Hari sudah malam, Daily yang pamit pergi ke Toko kue belum juga kembali. Hingga membuat Nek Lai merasa khawatir dan juga cemas.
"Ya Allah, kemana perginya Daily? Kenapa sudah malam belum pulang?" Nek Lai mondar mandir di depan rumah. Ia menunggu kepulangan cucu bungsunya. Cucu yang begitu ia sayangi.
Karena cemas, Nek Lai pun memanggil para tetangga dan meminta bantuan untuk mencari Daily yang pamit pergi sebentar dan tak kunjung kembali.
"Ada apa, Nek?" tanya seorang pemuda yang memang sering menolong Nek Lai di saat nenek itu membutuhkan bantuan.
"Tolong Nenek, Daily pergi sore tadi dan sampai saat ini belum juga pulang," kata Nek Lai.
"Dia pamit pergi kemana, Nek? Biar Anton cari," ucap pemuda itu yang ternyata bernama Anton.
"Tadi katanya, dia mau pergi ke Toko kue. Nenek sudah larang tapi kali ini dia tidak dengarkan perkataan Nenek. Nenek cemas sekali, Ton." Nek Lai begitu cemas, terlihat dari raut wajah tuanya dan juga tangannya yang terus-terusan meremas pinggir pakaian yang ia kenakan.
"Kalau gitu, Anton akan coba cari dan tanya pada pemilik Toko kue dulu, Nek." Anton pun langsung pergi untuk mencari Daily. "Anton pamit, Nek. Assalamualaikum."
"Semoga tidak terjadi sesuatu pada Daily," cemas Nek Lai. "Waalaikum'salam."
Pemuda yang bernama Anton itu pun segera mencari Daily. Menyusuri jalanan malam yang gelap dengan senter kecil menuju Toko kue yang katanya di kunjungi Daily.
Saat sampai di Toko kue, kebetulan toko itu masih buka.
"Assalamualaikum, Uni!" seru Anton pada pemilik toko kue itu.
"Waalaikum'salam," balas Ibu pemilik Toko.
"Maaf Uni, saya mau bertanya. Apakah Daily tadi sore membeli kue di Toko ini?" tanya Anton dengan sopan.
Guratan kecemasan begitu tampak di wajah pemuda 25 tahun itu. Pemuda yang begitu mencintai Daily tapi selalu di anggap Daily hanya sebatas seorang Abang. Sungguh sedih nasibnya, cinta bertepuk sebelah tangan.
"Benar, tapi dia tidak lama. Setelah membeli kue, dia langsung pamit pulang. Katanya takut di cari oleh Nek Lai," kata Ibu pemilik Toko. "Memangnya kenapa?" tanya Ibu pemilik Toko itu pada Anton.
"Sampai saat ini dia belum pulang, Uni. Kami begitu cemas, takut terjadi sesuatu pada Daily. Apalagi dia memang tidak pernah keluar rumah, kami takut dia di kira orang-orang adalah Daisy yang jarang pulang." jelas Anton.
"Benar, Uni juga tadi mengira dia adalah Daisy. Tapi dari pakaiannya dan caranya kok berbeda, dan dia mengatakan kalau dia Daily bukan Daisy."
Setelah memastikan, Anton pun segera pamit mencari ke tempat lain pada Uni pemilik toko.
"Kalau begitu, saya pamit dulu, Uni. Assalamualaikum!"
"Semoga cepat ketemu," kata Ibu pemilik Toko "Waalaikum'salam."
Anton meneruskan pencariannya ke tempat sekitar tapi ia tak menemukan keberadaan Daily. Bagaimana dapat di temukan jika Daily saja sudah berada di tempat lain. Bahkan sudah ada di luar Kota.
"Dimana kamu, Ai? Kenapa sekalinya kau keluar rumah malah tidak pulang?" guman Anton.
Tiba-tiba saja, mata pemuda 25 tahun itu melihat payung Daily yang berada di dalam remang-remang pencahayaan senternya.
