TOLONG JANGAN LAGI, TUAN!

Setelah selesai membersihkan diri, Frans segera menghampiri Pras yang duduk di ruang tamu rumah mereka.

"Ayo, bang!" ajak Frans dengan tidak sabaran pada Abangnya.

"Kau ingin pergi tanpa membawa apapun untuk gadis itu dan calon anakmu?" Pras menatap wajah adiknya yang di tumbuhi jambang halus dengan begitu intens.

"Aku sudah membawa sesuatu untuk gadis itu, nanti kita mampir ke toko dan membelikan makanan untuk anakku, bang." Timbal Frans dengan senyum yang mengembang di sudut bibirnya.

Pras mengangguk, akhirnya Pras pun membawa Frans menuju ke kediaman Nek Lai dimana Daisy dan Daily tinggal.

Saat sudah sampai, dan tentunya sudah mampir ke toko terlebih dahulu. Pras pun menghentikan mobilnya di pinggiran jalan.

"Bang, kenapa kita ke tempat ini?" Frans kebingungan. Komplek itu sudah ia datangi puluhan kali untuk mencari keberadaan Daily, tetapi ia tidak menemukan gadis itu.

"Kau ingin bertemu dengan wanita dan juga anakmu, kan?" Pras menautkan alisnya.

"Iya, tapi kenapa kemari?" heran Frans.

"Disini lah Daily tinggal. Bahkan sebulan sekali aku selalu memeriksa kondisi kesehatannya dan juga kandungannya." jelas Pras, hingga mata Frans melotot dibuatnya.

"Bang, kau!" tunjuk Frans pada abangnya.

"Aku hanya memeriksa kesehatannya saja, kebetulan gadis itu tidak takut jika aku yang menyentuhnya," kata Pras. "Aku seorang dokter, jadi tidak ada alasan aku untuk tidak menyentuhnya." Pras tersenyum mengejek pada adiknya yang memang memiliki kelainan emosi.

"Tapi kau bukan dokter kandungan!" sungut Frans.

"Benar, tapi bukan berarti aku tidak bisa memeriksa kesehatan dan juga keadaan ibu dan anak yang malang itu kan?" dengan begitu santai Pras membalas semua perkataan adiknya. "Sudahlah, baiknya kau tunggu disini dulu sampai gadis itu keluar dari rumah dan mau berbicara padaku." Pras pun keluar dari dalam mobil nya lebih dulu, dan meminta Frans menunggu hingga Daily keluar dari rumah.

"Kenapa kau membawa barang milikku yang akan aku berikan pada wanita dan juga anakku?" Frans menahan kantong kresek serta paper bag yang ia beli untuk Daily dan juga calon anaknya.

"Ini untuk memancingnya agar mau keluar, dan aku bisa memanggil mu nanti. Kau tenang saja, aku bukanlah type pria yang suka mengakui barang milik orang lain adalah milikku!" cetus Pras sembari menarik paksa bungkusan kresek dan juga paper bag yang ada di tangan Frans.

Setelah berhasil membawa merebut barang-barang yang ada pada adiknya, Pras pun berlenggok memasuki pekarangan rumah Nek Lai.

"Assalammualaikum!"

"Wa'alaikumsalam!" sahut suara dari dalam warung kecil yang ada di depan rumah itu. Keluarlah Daisy dari dalam warung itu dan menghampiri Pras. "Tuan Pras.."

"Daily mana?" tanya Pras pada Daisy.

"Cih, mana? Katanya gadis itu sedang mengandung dan malang. Nyatanya dia bisa tersenyum lebar seperti itu pada Bang Pras, dasar wanita liar!" makinya saat melihat Daisy yang ia kira adalah Daily.

Frans terus-terusan menatap Pras dari dalam mobil itu. Ia terus mengamati apa yang di lakukan Pras dengan wanita itu.

"Sebentar, aku panggil dulu. Tadi dia sedang makan," kata Daisy sembari melangkah masuk.

