...Bab 4...
...Happy Reading...
...***...
Saat ini Dyxie telah selesai membeli semua yang di butuhkan maminya. Ia kembali ke mobil menaruh belanjaannya. Bukannya pulang, ia malah balik masuk ke Mall lagi untuk shopping dan memanjakan dirinya sendiri.
"Goblok banget namanya kalo ditangan ada black card tapi gak digunain." kata Dyxie.
"Gasss!! Shopping!!" teriak Dyxie sambil lari tanpa malu sedikitpun bahkan disaat ulahnya menjadi pusat perhatian.
Dyxie mengambil banyak sekali baju, sekali belanja biasanya Dyxie bisa habis puluhan juta karena semua yang dibeli barang branded. Dan belinya gak hanya satu atau dua, sekali belanja minimal 20 paper bag. Tapi anehnya walaupun begitu, mami papinya tidak pernah marah ke Dyxie. Sultan mah emang beda ygy..
"Hngg... baru 10. Apa udah aja ya?" tanya Dyxie kepada dirinya sendiri dengan satu tangan yang menopang dagunya.
Akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri sesi shoppingnya. Cukup banyak barang yang dibelanja Dyxie hari ini. Mulai dari kebutuhan maminya. Sampai barang yang ia beli untuk dirinya sendiri.
Dyxie mengendalikan mobilnya menuju sebuah restoran karena lapar. Tapi ditengah jalan, tepatnya di daerah yang agak sepi. Ia melihat seorang wanita yang di ikuti 2 pria. Sesekali wanita itu menoleh kebelakang. Setelah menoleh lalu mempercepat langkahnya. Sepertinya wanita itu sadar jika di ikuti.
"Apaan tuh?" gumam Dyxie sambil memperlambat laju mobilnya.
Dyxie memperhatikan wanita itu lagi, beberapa saat kemudian salah seorang laki-laki dibelakangnya mengeluarkan pisau. Dyxie langsung melotot melihat itu. Segera ia menghentikan mobilnya dan berlari ke arah wanita tersebut.
DUAKK!!! Dyxie menendang pria yang membawa pisau hingga tersungkur. Pria satunya langsung melayangkan kepalan tangannya ke arah Dyxie, tapi dengan sigap Dyxie langsung menghindar.
"Gak usah ikut campur anak kecil" kata salah satu preman tersebut.
"Gue hobi tawuran, gak seru kalo gak ikut campur" jawab Dyxie dengan santainya.
Ketika Dyxie hendak melayangkan pukulan ke preman dihadapannya, ia di kejutkan dengan teriakan wanita tadi. "TOLONG!!!" seketika Dyxie langsung menoleh ke belakangnya. Benar saja, wanita tersebut disandera preman yang tadi ia tendang hingga tersungkur.
"Menyerahlah. Pergi gak usah ikut campur. Atau wanita ini mati disini" ucap pria itu.
"TOLONG!! TOLONG SAYA!!" wanita itu terus meronta dan berteriak. Tapi tak ada satupun warga yang mendengar karena daerah itu sangat sepi.
Disini Dyxie cukup bimbang. Ia ingin menyelamatkan wanita itu. Tapi jika ia maju preman itu akan menggoreskan pisaunya ke leher wanita tersebut. Dyxie berpikir sejenak. Otak cerdas dan licik Dyxie memang lancar gess. Ia berkata.
"Kalem, gue gak akan ganggu kalian kok" kata Dyxie dengan menyungging senyum miring dibibirnya. Di detik berikutnya, Dyxie melempar pandangannya ke wanita tadi. Ia memberikan kode agar tetap tenang. Untunglah wanita itu tidak terlalu bodoh untuk mengerti maksud Dyxie.
"Maksud Lo?"
"Ih, masa paman-paman gak ngerti maksud gue sih?"
Kedua preman tersebut saling pandang, mereka bingung dengan perkataan Dyxie. Ketika mereka lengah. Dyxie menggunakan kesempatan itu. Dyxie melempar hpnya ke pergelangan tangan kanan preman yang menyandera wanita tadi. Tepatnya tangan yang memegang pisau. Njirlah, hp gak tuh dilempar😌
Tak! Preman itu kesakitan dan menjatuhkan pisaunya. Segera wanita itu berlari menjauh dari dua preman tersebut.
"Dasar licik.."
Dyxie nyengir, kemudian mengejek preman tersebut. "Makanya jangan goblok jadi orang paman" ejeknya.
"Kayaknya Lo lebih kaya dari wanita tadi, gapapalah kita ganti target" kata salah satu preman.
"Kayaknya kita bakal dapat double" sambung preman satunya lagi sambil menatap mesum Dyxie.
"Cuih!!" Dyxie meludah menunjukkan ia jijik dengan 2 orang didepannya.
"Sini Lo berdua maju bareng sekalian!" tantang Dyxie.
Ditantang seorang remaja apalagi cewek, kedua preman tersebut tidak terima karena merasa diremehkan. Mereka maju bersamaan untuk menyerang Dyxie. Dyxie berdecak sebal. Dyxie merasa malas harus meladeni 2 lalat menjijikkan ini.
Dengan kemampuan bela diri Dyxie, Dyxie mampu menghajar kedua preman tersebut hingga babak belur. Jangan salah gess, Dyxie, Aura, dan Keyla itu pandai bela diri karena mereka hobi tawuran.
"Udah om? Segini doang?" tanya Dyxie kepada dua preman yang sudah jatuh tidak berdaya dihadapannya.
Akan tetapi tanpa di duga, salah satu dari preman itu melemparkan debu ke mata Dyxie. Alhasil mata Dyxie perih karenanya.
"Oh? Main curang ya, salah cari lawan tolol" batin Dyxie dengan satu sudut bibirnya yang terangkat membentuk senyum miring yang mengerikan.
Kini karena matanya tidak bisa melihat dengan jelas, dan tentunya sakit bila dibuka. Dyxie hanya mengandalkan indra pendengarannya yang tajam untuk melawan kedua preman tersebut. Mereka belum tahu kemampuan Dyxie yang sebenarnya. Dikira Dyxie cewek biasa gitu ya? Hingga akhirnya salah satu preman hendak menikam Dyxie, tapi telat. Dyxie menangkap pisau tersebut dengan tangannya sebelum menusuk perutnya. Darah bercucuran dari tangan Dyxie tapi Dyxie sama sekali tidak meringis. Kedua preman tersebut sadar, setelah melihat itu. Mereka bukan lawan gadis remaja ini.
"Kabur!"
Berakhir dengan kabur.
"Aishh... anjg.. mata gue.." umpat Dyxie karena matanya masih perih gara-gara preman tadi.
"Kamu gapapa nak?"
"Anda belum pergi?" tanya Dyxie balik.
"Belum, saya gak tega ninggalin kamu sendiri, sini basuh mata kami" jawab wanita itu sambil menuangkan air ke tangannya untuk membasuh mata Dyxie.
*
Setelah itu, wanita yang telah ditolong Dyxie tadi mengajaknya ke sebuah cafe untuk istirahat dan berterima kasih kepadanya karena sudah menolongnya. Sekaligus untuk mengobati tangan kiri Dyxie yang tersayat pisau tadi.
"Nah sudah selesai" ucap wanita itu setelah selesai mengobati luka Dyxie.
"Terimakasih emm..."
"Panggil Tante saja.." kata wanita itu lagi dengan senyuman hangat
"Iya, terimakasih Tante"
"Nama kamu siapa?" tanya wanita itu.
"Saya Dyxie Tan"
"Nama yang cantik, makasih banyak ya sudah nolongin Tante..
Dyxie hanya mengangguk sambil tersenyum kikuk, karena baru kali ini ia berinteraksi dengan ibu-ibu selain emaknya sendiri. Dyxie bingung harus bicara apa lagi ke wanita satu ini.
"Nama Tante Diana, mereka sebenarnya bukan preman biasa. Mereka suruhan dari lawan bisnis suami Tante" jelas wanita itu dengan panjang lebar.
"Lain kali Tante hati-hati ya? Jangan lewat tempat sepi seperti itu" pinta Dyxie
Wanita itu mengangguk kecil sambil tersenyum. Kemudian bertanya. "Sekarang masih jam dua siang? Kamu gak sekolah?" tanya wanita itu.
"Saya di skors Tante" jawab Dyxie sambil nyengir.
Wanita yang diketahui bernama Diana tersebut sedikit terperanjat mendengar gadis didepannya ini di skors. Bagaimana bisa gadis baik sepertinya di skors? Itu pikirnya. Padahal mah tukang buat onar.
"Kok bisa? Memang kamu nakal?" tanya wanita itu lagi.
"Bisa dong, habis nyemprot mobil guru pake Pylox" ucapnya lagi dengan cengengesan.
Wanita itu tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Apa yang membuatnya tertawa? Ia merasa geli sendiri, karena kelakuan gadis didepannya ini sama persis sepertinya dulu saat SMA. Ia dulu pernah mencorat-coret mobil guru menggunakan Pylox juga.
"Kenapa Tante tertawa?" tanya Dyxie heran.
"Kamu kaya Tante dulu, semoga kita bisa berteman ya?"
Dyxie hanya mengangguk. Kemudian wanita itu berpamitan karena sudah dijemput suaminya. Begitu pula dengan Dyxie ia juga pulang ke rumahnya karena sudah setengah tiga.
...***...
...Bersambung......
...Oliver Elfando...
...Galang Zaydaniell...
...Mohon dukungannya...
...Jangan lupa...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Terimakasih...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Ayhu Ramadhany
bunuh guA thorrrr knpmreka handsome bngitz sihh😭😭
2022-12-26
1
Clara Dasella
Aku mampir yaaa
2022-10-31
4
Arfadhila Oktari
lanjut buat mereka ada pasangan
2022-10-31
2