Saat ini Daily sudah tiba di teras rumah Nek Lai, yaitu rumah neneknya yang ia tinggali selama ini. Keadaan rumah itu begitu sepi, seperti tak ada kehidupan di dalamnya.
"Nek, Ai pulang.." panggil gadis malang itu sambil mengetuk pintu rumah.
"Daily, kau pulang?" tanya salah seorang tetangga. Daily hanya mengangguk pelan, dan menutupi wajahnya yang masih terdapat tanda biru di sudut bibir dan keningnya.
"Nenek Ai kemana ya, Bibi?" tanya Daily pada tetangganya itu.
"Ada di belakang," jawab tetangga yang di panggil Bibi oleh Daily.
"Kalau gitu, Ai kebelakang dulu ya, Bi." Dengan begitu sopan, Daily pamit kepada orang itu untuk menuju belakang rumah, dimana Nek Lai berada saat ini.
Daily pun berjalan pincang menuju belakang rumah itu. Belum jauh Daily berjalan, gadis malang itu sudah terjatuh lantaran sakit di kaki bagian kirinya akibat di seret beberapa hari yang lalu oleh Frans.
"Daily!" pekik tetangga yang di panggil Bibi oleh Daily. Sebut saja nama wanita itu adalah Bibi Rohaya. "Kamu kenapa, nak?" Bibi Rohaya membantu Daily bangkit dan membawa gadis malang itu duduk.
Para tetangga yang mendengar teriakan Bibi Rohaya, segera keluar dari rumah masing-masing. Mereka senang bukan main setelah melihat Daily sudah pulang.
"Alhamdulillah, Daily akhirnya pulang," kata tetangga yang lain.
"Panggil Nek Lai di kebun belakang," kata Bibi Rohaya. "Tadi sudah ku panggil balek. Tapi tampaknya dia begitu malas untuk pulang setelah Daily indak ada di rumah." jelas Bibi Rohaya.
Tak lama kemudian, Nek Lai yang di panggil oleh salah satu tetangga akhirnya pulang.
"Ya Allah, cucuku akhirnya pulang!" teriak Nek Lai sembari menghampiri Bibi Rohaya dan Daily yang duduk di pinggiran teras rumah.
Warga begitu iba melihat keadaan Daily. Tubuh gadis malang itu penuh dengan luka lebam, mereka lebih iba dan sedih setelah mendengar cerita yang keluar dari bibir Daily. Bahwa dirinya sudah di siksa bahkan di lecehkan oleh pria yang tidak di kenalnya.
"Ya Allah, Daily." Nek Lai menangis sedih setelah mendengar cerita pilu yang terjadi pada cucunya.
Begitu juga dengan para tetangganya, mereka begitu tahu bagaimana sikap dan sifat dari Daily selama ini.
"Laki-laki itu kira, Ai adalah kak Daisy, Nek. Kesalahan apa yang sudah Kak Daisy lakukan sehingga membuat laki-laki itu membencinya, dan kenapa Ai yanh harus menerima semua ini. Tuhan sungguh indak adil pada Ai," ucap Daily. Tangis gadis malang itu kembali tumpah. "Mana yang katanya Tuhan maha adil dan maha kuasa? Nyatanya saat ini Ai menjadi perempuan kotor yang Indak berguna." teriak Daily histeris.
Gadis malang itu tidak perduli dengan banyaknya tetangga yang ada di rumah Neneknya. Ia merasa bahwa dirinya kini sudah menjadi wanita yang tidak lagi berguna dan juga sampah masyarakat.
"Indak boleh bicara seperti itu, Ai. Kami semua warga komplek ini begitu senang kau bisa kembali dengan selamat," kata salah satu warga. "Kami semua indak perduli dengan dirimu yang sudah menjadi korban pelecehan itu."
"Benar, Ai. Jadi jangan pernah menganggap dirimu indak berguna," kata warga lain.
"Kalau kau ingat wajah pria itu, baiknya kita laporkan bae pada polisi," kata salah satu warga yang lainnya lagi. "Agar laki-laki itu menerima balasan atas apa yang ia lakukan padamu."
