"Akhh.." Frans yang baru tersadar dari pingsannya, merasakan nyeri pada bagain perut, wajah dan juga lengannya. Pemuda itu bangkit dari posisinya sembari memijat kepalanya yang terasa berdenyut.
"Lily.." lirih Frans yang menyadari bahwa Daily tidur di sampingnya. Pemuda itu pun duduk sembari menatap wajah Daily yang terlihat begitu damai di dalam lelapnya.
"Maafkan aku," bisik Frans di telinga Daily. "Aku janji, setelah ini aku akan berusaha untuk mengembalikan senyuman mu." Dengan perlahan, tangan Frans bergerak dan hendak menyentuh wajah Daily yang begitu chuby seiring kandungannya yang semakin membesar.
"Tuan mau apa?" Daily membuka matanya, dan tiba-tiba saja menahan tangan Frans yang sudah hampir menyentuh pipinya.
"Ka-ka-kamu sudah bangun?" tanya Frans tergagap. "A-a-aku cu-cu-cuman mau ambil ini!" Frans memanjangkan tangannya dan meraih bekas bungkusan obat yang ada di ujung kepala Daily.
"Oh!" Daily hanya ber-Oh saja sembari beringsut dan bangkit dari posisinya.
"Lily.." panggil Frans pada gadis yang mengandung benihnya itu.
"Ada apa?" tanya Daily.
"Kamu gak takut lagi sama aku?" tanya balik Frans.
"Indak, kata Tuan Pras dia akan menjaga Ai. Lagi pula, sekarang Tuan sedang terluka. Apa mungkin masih ingin mencekik dan melempar tubuh Ai lagi ke lantai?" Daily akhirnya kembali menoleh dan menatap wajah Frans yang kusut, berambut gondrong dan juga penuh dengan luka lebam.
"Tolong maafkan aku," ucap Frans dengan lirih. Hatinya serasa di cubit kala mengingat dirinya mencekik Daily bahkan menggagahi gadis itu di lantai kamarnya yang dingin dengan begitu kasar serta buasnya.
"Kalau Tuan tega pada anak Tuan sendiri, lakukan saja," ucap Daily.
"Tidak, aku tidak akan melakukan hal itu lagi," kata Frans. "Aku berjanji, selamanya tidak akan pernah lagi. Aku gak akan menyakiti kamu lagi, Lily."
Gadis hamil itu tidak lagi menanggapi perkataan Frans. Tampak, jemari gadis itu sibuk pada perutnya yang membuncit. Dengan dahinya yang berkerut, Daily terus-terusan mengusap perutnya.
"Kenapa?" tanya Frans dengan wajahnya yang tampak begitu khawatir. Tapi Daily hanya menggeleng pelan. "Aku boleh sentuh? Sebentar saja." pinta Frans, Daily pun mendongakkan wajahnya pada Frans.
Gadis hamil itu tidak memberikan izin tapi juga tidak memberi penolakan. Frans yang melihat diamnya Daily, mencoba memberanikan diri untuk menyentuh perut Daily yang membesar karena bayi yang ada di dalamnya.
"Kamu pernah mengidam?" tanya Frans sembari mengusap perut Daily. Lagi-lagi, Daily mengangguk.
"Aku juga pernah, malah sering. Bahkan aku habis masuk rumah sakit dan di rawat selama 4 hari karena mengidam seafood, hehehe!" Frans terkekeh. Pemuda itu mencoba mengajak Daily berinteraksi.
"Kenapa bisa begitu, Tuan?" akhirnya Daily merespon perkataan Frans. Tampaknya, gadis itu mulai tertarik.
"Karena aku alergi seafood, tapi anak ini malah ingin. Mungkin semua ini bagian dari hukuman Tuhan, ya?"
"Mungkin," tanggapan Daily membuat Frans tersenyum kecil.
"Kamu mau kan menikah sama aku? Kita urus anak ini sama-sama, aku janji gak akan mengulangi semua kesalahan yang pernah aku lakukan sama kamu dan anak kita."
"Ai lapar.." Daily mengalihkan pembicaraan, sebenarnya bukan mengalihkan tetapi dirinya memang begitu lapar.
"Lapar, mau makan apa? Biar aku carikan, atau buat kan!" tawar Frans pada gadisnya itu.
Pras begitu lega melihat kedekatan adiknya dengan Daily, meskipun Frans belum mendapat persetujuan dari Daily untuk menikah. Setidaknya, rasa takut Daily sudah berangsur berkurang dan hilang.
"Semoga kau benar-benar berubah, Frans. Dan semoga setelah ini kau bisa lebih dewasa dan juga mengontrol emosi mu yang begitu buruk dan kerap meletup-letup." Batin Pras.
"Ayo katakan, kamu dan anak kita pengen apa? Aku akan buatkan untuk mu dan juga anak kita," kata Frans.
"Ai hanya ingin makan nasi saja," kata Daily.
"Oke! Kamu tunggu disini," ucap Frans, buru-buru pemuda itu bangkit dan hendak melangkah. Ia lupa, bahwa keadaannya sedang tidak baik-baik saja.
Bruk!
"Frans!" pekik Pras yang melihat adiknya jatuh terhempas di lantai kamar itu, tepat di depan kaki Daily.
"Hehehe.. Aku lupa, kalau kakiku tadi di pukul oleh super hero yang berbaju ungu tadi," kata Frans sembari terkekeh kecil.
"Bodoh!" maki Pras pada adiknya.
"Tuan Pras, tolong panggilkan Kak Sy," kata Daily pada Pras.
"Jangan minta sama dia, aku bisa ambilkan untuk kamu dan anak kita. Aku masih bisa bangkit kok!" terang Frans. Pemuda itu memaksakan dirinya untuk bangkit.
"Sudah-sudah lah, jangan memaksakan diri. Malah semakin membuat malu saja!" Pras membantu adiknya itu berdiri dan kembali mendudukkannya di atas ranjang Daily.
Dengan perasaan kesal pada Abangnya, Frans pun diam pada posisinya yang duduk di samping Daily.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Dara Muhtar
Akhirnya luluh juga hati Daily
2023-02-01
0
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
EMG ada super Hero pake baju ungu
2022-11-02
1
Sri Wahyuni
wah itu karmamu Frans 🤪🤪
gimana rasanya terluka dan diabaikan, enak gak enak gak 😅😅
2022-11-02
2