak lain adalah Leo berjalan mendekati Anna, hingga membuat wanita itu mundur ke belakang dan mentok di dinding.
"Jack."
"Iya tuan."
"Apa hukuman yang pantas untuk wanita pemalas ini?" tanya Leo pada tangan kanannya.
"Kurasa anda lebih paham tuan, urusan menghukum seseorang." jawabnya yang tidak ingin ikut campur urusan pasangan suami istri itu.
"Bagaimana kalau membuatnya berlari mengelilingi halaman mansion ini."ucap Leo menyeringai licik dan wajah Anna menjadi pias sambil memegangi perutnya yang keroncongan.
"Kau benar-benar gila, Tuhan akan membalas semua perbuatanmu kelak." ucap Anna dengan sorot mata tajam.
Sedangkan Jack hanya menghela nafas dan merasa kasihan pada istri tuannya. Dia tidak menyangka tuanya akan berlaku kasar kepada istrinya sendiri.
"Gila? ya memang aku gila karena keluargamu! aku tidak mungkin seperti ini tanpa kerja keras dan air mata yang ku lalui." ucapnya menepuk dadanya sendiri di hadapan wanita itu.
"Aku sama sekali tidak tahu menahu tentang keluarga kalian. Tolong lepaskan aku tuan Leo, aku ingin pulang untuk bertemu dengan Kakek ku dan ingin kembali menjalani keseharian ku bekerja di perusahaan." ucap Anna memohon sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Semoga pria itu masih memiliki belas kasihan kepadanya.
"Cih! melepaskanmu? itu mustahil bagiku dan lupakan pekerjaanmu. Karena tidak lama lagi aku akan menghancurkan perusahaanmu." ucap Leo dengan seringai licik diwajahnya.
"Akulah pesaing bisnismu selama ini dan selalu mencari masalah dengan perusahaanmu. Semua itu semata-mata aku lakukan demi menghancurkan perusahaanmu." sinis nya sambil menunjuk wajah Anna.
Leo mengusap rambutnya kebelakang, lalu kedua tangannya mengurung tubuh Anna hingga terlihat jelas raut wajah Anna berubah pucat.
"Kau memang terlihat menarik dan menjadi idola pria kalangan atas, tapi tidak termasuk diriku. Kau hanya wanita rendahan seperti s*mpah!." tegas Leo sambil menatap lekat-lekat wajah Anna, sedang tangannya menggulung rambut Anna dengan lihainya menggunakan jemarinya.
Kepalan kedua tangan Anna sudah siap untuk dilayangkan memukul wajah Leo. Apalagi ucapan Leo begitu kasar kepadanya, namun sayangnya ketua Mafia The Black Devil lebih dulu membaca pikirannya. Leo langsung mencengkeram kedua tangannya dan meletakkannya di atas kepalanya. Tidak hanya itu Leo pun mengunci pergerakannya dan Anna langsung memberontak.
"Jadilah wanita yang patuh, agar aku masih meringankan beban hidupmu!" ucapnya dingin dan segera menjauh dari tubuh Anna.
"Kau pria gila, b*jingan tengik!" teriaknya dengan amarah menggebu-gebu.
"Apa?" Leo berbalik badan dan tanpa segan-segan melayangkan tangannya menampar wajah Anna.
Plakkk
Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Anna hingga sudut bibirnya berdarah, dan tubuhnya ikut terjatuh dan meringkuk di lantai.
Jack hanya mampu memijit keningnya melihat tingkah laku tuannya. Tidak pandang bulu, wanita pun jadi sasaran tuannya. Dia pun sama sekali tidak tahu masalah tuannya dengan wanita itu, hanya saja dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena tuannya lah yang berkuasa.
Sementara Anna dengan sekuat tenaga berusaha bangkit dan berdiri tegak, cukup baginya untuk ditindas.
Pandangan Anna langsung mengarah pada sebuah pistol yang terselip di pinggang Leo, membuatnya bergerak cepat dan langsung mengambil pistol tersebut.
"Angkat tanganmu, aku tidak segan-segan untuk menembak kepalamu." ucap Anna sambil mengarahkan pistol yang dipegangnya ke arah Leo. Sementara Leo hanya menatapnya dengan tatapan datar dengan kepalan tangannya. Jack yang melihat itu hanya terkejut bukan main, dia hanya bisa menjadi penonton.
Leo melangkah mendekati Anna, membuat Anna tak main-main untuk menarik pelatuk pistol dipegangnya.
"Turunkan pistol mu, bodoh. Sebelum kesabaran ku habis matilah kau ditanganku." ucap Leo dengan ancamannya.
"Aku tidak akan menuruti perintahmu. Jika kau ingin membunuhku maka lakukanlah, karena sebelum itu terjadi aku sendiri yang akan membunuhmu lebih dulu." ucap Anna dengan sorot mata tajam dan siap menembak Leo.
Kini pistolnya sudah siap jika dia berhasil menarik pelatuknya, maka kepala Leo yang akan menjadi sasarannya. Sehingga Leo bergerak cepat merebut pistol yang dipegang oleh Anna. Hingga terjadi aksi saling berebut pistol antara Anna dan Leo. Dan tiba-tiba satu tembakan berhasil lolos mengenai langit-langit kamar.
Anna terlonjat kaget dan tubuhnya langsung gemetar mendengar suara tembakan tersebut, membuat Leo begitu gampang membekuknya dan menghempasnya di atas ranjang.
Tubuh Anna terlentang di atas ranjang, Leo segera membungkukkan badannya sambil tersenyum smirk.
"Tidak semudah itu melawanku nona." ucapnya tersenyum tipis. Pistolnya digunakan mencolek kening Anna, membuat sang empunya memalingkan wajahnya.
"Cepat bersihkan tubuhmu, lalu temui aku di bawah. Hanya lima belas menit, jika kau terlambat maka terimalah hukumanmu berlari di halaman mansion." ucap Leo tersenyum tipis dan segera berbalik badan.
"Ayo Jack, sudah cukup waktu bermainku dengan wanita bodoh ini." Leo tergelak tawa lalu melangkah keluar kamar dengan sudut bibir terangkat membentuk senyuman.
Lumayan juga, sekarang wanita bodoh itu menjadi mainan baruku.
Bersambung....
Jangan lupa like, komentarnya dan vote nya. Terima kasih 🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Leng Loy
Awas ntar Bucin lho Leo
2023-09-11
1
kim
lanjut kaka 😍😍😍
2022-11-19
0
Ros
semangat thor, lanjutkan
2022-11-19
0