Bab 20

Reno sudah menemukan siapa dalang dari semuanya. Ternyata semua adalah ide dari Kaylin yang tidak menyukai Azzura.

Ken memarahi adiknya habis - habisan. Dia tidak habis pikir dengan pikiran adiknya yang mau mencelakakan Azzura.

Namun hal itu tidak membuat Kaylin meminta maaf kepada Azzura. Dia merasa itu bukan salahnya dia.

"Aku hanya membantu Abang untuk menyingkirkan kerikil itu, biar Abang bisa hidup bahagia bersama kak Claudia."

"Tapi bukan begitu caranya, jika terjadi apa-apa sama dia, maka aku orang yang merasa bersalah seumur hidup."

"Jika begitu ceraikan saja dia bang, kenapa Abang malah tidak mau menceraikan dia? apa Abang sudah jatuh cinta sama dia?"

Ken terdiam mendengar pertanyaan adiknya. Ken tidak tau apa yang ia rasakan. Dia memang sangat ingin hidup dengan Claudia,akan tetapi dia tidak ingin melepaskan Azzura.

"Abang nggak bisa jawab,jika kak Claudia tau betapa kecewanya dia."

"Tapi dia yang meninggalkan Abang waktu itu, dan kamu juga menyuruh Abang menikahi Azzura waktu itu, jadi jangan menyalahkan Abang jika tidak mau melepaskan dia."

"Aku hanya minta Abang menikahi dia, bukan hamili dia, nggak cinta tapi bisa hamil."

"Eh perkara hamil itu mudah, nggak perlu cinta, matikan lampu lansung gas maka jadilah." jawab Ken tidak terima di salahkan oleh adiknya.

"Lelaki memang bejat ya."

"Kamu..."Ken ingin marah kepada adiknya. Namun ia berhenti karena kaget melihat Azzura muncul bersama seseorang yang mirip Zahran sepupu Azzura.

"Kamu di sini?" tanya Ken bertanya kepada Azzura.

"Kamu udah liat aku, kenapa masih bertanya." jawab Azzura.

"Ini abang sepupu aku, aku mau pamit sama mama dan papa."

"Tapi mama sedang keluar, dan kamu belum terlalu sehat." jawab Ken.

"Tolong sampaikan maaf aku kepada mama, aku tidak bisa menunggu, aku akan tetap pergi."

"Apa nggak bisa kita pertimbangkan, Reno udah ceritakan semuanya kan?" ucap Ken kepada Azzura.

Ken teringat kembali bagaimana kemaren Zayyan memukulnya. Dia kaget setelah mengetahui Zahran mempunyai kembaran yang dingin.

"Meskipun bukan kamu pelakunya, akan tetapi hal itu membuat aku berpikir, bahwa di dekat kamu itu nggak aman, kamu tidak akan bisa memberikan tempat teraman untuk aku."

"Biar aja dia pergi bang." ucap Kaylin.

Azzura tersenyum menatap adik iparnya. Dia tidak tau apa kesalahannya sehingga wanita itu ingin melenyapkannya.

"Aku tidak tau apa kesalahan aku di masa lalu untuk kamu, sehingga kamu ingin melenyapkan aku, dan anehnya punya keinginan balas dendam lewat Abang mu." ucap Azzura.

Kaylin menatap Azzura balik dengan tersenyum mengejek.

"Itu semua karena kamu yang kegatelan, karena kamu aku putus dari pacar aku, Karen kamu dia mencampakkan aku di waktu kuliah."

"Pacar kamu? aku tidak pernah merebut pacar kamu, bahkan sampai aku menikah, aku tidak pernah pacaran."

"Kau bohong, lalu apa hubungan kamu dengan Bara? dia putusin aku demi kamu."

"Bara? ohw jadi pacar kamu Bara,tapi wajar sih Bara memutuskan kamu, jika dia masih lanjut dengan kamu maka kasihan sekali hidup dia harus hidup dengan wanita gila kayak kamu."

"Kamu." Kaylin emosi hendak menampar Azzura. Namun tangganya ditahan oleh Azzura sendiri.

"Jangan coba-coba sentuh pipi mulusku dengan tangan kotor mu." ucap Azzura memilih tangan Kaylin dengan kuat.

"Bang sakit." adu Kaylin.

"Ra tolong lepasin Kaylin ya, aku mohon." ucap Ken membujuk istrinya.

Azzura mendorong Kaylin sehingga mengenai tubuh Ken.

"Ajari adik kamu adab, sekali lagi dia mencoba mencelakai aku, kamu dan keluarga kamu jangan salahkan aku, jika aku membuat keluarga kalian menjadi miskin." ucap Azzura berlalu pergi dengan belagu.

"Ra jangan pergi, kita masih bisa bicara baik - baik." ucap Ken memegang tangan Azzura.

"Lepaskan tangan anda." ucap Zayyan.

"Ini urusan rumah tangga kami,orang luar jangan ikut campur."

"Aku tidak peduli, selagi dia masih keluarga Kusuma, maka jangan harap kalian bisa menyakitinya, suami macam apa kamu yang tidak bisa menjaga hati istri kamu,kamu menghamili mantan pacar kamu bersamaan dengan istri kamu." ucap Zayyan dengan wajah datar.

"Karena dia memang tidak pernah mencintai wanita itu." jawab Kaylin.

"Sekali lagi kamu bicara di depan saya menjelekkan dia, maka jangan salahkan saya jika mulut anda robek, silahkan anda cari tau saya sebelum bicara dengan saya." ucap Zayyan lagi.

Melihat aura kemarahan Zayyan membuat Kaylin ketakutan. Lelaki itu memang punya aura menakutkan.

Ken hanya diam ketika Azzura pergi dari ruangan papanya di rawat. Anak buah Azzura nampak berdiri diluar.

"Jangan pernah muncul di depanku lagi dan jangan harap kamu bisa melihat anak kamu." ucap Azzura yang berhenti sebelum pergi.

Ken lansung mengejar Azzura karena tidak ingin perkataan Azzura jadi kenyataan. Dia tidak akan sanggup untuk tidak melihat anaknya.

"Ra, aku mohon maafkan aku." ucap Ken lansung berlutut di kaki Azzura.

Semua orang yang ada di rumah sakit melihat adegan tersebut. Mereka tau siapa lelaki yang berlutut ini.

Dan tidak lama kemudian nampak Claudia muncul bersama dengan mamanya Ken. Hal itu membuat Azzura agak kecewa .

"Ternyata mama sudah bisa menerima wanita itu."ucapnya dalam hati.

"Ken kamu ngapain?" tanya Claudia menghampiri Ken.

"Pergi Claudia, aku ingin menyelesaikan masalah dengan Azzura dulu." jawab Ken.

"Kamu ini kenapa? apa kamu udah nggak mau bersama aku lagi?" tanya Claudia membuat Ken semakin bingung.

Azzura tersenyum melihat Ken tidak berbuat apa - apa lagi. Dia merasakan betapa berpengaruhnya Claudia dalam hidup Ken.

"Udahlah Ken, jangan banyak akting, kamu tidak akan bisa melepaskan wanita pujaan hati kamu, dan aku juga tidak akan bisa hidup dengan kamu lagi." ucap Azzura.

Azzura berjalan menghampiri mama mertuanya untuk bersalaman. Akan tetapi ketika dia mengulurkan tangannya, mama mertuanya tidak membalas uluran tangannya.

"Maaf ma, aku harus pergi, maaf jika aku banyak salah kepada mama."

"Sudahlah, pergi aja jika kamu mau pergi, mama kecewa sama kami, coba bertahan sedikit lagi pasti tidak akan seperti ini,kamu begini karena kamu merasa anak orang kaya." jawab mama mertuanya membuat Azzura tidak habis pikir dengan semuanya.

Dia tidak menyangka mama mertuanya akan berkata begitu. Mertua yang di anggapnya baik selama ini. Tapi sudahlah, terkadang apa yang kita inginkan memang tidak sejalan.

"Terserah apa kata mama, tapi aku bersikap begitu karena aku tidak terima di buat begini oleh anak mama, tapi yah saya berani berbuat karena saya anak orang kaya, jika saya orang miskin maka saya akan berpikir dua kali untuk berpisah."

"Tapi jika suami seperti Ken ini, saya rasa wanita miskinpun akan berpikir sama seperti saya, kecuali jika niatnya hanya demi harta, seperti wanita yang ada di sebelah calon mantan suami saya ini." ucap Azzura tersenyum mengejek.

"Kamu jangan berlebihan ya, kami saling mencintai dari dulu." ucap Claudia.

"Cinta kalian terlalu kejam, dia ini tidur dengan lelaki yang masih berstatus suami saya dengan dalil masih cinta." ucap Azzura menunjuk Claudia dan Ken.

Semua orang melihat ke arah keduanya sambil berbisik-bisik.

"Pelakor."

"Padahal cantikan istrinya."

"Di pelet kali."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!