"Tidak salah, itu payung Daily! Tapi kemana dia?" Anton segera berlari tergesa-gesa dan mengambil payung Daily yang sudah kotor di atas rerumputan yang ada di tepian jalan itu.
"Daily tidak pernah meninggalkan barang-barangnya seperti ini, kecuali terjadi sesuatu pada dirinya," guman Anton.
Anton pun menyinari area sekitar dengan senternya. Barangkali Daily terjatuh dan tidak sadarkan diri di tempat itu. Tapi, ia hanya melihat bekas kuenya saja. Kue yang sudah kotor dan hancur akibat terpaan hujan deras yang terus turun tanpa henti sore hingga menjelang malam itu.
Karena tak menemukan apapun, maka Anton segera bergegas pulang dengan payung Daily di tangannya.
.
.
.
Di rumah Nek Lai. Sudah banyak warga yang berkumpul, mereka semua membantu Nek Lai mencari Daily di area komplek Cisalak yaitu komplek tempat tinggal Daily.
"Kemana kamu, Ai? Kenapa buat Nenek cemas seperti ini?" Nek Lai memeluk payung cucunya yang kotor dan basah.
"Lagi pula, kenapa Nenek beri izin Daily keluar? Bukankah selama ini tidak pernah Nenek izinkan keluar sendirian?" Tanya salah seorang warga.
"Itulah bodohnya aku, tadi sore aku hanya melarangnya saja tapi tidak mengikutinya," kata Nek Lai penuh dengan penyesalan.
"Kita tunggu hingga besok, Nek. Kalau Daily tidak juga pulang, maka kita laporkan pada polisi. Biar polisi yang mencari," kata Anton sembari memeluk tubuh tua renta Nek Lai.
"Huhuhu.. Cucuku dimana kamu?" Nek Lai hanya bisa menangisi cucunya yang tidak kunjung kembali.
"Bagaimana mana kalau hubungi Daisy? Barangkali dia bisa bantu untuk mencari adiknya, dia kan banyak kenalan orang luar!" ujar salah satu warga.
"Iya juga, biar Anton coba hubungi nomer Daisy," kata Anton. Pemuda itu pun segera menghubungi nomer Daisy.
"[Hallo, ada apa?]"
"[Sy, adikmu hilang. Bisakah kau pulang dulu atau bantu cari keberadaannya,]" kata Anton pada Daisy yang ada di seberang telpon.
"[Dia hilang? Kenapa bisa? Bukankah dia selalu mengurung diri, hahaha!]" terdengar suara gelak tawa dari seberang telpon.
"[Aku serius Sy, adikmu hilang,]" kata Anton lagi.
"[Kalian cari lah, kalian orang pinggiran kan begitu peduli dengan Daily. Jadi kalian cari saja dia. Jangan libatkan aku!]"
Tut!
Daisy, kakak kembar dari Daily langsung memutus sambungan telpon itu. Ia benar-benar tidak perduli dengan adiknya.
"Astagfirullah.." Anton dan para warga yang mendengar timbal Daisy di dalam sambungan telpon itu hanya bisa mengusap dada. Mereka benar-benar tidak menyangka dengan Daisy yang tidak pernah perduli dengan saudaranya sendiri.
"Daisy memang seperti itu, dia tidak pernah perduli pada Daily yang begitu menyayanginya," ucap Nek Lai menangis sedih. "Padahal dulu mereka tidak seperti ini, dulu Daisy begitu perduli pada adiknya."
"Sabar, Nek. Kita berdoa pada Tuhan, semoga Daily baik-baik saja," kata Anton.
Pemuda itu begitu perduli pada Nek Lai. Selain dia menyukai Daily, dia memanglah pemuda yang baik dan santun. Tak hanya itu, dia juga adalah pemuda pekerja keras dan memang sering membantu warga komplek yang kesulitan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Velza
daisy si anak durjana
2022-12-18
1
Rhyzma Akuntan
indak itu bahasa apa yah ? atau othor salah tulis
2022-11-28
0
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
kasihan Anton cinta nya bertepuk sebelah tangan
2022-10-23
0