Azzam bersemangat mencari tau tentang apa yang terjadi di hotelnya. Dia sangat ingin mencari tau apa yang terjadi dengan Shena sahabatnya Aya.
Azzam juga mencoba meminta data beberapa tahun yang lalu. Namun ketika ia mendapati apa yang ia temukan membuatnya terkejut.
Karena yang ditemukan faktanya adalah dirinya sendiri yang melakukan semua itu.
"Aku? apa yang aku lakukan kepada Shena?" tanya Azzam menepuk jidatnya.
Rasanya kepalanya lansung pusing saat itu juga. Lama dia terdiam langkah apa yang ia lakukan. Dia tidak mungkin menikahi Shena Dia tidak mencintai wanita itu.
"Wanita itu pergi tanpa pamit, artinya dia tidak ingin aku tangung jawab, mungkin karena dia juga tidak mencintai aku." ucapnya agak sedikit lega.
"Tapi bagaimana jika Aya tau, wanita itu pasti akan heboh, sepertinya aku nggak usah kasih tau dia, semoga dia tidak meminta bantuan keluarganya." ucap Azzam.
Setelah tau siapa pelakunya maka Azzam berusaha untuk tidak bertemu dengan Aya.
Ketika perayaan pesta ulang tahun perusahaan Aya, Azzam berusaha menghindari wanita itu. Dia tidak ingin bertemu wanita itu dalam waktu dekat.
Agak cukup lama Azzam memikirkan caranya. Dia sangat ingin melihat anak yang terlahir dari wanita itu. Akan tetapi dia tidak ingin menikahi Shena.
"Jika aku ambil anaknya, siapa yang rawat?" tanyanya.
"Apa aku kasih dia uang untuk biaya hidup sehari-hari, dia pasti mau karena hidupnya juga nggak kaya - kaya amat." ucapnya bicara sendiri.
...****************...
Aya telah sampai di depan rumah Azzam. Dia segera masuk kedalam rumah. Sedangkan Alfa setelah Aya masuk, dia juga berangkat ke kantor.
Om Alan serta Tante Bella senang dengan kedatangan Aya. Mereka sudah lama tidak bertemu dengan Aya.
"Apa kabar Tante, om?" tanya Aya dengan lembut.
"Baik sayang, kangen sekali sama kamu." jawab Tante Bella.
"Makin cantik aja kan ma." ucap Alan kepada istrinya.
"Ah om bisa aja, om juga makin ganteng." jawab Aya.
"Tentu, jika tidak nggak mungkin Tante kamu bisa lengket seperti ini dengan om." jawab Alan sambil tertawa.
"Hahahah iya juga."
"Jangan dengarin om kamu, mama sehat sayang?" tanya Tante Bella.
"Alhamdulillah kesehatan mama semakin membaik."
"Alhamdulillah." ucap om Alan dan Tante Bella bersamaan.
"Om, Tante, Azzam masih adakan? aku mau bicara penting."
"Ada di kamar."
"Gimana ya, nggak mungkin aku kekamarnya, apa sebaiknya kita bicara di sini aja." ucap Aya dengan ragu.
"Ada masalah apa sayang?" tanya Bella.
"Lebih baik tunggu Azzam ke bawah dulu Tan." jawab Aya.
"Baik, Tante akan panggil Azzam." ucap Tante Bella.
"Biar aku aja ma." ucap Azzura yang kebetulan mendengar dari tangga.
Azzura berjalan menuju kamar saudara kembarnya. Dia memanggil Azzam yang sedang melamun di kamarnya.
"Zam ada Aya cari Lo."
"Aya, ngapain?" tanya Azzam kaget.
"Mana aku tau, emang aku peramal." jawab Azzura lansung menutup pintu kamar Azzam.
"Apa dia masih cari informasi lelaki itu? bagaimana jika dia tau? aduh bahaya " gumam Azzam sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Tidak sampai sepuluh menit Azzam sudah turun kelantai satu. Perasaannya merasa tidak enak dengan kedatangan wanita ini.
"Duduk zam." ucap papanya.
Azzam duduk tidak jauh dari papanya. Sedangkan Aya duduk di sebelah mamanya Azzam yaitu Tante Bella.
"Ada apa ai? Tante merasa ini kabar yang tidak baik." ucap Tante Bella.
"Sebelumnya aku minta maaf jika kedatanganku mengganggu semuanya, tapi aku harus sampaikan agar semua mendapatkan yang terbaik." ucap Aya dengan yakin.
