Sebagai mana sekolah biasanya, suasana kantin sekolah sangatlah ramai saat istirahat tiba. Bahkan bisa lebih ramai daripada pasar karena ulah siswa dan siswi disana.
Berbagai macam hal yang dilakukan merekalah yang membuat keramaian seperti ini. Ada beberapa yang geng yang suka bergosip, ada juga yang tiba-tiba cosplay jadi reog, ada yang mendadak jadi penyanyi, ada juga yang membadut hingga teman-temannya tertawa. Tidak ketinggalan ada beberapa siswa dan siswi yang hobi malak. Dyxie, Aura, dan Keyla salah satunya.
Saat ini disalah satu sisi kantin, Dyxie dan dan dua sahabatnya sedang merundung seorang siswi yang merupakan adik kelas mereka.
"Sini duit Lo!"
"Ma-maaf, tapi saya gak bawa uang saku.." jawab gadis didepannya sambil gemetaran.
"Alah, terus pakai apa Lo beli itu minuman? Pakai daun?!" sentak Dyxie sambil tangannya mendorong bahu gadis itu hingga terduduk.
"Anak orang kaya berlagak miskin Lo." kata Aura sambil menumpahkan jus jeruk kepada korban bully mereka itu.
"Lo kira kita gak tau kalau Lo anak orang kaya hm?" tanya Keyla dengan kakinya yang menendang gadis itu hingga tersungkur.
Tidak ada yang memperhatikan kejadian itu, karena memang itu sudah biasa terjadi di sekolah mereka. Disekolah mereka ada dua geng perundung yang saling bermusuhan. Satu adalah Dyxie dan kawan-kawan. Satunya lagi...
"Jadi gitu cara Lo bully? Dyxie Giovallen?" tanya cewek yang berdiri agak jauh darinya dengan suara lantang tapi mengejek. "Cihh.. kurang memuaskan.."
Mendengar hal itu Dyxie langsung berbalik dan menatap tajam cewek yang mengatakan hal itu tadi, aura permusuhan terpancar jelas dari keduanya.
"Oh ya? Kurang memuaskan?" tanya Dyxie sambil menyungging senyum miring.
Dengan langkah yang pelan tapi anggun, Dyxie menghampiri cewek yang kira-kira berada pada jarak 10 kaki dari dirinya. Tepat di depan cewek itu Dyxie berhenti, dan menoyor cewek itu.
"Terus? Lo yang sampai di bully balik sama korban Lo itu? Memuaskan? Viola Agatha?" ejek Dyxie.
Dia adalah Viola Agatha, dia juga perundung disekolahan mereka. Tapi Viola tidak pernah dihukum karena dia adalah anak dari orang yang memberikan banyak uang donasi untuk pembangunan sekolah. Tidak ada yang berani bermacam-macam dengan Viola. Biasanya dia akan bersama si kembar goblok Cika dan Ciki. Tapi kali ini entah dimana si kembar goblok itu.
Kenapa Dyxie bilang korban bully Viola membully Viola balik? Dulu saat Dyxie baru pindah, dia pernah melihat Viola membully seseorang. Tapi orang tersebut malah membully balik Violla, hingga akhirnya ia dikeluarkan dari sekolah karena membully Viola.
"Kemana antek-antek Lo itu?"
"Kabur ya? Nggak Lo bayar?" tanya Dyxie kembali mengejek.
"Jaga omongan Lo Dyxie!" sentak Viola
"Apasihh, kan kamu duluan tuan putri yang cari gara-gara." kata Dyxie lagi.
Plakk.. Viola melayangkan satu tamparan kepipi kanan Dyxie. Dyxie hanya tersenyum miring, tetapi jelas terlihat jika auranya sudah menggelap. Dyxie tidak suka ada orang yang melawan dirinya.
Mendengar tamparan yang begitu keras hingga suaranya menggema di kantin, semua kericuhan disana seketika hilang. Semua siswa dan siswi mengalihkan pandangan mereka kepada Viola dan Dyxie yang kembali berseteru untuk yang kesekian kalinya.
"Lo itu cuma berandal rendahan! Gak usah sok jago!"
"Kata papi gue, hal apapun itu harus dibayar berkali-kali lipat. Jadi..." Dyxie menggantung kalimatnya, kemudian menyeringai sambil menatap Viola.. Plak! Plak! Plak! Plak!
"Kita balas berkali-kali lipat okee" kata Dyxie setelah menampar Viola.
Tamparan Dyxie yang begitu keras hingga membuat kedua pipi gadis itu mati rasa. Bahkan sudut bibirnya kini mengeluarkan darah.
