Bab 20

Semua cewek yang ada disana syok ketika melihat siapa cowok yang datang bersama dengan Dyxie. Pasalnya cowok ini tidak pernah sekalipun datang ke tempat balapan.

Melihat kedatangan cowok yang beberapa hari yang lalu direbutkannya dengan Dyxie hingga membuat keributan di kantin, Viola segera mendekatinya.

"Raksha? Kamu kesini mau nyemangatin aku ya?" tanyanya dengan centil.

"Nggak." jawab Raksha singkat.

"Jiahh kepedean dek." ejek Dyxie sambil tertawa.

"Diam Lo!" semprot Viola sambil memelototi Dyxie, tapi sedetik kemudian cewek itu mengalihkan pandangannya ke Raksha lagi dan merengek "Iihh kamu kok gitu sih? Kamu pasti mau support aku kan?" tanyanya.

Sedangkan cowok yang diajaknya bicara melihat ke sekelilingnya. Raksha merasa sedikit heran, dari novel yang pernah dia baca setahunya arena balapan itu pasti sangat ramai. Sedangkan kali ini cuma ada beberapa cewek.

"Gila, kok bisa Raksha ikut kesini?" bisik Aura.

"Mana stylenya kece lagi." imbuh Keyla sambil berbisik juga.

"Lo! Gak usah lama-lama! Ayo segera mulai balapannya." kata Dyxie.

"Siapa takut, ayo!"

Kedua peserta balapan sudah bersiap di garis start. Dyxie dengan semangat menggeber-geber motornya. Ralat, motor Raksha. Dyxie akui motor cowok yang menjabat jadi ketua OSIS di SMA-nya itu cukup enak dikendarai.

"Dia nggak sadar kalau motor kami ditukar?" batin Raksha melihat Viola yang tersenyum jahat yakin bahwa rencananya akan berhasil.

Setelah mendengar aba-aba, kedua motor melaju secepat kilat membelah jalanan malam. Raksha cengo dibuatnya, bahkan dia sendiri tidak pernah mengendarai motornya secepat itu.

"Dia bukan cewek.." gumam Raksha.

"Jangan kaget, Dyxie emang gitu." sahut Aura.

"Tumben datang ke tempat beginian? Mana bareng Dyxie lagi? Kalian pacaran?" tanya Aura nyerocos.

"Healing." jawab Raksha singkat.

"Pertanyaan terakhir gue belum Lo jawab loh?"

"Perlu ya gue jawab?"

Empat kata yang diucapkan Raksha barusan sukses membungkam mulut cewek cerewet disampingnya.

Kita ke dua orang yang sedang balapan.

Seperti biasanya Dyxie selalu memimpin balapan, sedangkan Viola selalu jauh tertinggal dibelakang Dyxie. Tapi anehnya walau begitu, cewek itu tidak menyerah dan selalu menantang Dyxie balapan. Bahkan malam ini Viola merencanakan hal busuk untuk mencelakai Dyxie.

"Kalau nggak mati, paling cuma koma." kata Viola yang melihat Dyxie jauh didepannya.

Balapan berlangsung dengan sengit, Dyxie tetap memimpin berada jauh di depan sana. Viola mulai heran kenapa Dyxie sama sekali tidak terlihat panik. Padahal dia sudah menyabotase motor Dyxie agar rem nya blong jika melaju terlalu cepat.

Beberapa detik kemudian, Dyxie berhasil melewati garis finis dengan mudah. Disusul Viola yang baru datang sekitar 15 detik setelah Dyxie melewati garis finis.

Dyxie menatap sinis Viola yang turun dari motor dan menatap dirinya dengan tajam.

"Why? Gak terima kalah lagi?" tanya Dyxie dengan nada mengejek tak lupa senyum miring di bibirnya.

"Gimana bisa?! Gimana bisa Lo selamat?!" bentak Viola yang tidak terima dengan kekalahannya sekaligus rencananya yang gagal.

Dyxie mengernyitkan dahinya, mengapa cewek didepannya menanyakan kenapa dia bisa selamat? Apa maksudnya?

"Motor Lo sudah gue sabotase! Harusnya Lo melaju dengan kecepatan diatas 50 aja rem Lo sudah blong!" kata Viola.

"Ngapain Lo bongkar anjir." bisik Ciki.

"Sial, gue keceplosan.." batin Viola.

Dyxie cukup kaget dengan hal itu. Jika saja dia tadi balapan menggunakan motornya sendiri tentu dia akan celaka. Gadis itu diam sejenak, tiba-tiba terlintas di otaknya cowok yang mendadak ingin ikut dirinya ke arena balapan. Dyxie langsung menatap Raksha.