Tak lama kemudian, Daisy keluar lagi sembari menuntun Daily yang sudah mengandung 6 bulan, yang artinya perut gadis itu sudah membesar dan membuncit.

"Ada Dokter Pras di luar," kata Daisy pada adiknya.

"Kenapa dia datang lagi, kak?" Daily bertanya pelan pada kakaknya.

"Daily, bagaimana keadaan dirimu dan juga bayi yang kau kandung?" Pras menyapa Daily lebih dulu agar gadis malang itu tidak ketakutan seperti biasanya.

"Alhamdulillah, Ai dan bayi yang Ai kandung sehat, Tuan." timbal Daily.

Daisy pun mendudukkan adiknya itu di kursi yang ada di samping Pras.

"Syukurlah kalau begitu, aku ikut lega," kata Pras. "Ini, ada sesuatu untukmu!" Pras memberikan barang-barang adiknya yang ia bawa.

"Kenapa harus serepot ini, Tuan?" Daily menatap semua barang-barang yang di berikan Pras padanya.

"Aku tidak repot, karena semua ini bukan aku yang membelinya. Semua ini adalah belian seseorang yang beberapa bulan terakhir ini begitu tersiksa atas dosa yang telah ia lalukan," kata Pras sembari mengusap kepala Daily.

Tidak ada sedikitpun di hati Pras untuk merebut Daily dari adiknya. Hanya saja, Pras ingin mendekatkan diri pada gadis itu. Melihat Daily, Pras selalu mengingat wajah adik perempuannya yang mungkin seumuran dengan Daily dan Daisy. Bagaimana jika seandainya nasip buruk itu menimpa adiknya? Tentu ia tidak akan terima, bukan? Sama seperti Daily, perasaan Pras benar-benar sakit dengan apa yang di lakukan adiknya pada Daily si gadis malang.

Terlihat, Frans yang berada di dalam mobil sedang menyeka air matanya. Kekesalannya hilang seketika, rasa penyesalan semakin menghantui dirinya. Karena ulah bejat nya, Daily harus menanggung semua derita itu.

"Ternyata gadis itu benar-benar mengandung anakku," lirih Frans. Pemuda itu kembali menyeka air matanya dengan kasar.

"Maksud Tuan bagaimana? Orang siapa?" tanya Daily sembari membuka paper bag yang ada di tangannya. Sembari menunggu jawaban Pras, sudut bibir Daily terangkat. Ia melihat isi dari paper bag itu, dress ibu hamil berwana biru muda yang begitu cantik menurutnya.

Pras menatap ke arah mobil, ia meminta Frans untuk turun dari mobil itu. Frans yang sedari tadi memperhatikan, segera turun dari mobil dan berjalan pelan menuju teras rumah itu.

"Itu orangnya, orang yang selalu mencari-cari keberadaan mu enam bulan terakhir!" tunjuk Pras pada adiknya yang berjalan mendekat ke arah posisi dirinya, Daily dan Daisy berada.

"Nenek!" teriak Daily sembari menjatuhkan paper bag yang ada di tangannya. "Nenek.." gadis itu berteriak histeris dengan wajah memerah dan ketakutan.

"Daily.." Daisy mencoba memegangi Daily yang melompat dari kursinya dan berakhir terjatuh di lantai.

"Daily, tenanglah. Dia tidak akan menyakiti kamu lagi," ucap Pras pada Daily yang mengamuk.

"Jangan mendekat!" usir Daily pada semua orang termasuk kakaknya.

Gadis malang itu bangkit dari jatuhnya, dan berusaha lari memasuki rumah. Gadis itu begitu ketakutan setelah melihat wajah Frans.

"Nona, tunggu!" teriak Frans sembari menerobos tubuh abangnya dan juga tubuh Daisy. "Nona, tolong dengarkan saya!" Frans memaksa masuk ke dalam rumah itu dan mendekati Daily yang terduduk di ruang tamu.

"Jangan.. Saya mohon, pergilah!" teriak Daily. "Jangan lagi, tolong kasihani saya.." dengan perutnya yang besar, Daily merayap dan kembali bangkit dari posisinya. Gadis malang itu kembali melangkah dengan tergesa-gesa menuju kamarnya.

