Saat baru saja memasuki pintu utama rumah. Dyxie langsung disambut papi dan maminya. Ditangan papinya terdapat selembar kertas yang bertuliskan Olimpiade Sains Nasional (OSN) atau bisa juga disebut KSN. Perasaan Dyxie sudah tidak enak saat melihat kertas ditangan papinya tersebut.
"Sini duduk di dekat papi." kata Papinya sambil menepuk sofa di sampingnya.
Dyxie hanya menurut. Kemudian gadis itu bertanya. "Papi kapan pulangnya?" tanya Dyxie untuk mengalihkan perhatian papinya dari sesuatu yang dianggap mengerikan bagi Dyxie. Oh, tapi tidak semudah itu.
"Dari tadi siang, setelah ini papi juga akan kembali ke luar kota kok. Papi ke sini cuma mau ngasih kamu ini." kata Papinya sambil memberikan kertas tipis yang bertuliskan Olimpiade Sains Nasional.
"Aishh.. papi.." Dyxie merengek. "Kan papi tahu otak Dyxie itu lebih kecil daripada debu, masih juga di suruh ikut beginian" celoteh Dyxie yang dihadiahi oleh papinya dengan sentilan kecil di dahinya.
"Makanya papi ikutin beginian, agar otak kamu gak lebih kecil dari debu." seloroh papinya.
Dyxie tetap cemberut, karena ia sangat malas jika harus belajar mempersiapkan diri untuk Olimpiade ini. Karena memang dasarnya Dyxie tidak telaten membaca buku. Lalu bagaimana dia bisa belajar jika membaca materi saja malas? Itu yang ada di benak Dyxie.
"Udah, dicoba dulu. Sekali-kali gitu banggain mami papinya. Gak buat onar terus." bujuk Maminya sambil mengelus kepala Dyxie.
"Huh, iya-iya!" ketus Dyxie.
Setelah itu Dyxie pergi ke kamar untuk membersihkan badan dan bersiap tidur.
*
Keesokan harinya baik Dyxie, Aura, maupun Keyla tidak ada yang membolos karena mereka sedang malas di hukum. Iya jika hukumannya di skors gapapa, kalau kayak kemarin? Disuruh bersihin toilet? Duh, ogah banget. Dan lagipula hari ini tidak ada jam pelajarannya Bu Wanda di kelas mereka. Tapi, satu yang kurang. Hari ini pelajaran Matematika, ada PR dan Dyxie belum mengerjakannya.
"Woy! Sini buku Lo!" kata Dyxie sambil menggebrak meja siswi yang menjadi korban bully dikelasnya.
"Ta-tapi Dyxie.. kalau kamu terus nyontek--" tapi perkataan gadis itu disela oleh Dyxie. "Halah bacot!" sarkas Dyxie sambil merebut buku gadis itu.
Tiga bersahabat itu dengan cepat menyalin pekerjaan rumah gadis yang mereka jadikan bahan bully.
*
Disisi lain maminya Dyxie menemui kepala sekolah untuk meminta supaya Dyxie diikutkan Olimpiade Sains Nasional di bidang Matematika. Sebenarnya kepala sekolah sudah memiliki satu murid yang akan di tunjuk untuk mewakili sekolahnya. Tapi karena Indah memohon, akhirnya kepala sekolah menyetujui hal itu
"Terimakasih pak.." ucap Maminya Dyxie kepada kepala sekolah.
"Sama-sama Bu, semoga dengan ini bisa merubah sedikit demi sedikit putri ibu menjadi lebih baik." ujar kepala sekolah.
"Iya pak.."
Setelah itu Maminya Dyxie permisi dan pamit untuk pulang. Tetapi di depan kantor kepala sekolah seorang cowok memanggilnya. "Tante Indah?"
*
Jam istirahat seperti biasanya Dyxie pergi ke kantin untuk makan siang, dan nyari korban. Tapi satu nih yang bikin Dyxie heran, kemana trio cewek ulat yang selalu gangguin mereka? Yakali nyalinya menjadi ciut cuma gara-gara kalah balapan? Bukan Viola banget.
"Malak orang?" tanya Keyla.
"Nggak ah, lagi malas gue." jawab Aura.
"Hm, gue juga malas. Lagi pusing gue." sahut Dyxie.
Cewek itu tidak semangat seperti biasanya. Dyxie sama sekali tidak menyentuh bakso di depannya. Dia cuma memainkan alat makannya untuk mengaduk-aduk bakso tersebut. Melihat keadaan Dyxie tersebut Aura dan Keyla langsung meletakkan alat makannya. Mereka sudah peka jika pasti Dyxie ada masalah.
