Sepulang sekolah, seperti biasa Dyxie membersihkan halaman dahulu dipantau sang ketua OSIS. Karena tadi baru saja bersih-bersih jadi halaman tidak terlalu kotor. Daun mangga juga tidak berjatuhan karena cuaca hari ini sama sekali tidak berangin. Maka dari itu Dyxie dengan cepat menyelesaikan hukumannya kali ini. Setelah selesai, Dyxie segera menghampiri Raksha.
"Nih ambil!" kata Raksha sambil melempar kunci motor Dyxie.
"Hari ini gak usah belajar ya! Malas gue."
"Yaudah terserah, tinggal gue bilangin ke kepala sekolah."
"Kang Cepu anjir!"
Tanpa menanggapi Dyxie, Raksha segera pergi ke tempat parkir untuk mengambil dan segera pergi dari sana. Begitu pula dengan Dyxie yang langsung mengikuti Raksha.
Skip.
Entah apa yang merasuki otak si Dyxie. Tiba-tiba cewek itu mengajak Raksha jalan-jalan. Katanya sih ada pasar malam di alun-alun kota. Bisa-bisanya dia nggak gengsi ngajak cowok yang nyata-nyata musuhan sama dia jalan. Mana si Dyxie ngajak naik mobil lagi.
"Awas aja Lo kalau gak ada pasar malam."
"Ada! Tenang aja!" kata Dyxie meyakinkan.
"Penampilan Lo kayak preman, tapi demen main di pasar malam. Gak sinkron banget." komentar Raksha sambil sesekali melirik Dyxie yang duduk di sampingnya.
Perlahan mobil berhenti karena lampu merah.
"Preman juga manusia kali. Butuh healing. Kalau Raksasa kayak Lo mungkin gak butuh healing." celetuk Dyxie.
"Terserah Lo setan"
Seketika Dyxie tergelak mendengarnya. Baginya membuat cowok disampingnya ini kesal adalah hiburan terbaik daripada membuat onar disekolah.
Raksha yang mendengar suara tertawa Dyxie yang sangat renyah tertarik untuk menoleh melihat gadis disampingnya. Saat menoleh sejenak cowok itu terpaku dengan kecantikan Dyxie saat tertawa. Bukan menunjukkan kesan preman, yang Raksha lihat saat ini Dyxie lebih seperti anak TK dibandingkan preman yang menyeramkan.
Tapi Dyxie tetaplah Dyxie yang menyebalkan, lihatlah bagaiman tanggapannya.
"Ngapain lihat gue? Cantik?" tanya Dyxie dengan percaya diri.
"Najis! Burik minus akhlak!" semprot Raksha dan langsung disambut gelak tawa Dyxie.
Setelah menunggu beberapa saat lampu lalu lintas berubah menjadi kuning dan sesaat kemudian berubah lagi menjadi hijau. Mobil mereka berjalan kembali menuju alun-alun kota yang kata Dyxie ada pasar malam di sana.
Tidak butuh waktu lama, mereka sampai di alun-alun yang dimaksud. Benar saja disana memang ada pasar malam. Suasananya sangat ramai.
Mereka masuk kedalam alun-alun dengan berdampingan layaknya muda-mudi yang menjalin hubungan asmara. Nyatanya nggak. Bahkan nih ya, saking serasinya sejak turun dari mobil tadi banyak orang yang memperhatikan mereka dan berbisik-bisik mengira jika mereka pacaran.
"Mau kemana ini?" tanya Raksha.
"Jalan-jalan dulu lah, cari makan yang enak."
Raksha celingak-celinguk seperti mencari sesuatu. Setelah menemukan apa yang dia cari Raksha mengajak Dyxie kesana.
"Duduk sini."
"Ngapain?" tanya Dyxie.
"Yakali Lo mau muter-muter melulu."
"Kan mau cari makan." terang Dyxie.
"Lo mau apaan? Noh dari sini kelihatan semu yang jualan makanan. Tinggal pilih ketimbang muter-muter gak jelas." ucap Raksha sambil menunjuk satu per satu kedai makanan yang ada.
"Rujak deh." kata Dyxie sambil nyengir.
"Lo ngidam? Bunting lo?" tanya Raksha ngawur.
"Bangshat! Lo kira yang doyan rujak ibu hamil doang apa?!" semprot Dyxie sambil menyentil jidat Raksha. Sedangkan cowok itu hanya tertawa.
"Ayo kalau gitu, ogah gue beliin. Bukan babu Lo gue." cetus Raksha.
"Yeu, lagian siapa yang mau nyuruh Lo. Gue juga masih punya kaki!"