"Nona, tolong beri saya sedikit waktu. Saya janji tidak akan melakukan apapun, saya hanya ingin berbicara serius," ucap Frans dengan lirih sembari melangkah pelan mengikuti langkah Daily.

"Nenek.. Tolong Ai!" teriak gadis itu pada neneknya yang berada di belakang rumah.

"Frans, jangan paksa dia!" Pras yang masuk ke dalam rumah bersama dengan Daisy segera memperingati Frans.

"Bang, tolong katakan padanya. Aku ingin bicara, sebentar saja," lirih Frans dengan air matanya yang kembali menetes.

"Ada apa, Sy? Kenapa adikmu berteriak-teriak macam itu?" Nek Lai datang dari arah dapur. Alangkah terkejutnya wanita tua renta itu saat melihat Pras datang bersama pemuda lain.

"Kamu! Siapa kamu?" tunjuk Nek Lai pada Frans. "Dokter Pras, kenapa datang membawa teman?" tanya Nek Lai kepada Pras pula.

"Dia adalah adik saya, nek. Ayah dari bayi yang di kandung oleh Daily, dia datang ingin mempertanggung jawabkan segala perbuatan yang telah ia lalukan pada Daily." jelas Pras.

"Apa?" mata Nek Lai mendelik lebar, wanita tua renta itu begitu terkejut dengan apa yang ia lihat dan dengar.

Terpopuler

Comments

Dara Muhtar

Dara Muhtar

Nahh Lo Frans mau di becek becek kamu sama Nenek Lai

2023-02-01

0

bunda s'as

bunda s'as

ayo nek hajar ajah laki-laki kurang ajar itu ...

2022-10-31

1

@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ

@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ

nah lo frans mau di jadiin perkedel sama nek lai

2022-10-30

0

lihat semua
Episodes
1 AWAL - DAILY BUKAN DAISY
2 DI RENGGUT PAKSA SANG PRIA DURJANA
3 DAILY HILANG
4 FRANS TAK BERHATI
5 ANTARKAN SAYA PULANG, TUAN.
6 IBU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN DIRIMU!
7 DI MANA DIA, BANG?
8 FRANS MENGALAMI MUAL
9 DAISY PULANG
10 MASA LALU DAISY 1
11 MASA LALU DAISY 2 (MENYESATKAN)
12 DAISY BERUBAH DEMI DAILY
13 TOLONG JANGAN LAGI, TUAN!
14 FRANS HILANG KESADARAN
15 CERITA PRAS PADA DAILY
16 KAMU PERNAH MENGIDAM?
17 BOLEH TIDAK, MENGINAP DISINI?
18 IBU KECEWA, FRANS. IBU GAGAL MENDIDIKMU!
19 MANTAPKAN HATIMU, AI!
20 JONATHAN TIDAK BERGUNA.
21 AKU KAN HANYA INGIN MENJENGUK ANAKKU!
22 FRANS BUKAN PRAS!
23 CARI WANITA ITU SAMPAI DAPAT!
24 JANGAN, FRANS!
25 DUNIAKU SEAKAN RUNTUH, DAILY
26 BOLEH GAK YA, KALAU AKU CIUM?
27 PAPA DAN MAMA ANAK KITA!
28 JANGAN TAKUT
29 HATI DAISY MASIH MILIKNYA
30 BANYAK SEKALI WANITANYA AYAHMU!
31 DAILY TIDAK TERIMA
32 RESTORAN BANYAK SAMPAH
33 INDAK BOLEH PERGI!
34 AYO IKUT!
35 PERGI KE KOTA C
36 JANGAN TERSENYUM!
37 TIDAK BOLEH, FRANS!
38 SYUKURLAH! BERARTI TUAN FRANS TIDAK DENGAR!
39 YANG KAMU KANDUNG BUKAN ANAK FRANS!?
40 HAHAHA! SAYA MENYUKAI KAMU?
41 KAKI AI PEGAL!
42 KEMBALI KE KOTA A
43 SAYA YANG MENGANDUNG ANAKNYA AJA GAK BANGGA!
44 DAILY DI CULIK
45 FRANS PANIK
46 DIA ADIKKU, JHON!
47 JANGAN KAK!
48 HANCURKAN TEMPAT INI!
49 STOP! KENAPA SEPERTI ITU, DOKTER?
50 SEDIKIT AJA, YANK!
51 PROMO KARYA BARU (SUAMIKU BEBAN DERITA)
52 AMPUN, BU!
53 TITIP YA, BANG!
54 NANTI EXPIRED
55 KURANG VITAMIN, 10 BULAN GAK DI KASIH MAKAN!
56 MEMBERI MAKAN ANAK BURUNG
57 END
58 PROMO KARYA BARU ( JANDA LABIL MEET BERONDONG DESA)
Episodes

