Bab 5

Azzam Adha terpaksa menikah dengan Shena Rania. Pernikahan mereka hanya dilaksanakan dengan cara sederhana.

Keduanya nampak memasang wajah datar. Tidak ada kebahagiaan yang terpancar dari wajah keduanya seperti pengantin lainnya.

Azzam sebenarnya sudah mencari tahu di mana keberadaan Shena sebelum Aya memberikan alamat wanita itu. Namun dia pura-pura tidak tau karena dia masih ragu dengan hatinya.

Dia tidak ingin berumah tangga dengan wanita itu apalagi tidak ada cinta di antara keduanya.

Namun takdir berkata lain. Aya memberi tahu alamat wanita itu kepada kedua orang tuanya. Dan sialnya, saat mengunjungi wanita itu, Aya di culik sehingga membuatnya harus terbang ke pulau sana.

Setelah menemukan keberadaan Aya Arkarna, Azzam dan kedua orang tuanya melanjutkan perjalanan menuju tempat Shena.

Shena kaget melihat kedatangan Azzam dan keluarganya. Dia tidak tau harus berbuat apa saat itu. Apalagi saat papa Azzam berkata akan menikahinya dengan anaknya.

Shena tidak punya pilihan karena jika ia tidak mau, maka papa Azzam akan mengancam mengambil anaknya.

Setelah setuju akhirnya Shena pulang ke rumah keluarganya. Dia harus jujur kepada keluarganya tentang anaknya.

Ketika sampai di rumahnya, Shena agak kaget dengan respon orang tuanya. Mereka tidak memarahi Shena. Dan mereka nampak sangat dekat dengan keluarga Azzam.

Setelah di telusuri ternyata sebelum menemuinya, keluarga Azzam sudah menjelaskan semuanya kepada keluarga Shena.

Ayah Shena sempat menghajar Azzam saat itu. Namun karena semua sudah terjadi, mereka tidak punya pilihan selain menerima usulan keluarga Azzam.

Para tamu yang diundang di pernikahan hanya orang - orang terdekat. Mereka nampak berbincang - bincang dengan santai.

"Azzam, kangen." teriak Aya berjalan menuju Azzam dan Shena.

"Pelan - pelan Aya Shopia Arkarna, kamu sedang hamil." ucap Alfa karena istrinya saat ini hamil anak kedua mereka.

"Aku kangen kamu Azzam, maaf Shena pinjam Azzam sebentar ya." ucapnya lansung memeluk Azzam.

Alfa merasa geram dengan sikap istrinya lansung memisahkan keduanya.

"Mas Alfa kamu jauh - jauh sana, kamu bau." ucap Aya mengusir Alfa .

Azzam tertawa melihat Aya mengusir suaminya di hadapannya. Azzam tau bahwa wnaita itu memang sensitif semenjak hamil.

Yang membuat ia makin senang adalah ketika Aya lebih menyukai di sampingnya daripada di samping suaminya sendiri.

Shena merasa risih melihat pemandangan di sebelahnya. Apakah dia cemburu? entahlah.

Yang pasti saat ini dia merasa malu karena Azzam tidak menghargainya sebagai istri.

Setelah selesai, Azzam dan Shena pulang kerumahnya. Azzam memilih untuk tinggal di apartemen karena ingin bebas.

Dia yakin jika di rumah, maka dia akan sibuk dengan berekting segala di depan kedua orang tuanya. Namun permintaannya di tolak oleh Alan.

Papa Azzam tidak ingin anaknya keluar dari rumah keluarga. Karena bagaimanapun dia adalah anak satu - satunya laki - laki.

Alan hanya ingin Azzam melanjutkan apa yang sudah menjadi miliknya. Mereka tidak keberatan dengan menantu mereka.

Shena awalnya setuju dengan pendapat Azzam. Karena jika serumah dengan mertuanya maka ia tidak akan bebas. Dia yakin akan banyak tidak enak hati kepada kedua orang tau Azzam.

"Zam kamu lansung pulang atau menginap di hotel dulu?" tanya mama Bella.

"Aku nginap di hotel dulu ma untuk seminggu ini."

"Baik, itu lebih bagus biar kalian saling mengenal, anak kamu biar sama kami aja." ucap mamanya dengan senang.

"Tapi ma, Fatih belum bisa tinggal sama orang lain selain aku ma." ucap Shena.

"Bisa, percaya sama mama, Fatih anak yang pintar kok." ucap mamanya mengendong cucunya yang pertama.

Fatih nampak tertawa senang di cium oleh Omanya.

"Iya, dia senang dengan Oma nya, dia tau jika kami Oma Dan opanya." ucap Alan Adha tersenyum senang.

"Tapi ma, kasihan dia harus nyusu badan ma." ucap Azzam yang juga tidak ingin berdua dengan wanita itu.

"Nanti Fatih malah mengganggu kalian, lagian itu di kulkas masih ada stok susu Fatih untuk dua hari, besok kamu bisa kirim ke rumah lagi." jawab sang mama malah ngotot.

"Ma kami tidak akan terganggu, aku belum terbiasa juga tanpa Fatih ma, lagian dia masih setahun lebih, maka pasti banyak tidur." jawab Shena mencoba memberi pengertian.

"Ya sudah, tapi nanti Fatih jika kalian bulan madu ke mana saja, Fatih sama mama ya." ucap mama Azzam dengan lembut.

"Baik ma." ucap Shena.

"Kamu bawa bajunya na?" tanya Mama Bella.

"Belum ma, bagaimana ya ma." ucap Shena bingung.

"Nanti papa akan suruh asisten Azzam menyiapkan."

"Sudah pa, dia lagi menyiapkan saat ini, papa dan mama pulang aja untuk istirahat." ucap Azzam.

"Baiklah, selamat bersenang-senang." ucap mamanya menyerahkan Fatih kepada Shena.

Mereka masuk menuju kamar VIP yang memang di sediakan oleh pihak hotel. Kamar ini sebenarnya di mana kamar terjadinya perbuatan mereka yang menghasilkan Fatih.

Shena agak kaget ketika memasuki kamar yang sama. Dia agak takut dengan kejadian beberapa tahun yang lalu.

"Kamu nggak usah takut karena aku tidak akan memperkosa kamu." ucap Azzam.

Shena hanya diam tanpa menjawab ucapan Azzam.

"Lagian malam itu aku hanya terpengaruh miras, jika tidak aku tidak akan tertarik dengan kamu, kamu tidak sebanding dengan Aya walupun kalian bersahabat." ucap Azzam tanpa sengaja melukai hati Shena.

"Iya aku juga sadar diri, terlalu banyak perbedaan." ucap wanita itu lansung duduk di sofa sambil duduk memeluk anaknya.

Hatinya terluka saat mendengar ucapan Azzam. Dia tau bahwa dirinya jauh berbeda dengan Aya wanita yang terkenal dengan kekayaannya.

Keluarga Shena termasuk orang berada, namun tidak sebanding dengan keluarga Arkarna ataupun keluarga Adha.

Terpopuler

Comments

Mego Me

Mego Me

sombongnya kamu Azzam...

2022-10-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!