Mobil yang di kendarai Jonathan melaju dengan kecepatan sedang, hingga membuat Frans merasa kesal.
"Joe, cepat sedikit. Gadis ini sungguh berisik dan tidak bisa diam," kata Frans dengan kesal.
Di dalam mobil dan tepatnya kursi bagian belakang, Frans terus mengungkung dan menahan tubuh kecil Daily dengan tubuhnya yang kekar dan atletis.
"Sial! Jangan seperti itu, posisimu dan Daisy membuatku tidak fokus!" protes Jonathan pada sahabatnya itu.
"Tolong lepaskan saya, Tuan. Saya bukan Daisy tapi Daily," lirih Daily yang sudah lelah berteriak dan memberontak.
"Kau pikir aku akan percaya? Perempuan bermuka dua seperti dirimu sungguh membuatku muak," kata Frans. "Menangis lah, berteriak dan mengiba lah. Aku Sama sekali tidak akan IBA padamu."
"Sungguh, saya bukan Daisy. Saya adalah adiknya," ucap Daily. Air mata ketakutan gadis itu terus saja menetes membasahi pipinya yang putih.
Tanpa rasa belas kasih, Frans terus mengungkung tubuh Daily bahkan menjamah tubuh gadis itu dengan buas di dalam mobil yang sedang melaju.
"Hiks.. Nenek tolong Ai," lirih Daily.
Daily sungguh tidak berdaya, harapannya semoga saja ada orang yang bisa membantunya lepas dari pria gila yang tidak di kenalnya.
.
.
.
Mobil yang di kendarai Jonathan pun akhirnya berhenti di depan sebuah apartemen yang jauh dari keramaian. Apartemen yang begitu sepi.
"Tolong, lepaskan saya," pinta Daily.
"Frans, kenapa aku menjadi tidak tega melihatnya?" Jonathan merasa iba melihat keadaan gadis yang ia kira adalah Daisy. Menangis di sepanjang perjalanan, membuat wajah gadis itu menjadi sembab.
"Ahh.. Apakah kau sudah melupakan perlakuan penipu ini pada kita, terutama padaku?" bentak Frans pada Jonathan.
"Lihatlah wajahnya, dia begitu ketakutan," kata Jonathan.
"Alah!" tanpa mendengarkan perkataan Jonathan, Frans menggendong paksa tubuh Daily memasuki Apartemennya.
Bruk!
Dengan kasar Frans menghempaskan tubuh kecil Daily ke atas ranjangnya. Ranjang yang biasa ia gunakan untuk menuntaskan hasratnya pada setiap wanita ja-lalang yang ia bawa ke tempat itu.
"Jangan.. Saya mohon," pinta Daily dengan wajah memelas.
"Kali ini, aku tidak akan termakan dengan wajah memelasmu itu," kata Frans sembari membuka kemejanya.
"Ya Tuhan, tolong Ai. Siapa laki-laki ini? Kenapa dia begitu membenci Kak Daisy? Apa yang sudah di perbuat olehnya?" batin Daily. Gadis itu benar-benar ketakutan.
Melihat tubuh Frans yang sudah nyaris polos di hadapannya, membuat Daily semakin ketakutan. Gadis itu pun turun dari atas ranjang Frans dan mencoba untuk kabur.
"Mau kemana, kau perempuan sial?" Frans menarik paksa tubuh Daily dan menghempaskan tubuh itu dengan kasar.
"Ai mohon, tolong jangan lakukan semua ini," lirih gadis malang itu. Ia mengiba dan memohon ampun serta belas kasihan pria yang kini berada di atas tubuhnya. Akan tetapi pria itu terus-terusan menjamah tubuhnya bahkan meninggalkan banyak tanda di bagian lehernya.
Srek!
Frans merobek gaun merah muda yang di kenakan Daily dengan tidak sabaran.
"Ohh.. Tubuhmu sungguh indah," ucap Frans sembari tersenyum smirk. Melihat tubuh polos Daily sungguh membuat dirinya semakin gila.
"Jangan Tuan, saya mohon jangan lakukan," Daily memberontak saat tangan nakal Frans mulai menggerayangi bagian-bagian sensitif tubuhnya.
"Ayolah, Baby. Jangan menolak dan sok jual mahal begini! Melayani Om-om tua saja kau mau, kenapa denganku kau begitu ketakutan?" Frans menyentuh bukit Daily bahkan sedikit mer*masnya. Hingga membuat Daily berteriak histeris.
"Tidak! Jangan lakukan itu!"
Setelah puas bermain-main, Frans pun akhirnya langsung menuju inti permainannya. Ia memaksa miliknya mendesak masuk pada milik Daily yang masih tersegel. Hingga membuat Daily menjerit dalam tangisan yang begitu pilu.
"Nenek!" teriak Daily dengan kencang saat Frans berhasil menembus selaput darahnya yang selama ini selalu ia jaga dan bangga-banggakan.
"Daisy, kenapa rasanya berbeda? Obat apa yang kau konsumsi?" racau pria gila yang berada di atas tubuh Daily dan bergerak dengan liarnya.
"Ya Tuhan, tolong ampuni Ai. Nenek, tolong maafkan Ai yang gak bisa menjaga diri," guman Daily di dalam kesakitan yang ia rasakan.
"Ahhh.. Ayo Baby, keluarkan suara indah itu. Buat aku semakin bersemangat," racau Frans tanpa memperdulikan semua gumanan yang di ucapkan oleh gadis yang ia gagahi dengan paksa itu.
Lebih satu jam lamanya, bahkan Frans sudah menyemburkan benihnya di dalam rahim Daily. Setelah merasa puas, barulah Frans turun dari atas tubuh Daily yang sudah lemah. Pria itu merebahkan tubuhnya di samping tubuh Daily yang sudah tidak berdaya. Tanpa rasa bersalah sedikitpun, Frans pun memejamkan matanya dan terlelap begitu saja.
Hanya penyesalan tidak berguna yang tersisa, jika saja sore tadi Daily mendengarkan perkataan Neneknya. Mungkin semua peristiwa pahit itu tidak akan terjadi. Dan mungkin, sekarang dirinya sedang berbaring di atas ranjangnya sembari membaca dongeng. Seperti kebiasaan yang ia lakukan setiap harinya.
Menangis sesal tiada berguna, kesucian di renggut paksa oleh sang durjana. Kini, Daily hidup menjadi wanita ternoda yang seperti tak ada harganya. Satu-satunya harta berharga yang ini miliki kini telah hilang.
"Nenek, tolong maafkan Ai. Tolong ampuni, Ai. Kini Ai tidak lagi berguna," lirihnya sembari berusaha turun dari ranjang itu dan memakai pakaiannya yang sudah tidak utuh lagi.
Dengan terseok-seok, gadis malang itu berjalan menuju pintu dan berusaha untuk pergi. Belum berhasil ia membuka pintu itu, tubuhnya sudah terhuyung lalu ambruk dan berakhir hilang kesadaran di lantai granit kamar itu.
Sungguh malang nasib Daily, menerima perlakuan buruk dari orang yang tidak dikenal atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Dara Muhtar
Kasian kamu Daily
2023-02-01
1
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
kasihan Daily😭
2022-12-18
0
Velza
akibat ulah yang diperbuat saudarinya, daily harus menerima balasan dari frans
2022-12-18
0