Waktu berlalu, sekarang sudah lewat jam pelajaran Bu Wanda. Mereka kembali lagi ke sekolah melalui jalan yang sama. Ke kelas dan mengikuti pembelajaran seperti biasanya. Hingga waktu pulang. Speaker sekolah berbunyi menyebutkan nama tiga bersahabat itu.
"Panggilan kepada Dyxie Giovallen Lleonara, Aura Axelyn, dan Keyla Chellsy Nathalie segera ke ruang BK"
"Apa lagi ini anjir?" tanya Aura.
"Jangan-jangan kita ketahuan lagi kalau bolos?" tebak Keyla.
"Ya sudahlah ayo, siapa tau di skors" jawab Dyxie.
Seketika wajah mereka bertiga berseri-seri. Membayangkan kalau mereka di skors mereka akan liburan jalan-jalan keliling kota, shopping, dan sebagainya.
*
Ketika sampai di ruang BK, Dyxie memicingkan matanya melihat dua cowok yang bersandar di salah satu dinding ruang BK. Sudah jelas dua cowok itu yang melaporkan mereka.
"Sudah berapa kali kalian bolos hah?!"
"Kalian tidak capek keluar-masuk ruang BK terus?!"
"Lihat ini! Buku catatan ruang BK penuh dengan nama kalian!"
"Apa kalian mau dikeluarkan dari sekolah?!"
Guru BK tersebut mengomeli mereka bertiga habis-habisan.
"Keluarin saja. Kita malah senang." jawab mereka bertiga bersamaan kemudian melakukan tos ria.
"Bersihkan toilet lantai 2!" perintah Gurunya sebagai hukuman.
"Idih! Ogah! Toilet itu kan toilet paling kotor! Mana bau banget lagi!" ucap Dyxie.
"Terserah! Raksha, Oliver. Kalian berdua awasi mereka!". perintah guru kepada si Ketua OSIS dan juga wakilnya.
"Baik bu."
Mereka berdua menggiring Dyxie, Aura, dan Keyla ke toilet yang ada di lantai 2. Tiga bersahabat itu mau tidak mau terpaksa melakukan hukuman ini karena mereka di awasi si ketua OSIS galak beserta wakilnya.
Didalam hatinya Dyxie terus menerus mengucapkan sumpah serapah untuk Raksha. "Raksasa sialan, asu, fuckk anjg! Liat aja Lo bakal gue kerjain!" omel Dyxie dalam hatinya. Gimana gak kesal, hukuman membersihkan halaman sekolah satu minggu saja belum selesai sekarang malah dihukum membersihkan toilet yang paling kotor di sekolahnya.
"Sekolah elit apanya?! Sewa cleaning service aja gak mampu!" gumam Dyxie.
"Tau tuh, malah nyuruh muridnya jadi cleaning servis." sahut Keyla.
"Turunin aja lah predikat elit dari sekolah ini, gak kuat bayar cleaning servis!" imbuh Aura.
Oliver tertawa sendiri mendengar percakapan tiga cewek didepannya. Dia tidak menyangka cewek yang hobi malak dan bully bisa kocak seperti ini. Beda lagi dengan Raksha, yang kesal dengan perkataan mereka.
"Fokus kerja!" perintah Raksha.
Seketika Aura dan Keyla langsung diam karena takut mendapat tatapan tajam Raksha. Mereka langsung serius membersihkan toilet tanpa berani memandang wajah Raksha. Beda dengan Dyxie yang tidak ada takutnya sama sekali dengan ketua OSIS itu.
"Bawel Lo ah!" ucap Dyxie.
"Lo habis ini bersihin halaman!"
"Dih, ogah capek!"
"Lo--!!"
Belum sempat Raksha menyelesaikan kalimatnya, Dyxie malah memelototi dirinya balik. "Apa?! Sini adu melotot!"
"Stress!" gumam Raksha.
15 menit kemudian mereka bertiga selesai membersihkan toilet. Kemudian mereka pergi ke halaman sekolah, dan membersihkan halaman tersebut bertiga seperti kemarin. Karena halamannya kali ini tidak terlalu kotor jadi mereka selesai lebih cepat kali ini.
"Nah, sudah bersih ya pak ketua OSIS galak! Kita sudah boleh pulang kan?" tanya Dyxie dengan ekspresi tersenyum kesal.
"Hm" jawab Raksha singkat.
Setelah itu ketiga gadis menuju tempat parkir untuk mengambil motornya masing-masing. Tetapi terbersit ide gila lagi di otak Dyxie. Dyxie terus memandangi motor kesayangan Raksha, yang terparkir tidak jauh dari motornya.
"Mau ngapain?" tanya Aura yang sudah peka bahwa Dyxie akan melakukan hal gila lagi.
"Ngerjain pak ketos!" jawab Dyxie kemudian ia berjalan mendekati motor Raksha.
Gadis itu mengambil lem super dari tasnya, dan menuangkannya di jok motor Raksha. "Rasain Lo.." gumam Dyxie sambil menyeringai. Setelah melakukan itu Dyxie kembali ke sahabatnya yang sudah ngakak akibat melihat ulahnya.
"Gila Lo Xie, masih ingat gak terakhir kali kita gunain itu buat ngerjain siapa?" tanya Aura sambil ngakak.
"Masih dong, pasti dia masih dendam sama kita" jawab Dyxie kemudian ikut tertawa.
"Lo gak takut di amuk Xie? Kalau ketahuan Lo yang nuang lem itu?" tanya Keyla.
"Nggaklah, ngapain takut? Emang dia macan gitu harus takut?"
Tidak lama kemudian Raksha datang bersama Galang dan juga Oliver. Dyxie, Aura, dan juga Keyla sengaja tidak pulang terlebih dahulu karena mereka ingin melihat kejadian selanjutnya.
Raksha melirik sebentar ke arah Dyxie, perasaannya sudah tidak enak sejak melihat Dyxie masih di parkiran. Tapi dia mencoba menepis pikirannya itu. Karena tidak ingin berlama-lama disana, Raksha segera duduk di motornya.
"..." seketika Raksha terdiam, matanya melirik tajam ke arah Dyxie sedangkan Dyxie hanya nyengir.
"Semangat ya!! Berdirinya!!" seru Dyxie sambil tertawa.
"Bangshat!!" umpat Raksha setelah tahu apa yang Dyxie lakukan.
Raksha berusaha berdiri dari motornya dibantu Galang dan Oliver. Jujur saja Galang dan Oliver yang notabenenya anak receh benar-benar ingin tertawa, tapi mereka takut mendapat bogem mentah dari Raksha. Raksha menarik dirinya sekuat tenaga agar terlepas dari motornya.
SWEKK...
krik. krik. krik. krik..
Seketika semua yang ada disana terdiam melihat hal yang terjadi barusan. Tapi sedetik berikutnya, mereka yang ada disana tertawa terpingkal-pingkal. Apa yang terjadi? Yap celana Raksha bagian belakang robek. Beruntung dia masih mengenakan boxer.
"Jhahahahaa... boxer Spongebob!!" ucap Dyxie sambil menunjuk boxer yang dikenakan Raksha.
Muka cowok itu sekarang merah padam, menahan malu sekaligus marah. Tangannya mengepal kuat, dadanya kembang kempis. "Diam kalian!!" kata Raksha dengan nada tinggi dan urat-urat yang menonjol di lehernya. Matanya menatap ke arah Dyxie dengan tajam.
Hal itu berhasil membuat mereka yang tertawa diam. Tetapi Dyxie masih saja tertawa kecil. Gadis itu benar-benar tidak bisa menahan tawanya.
Cowok itu melepaskan jas almamater miliknya, kemudian mengikatkannya ke pinggang untuk menutupi pantatnya. Tetapi pandangannya tetap tajam ke arah Dyxie. Seolah menyiratkan bahwa dia pasti akan membalas hal ini. Setelah itu dia duduk di motornya dan segera pergi dari area sekolah tanpa menunggu Galang dan Oliver.
Galang dan Oliver saling pandang kemudian bersamaan mengatakan "Mampus kita..." mereka segera memutar gasnya dan mengejar Raksha yang sudah jauh.
"Gila beneran Lo Dyxie.." Aura masih tidak habis pikir dengan keberanian Dyxie.
"Gak kaget sih gue, dulu aja pernah masang spanduk guru sama anime di gedung sekolah." ujar Keyla sambil mengingat kejadian menggemparkan di SMA mereka dulu akibat ulah Dyxie.
"Dyxie dilawan.." ucap Dyxie sambil mengibaskan rambutnya.
"Tapi hati-hati Lo. Raksha pasti bakal balas Lo." kata Aura mengingatkan Dyxie.
"Kalem, dia balas? Yaudah gue balas lagi." jawab Dyxie dengan santai.
"Somplak!" kata Aura dan Keyla bersamaan sambil tertawa.
...***...
...Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Mrinpur
asli ngakak baca ini,,,,smpai di sangka gx waras saking gx bsa nahan ketawa nya,,,keren thor sehat,sukses dan semangat slalu yach,,,🥰🥰🥰
2022-11-05
4
Arfadhila Oktari
cck mereka lanjut tor
2022-11-05
2