Ken Mahesa adalah teman Azzam waktu kuliah. Dia juga merupakan anak dari keluarga kaya raya. Lelaki ini adalah lelaki yang disukai oleh Azzura sejak zaman kuliah.
Ken sejak dulu tidak pernah menanggapi Azzura. Akan tetapi tanpa ada angin tiba - tiba Ken menelpon Azzam untuk melamar kembarannya.
Azzam kenal dengan Ken merupakan lelaki baik. Apalagi lelaki ini memang pria yang disukai oleh adiknya Azzura.
Ketika memberi tau kepada Azzura , dia senang sekali dan lansung mengiyakan tanpa ragu.
Inilah sekarang hari kedatangan Ken berkunjung kerumahnya. Ken datang membawa keluarga besarnya. Di umur Azzura yang sudah menginjak 28 tahun, dia sudah matang untuk menikah. Maka ketika pinangan itu datang, papanya dan mamanya lansung setuju.
Karena Alan Adha mengenal keluarga Ken yang merupakan orang terkenal di negaranya. Ayah Ken termasuk salah satu anggota legislatif di negara mereka. Sedangkan Ken sibuk dengan bisnis yang dia geluti.
"Jika keduanya sepakat menikah, maka sebaiknya kita atur pernikahannya secepatnya, karena mereka juga sudah kenal sejak dulu." ucap papa Azzam.
"Iya, saya juga berpikir seperti itu pak, niat yang baik tidak boleh ditunda-tunda." ucap papa Ken.
"Untuk tempat pesta kami bisa sediakan." ucap papa Azzam.
"Saran saya biarkan mempelai pria yang menyediakan pak, agar dia menjadi lelaki bertanggung jawab."
" Tidak apa-apa, saya akan atur gedung untuk tempat, dan untuk yang lainnya saya serahkan kepada kedua mempelai seperti apa konsepnya." jawab Alan Adha.
"Baiknya kami serahkan kepada mama dan Tante Bella, kamu siap menerima seperti apa konsepnya, gimana ra?" tanya Ken.
"Aku ikut saja mana yang terbaik." jawab Azzura.
Dia tidak pernah memikirkan pesta impian. Baginya menikah dengan Ken saja sudah membuatnya bahagia.
"Baiklah, mereka akan menikah bukan depan." ucap mama Azzam yang dari tadi diam.
"Maaf tan menyela, saya inginnya secepatnya, apa tidak bisa dua Minggu lagi?" tanya Ken.
"Apa nggak keburu?" tanya Bella Kusuma.
"Kami sudah lama saling mengenal, jadi tidak perlu pendekatan lagi, lagian saya di bulan depan sedang sibuk, jadi saya rasa waktu yang tepat adalah dua Minggu lagi." jawab Ken nampak berhati-hati.
"Iya nggak apa-apa, nggak apa-apa sayang, Ken benar, mereka sudah saling kenal, om setuju jika pernikahan segera di laksanakan." jawab Alan.
"Tapi bagaimana pendapat orang mas? nanti dikira anak kita hamil duluan, menikah mendadak."
"Kenapa harus memikirkan omongan orang lain, kan faktanya anak kita tidak begitu." ucap Alan.
"Saya sepemikiran dengan jeng Bella, dua Minggu terlalu cepat, kurang elok juga rasanya." jawab mama Ken.
"Jika kedua mempelai sepakat nggak apa-apa ma, kita bisa menyiapkan pesta dalam dua Minggu, kita bisa bilang ke publik jika mereka sudah lama menjalin hubungan diam - diam." ucap papa Ken.
"Baiklah jika sepakat begitu, gimana jeng?" tanya mama Ken.
"Ya sudah jeng, jika memang sepakat begitu, nanti kita tunda malah terjadi yang tidak di inginkan." ucap mama Azzam.
"Baiklah, baiknya kita makan siang dulu." ucap Alan tersenyum mengajak calon besan dan calon menantunya untuk makan siang.
Mereka menyantap makan siang dengan bahagia. Bagi kedua pihak keluarga ini adalah hal yang menyenangkan.
Bella baru mengingat kemana sang menantu yang tidak nampak dari tadi. Dia memandang anaknya namun anaknya seolah tidak mengerti maksud tatapannya.
"Zam, Shena mana?" tanya Bella kepada anak lelakinya.
"Lagi tidurin Fatih ma, lagi rewel mungkin." jawab Azzam.
"Ohw nggak apa-apa, maaf yang jeng, menantu saya nggak bisa menyambut kedatangan jeng dan keluarga, karena cucu kamu sedang rewel." ucap Bella kepada mama Ken.
"Nggak apa-apa jeng, ini saya sudah luar biasa, kami senang di sambut seperti ini."
"Ini yang masak menunya Azzura jeng, dia ingin menyambut keluarga Ken." ucap Bella dengan bangga.
"Ternyata masakan Azzura enak, udah cantik pandai masak, saya kira anak Sekarang hanya pandai main gadget aja jeng, seperti anak kedua saya." ucap mama Ken.
"Oh iya, Ken masih punya adik kan?" tanya mama Bella.
"Iya, dia sedang kuliah di luar negeri, jadi belum bisa bergabung."
Azzura belum mengenal siapa adiknya Ken. Dia memang sejak dulu mengenal Ken, namun belum tau siapa adiknya Ken.
Setelah makan siang selesai, keluarga Ken pamit pulang.
Azzura sejak tadi hanya senyum bahagia. Hari ini adalah hari bersejarah baginya karena Ken akhirnya meminangnya.
"Jika memang ditakdirkan berjodoh, maka Tuhan sendiri yang akan mendekati, kamu tidak perlu bersusah payah mengejarnya." gumam Azzura merasa senang sekali.
Sedangkan Azzam lansung berjalan menuju kamarnya. Dia melihat Shena sedang bermain dengan Fatih.
"Fatih anak papa." ucap Azzam lansung menggendong sang anak.
"Udah pulang tamunya zam?" tanya Shena.
"Udah, kenapa?"
"Maaf tadi karena udah mulai makan jadi segan pula nak keluar." ucap Shena yang masih duduk di lantai kamar yang beralaskan karpet.
"Nggak apa-apa, lagian nggak ada hubungannya dengan kamu, buktinya tanpa kamu semua berjalan dengan lancar." ucap Azzam tanpa sadar menyakiti hati Shena.
"Zam besok boleh temani aku cari sesuatu ke mall?" tanya Shena sambil melihat Azzam yang tampak senang mengendong Fatih.
"Nggak bisa lagi sibuk, kamu pergi sendiri aja." ucap Azzam malas menemani sang istri.
"Apa jadinya jika aku jalan dengan dia? bisa malu di lihat teman - teman, apalagi dia bukan selera aku." ucap Azzam membatin dalam hatinya.
"Ya sudah, besok aku izin pergi bawa Fatih."
"Nah itu bisa, bawa Beby sister aja." ucap Azzam.
"Yuk nak, kita main sama opa dan Oma di bawa." ucap Azzam membawa Fatih keluar dari kamarnya.
Shena hanya menghembuskan nafas dengan kasar karena melihat sikap Azzam.
"Katanya mau berubah, tapi kenapa seperti ini juga? apa begini jika lelaki tidak mencintai kita?" tanya Shena pada dirinya sendiri.
Di tempat lain Ken nampak termenung setelah ulang dari rumah Azzura calon istri. Entah apa yang ia pikirkan.
Dia merasa ini adalah jalan yang tepat untuk hidupnya. Memilih menikah dengan Azzura adalah jalan terbaik. Apalagi dia tau bahwa wanita itu sangat mencintainya.
Selain itu dia juga mengenal bahwa wanita itu berasal dari keluarga baik-baik. Dia tau wanita itu menyukainya walaupun tidak menunjukkan secara terang-terangan.
"Semoga ini jadi yang terbaik, selamat tinggal masa lalu." ucap Ken bicara sendiri.
"Ken." panggil mamanya membuat lelaki itu sedikit terkejut.
"Ya ma." sahut Ken.
"Mama berharap kamu bisa menjadi imam yang baik untuk keluar kecilmu, dan ini pilihan kamu, jadi mana harap jangan pernah mengecewakan kami sebagai orang tuamu." ucap mamanya.
"Ya ma." jawab Ken.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments