Bab 19

Pada jam istirahat kali ini, Dyxie dan teman-temannya tidak pergi ke kantin. Mereka bersantai di taman yang ada di samping sekolah. Di taman itu ada batu besar dan pohon mangga yang rindang. Tak lupa juga bunga dan kolam ikan koi yang menambah keindahan taman tersebut. Di sekolah, taman itu merupakan salah satu tempat favorit Dyxie dan sahabatnya selain di Rooftop.

"Malming mau kemana nih?" tanya Aura.

"Nggak ada kayaknya, gue pasti disuruh belajar." jawab Dyxie tapi matanya terus melihat Keyla yang bermain dengan ikan koi.

"Kayaknya semenjak Lo mau ikut OSN agak jarang ngumpul bareng." kata Aura mengungkapkan isi hatinya.

Seketika Dyxie menoleh kearah Aura karena mendengar nada bicara sahabatnya itu berubah. Benar saja, saat menoleh Dyxie mendapati ekspresi wajah Aura yang murung. Bahkan cewek itu memalingkan wajahnya dari dirinya.

"Hey." panggil Dyxie.

"Apa?" Aura menoleh dan menatap Dyxie.

"Sorry? kayaknya gue terlalu sibuk belajar. Sampai gak punya waktu buat bareng kalian." ucap Dyxie meminta maaf dengan tulus.

"Nggak perlu, gue juga terlalu egois. Harusnya sebagai sahabat kan kalau sahabatnya berubah jadi lebih baik senang. Bukan gini. Gue yang minta maaf." kata Aura.

"Kalau--"

Byurrr!! Mereka berdua dikagetkan dengan suara air kolam. Ketika menoleh ternyata Keyla tercebur kedalam kolam. Di sekelilingnya ada Viola, Cika, dan Ciki yang menertawakan Keyla.

Dyxie dan Aura segera menghampiri sahabatnya tersebut dan membantunya naik, karena Keyla tidak bisa naik sendiri sebab kolam ikan tersebut lumayan dalam.

"Lo gapapa?" tanya Dyxie.

"Nggak, cuma ngeri lihat ikannya gede-gede." jawab Keyla.

"Ra, Lo ajak Keyla ke toilet buat bersihin bajunya."

"Ayo Key." ajak Aura.

Aura dan Keyla pergi meninggalkan Dyxie bersama Viola dan dua anteknya.

"What the f*ck are you doing b*tch?" tanya Dyxie dengan sorot mata tajamnya membidik kedua mata Viola.

"Bantu dia mandi." jawab Viola dengan entengnya.

Plakk!! Akhirnya tamparan seorang Dyxie mendarat di pipi Viola. Seketika Viola langsung memegang pipinya yang memanas akibat tamparan Dyxie yang sangat keras. Bahkan sudut bibirnya saja sudah mengeluarkan darah.

"It's up to you to bother me. But you dare to disturb my friends, you will accept the consequences!" kata Dyxie dengan penuh penekanan.

Tatapan tajamnya mampu membius siapapun yang ada didekatnya. Bahkan tiga orang didepannya sama sekali tidak berkutik.

Jangan salah gess, Dyxie memang bodoh dalam hal hitungan. Tapi dalam pelajaran lainnya dia unggul. Cewek yang dinilai bodoh dalam pelajaran matematika ini, menguasai beberapa bahasa asing karena hidupnya yang berpindah-pindah dari negara satu ke negara lain.

"Mau Lo apa ganggu kita kali ini?" tanya Dyxie dengan wajah datarnya.

"Gue tunggu Lo nanti malam di tempat biasa."

Dyxie mengangkat satu alisnya sambil tersenyum meremehkan. "Gak takut kalah lagi?" tanyanya.

"Gue gak akan kalah!"

"Oh ya?"

"Satu lagi, gak usah bawa suporter!" imbuh Viola.

Dyxie tertawa mendengarnya, tawanya adalah tawa meremehkan sekaligus mengejek. Gadis itu melangkah lagi mendekati Viola hingga jarak mereka terkikis. Viola mundur sampai mentok hampir tercebur kedalam kolam.

"Why? Takut kalah? Malu? Makanya gak bawa suporter?"

"Jaga omongan Lo! Gue gak akan kalah dari Lo malam ini!"

"Gue nanti omongan Lo." kata Dyxie kemudian menendang tubuh Viola hingga tercebur kedalam kolam. Sana seperti yang Viola lakukan tadi kepada Keyla.

"Lo gila?!!" teriak Cika dan Ciki bersamaan.

"Sana ikut nyemplung!" kata Dyxie sambil mendorong Cika dan Ciki agar ikut tercebur kedalam kolam.

"SIALAN!!!" teriak mereka bertiga.

"Yang bersih ya mandinya? Bye bye b*tch." kata Dyxie sambil melambaikan tangannya kemudian melenggang pergi dari sana.

"BAKAL GUE BALAS LO DYXIE GIOVALLEN!!!!" teriak Viola penuh amarah.

Tanpa berbalik Dyxie hanya mengacungkan jari tengahnya sebagai respon dari perkataan Viola barusan. Bermaksud mengatakan bahwa dia tidak takut dengan ancaman Viola.

Namun, tanpa disadari ternyata sejak tadi ada sepasang mata yang melihat kejadian tadi. Orang itu juga mendengar seluruh percakapan antara Dyxie dan Viola. Bahkan orang itu merasa kagum dengan sikap Dyxie merespon Viola.

"Unique girl." gumamnya.

*

Setelah pulang sekolah gadis itu melaksanakan hukuman terakhirnya menyapu halaman sekolah. Setelah itu seperti biasanya dia akan pergi ke rumah Raksha untuk belajar bersama. Dyxie tidak pulang terlebih dahulu, cewek itu sudah dari awal membawa baju ganti. Dyxie akan ganti baju seragam dengan pakaian kasual di rumah Raksha.

Ditengah-tengah belajar mereka gunakan untuk mengobrol juga. Bertujuan supaya tidak bosan terus-menerus membaca tulisan dan angka.

"Lo anak motor?" tanya Raksha.

"Bukan, anak manusia." jawab Dyxie. Nggak salah sih, tapi ya tetap saja salah.

"Maksud gue, Lo masuk geng motor yang kayak gitu?" Raksha bertanya ulang dengan menyempurnakan pertanyaannya.

"Nggak, kenapa Lo tanya gitu?"

Raksha melirik jaket kulit Dyxie yang ada di sofa.

"Lo kira yang punya jaket kulit cuma anak geng motor gitu?"

"Nggak juga sih."

"Gue cuma suka balap motor dan tawuran, gue bukan anak geng motor." jelas Dyxie.

Raksha diam sejenak, terbesit dipikirannya untuk bertanya lagi tapi dia memilih mengurungkan pertanyaannya. Daripada kelamaan mengobrol lebih baik fokus belajar.

Waktu berlalu, sekarang Dyxie sudah menyelesaikan 10 soal latihan yang diberikan Raksha. Sekalipun Dyxie bego masalah matematika, tapi otak Dyxie dengan mudah mencerna setiap materi yang diajarkan oleh Raksha. Mungkin karena metode mengajarnya yang berbeda dari guru-guru lain.

"Nah sudah." kata Dyxie sambil meletakkan selembar kertas di meja ruang tamu.

Cewek itu melihat arloji yang melingkar di tangan kirinya sekarang menunjukkan pukul 23.00. Sudah larut malam. Kenapa Raksha tidak komen sama sekali akan hal itu? Karena Dyxie sudah bilang padanya bahwa dia sudah izin ke maminya akan pulang larut malam.

"Lo langsung pulang?" tanya Raksha.

"Kenapa? Lo mau gue nginep?" tanya Dyxie ngawur.

"Nggak!"

"Gue mau balapan, kenapa? Ikut? Ayo, biar Lo nggak kudet. Biar nggak buku melulu yang ada di otak Lo." ajak Dyxie.

Raksha diam sejenak memikirkan ajakan Dyxie. Sebenarnya dia ingin menolak, tapi entah karena alasan apa cowok itu akhirnya mengiyakan ajakan Dyxie ikut ke area balapan. Dan ini menjadi kali pertama seorang Raksha menginjakkan kakinya di area balapan.

...***...

...Bersambung......

Terpopuler

Comments

Mrinpur

Mrinpur

demi melihat calon pujaan hati rela ikut,,,🤭🤭🤭

2022-11-17

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!