...Bab 6...
...Happy Reading...
...***...
Dyxie memasuki kelasnya dengan ekspresi menyeramkan, teman-teman sekelasnya yang sebelumnya ramai bagaikan pasar seketika langsung diam membisu melihat kedatangan Dyxie. Memang aura Dyxie saat kesal semenyeramkan itu, apalagi saat marah. Salah satu teman sekelasnya yang pernah dia bully sampai gemetar melihat ekspresi Dyxie yang seperti akan memakannya.
"Kenapa diam?" tanya Dyxie dengan ekspresi yang masih sama.
Tidak ada yang menyahut, mereka tahu jika mood Dyxie pagi ini sedang tidak baik. Salah-salah mereka malah bisa membuat Dyxie mengamuk dikelas seperti bulan lalu. Aura dan Keyla yang peka akan hal itu langsung berlari ke arah Dyxie dan memberikan sambutan kecil ke sahabatnya itu karena sudah masuk sekolah.
"Welcome back bestiee..." teriak Aura dan Keyla bersamaan disertai senyuman di bibir mereka.
"Gak senang gue masuk sekolah" jawab Dyxie dengan muka malas.
Tapi perbuatan Aura dan Keyla berhasil membuat rasa kesal Dyxie berkurang. Ekspresinya tidak menyeramkan saat ia masuk kelas tadi.
"Dih? Kenapa gitu?" tanya Keyla
"Ya malas lah, orang masuk sekolah sebagai ganti hukuman, gantinya gue disuruh bersihin halaman sekolah selama seminggu. Gendeng memang tuh guru!" jelas Dyxie sambil memakai gurunya sendiri.
"Gak mungkin kan Lo kesal cuma gara-gara itu?" tanya Aura karena ia tahu, jika hanya karena hal itu Dyxie tidak akan sekesal itu.
Dyxie mendengus kesal, kemudian menarik dia sahabatnya keluar kelas. Tepatnya ke rooftop sekolah. Dyxie malas dengan keramaian kelasnya disaat moodnya sedang tidak baik seperti ini. Sudah liburannya seminggu hilang ah ralat skorsing, malah ditambah dapat hukuman disuruh membersihkan halaman sekolah selama seminggu. Semakin badmood dah.
Di rooftop
Suasana di rooftop pagi hari ini tidak terlalu panas, karena cuaca sedang mendung. Sepertinya akan hujan. Ketiga gadis itu duduk di salah kursi yang ada di rooftop.
"Sini hayuk, cerita. Kenapa kok pagi-pagi sudah badmood?" tanya Keyla sambil mencolek dagu Dyxie.
"Sebenarnya kalau cuma gara-gara hukuman diganti sih gue gak masalah"
"Terus? Apa dong?" tanya Aura.
"Tadi sebelum ke kelas, gue tabrakan sama cowok yang mukanya julid minta ampun."
"Mana sok cakep anjir. Padahal mukanya juga pas-pasan."
"Apalagi noh, matanya tuh pengen gue colok pakai garpu!"
Omel Dyxie dengan kecepatan 5G. Yang membuat Aura dan Keyla cengo. Memang sih, sekalipun Dyxie menganggap maminya lucu saat mengomel. Dirinya pun juga seperti itu, dia bagaikan duplikat maminya. Mulai dari wajah, dan kebiasaannya pun sangat mirip dengan maminya.
Dua sahabatnya saling pandang, sebenarnya di otak mereka ada satu cowok dengan ciri-ciri yang Dyxie sebutkan. Tapi mereka tidak yakin benar dia atau bukan.
"Siapa sih?" tanya Aura kepo, sekaligus memastikan tebakannya benar atau salah.
"Raksasa!"
"Hah? Raksasa?? Emang ada di raksasa di sekolah kita? Oh my God! Kalau gitu kita harus kabur!!" sahut Keyla heboh dan dihadiahi tempeleng dari Aura.
"Bukan itu tolol!"
"Lah? Terus apa dong?" tanya Keyla dengan wajah polosnya, dengan tangan mengelus kepalanya yang habis ditempeleng Aura.
"Raksha bukan sih? Si ketos?" tanya Aura kepada Dyxie memastikan.
"Hmm. Ketos julid bin galak!"
Seketika Aura dan Keyla ngakak. Mereka bisa membayangkan gimana serunya Dyxie yang cerewet dan Raksha yang galak sekaligus julid debat gara-gara tabrakan doang. Belum lagi Oliver dan Galang yang biasanya memanas-manasi layaknya kompor.