"Lihat balasan gue!"
"Gak takut!"
Setelah mengatakan itu Dyxie melenggang pergi dari kantin diikuti dua sahabatnya, mereka tampak puas melihat muka musuhnya bonyok hanya dengan 4 kali tamparan seorang Dyxie.
"Gila, hebat njayy!" puji Keyla sambil bertepuk tangan.
"Sampai bonyok mukanya" imbuh Aura.
"Sebenarnya sih tadi gue bisa bikin mukanya hancur saat itu juga. Tapi gue masih punya hati nurani" kata Dyxie sambil meletakkan tangannya di dada.
"Njir, hati nurani" celetuk Aura disusul dengan gelak tawa.
Sebenarnya setelah terlibat perseteruan dengan Viola di kantin tadi, mood Dyxie sedikit rusak. Tapi karena sahabatnya puas dengan ulahnya tadi, Dyxie tidak jadi badmood. Tapi, ditengah jalan ia malah bertemu cowok menyebalkan yang bertabrakan dengan dirinya tadi pagi. Kali ini cowok itu tidak sendiri, melainkan dengan dua cowok lain sepertinya sahabatnya.
"Hilih, Raksasa.." cibir Dyxie sambil memutar bola matanya malas.
"Sial banget gue hari ini, dua kali ketemu cewek kayak Lo" celetuk Raksha.
"Lo kira Lo doang yang sial?! Lo pikir gue demen gitu ketemu Lo? Najis!" kata Dyxie.
Oliver dan Galang yang mendengar itu hampir saja meledakkan tawanya saat itu juga. Tapi berhasil mereka tahan. Kalau tidak sahabatnya yang galak itu pasti akan menelan mereka mentah-mentah.
"Minggir Lo!" perintah Raksha.
"Siapa Lo berani nyuruh-nyuruh gue?"
"Bacot! Minggir!"
Raksha berusaha mendorong Dyxie ke samping, agar menyingkir dari hadapannya. Tapi Dyxie sama sekali tidak bergeming. Sebenarnya koridor itu masih luas, bahkan muat untuk lewat sampai 5 orang. Tapi ya memang dasarnya mereka ingin berantem.
"Lo kira gue cewek biasa? Yang didorong dikit langsung letoy?"
Tidak ingin berlama-lama disana, Raksha pergi lewat sisi kiri Dyxie yang memang masih muat dilewati 5 orang. Sedangkan Galang dan Oliver cuma ngekorin ketua OSIS itu.
Merasa tidak puas dengan perdebatan mereka yang berakhir begitu saja, Dyxie melirik kaleng minuman di tempat sampah. Tanpa jijik gadis itu mengambilnya dan melemparkannya tepat mengenai kepala Raksha.
"Mampus!"
"Akh!" Raksha mengaduh ketika kaleng minuman itu mendarat dikepalanya.
Sedangkan Dyxie segera berlari menjauh karena firasatnya cowok itu akan membalasnya.
Seketika Aura dan Keyla cengo melihat perbuatan Dyxie barusan. Biasanya Dyxie malas jika harus cari masalah sama yang namanya cowok. Bahkan kebanyakan korban bullynya saja cewek. Bukan karena takut cowok. Dyxie takut kena karma kalau membully cowok. Kalau suatu saat dia jatuh cinta sama korban bully-nya kan gak epic?
"Sialan.." umpat Raksha sambil meremas kaleng minuman tadi hingga tidak berbentuk.
"Lo gapapa?" tanya Oliver.
"Gak" sahut Raksha singkat kemudian lanjut berjalan menuju kantin.
Sedangkan Galang dan Oliver berjalan agak jauh dibelakang Raksha karena mereka sedang menghibahkan Raksha.
"Aneh njir, biasanya bakal marah kalau dijahili" kata Galang.
"Ini malah biasa aja"
"Siapa tau udah jatuh cinta, ahay" ucap Oliver.
"Kece tuh, ketos yang galak. Pacaran sama cewek tukang buat onar" cetus Galang diikuti gelak tawa.
"Pasangan serasi!!"
Tak disangka cowok yang mereka ghibahin masih dapat mendengarnya walau jaraknya lebih dari 2 meter. Raksha melempar kaleng minuman yang tadi ia remas ke arah dua sahabatnya itu. Memang sih, telinga Raksha setajam itu. Syukurlah mereka menghindar, kalau tidak mungkin dahi salah satu dari mereka sudah benjol.
...***...
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
untung gak jadi pake nama viola 🙂
2022-11-02
3