"Darimana dia tahu?" batin Dyxie.

Kesampingkan itu dulu, Dyxie menggunakan kesempatan ini untuk melemparkan kata-kata tajamnya kepada Viola.

"Kaget ya? Motor gue kan motor berkelas. Mana mungkin Lo sabotase dikit rusak? Emang motor Lo motor recehan?" hina Dyxie.

"Lo jangan sombong!" kata Cika.

"Iya iyaa.." jawab Dyxie sambil tertawa.

Tidak ingin semakin dipermalukan, Viola segera mengajak teman-temannya pergi dari sana.

"Gila, kok bisa nggak papa? Secepat itu pasti lebih 50 kan?" tanya Aura heboh.

"Lo serius gak ngerasain hal aneh pas naik motor?" tanya Keyla.

"Nggak, gue gapapa. Udah tengah malam. Sebaiknya kalian pulang." kata Dyxie mengalihkan pembicaraan.

Benar kata Dyxie, mereka memang pamit akan pulang larut. Tapi orang tuanya pasti khawatir jika mereka pulang lewat tengah malam. Akhirnya mereka menuruti perkataan Dyxie.

Dyxie mendekati Raksha dan menatapnya dengan lekat.

"Darimana Lo tahu?" tanya Dyxie.

"Kenapa Lo mau membahayakan diri Lo sendiri dengan bawa motor gue?" tanyanya lagi.

Sorot mata Dyxie berbeda malam ini, tidak seperti biasanya yang selalu menyebalkan. Malam ini cewek didepannya terlihat serius. Netra Dyxie menatap matanya dalam-dalam. Menuntut dirinya memberikan jawaban atas perlakuannya.

"Gue tahu karena gue gak sengaja dengar percakapan kalian di taman samping sekolah." kata Raksha sambil menatap Dyxie dengan tatapan teduh. "Gue gak mau Lo celaka, bisa-bisa sekolah ribet nyari pengganti peserta OSN." dalihnya. Padahal kemungkinan besar bukan itu alasan Raksha rela dalam bahaya demi Dyxie.

"Gagal baper gue!" cetus Dyxie sambil memukul agak keras lengan Raksha. Dyxie mengatakan kalimat itu dengan santainya, bahkan tanpa rasa gengsi untuk mengakui bahwa dirinya hampir baper.

"Ya sudah, ayo pulang. Orang tua Lo pasti khawatir." kata Raksha.

"Malas dah, bosen gue sama suasana kamar gue. Lagian gue juga sudah nggak ngantuk." sahut Dyxie.

"Lo sudah ngantuk?" tanya Dyxie.

Raksha menggeleng sebagai jawaban. Tadinya memang dia mengantuk, tapi setelah matanya menyaksikan keseruan balapan tadi rasa kantuknya hilang dengan sendirinya.

"Mau jalan-jalan?" tanya Raksha menawarkan.

"Boleh."

Mereka akhirnya mengendarai motor pelan-pelan berkeliling jalan yang sudah sepi ditemani sinar rembulan. Udara yang dingin tidak dihiraukan oleh mereka. Mereka tenang di kesepian malam.

"Thanks ya?" kata Dyxie tiba-tiba.

"Buat apaan?"

"Karena Lo sudah bikin gue lolos dari bahaya malam ini." jelas Dyxie.

"Setelah ini, Lo juga masih dendam sama gue?" tanya Raksha sambil tertawa kecil mengingat perbuatan tempo hari.

"Iyalah! Sampai kapanpun gue bakal tetap dendam sama Lo gara-gara ulah Lo waktu itu!" celetuk Dyxie disusul tawanya.

"Terserah Lo dah, gue tunggu balasan Lo." ucap Raksha sambil tersenyum tipis.

"Gue balas yang mana dulu ya?" tanya Dyxie pada dirinya sendiri dengan pandangan melihat ke atas seolah berpikir. "Yang buruk duluan, atau yang barusan dulu gue balas?" sambungnya.

Raksha mendengus kesal kemudian mengatakan "Terserah!" dengan emosi. Sedangkan Dyxie tertawa puas berhasil membuat cowok disampingnya emosi.

...***...

...Bersambung......

Terpopuler

Comments

🌹meera❤💞

🌹meera❤💞

dih benih cinta mulai tumbuh ..
wtuwiiiiiiw..😄😄

2022-12-20

2

Arfadhila Oktari

Arfadhila Oktari

tahan emosi ganteng

2022-11-16

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!