Bab 18

Masih disaat yang sama, Dyxie dan Raksha bersembunyi dibalik pohon Cemara besar yang dihias dengan lampu kelap-kelip karena satu minggu lagi adalah perayaan hari raya natal bagi umat Kristen.

Sesekali mereka mengintip ke arah teman-temannya tadi berada, kemudian mata mereka bertemu diakhiri tertawa bersamaan.

"Ngapain Lo ketawa?" tanya Raksha.

"Nggak, muka Lo kocak." jawab Dyxie sambil tertawa.

"Mereka gak lihat muka gue kan?"

"Nggak kayaknya, cuma lihat gue." jawab Dyxie. "Tapi nggak tahu kalau teman Lo" sambungnya.

"Dih.."

Tanpa sadar mereka berlari lebih dekat ke lokasi bianglala yang dimaksud Dyxie tadi. Memang sih sebelumnya Raksha menolak. Tapi cowok ini tiba-tiba seolah tersihir ketika berada tepat di bawah bianglala yang besar itu.

"Heh!" Raksha menepuk pundak Dyxie.

"Apaan?"

"Lo masih mau naik itu?" tanya Raksha sambil menunjuk bianglala yang tidak terlalu jauh dari mereka.

Seketika mata Dyxie berbinar melihat benda yang ditunjuk Raksha. Mungkin jika korban bully Dyxie melihat ekspresi wajah Dyxie kali ini, mereka malah akan terpesona dengan Dyxie saking cantiknya.

"Ayo!" tanpa basa-basi Dyxie langsung menarik tangan Raksha dan berlari menuju bianglala.

Raksha sedikit kaget dengan Dyxie yang sudah dua kali memegang tangannya tanpa ragu. Tadi saat kabur dari teman-teman mereka dan kali ini. Kenapa kaget? Karena memang dia tidak pernah kontak fisik dengan cewek manapun.

Setelah membeli tiket mereka naik bianglala bersama, persis seperti sepasang kekasih. Tapi kembali lagi pada kenyataan. Nyatanya mereka bukan sepasang kekasih, tetapi jika cuma disebut teman kayaknya nggak cocok deh.

"Pak ketos!"

"Apaan?"

"Lo pernah naik beginian gak waktu kecil?"

"Nggak, ini pertama kalinya gue naik bianglala."

"Sama, dari dulu gue pengen naik bianglala tapi nggak dibolehin sama emak." tutur Dyxie.

"Kenapa?"

"Katanya takut bianglala-nya macet dan gak bisa turun" jawab Dyxie sambil terkekeh geli mengingat masa kecilnya.

"Kalau Lo? Kenapa gak pernah naik bianglala?"

"Dilarang bokap."

"Kenapa?" tanya Dyxie.

"Jangan bahas itu, gue malas ngomongin itu." jawab Raksha dengan tatapan menerawang melihat bintang-bintang.

Melihat ekspresi Raksha langsung membuat Dyxie sadar, bahwa kemungkinan besar hubungan cowok itu dengan ayahnya nggak begitu baik.

"Lo masih dendam sana gue?" tanya Raksha tiba-tiba.

"Jelas lah. Lihat saja pasti gue balas Lo! Tapi buat hari ini gue lagi malas bikin ulah. Pengen healing. Otak gue mau meledak gara-gara rumus-rumus sialan itu." kata Dyxie panjang lebar.

Raksha tertawa kecil lalu menoleh ke arah Dyxie dan mengatakan. "Tapi Lo tergolong cepat menghapal rumus-rumusnya." Manik cowok itu beralih lagi melihat keluar melalui jendela bianglala melihat keindahan pemandangan kota di malam hari.

"Raksasa."

"Panggil Raksha doang bisa nggak sih?"

"Nggak bisa." jawab Dyxie sambil ngakak.

"Ngapain manggil?"

"Nanti kalau sudah habis materinya gak belajar lagi kan?"

"Kata siapa? Setelah materi habis, kita bakal di gempur contoh-contoh soal buat latihan. Dikira enak ikut OSN." jelas Raksha.

"Ya, mana gue tahu. Gue gak pernah ikut beginian." gumam Dyxie.

"Lombanya hari Kamis, makanya hari Senin, Selasa, dan Rabu digunakan untuk latihan." kata Raksha lagi.

Setelah sekian lama bianglala berputar akhirnya mereka turun. Benar-benar healing yang sempurna bagi mereka berdua yang sama-sama belum pernah naik bianglala.

"Raksasa!"

"Apa lagi sih?!"

Cekrek.

"Sialan! Hapus gak?!"

"Nggak mau." jawab Dyxie sambil menjulurkan lidahnya mengejek Raksha. Kemudian langsung berlari kabur dari Raksha.Terjadilah aksi kejar-kejaran.

Grep!

"Kena Lo!" kata Raksha saat berhasil mencekal pergelangan tangan Dyxie.

Sedangkan cewek itu malah nyengir.

"Buruan hapus!"

"Bagus loh." ujar Dyxie sambil menunjukkan foto yang diambilnya tadi.

"Sialan, itu aib! Hapus!" Raksha merebut hp Dyxie dan menghapus foto tersebut.

"Lo mah gak asik."

"Kalau gak asik ngapain ngajak gue jalan?"

Lagi-lagi Dyxie nyengir.

"Ayo balik, sudah jam delapan malam. Nanti orang tua Lo marah."

"Dih, gatau aja Lo gue pernah pulang subuh."

Seketika Raksha membelalakkan matanya mendengar hal itu. Bagaimana tidak? Cewek loh, keluar rumah pulang subuh. Setelah itu Raksha menyentil kening Dyxie cukup keras.

"Lo cewek, jangan keluyuran tengah malam." kata Raksha memberi nasihat.

"Iya mama." jawab Dyxie meledek Raksha.

"Gue bogem juga Lo."

"Nih." ucap Dyxie sambil menyodorkan pipinya.

Raksha memutar bola matanya malas, dia benar-benar kewalahan menghadapi cewek satu ini. Karena kesabarannya sudah menipis cowok itu memilih pergi meninggalkan Dyxie. Dia tau Dyxie pasti akan mengikutinya.

"Heh! Tungguin woy!" pekik Dyxie kemudian berlari mengejar Raksha.

*

Sesampainya di rumah Raksha Dyxie mengambil motornya di garasi. Kemudian sambil duduk di motor Dyxie menunjukkan sebuah foto kepada Raksha.

"Hp gue ada tempat sampahnya. Udah gue pulihin foto aib Lo" setelah mengatakan itu Dyxie langsung melesat meninggalkan rumah Raksha.

"Cewek sialan!!!" teriak Raksha.

*

Keesokan harinya mereka berdua benar-benar disidang oleh teman-temannya. Tentunya dikelasnya masing-masing.

"Lo kemarin jalan sama siapa?"

"Dari proporsi tubuhnya kayaknya ganteng njir."

"Anak SMA ini bukan?"

"Namanya siapa?"

"Orang mana?"

"Kok lo gak kenalin dia ke kita?"

"Jangan bilang kalau itu pacar Lo?"

Aura dan Keyla menghujani Dyxie dengan pertanyaan beruntun dan tanpa jeda. Bahkan Dyxie tidak diberikan kesempatan untuk menjawab.

"Lo berdua ngelamar kerja di kantor media aja dah. Kayak wartawan." ujar Dyxie.

"Ya makanya kasih tahu, tuh cowok siapa?" tanya Keyla lagi.

"Dia, sepupu gue. Udah? Kelar kan?"

"Kok gue gak percaya ya?" tanya Aura meragukan pernyataan yang diberikan Dyxie.

"Ya udah, terserah."

Dikelas lain, hal yang sama pun juga terjadi kepada Raksha. Sama seperti Aura dan Keyla, Galang dan Oliver juga memberikan pertanyaan tanpa jeda kepada Raksha.

"Lo berdua demen banget cosplay jadi wartawan?"

"Kan kepo siapa gitu cakapar kita." jawab Galang.

"Cakapar? Apaan?" tanya Raksha bingung.

"Calon kakak ipar." jawab Galang dan Oliver bersamaan.

"Ngaco Lo berdua! Dia adik gue!"

"Ah masa? Perasaan Lo gak punya adik deh?" tanya Oliver terus meledek Raksha.

"Sepupu jauh! Puas Lo berdua?!"

"Enggak." jawab Galang dan Oliver disusul gelak tawa.

Raksha menatap kesal dua sahabatnya yang sedari tadi meledeknya terus-terusan. Kalau tega saja, sudah Raksha jadiin samsak mereka berdua.

...***...

...Bersambung......

...Foto Raksha yang dikatain aib. Bagi author kok tetap ganteng sih?...

Terpopuler

Comments

Riniii 💜

Riniii 💜

tokki doy 🐰

2022-12-04

3

ryllc

ryllc

ganteng gitu kok dikira aib, btw mangat uthor akoh

2022-11-15

2

Allazaa

Allazaa

smngat Thor, ayo Thor lgi, ga sabar😊🥴

2022-11-14

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!