Mereka berjalan bersama ke kedai yang menjual rujak tersebut. Mereka berjalan pelan-pelan sambil melihat sekelilingnya. Banyak anak kecil bermain, orang berpacaran, ada juga bapak-bapak dan ibu-ibu yang puber kedua centil kesana kemari.
"Bu rujaknya dua porsi ya?" pesan Raksha.
"Lo pakai lontong gak?" tanya Raksha kepada Dyxie.
"Pakai!"
"Rujak dua porsi pakai lontong Bu" ucap Raksha kembali.
"Siap den, ditunggu ya."
Mereka duduk menunggu rujak pesanan mereka di kursi yang sudah disediakan kedai tersebut. Tentunya mata mereka tidak bisa diam, mata mereka terus melihat sekelilingnya entah itu makanan atau permainan yang ada.
"Oi!" panggil Dyxie.
"Apaan?"
"Habis makan naik itu mau nggak?" tanya Dyxie sambil menunjuk bianglala yang cukup besar.
"Ogah"
"Lo takut ketinggian ya?" tanya Dyxie sambil memicingkan matanya.
"Mana ada! Gue--"
"Aduh non den, pacaran kok berantem melulu sih. Nih makan aja biar kenyang." kata ibu penjual rujak.
"Hehe, iya Bu." jawab Raksha sambil nyengir.
"Semoga suka ya." katanya si ibu sebelum pergi meninggalkan mereka.
Mereka diam sejenak sambil menikmati makan malam mereka dibawah lampu alun-alun. Tidak lama kemudian Dyxie membuka suara.
"Memang kita kayak orang pacaran ya?"
"Hmm, mungkin menurut sebagian orang gitu." jawab Raksha sambil melihat sekelilingnya.
"Amit-amit punya cowok titisan sasaeng kayak Lo." gumam Dyxie tapi masih terdengar oleh Raksha.
"Amit-amit punya cewek spek setan kayak Lo!" timpal Raksha sewot.
Mereka menikmati rujaknya lagi tanpa sepatah kata, tapi beberapa saat kemudian. Mata elang Raksha melihat dua orang yang dikenalnya. "Gila, si Oli sama Galang. Jangan sampai mereka lihat gue jalan berdua sama nih cewek. Bisa habis gue jadi bahan gosip mereka." batin Raksha.
"Lihat apaan sih Lo bengong gitu?"
"Ngumpet! Buruan!"
"Hah? Kenapa?" tanya Dyxie tidak paham.
"Noh!" Raksha memegang kepala Dyxie dan menolehkan kepala Dyxie ke arah Oliver dan Galang. Seketika itu juga Dyxie membelalakkan matanya.
"Anjg, ayo kabur!"
Mereka buru-buru pergi dari sana setelah membayar rujak. Sesekali menoleh kebelakang memastikan Oliver dan Galang tidak melihat mereka. Tapi...
"Stop!" Dyxie menghentikan langkah.
"Apa lagi? Keburu ketahuan mereka."
"Sama aja geblek! Maju ketahuan mundur ketahuan!" jawab Dyxie sambil menunjuk dua cewek yang sedang makan bakso di salah satu kedai.
"Sial banget emang gara-gara nurutin Lo."
"Buruan! Ayo pergi kesana!"
Baru saja mereka melangkah kakinya sebanyak 3 langkah. Terdengar suara nyaring memanggilnya. "Dyxie!!!" Bisa dikenali itu adalah suara Aura.
"Sialan? Kabur!" kata Dyxie sambil menarik tangan Raksha kabur dari sana.
"Lah? Lah? Malah kabur?" tanya Aura kebingungan.
"Eh, tapi cowok disampingnya tadi siapa ya?" tanya Keyla.
"Mana gue tahu."
Ketika kabur dari teman-temannya Dyxie, Oliver dan Galang malah melihat Raksha.
"Heh! Itu Raksha bukan sih?" tanya Galang sambil menunjuk Raksha.
"Mana?" tanya Oliver yang masih belum menemukan objek yang ditunjuk Galang.
"Itu nying! Yang lari-lari!" jawab Galang.
"Si Anjir, ho'oh. Siapa tuh cewek?"
"Asekk bahan ghibah." kata mereka berdua sambil melakukan tos ria.
...***...
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
🌹meera❤💞
kenapa lari" woy . 🤣🤣🤣
dasar somplak
2022-12-20
2
Allazaa
smngat thorr😊
2022-11-14
2
Mrinpur
kesan ny kayak takut di grebek ajj,,🤣🤣🤣🤣
2022-11-13
2