"Kenapa?" tanya Aura.
Dyxie menghela napas kemudian meletakkan alat makannya dan juga meletakkan kepalanya di meja kantin. "Bokap gue nyuruh gue ikut OSN!" kata Dyxie tidak bersemangat.
"Hah? Kok bisa?" tanya Keyla.
"Mana gue tahu! Bokap gue yang nyuruh!" ketus Dyxie.
"Terus Lo setuju ikut Olimpiade?" tanya Aura.
"Terpaksa lah. Kata nyokap gue terlalu banyak malu-maluin keluarga. Jadi sekali saja banggain keluarga." tutur Dyxie sambil cemberut.
Aura dan Keyla tertawa bersama.
"Ngapain kalian tertawa kayak gitu?!"
"Nggak. Berarti Lo bakal sibuk belajar kan?" tanya Keyla.
"Cuma Lo lucu saja orang pembuat obat kayak Lo terus tiba-tiba rajin." terang Aura disusul tawanya.
"Kalau bisa mah gue juga ogah belajar."
"Yaudah, nanti belajar bareng kita." ajak Keyla.
"Bukannya otak kalian 11/12 sama gue?" tanya Dyxie sambil memicingkan matanya.
"Si Anjir!" tawa Aura langsung meledak mendengarnya.
"Ya, kan bisa gitu sharing kalau pas nggak bisa." tutur Keyla.
*
Disisi lain seorang cowok kecewa karena posisi dirinya untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika di rebut seseorang.
"Kalau boleh tahu siapa siswi itu?"
"Namanya Dyxie, kau pasti sudah mengenalnya"
"Dyxie? Yang suka buat onar itu?" tanya cowok itu sambil mengerutkan dahinya.
"Benar, kamu tidak keberatan Raksha?" tanya kepala sekolah.
"Bukannya dia itu agak..." Raksha menggantung kalimatnya seraya menggaruk leher belakangnya yang sama sekali tidak terasa gatal.
Setelah sang kepala sekolah menjelaskan kenapa Raksha yang tadinya mewakili sekolah mengikuti Olimpiade Sains Nasional diganti dengan Dyxie. Kepala sekolah juga meminta tolong kepada cowok itu agar membantu Dyxie belajar. Seketika Raksha terpikir bagaimana dia mengerjai cewek itu.
"Baik pak, saya akan ajari dia."
"Terimakasih ya Raksha."
*
Setelah pulang sekolah, Dyxie benar-benar di panggil ke ruang kepala sekolah untuk mengikuti Olimpiade tersebut. Dia diberitahu ada orang yang akan membantunya belajar. Tapi kepala sekolah tidak menyebutkan nama orang tersebut atas permintaan Raksha.
"Terus kalau sekarang belajar hukuman saya bagaimana pak? Gak usah dikerjakan ya pak?"
"Ya, sekarang laksanakan hukuman kamu terlebih dahulu. Kemudian kamu ke alamat yang saya berikan tadi" jelas kepala sekolah.
Dyxie memutar bola matanya malas. Padahal dia berharap tidak melaksanakannya hukumannya karena ikut OSN mewakili sekolah.
Dyxie segera ke halaman sekolah, entah mengapa sejak Dyxie dapat hukuman membersihkan halaman sekolah. Halaman tersebut tidak pernah sangat kotor. Mungkin hanya ada satu atau dua daun mangga yang jatuh. Padahal biasanya banyak daun yang rontok. Karena sampah tidak terlalu banyak dan Dyxie juga sudah mulai terbiasa memegang sapu, kegiatan menyapu membersihkan halaman sekolah cepat selesai.
Setelah selesai Dyxie segera menuju lokasi yang diberikan kepala sekolah kepada dirinya tadi. Betapa kagetnya gadis itu ketika melihat siapa cowok yang akan mengajarinya.
"Fuckk..." umpat Dyxie dalam hatinya.
Sedangkan cowok itu tersenyum miring, melihat wajah Dyxie yang kaget melihat dirinya.
...***...
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
onar kali 😌
2022-11-09
2
𝑰𝒍 𝒏𝒖𝒍𝒍𝒂
Lanjut kak semangat😍
2022-11-08
3
Mrinpur
ahhhhhhhh,,,,,seruuu bnget pasti ny pembuat onar vs ketos,,,thorrr lanjut lagi,,,
2022-11-08
4