Updated 58 Episodes

1
AWAL - DAILY BUKAN DAISY
2
DI RENGGUT PAKSA SANG PRIA DURJANA
3
DAILY HILANG
4
FRANS TAK BERHATI
5
ANTARKAN SAYA PULANG, TUAN.
6
IBU TIDAK AKAN PERNAH MEMAAFKAN DIRIMU!
7
DI MANA DIA, BANG?
8
FRANS MENGALAMI MUAL
9
DAISY PULANG
10
MASA LALU DAISY 1
11
MASA LALU DAISY 2 (MENYESATKAN)
12
DAISY BERUBAH DEMI DAILY
13
TOLONG JANGAN LAGI, TUAN!
14
FRANS HILANG KESADARAN
15
CERITA PRAS PADA DAILY
16
KAMU PERNAH MENGIDAM?
17
BOLEH TIDAK, MENGINAP DISINI?
18
IBU KECEWA, FRANS. IBU GAGAL MENDIDIKMU!
19
MANTAPKAN HATIMU, AI!
20
JONATHAN TIDAK BERGUNA.
21
AKU KAN HANYA INGIN MENJENGUK ANAKKU!
22
FRANS BUKAN PRAS!
23
CARI WANITA ITU SAMPAI DAPAT!
24
JANGAN, FRANS!
25
DUNIAKU SEAKAN RUNTUH, DAILY
26
BOLEH GAK YA, KALAU AKU CIUM?
27
PAPA DAN MAMA ANAK KITA!
28
JANGAN TAKUT
29
HATI DAISY MASIH MILIKNYA
30
BANYAK SEKALI WANITANYA AYAHMU!
31
DAILY TIDAK TERIMA
32
RESTORAN BANYAK SAMPAH
33
INDAK BOLEH PERGI!
34
AYO IKUT!
35
PERGI KE KOTA C
36
JANGAN TERSENYUM!
37
TIDAK BOLEH, FRANS!
38
SYUKURLAH! BERARTI TUAN FRANS TIDAK DENGAR!
39
YANG KAMU KANDUNG BUKAN ANAK FRANS!?
40
HAHAHA! SAYA MENYUKAI KAMU?
41
KAKI AI PEGAL!
42
KEMBALI KE KOTA A
43
SAYA YANG MENGANDUNG ANAKNYA AJA GAK BANGGA!
44
DAILY DI CULIK
45
FRANS PANIK
46
DIA ADIKKU, JHON!
47
JANGAN KAK!
48
HANCURKAN TEMPAT INI!
49
STOP! KENAPA SEPERTI ITU, DOKTER?
50
SEDIKIT AJA, YANK!
51
PROMO KARYA BARU (SUAMIKU BEBAN DERITA)
52
AMPUN, BU!
53
TITIP YA, BANG!
54
NANTI EXPIRED
55
KURANG VITAMIN, 10 BULAN GAK DI KASIH MAKAN!
56
MEMBERI MAKAN ANAK BURUNG
57
END
58
PROMO KARYA BARU ( JANDA LABIL MEET BERONDONG DESA)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!