Hari sudah beranjak malam, Pras pun mengajak adiknya untuk pulang. Tapi, adiknya itu sepertinya enggan sekali untuk pergi. Terlihat jelas dari tatapan matanya pada Daily yang duduk di kursi meja makan dengan pipinya yang menggembung lantaran sedang memakan nasi putih dengan penyedap makanan saja.
"Frans, ayo kita pulang," ajak Pras. Tapi yang di ajak hanya diam dan pura-pura tidak mendengar.
"Frans, ayo! Hari sudah malam," kata Pras lagi.
"Boleh tidak Frans menginap disini, bang?" tanya Frans. Hingga membuat Nek Lai dan Daisy menatap wajah Frans yang lebam.
"Mana bisa! Apa kau mau di arak orang se komplek dan di gantung di balai desa komplek ini?" Pras menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena ulah adiknya itu.
"Emm.. Lily, kau mau tidak ikut aku pulang?" tawar Frans kepada Daily.
"Ai indak mau ikut ke rumah yang waktu itu, nanti Tuan memaksa dan mencekik Ai lagi," kata Daily sembari meletakan sendoknya.
"Tidak, kita pulang ke rumah ibu. Aku tidak akan macam-macam lagi, aku berjanji!" Frans begitu bersungguh-sungguh dengan apa yang ia katakan.
"Tetap, Ai indak ingin ikut sekarang," ucap Daily.
"Tidak sekarang, berarti nanti mau kan?" tanya Frans sembari tersenyum. "Bang, ayo kita pulang sekarang. Nanti kita kembali lagi bersama Ibu, Dinda dan juga penghulu. Aku akan menikahinya, bang."
"Indak bisa menikah malam ini! Meskipun Daily mau, nenek yang indak izinkan!" cetus Nek Lai. "Enak saja kau, sudah mengawini Daily dengan terburu-buru hingga mengandung. Kini kau ingin menikahinya terburu-buru juga dan membawanya pergi dari sini! Kau pikir tahu bulat?" Wanita tua renta itu menatap tidak suka pada Frans yang selalu saja seenaknya.
"Lily, kamu mau kan menikah sama aku?" tanya Frans, tetapi Daily hanya diam saja.
Melihat Daily yang hanya diam saja, Frans merengek pada abangnya.
"Bang, tolong tanyakan pada Lily!" pinta Frans.
"Daily, apakah kamu mau menikah dengan saya?" tanya Pras sembari menahan tawa.
"PRASETYO!" di luar dugaan, Frans langsung tersulut emosi dan pergi tanpa pamit dari tempat itu.
"Hihihi.. Ternyata Tuan Frans Nicolas yang Arogan seperti anak kecil yang mudah merajuk," kata Daisy sembari terkikik.
Gadis itu ingat betul bagaimana marahnya Frans saat ingin memboking dirinya tetapi di tolak mentah-mentah oleh Daisy lantaran yang saat itu ia tidak tahu bahwa Frans adalah seorang CEO muda. Karena dari yang di lihat Daisy, pemuda itu tidak ada rapi-rapinya dan tidak ada sopan-sopannya sama sekali.
Karena mendapatkan penolakan, Frans yang tidak terima pun menghancurkan dan mengacak-acak seluruh isi club malam yang beroperasi hingga pagi hari itu.
"Nek, Daily, Daisy, saya pamit pulang dulu. Besok pagi kami akan datang lagi bersama ibu dan juga Dinda untuk menetapkan pernikahan Daily dan Frans," kata Pras.
"Pulanglah, hati-hati di jalan," ucap Nek Lai.
Pras pun segera menyusul adiknya yang sudah berada di luar.
Brem.. Swos!
"Frans!" teriak Pras pada adiknya yang sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan jalanan depan rumah Nek Lai.
"Aih.. Sial sekali bocah itu!" maki Pras dengan kesal.
"Pakai mobilku saja, Tuan!" Daisy mendekati Pras sembari tersenyum dan memberikan kunci mobilnya yang beberapa bulan terakhir jarang is gunakan.
"Apakah tidak apa-apa kalau saya bawa?" tanya Pras.
"Enggak apa, lagi pula saya sudah tidak pernah keluar rumah lagi ataupun mengendarai mobil." jelas Daisy.
"Terimakasih," kata Pras. Tangan pria itu mengambil kunci mobil yang ada di tambah Daisy.
.
.
.
Di dalam mobil yang di kendarai Frans, pemuda itu terus-terusan menggerutu kesa pada abangnya.
"Mengesalkan, seperti tidak punya perasaan saja. Dalam keadaan seperti ini, sempat-sempatnya bujang lapuk itu membuat jengkel!" maki Frans pada kakaknya.
"Sudah tua tapi seperti bocah, selalu saja bercanda semuanya. Tidak punya pikiran, awas saja! Suatu saat aku pasti akan membalasnya!" sepanjang perjalanan, pemuda itu terua menggerutu dengan laju mobilnya yang berkecepatan tinggi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Dara Muhtar
Lanjut Thor 💪💪
2023-02-01
0
Amelia
aduh nenek KL ngomong bahasa mengawini ituloh bikin galfoks AQ hahaha
2023-01-21
0
pembaca setia
no komennn pokokee lanjutt
2022-11-07
0