.
.
.
Frans yang baru saja memasuki rumah ibunya, begitu terkejut karena mendapatkan bogeman mentah yang begitu tiba-tiba dari Sang Kakak.
Buk!
"Auchh.. Apa yang lakukan, bang?" Frash memegangi sudut bibirnya yang berdarah akibat bogeman mentah yang ia terima.
"Apa yang aku lakukan kata mu? Apa?" Pras menatap Sang Adik dengan tatapan marah. "Perempuan mana yang sudah kau kurung dan kau siksa serta kau lecehkan di apartemen mu?"
Deg!
Frans terkejut, dari mana Abangnya itu tahu bahwa ia menyembunyikan seorang gadis tidak berdosa di dalam apartemen-nya.
"Pe-pe-perempuan mana maksud, Abang?" Frans tergagap dan mencoba untuk berkilah.
"Perempuan ringkih yang sudah aku antarkan pulang ke asalnya!" timbal Prash hingga membuat Frans semakin terkejut.
"Ibu benar-benar kecewa padamu, Frans. Kenapa kau tidak pernah mendengarkan nasehat yang ibu berikan selama ini? Apakah perkataan ibu kau anggap hanya angin lalu?"
Wanita separuh baya yang menggunakan hijab syar'i itu menangis sedih. Ia merasa menjadi ibu yang paling buruk di dunia karena telah gagal mendidik putranya.
"Ibu, Frans bisa jelaskan," kata Frans. Pemuda itu benar-benar tidak tahan jika melihat ibunya bersedih apa lagi menangis. "Frans salah orang, bukan gadis itu yang sebenarnya ingin Frans siksa. Tetapi gadis lain, Frans salah tangkap karena gadis itu kembar." jelas Frans.
"Alasan saja!" cetus Pras.
"Sungguh, bang. Frans belum melepaskan gadis itu karena Frans belum meminta maaf padanya," kata Frans.
Buk!
Pras kembali memukuli adiknya, hingga adiknya itu jatuh tersungkur di lantai ruang tengah rumah itu.
"Apa dengan minta maaf, kau bisa mengembalikan kesucian gadis ringkih itu? Apa dengan maaf mu, kau bisa mengembalikan keadaan seperti semula? Kau bisa mengobati trauma dan mental gadis itu?" geram Pras. "Maaf tidak akan pernah mengembalikan keadaan, Frans. Bagaimana jika semua kemalangan itu terjadi pada adik kita? Bagaimana?" teriak Pras.
"Kalau semua itu sampai terjadi pada Dinda, maka aku akan meremukkan tubuh pria itu," kata Frans dengan pelan.
"Hahaha.. Kalau begitu, aku tidak salah jika harus meremukkan tulang belulang mu. Karena gadis itu dan Dinda sama-sama perempuan!" Pras tertawa sumbang.
Buk! Buk!
Pria itu memukul lagi wajahnya adiknya hingga memar dan membiru.
"Ibu tidak akan pernah memaafkan dirimu dan tidak sudi menganggap mu sebagai putra ibu, jika kau tidak bisa mempertanggung jawabkan perbuatanmu pada gadis itu!"
Dengan airmata berderai, ibu dari Pras dan Frans berlalu pergi meninggalkan kedua putranya itu.
"Kau dengar itu, Frans. Aku juga tidak akan sudi menganggap mu sebagai saudaraku jika kau menjadi pria yang pengecut!" tunjuk Pras sebelum ia melangkah meninggalkan adiknya yang terkapar di lantai ruang tamu itu sendirian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Silvi Vicka Carolina
indak .....bahasa padang ya
2024-06-11
0
Dara Muhtar
Ternyata Frans mempunyai keluarga yang sangat baik.... dianya aja' yang ndak punya akhlak
2023-02-01
0
sansan
maaf nanyA thoor.. ini novel hiatus ao gmn.. soalnya tk liat eps terakhir ny kayak blm tamat.. tp udah ngga up
2023-01-31
0