"Ngapain Lo berdua ketawa?!"
"Nggak, kebayang saja pas Lo adu bacot sama Raksha" jawab Aura sambil menahan tawanya.
"Kalau kita disana pasti bakal kita sorakin ya nggak?" sahut Keyla sambil meringis.
"Setan emang Lo berdua!" gumam Dyxie.
Disisi lain..
Pagi hari keadaan perpustakaan masih sangat sepi. Pada salah satu bangku perpustakaan yang sepi itu terdapat tiga cowok idola sekolah yang sedang mengerjakan PR. Oh ralat. Hanya 2 yang mengerjakan PR. Satu cowok dengan muka yang masih sewot mengawasi 2 sahabatnya belajar. Mereka adalah Raksha, Oliver, dan Galang.
"Lo kalau nungguin kita ngerjain PR muka Lo jangan kaya orang mau berak ngab!" omel Galang.
"Tau nih, berasa mau makan kita!" sahut Oliver.
"Diam kalian berdua! Mood gue lagi gak bagus!!" semprot Raksha.
Sepertinya cowok itu masih kesal dengan cewek yang mengumpat padanya beberapa saat yang lalu. Sekalipun Raksha ketua OSIS, masih ada sisi nakal didalam dirinya. Ia ingin mengerjai Dyxie dengan cara yang mulus. Saat ini dia belum menemukan cara untuk mengerjai gadis itu. Hal itulah yang membuatnya kesal. Tiba-tiba ada yang memanggil namanya melalui speaker sekolah. "Panggilan kepada Raksha Ezric Bagaskara, segera ke ruang kepala sekolah sekarang!"
"Apaan tuh?" tanya Galang
"Dah sana, dipanggil tuh" kata Oliver.
Dengan segera Raksha pergi ke ruang kepala sekolah. Karena ruang kepala sekolah ada di lantai 1 ia sedikit berlari agar cepat sampai ruangan tersebut.
Rooftop
Dyxie yang mendengar nama Raksha dipanggil seketika mengerutkan dahinya.
"Tuh, yang nabrak Lo dipanggil.." ledek Aura sambil menyikut pelan lengan Dyxie.
"Diam Lo ah!"
"Kira-kira kenapa ya dia dipanggil? Masa gara-gara nabrak Dyxie sih? Terus dia di hukum gitu? Terus di skors gitu?" tanya Keyla nyerocos tanpa jeda.
Dyxie dan Aura menghela napas panjang, mereka sudah lelah dengan sahabatnya yang satu ini. Paling o'on, paling goblok, dan si paling lemot.
"Lo mending diam deh Key." kata Aura dengan senyum tertekan.
"Entah kenapa, tapi perasaan gue gak enak." batin Dyxie.
Di Ruang Kepala Sekolah
Seorang cowok baru saja sampai disana dengan napas yang terengah-engah setelah menuruni tangga dengan agak cepat. Cowok itu segera membungkuk dan memberi salam kepada Kepala Sekolahnya.
"Bapak memanggil saya?" tanya Raksha.
"Iya, bapak bisa minta bantuan kamu Raksha?"
Raksha hanya mengangguk kecil, kemudian menunggu kepala sekolah itu melanjutkan kalimatnya.
"Nanti pulang sekolah, kamu bisa awasi siswi ini?" tanya Kepala sekolah.
"Siapa pak?" tanyanya sambil melihat foto.
Saat itu juga rasanya Raksha ingin melebarkan senyumnya. Yap, cewek itu adalah Dyxie. Kepala sekolah itu meminta Raksha mengawasi Dyxie untuk membersihkan halaman sekolah nanti setelah pulang sekolah. Akhirnya dia punya kesempatan membalas perbuatannya cewek pembuat onar itu.
"Bisa pak!"
"Baiklah, bapak percayakan kepadamu okey?"
"Baik pak!"
"Yasudah kamu boleh pergi."
Setelah itu Raksha pergi meninggalkan Ruang Kepala Sekolah dengan tersenyum miring, ia sudah mendapatkan cara bagaimana mengerjai gadis yang menabraknya tadi di koridor lantai 3.
"Lihat saja Lo..." katanya sambil berjalan ke kelasnya.
Kira-kira apa yang akan Raksha lakukan yah?
...***...
...Bersambung......
...Mohon dukungannya...
...Jangan lupa...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Terimakasih...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Arfadhila Oktari
dikerjain 😁
2022-11-02
4