"Cerita lah, apa Azzam melakukan hal yang tidak baik?" tanya mamanya.
"Kenapa mama bicara seperti itu?" tanya Azzam.
"Karena mama melihat ada yang berbeda dengan dirimu belakangan ini." ucap mamanya.
"Azzam telah melakukan pemerkosaan terhadap sahabat saya Shena Tan, om." ucap Aya.
"Astaghfirullah Azzam, apa yang kamu lakukan?"tanya mamanya.
"Apa benar itu Azzam?" tanya papanya dengan tegas.
Azzam bingung harus bicara apa kepada kedua orang tuanya. Dia juga yakin bahwa Aya sangat akan membencinya karena mengira dia bejat.
"Waktu itu aku mabuk pa." ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
"Mabuk, astaghfirullahaladzim Azzam, beraninya kamu meminum minuman haram itu." ucap mamanya semakin histeris.
Azzam juga bingung kenapa dia nekat meminum minuman haram itu. Dalam hidupnya itu baru pertama melakukannya.
"Kamu yakin wanita itu tidak sedang menjebak dia Aya?" tanya papa Azzam kepada Aya.
"Shena bukan wanita seperti itu om, melihat videonya Azzam lah yang datang lalu membawa wanita itu ke kamarnya."
"Maaf Ai soalnya om Alan pernah dulu di jebak oleh wanita, lalu ngakunya hamil, ternyata bukan anak om Alan." ucap Tante Bella.
"Shena bukan wanita seperti itu Tante, aku bisa jamin,aku kecewa dengan Azzam, udah tau tapi berusaha menyembunyikannya." ucap Aya.
"Apakah anak itu sudah lahir?" tanya om Alan.
"Sudah, Shena sangat takut waktu itu memberi tau kita karena takut kita tidak akan percaya dia, makanya dia memilih pergi." ucap Aya.
"Kamu nikahi dia Azzam." perintah papanya.
"Pa apakah tidak tes DNA dulu, baru bertanggung jawab karena bisa jadi itu milik lelaki lain." ucap Azzam.
"Shena bukan wanita seperti itu Azzam." sangkal Aya dengan cepat.
"Nggak,semua salah kamu, kenapa kamu menyentuh minuman haram itu, tidak ada keluarga kamu yang mengajarkan." ucap om Alan.
"Aku selama ini tetap taat pa, tapi Aya tetap tidak memilih aku, aku kecewa hari itu karena di permalukan oleh Aya, dia menolak aku sebagai penggantinya, dan lebih memilih asisten itu." ucap Azzam agak emosi.
"Berati Aya bukan jodoh kamu." ucap Tante Bella.
"Apapun alasannya kamu tidak di perbolehkan meminum minuman itu, harusnya kamu paham hal itu." ucap om Alan.
"Nikahi secepatnya sahabat Aya, cari dia dan temukan dia secepatnya." perintah papanya sudah tidak bisa di bantah lagi.
"Bagaimana jika aku tidak setuju pa?" tanya Azzam.
"Kali ini papa sedang tidak meminta pendapat kamu." ucap papanya dengan tegas.
"Kami tidak saling mencintai pa, apa jadinya nanti pa rumah tangga tanpa ada landasan." jawab Azzam lagi.
"Lalu bagaimana dengan anak Shena? apa kamu pernah berpikir ke sana?" tanya Aya geram melihat lelaki itu.
"Ya, kamu tau rasanya hidup dengan orang yang tidak kita cintai, kamu aja pernah kabur." ucap Azzam.
"Buktinya kami disatukan lagi, mungkin memang Shena jodoh kamu, percayalah cinta akan tumbuh karena kebiasaan." ucap Aya mencoba meyakinkan Azzam.
Dia tidak ingin anak Shena besar tanpa sosok seorang ayah.
"Aya benar zam, kami tidak pernah membesarkan kamu menjadi lelaki yang tidak bertanggung jawab, mungkin memang Shena jodoh kamu, kamu udah punya anak, dewasalah." nasehat papanya.
"Mulai besok kamu kasih anak buah kamu tugas untuk mencari anak dan wanita itu. Dan setelah itu kalian menikah." ucap mama Azzam Tante Bella.
"Nanti aku kasih tau alamatnya Tan, nanti aku tanyakan di mana keberadaan dia. " ucap Aya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments