Bab 2

POV Azzam

Beberapa tahun kemudian.

Aku ini lelaki yang ditinggal nikah oleh wanita idamanku. Wanita yang aku jaga sejak kecil ternyata lebih memilih menikah dengan seseorang.

Semenjak itu aku fokus menjalani bisnis papa. Aku tidak ingin menganggu kebahagiaan wanita itu.

Aku juga mendengar bawah wanita itu pergi meninggalkan rumah. Ketika aku mengikutinya keluar negeri, lagi - lagi aku agak kecewa karena wanita itu kembali ke mantannya.

Aku memantau wanita itu sesekali. Terkadang secara tidak sengaja aku menemui Alfa memantau wanita itu. Dan yang aku tau bahwa lelaki itu juga memperkerjakan Aya itu disana.

Setelah sekian lama akhirnya aku mencoba melupakan dia. Namun dalam perjalanan ada menuju rumah Aya tujuannya.

Di perjalanan aku kesal sendiri karena hampir saja menabrak seseorang wanita.

"Hey jika mau mati kelaut aja sana, jangan di sini, bikin repot aja." ucap ku sambil masuk kembali dalam mobil.

Aku memacu mobil keju rumah papa Abian. Keluarga ini salah termasuk sudah lama aku tidak temui mereka.

Sesampainya di sana bukan mendapatkan sambutan yang meriah. Akan tetapi Aku malah di berikan sebuah pukulan yang dahsyat oleg bang Daffin.

Aku bingung apa salahku sampai di pukul begini. Namun ternyata kesalahan ku fatal karena hampir menabrak Aya.

Aku lansung mencari Aya bersama abangnya Daffin. Namun lelaki yang menjadi suaminya lebih dulu menemuinya.

Setelah itu aku sadar bahwa Aya Memang bukan untuk diriku. Aku berpikir untuk ingin memulai hidup baru.

Lama setelah itu aku mendengar Aya dan Alfa sudha baikan. saya juga mendengar bahwa Aya di berikan sebuah perusahaan oleh om Abian.

Setelah Aya bekerja kamu berkomunikasi dengan biasa dengan Aya. Kali ini aku sudah menganggap dia sebagai adik sekaligus teman.

Ketika jam makan siang Aku dan Aya akhirnya pergi makan siang keluar. Kami sudah janjian dengan di kafe milik keluarga ku.

Kata wanita itu ada yang ingin dia tanyakan kepada ku mengenai kejadian waktu pernikahan dia. Entah apa yang mau ditanyakan wanita itu.Membuat penasaran saja.

Aya sudah duduk di depan ku. Aku yang di hubungi oleh Aya merasa senang. Karena memang sudah lama aku tidak makan siang bersama wanita ini.

"Kenapa kamu senang sekali nampaknya?" tanya Aya.

"Macam nggak tau aja, kamu sih memilih Alfa yang dingin itu, harusnya kamu pilih aku maka hidup kamu akan bahagia." ucap ku sambil tersenyum.

"Nggak ah, aku tidak habis pikir jika harus hidup di masa depan dengan kamu, bisa mati muda aku." jawab aya membuatku membelalakkan matanya.

"Mulut kamu jahat kali, kenapa seperti itu? aku kaya, aku ganteng, apa kurangnya aku?" tanya ku pura pura sedih.

"Kurang kamu banyak, buktinya kamu masih jomblo sampai sekarang." jawab Aya sambil tertawa mengejekku.

"Itu karena kamu, aku menolak wanita lain karena kamu." jawab ku tidak mau kalah.

"Jika aku nggak kenal kamu dari kecil mungkin aku tertarik dengan kamu, tapi ah aneh jika harus menikah dengan kamu, apalagi kamu agresif kali sama aku, aku nggak suka sama lelaki yang terlalu agresif." jawab wanita itu.

"Iya seleramu suka yang dingin - dingin, sama kayak tante Dita, apa nggak bosan kamu sama lelaki dingin, papa udah dingin, Abang juga." ucap ku membuat wanita itu agak emosi.

"Enak aja, papa dan abangku mana ada dingin, mereka yang paling hangat kepadaku." jawab Aya.

"Kamu tanya aja yang lain."

"Itu ke mereka yang bukan akrab dengan papa dan bang Daffin." jawab wanita itu tidak terima.

"Udah ah, ada keperluan apa kamu mengajak aku makan siang? tidak mungkin tidak ada udang di balik bakwan." ucap ku membuat Aya tersenyum.

"Ah kamu ngerti aku aja, aku mau minta tolong, kamu selidiki masalah yang terjadi di hotel kamu ketika hari pernikahan kamu." ucap Aya.

"Emang kenapa?" tanya ku bingung.

"Kamu kenal Shena kan?"

"Iya, Sahabat kamu itu." jawab ku dengan cepat.

"Kamu jangan bilang - bilang siapa-siapa, dia waktu itu ada masalah di hotel pas malam aku pesta di sana, aku mau menyelidiki kasus dia."

"Kamu bisa kasih tau detailnya?"

"Aku mau cari sesuatu, kamu bantu aku melihat seseorang yang masuk ke kamarnya." jawab Aya.

"Buat apa? kamu nggak boleh mencampuri urusan privasi seseorang."ucap ku sambil menasehatinya.

"Kamu nggak tau apa - apa, intinya kamu harus bantu aku, jika tidak aku akan ngambekin kamu selamanya."jawabnya mengancam aku.

Selalu seperti itu dan lucunya aku akan menurut.

"Biarin aja, toh udah istrinya orang."jawab ku tersenyum mendengar wanita itu mengancamku.

"Ayolah bantu aku Azzam." ucap Aya memegang tangan kanan ku sambil memasang wajah imutnya.

"Nggak usah sok imut." ucap ku mengacak rambut Aya.

Saat kejadian tersebut senyum di wajah Aya menghilang. Dia melihat Alfa dan seorang wanita sedang duduk di meja yang tidak jauh dari kami.

Aku melihat tatapan mata Aya dan Alfa bertemu. Namun ketika baru saja bertemu Alfa mengalihkan pandangannya. Dia nampak datar seperti biasa.

"Sibuk sama itu wanita sampai nggak bisa kekantor." ucap Aya dengan bergumam.

Aku memperhatikan arah tatapan Aya. Lelaki itu lansung melepas tangan wanita itu karena suaminya melihat ke arah mereka dengan dingin.

"Sana samperin suami kamu, nanti dia salah paham karena melihat kita " nasehat ku dengan tersenyum.

"Malas ah, dia nampak sibuk dengan wanita itu." jawab Aya.

"Kamu cemburu?emang itu siapanya? pacarnya ya? soalnya semenjak kamu pergi mereka tampak akrab sekali, bahkan wanita itu rela mengasuh anak kalian. cerita ku kepada Aya.

"Mungkin dia suka sama Alfa." jawab Aya dengan sambil meminum minumannya.

Alfa dan wanita itu nampak meninggalkan kafe. Hal itu semakin membuat Aya marah. Aku melihat kemarahan di wajahnya.

"Dia berubah lagi?" tanya Aya lebih tepatnya bicara sendiri.

"Ngomong apa tanyaku lagi?"

"Nggak apa-apa, tolong selidiki kasus ini, aku mohon sama kamu karena ini menyangkut nasib sahabat aku." ucap wanita itu.

"Kenapa kamu tidak minta tolong sama Alfa atau bang Daffin aja?" tanyaku kepadanya.

"Karena aku percaya kamu, aku yakin bahwa kamu bisa mencari tau ini." jawab Aya.

"Baiklah, akan aku bantu sebisa mungkin." jawab Azzam.

"Secepatnya kabari aku ya Zam." ucap Aya tersenyum manis.

"Kamu benaran nggak apa-apa?" tanyaku saat menyadari ada perbedaan melihat wajahnya.

Setelah melihat suaminya sedang keluar bersama teman wanitanya membuat wanita itu nampak murung.

Like, dan komen ya, terima kasih kepada pembaca setia***.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!