Keesokan harinya kegiatan pagi hari di SMA Achievers berbeda dari hari-hari biasanya. Jika biasanya diawali belajar. Khusus hari Jum'at dan Sabtu 2 jam pelajaran pertama digunakan untuk membersihkan area sekolah dengan cara bergotong-royong. Budaya tersebut sudah ada di SMA Achievers sejak 1 tahun yang lalu atas usul sang ketua OSIS.
Jika kelas lainnya membersihkan kelasnya masing-masing, beda lagi dengan seluruh anggota OSIS. Mereka akan disebar ke seluruh area sekolah untuk membantu membersihkan area sekolah. Sekaligus memantau siapa yang tidak ikut kerja membersihkan kelasnya.
Kelas Dyxie juga ikut membersihkan kelas seperti kelas yang lainnya. Em, catat! Kelas! Hanya teman kelas, Dyxie tidak ikut membersihkan. Gadis itu memilih duduk lesehan di belakang sambil mabar bersama Aura dan juga Keyla. Ketua kelas dikelasnya juga tidak berani menegur tiga cewek tersebut. Mereka memilih menunggu anggota OSIS saja yang menegur Dyxie dan juga dua sahabatnya.
Di luar kelas. Tiba-tiba mendadak ramai karena kedatangan anggota OSIS yang akan mengawasi kegiatan mereka. Apa yang membuatnya heboh? Pasalnya anggota OSIS yang mengawasi mereka bukan sembarang anggota OSIS. Dia adalah Raksha dan Galang. Raksha merupakan ketua OSIS yang jadi idola sekolah. Sedangkan Galang, anggota OSIS yang populer di sekolah karena memiliki sifat ramah, lembut, dan penyayang. Banyak gadis yang berharap memiliki pacar seperti Galang.
"Didalam sudah bersih semua?" tanya Raksha.
"Belum Sha," jawabnya sambil melihat kedalam kelas. "tinggal mengepel, tapi..." cowok itu menggantung kalimatnya.
"Apa?"
"Kayaknya gue tau." celetuk Galang yang mengintip keadaan di dalam kelas dari jendela.
Karena jiwa kepo seorang Raksha meronta-ronta, cowok itu akhirnya memutuskan untuk ikut melihat apa yang ada di dalam kelas.
"Cewek bandel!"
Dengan ekspresi yang lebih menyeramkan daripada Bu Wanda ketika marah Raksha segera mengambil langkah cepat dan memasuki kelas tersebut sambil menenteng alat pel lalu menghampiri Dyxie yang ada di belakang kelas.
"Ngepel! Jangan hp terus!" perintah Raksha sambil merebut ketiga hp bersamaan.
"Asu! Dasar titisan sasaeng! Mau Lo apa sih?!" Dyxie langsung menunjukkan sungutnya, karena pada dasarnya dia masih kesal dengan Raksha yang mengerjai dirinya kemarin.
"Gue mau kalian pel kelas ini!"
"Ogah! Gamau gue! Bukan babu kelas! Lo kan babu sekolah. Ya Lo saja yang ngepel!" jawab Dyxie.
Mendengar jawaban Dyxie, urat-urat di leher Raksha langsung menonjol. Rasanya dia ingin menonjok muka orang didepannya ini. Tetapi mengingat orang didepannya ini cewek, Raksha menahan dirinya. Cowok itu mengalihkan pandangannya kepada Aura dan Keyla. Seketika dua gadis itu langsung berdiri dan mengambil alat pel.
"Dasar goblok! Ngapain nurut sih?!"
"Mereka nurut karena mereka pintar, gak kayak Lo! Otaknya lebih kecil daripada sebutir debu!" cetus Raksha.
"Bangkhe! Saring dulu Napa njer kalau ngomong!"
"Bukan teh. Gak perlu disaring." jawab Raksha dengan santainya. "Sana ikut ngepel!" perintahnya lagi.
"Gama--" belum sempat Dyxie menyelesaikan perkataannya Raksha mendekatkan bibirnya ke telinga Dyxie dan membisikkan. "Nurut atau gue pensiun jadi guru les Lo!" katanya. Seketika Dyxie langsung membulatkan matanya. "Titisan sasaeng sialan!" gumam Dyxie. Setelah itu Dyxie langsung menyambar alat pel yang dibawakan Raksha tadi.
Bukan karena apa, dia memang kesal kepada Raksha.Tapi Dyxie akui metode pembelajaran Raksha itu mudah dipahami. Belum tentu dia paham jika diajar guru les lain. Dan jika kepada guru les Dyxie kemungkinan besar tidak bisa bersikap kurang ajar. Jika bersama Raksha kan bebas.
Raksha segera keluar kelas dan menghampiri Galang yang melongo melihat ulahnya barusan.
"Lo bisikin apa cewek itu tadi?" tanya Galang.
"Kepo!"
"Terus kita ngapain sekarang?" tanya Galang lagi.
"Kalian perlu bantuan nggak?" untuk menjawab pertanyaan Galang, Raksha bertanya kepada siswa kelas tersebut.
"Gak ada Sha."
Setelah mendapat jawaban tersebut Raksha kembali menghampiri Dyxie yang ada didalam kelas. Ia terlihat memberikan selembar kertas kepada Dyxie sambil mengatakan sesuatu. Setelah itu Raksha keluar dan mengajak Galang pergi dari sana.
"Apa yang Lo kasih ke dia tadi?"
"Lo wartawan?"
"Nggak gitu elah. Maksud tuh kok bisa dia..." Galang menggantung kalimatnya. Kemudian memicingkan matanya menatap Raksha.
"Ngapain lihat gue kayak gitu?"
"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya? Biar aku kasih tahu ya.."
Plakk! Seketika Galang mendapat tempeleng dari seorang Raksha.
"Gak usah nyebar virus! Gue sudah vaksin!"
"Yeuuu. Lo kudet sih." cibir Galang.
"Terserah gue lah."
"Lo backstreet ya sama si Dyxie?" tanya Galang tiba-tiba.
"Ngawur!"
"Eh, serius njir. Kayaknya kalian tuh ada hubungan spesial gitu" jelas Galang karena menurut pandangan matanya sebagai mantan playboy terlihat jelas ada hubungan diantara sang ketua OSIS dan si cewek pembuat onar tersebut.
"Gada!"
Untuk menghindari pertanyaan yang nyeleneh dari Galang, Raksha pergi meninggalkan Galang dan menuju kelasnya untuk membantu membersihkan kelas.
Setelah 1 jam pelajaran terlewati, seluruh area sekolah sudah bersih. Sisa 1 jam pelajaran atau 40 menit yang bisa digunakan para warga sekolah untuk istirahat setelah membersihkan sekolah. Kebanyakan dari mereka memilih jajan di kantin. Tapi Dyxie pergi ke Rooftop bersama Aura dan Keyla.
"Ngapain sih kesini?" tanya Aura.
"Nih, ngerjain soal latihan."
Aura dan Keyla saling memandang. Mereka tidak percaya apa yang baru saja mereka dengar dari mulut Dyxie.
"Tumben?" tanya Keyla.
"Kan gue sudah pernah bilang mau ikut OSN." tutur Dyxie.
"Eh, iya. Ya sudah kalau gitu. Kita ikut belajar saja. Sekali-kali jadi murid normal." kata Aura.
Akhirnya mereka belajar bersama. Dyxie yang mengerjakan soal latihan yang diberikan Raksha tadi. Sedangkan Aura dan Keyla mengerjakan PR hari ini.
Wajib dicatat nih sejarah baru di SMA Achievers, trio pembuat onar belajar bersama di Rooftop. Tapi jangan salah. Sekalipun mereka belajar hari ini, belum tentu besok atau nanti mereka tetap sama. Karena jiwa mereka tetaplah jiwa seorang perundung dan pembuat onar.
"Woy!"
Dyxie yang tadinya fokus menulis langsung menoleh mendengar suara yang tidak asing ditelinganya.
"Ngapain Lo kesini?" tanya Dyxie dengan ketus.
Raksha tidak menjawab pertanyaan Dyxie, cowok itu hanya memberikan sebuah kartu. Itu adalah kartu identitas untuk mengikuti OSN.
"Besok Senin ada panduan buat OSN. Kita pulang telat." kata Raksha.
"Kalau gak mau gimana?"
"Gue masukin cicak lagi mulut Lo mau?!"
"Pucek Lo Raksasa!"
Raksha cuma tertawa kecil. Sedangkan Aura dan Keyla.
"Kita obat nyamuk ga sih?" bisik Keyla.
"He'em, kita mah Baygon." sahut Aura sambil berbisik juga.
...***...
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
🌹meera❤💞
😅😅
aduh sayang banget ini pendukung nya masih kurang .
semangat author kece
2022-12-20
2