Bab 4

Shena Rania adalah sahabat dari Aya Shopia Arkarna. Mereka sudah bersahabat sejak lama. Tidak ada yang memisahkan keduanya.

Bahkan wanita ini juga yang mendampingi saat pernikahan Aya dengan Alfa.

Tapi setelah hari pernikahan Aya dia memilih pergi jauh. Dia lebih memilih pergi menjauh untuk melindungi dirinya sendiri.

Di sinilah Shena saat ini, duduk sambil merenungi apa yang terjadi di masa lalu.

Shena duduk di jendela rumah memandang pemandangan sawah yang luas. Memandang sawah yang begitu luas membuat seketika menghilangkan kejenuhan.

"Mikirin apa? kok melamun di situ?" tanya seorang wanita kepada Shena sambil mengendong seorang anak lelaki.

"Nggak apa-apa, cuma enak aja menatap sawah yang luas." jawab Shena sambil tersenyum manis.

"Tadi aku ketemu sama Rio, katanya dia titip salam sama kamu, kayaknya dia suka kamu deh." ucap Lili sambil tersenyum.

"Mana mungkin dia suka ibu beranak satu, jika yang disukai itu kamu baru itu cocok." jawab Shena merenda.

"Kata siapa, walaupun ibu beranak satu, tapi nggak kalah sama anak gadis kok, buktinya Rio termehek-mehek sama kamu." ucap Lili.

"Biar ajalah, aku nggak berniat dekat dengan siapapun." jawab Shena.

"Sampai kapan kamu mencari ayah sambung untuk Fatih, ayolah move on."

"Apa yang di move on in? aku tidak sedang melupakan siapa - siapa." ucap Shena.

"Kamu tidak memikirkan ayah dari Fatihkan?" selidik Lili.

"Nggak lah, ngapain aku mikirin dia?"

"Kamu benar tidak bilang ke dia tentang keberadaan Fatih?" tanya Lili lagi.

"Siapa yang percaya, dia juga orang berpengaruh di negara kita, aku ini cuma siapalah, aku juga tidak berharap dia tau, karena jika keluarga dia tau, pasti akan mengambil Fatih dari aku."

"Sekejam itukah?" tangan Lili.

"Udahlah, nggak penting juga bahas dia." jawab Shena dengan malas.

"Ya sudah, jadi tidak salahkan membuka hati buat yang lain?" tanya Lili lagi.

"Emang siapa sih?" tanya Lili masih penasaran.

"Belum waktunya." jawab Shena ragu.

"Siapa na? kamu nggak percaya sama aku?"

"Kamu tau Azzam Adha, itu lelaki yang menjadi ayah Fatih." jawab Shena.

"Kamu Serius?" tanya Lili tidak percaya.

"Emang ada tampang saya bercanda?" tanya Shena agak kesal.

"Diakan termasuk jajaran orang terkaya, kenapa kamu tidak memanfaatkan kesempatan mungkin." ucap Lili.

"Nggak usah,Aku masih bisa menghidupi anakku nanti." jawab Shena.

"Jika tidak cari lelaki lain."

"Belum niat dekat sama siapapun." ucap Shena menatap sawah itu lagi sambil membuang nafas.

Bagaimana dia bisa menjalin suatu hubungan jika dia masih takut dengan lelaki. Dia tidak ingin salah memilih dalam menikah.

Drdrdrsr

"Aya?" tanya Shena bicara sendiri.

"Sahabat kamu yang di kota?" tanya Lili.

Shena menganggukkan kepalanya. Dia menjawab telpon dari Aya.

"Hallo, Assalamualaikum." ucap Shena.

"Waalaikumsalam, kamu apa kabar?" tanya Aya dengan senang di seberang sana.

"Alhamdulillah baik, kamu gimana?" tanya Shena.

"Alhamdulillah baik juga, kapan pulang? aku kangen kamu."

"Belum tau."

"Ya udah, aku saja yang ke tempat kamu tinggal sekarang, anggap refreshing sambil lepas kangen." bujuk Aya dengan lembut.

"Boleh, nanti aku kirim alamat, tapi apa boleh sama suami kamu?" tanya Shena.

"Apa aku bawa aja dia sekalian ke sana ya?"

"Jika kamu bawa apa serunya? tapi jika dia tidak boleh mana boleh kamu ketempat aku." ucap Shena.

"Nanti aku pikirkan lagi, intinya aku tetap berangkat walaupun suamiku tidak jadi berangkat.

"Baik, di tunggu."

"Bye, assalamualaikum."

"waalaikumsalam."

Mereka kembali ke aktivitas masing.Shena mengambil Fatih Dari Lili. Setelah itu dia mencium pipi Fatih sampai puas.

Awal Shena ke sini karena ingin bekerja sambil melarikan diri dari keluarga besarnya. Namun ia bertemu dengan Lili yang kebetulan orang Sana.

"Assalamualaikum." ucap ibu Lili baru saja datang dari luar.

"Waalaikumsalam, ibu dah pulang?" tanya Lili senang.

"Iya, tadi udah beli ini untuk di masak, ayo sana masak untuk makan siang." ucap ibu Lili yang bernama Lia.

"Ya udah biar Lili aja yang masak." ujar Lili mengambil bahan masakan yang ada di tangan ibunya.

Setelah ibu Lia mencuci tangan, dia segera mengendong Fatih. Ibu Lia memang senang dengan kehadiran Fatih membuat rumahnya semakin ramai.

"Aku bantu Lili ya Bu." ucap Shena.

"Bantulah, biar Fatih sama neneknya." ucap Ibu Lia.

"Buk nanti izin ada teman yang datang berkunjung ke sini, mungkin dia nginap di sini juga." ucap Shena meminta izin kepada pemilik rumah.

"Iya, kamu kayak sama yang lain aja." ucap ibu Lia.

"Terimakasih Bu."

****************

Azam sedang duduk di ruang tamu setelah Aya pulang. Dia nampak sedang di nasehati oleh mama dan papanya.

"Cari dia sampai dapat, jika tidak jangan harap kamu anggap anak." ucap mama Bellah.

"Ya ma." ucap Azzam mengiyakan ucapan mamanya.

"Jangan hanya iya di mulut, tapi prosesnya nggak si cari." ucap sang mama lagi.

"Iya ma, aku janji, tapi aku mohon jangan nikahi dia secepatnya.." ucap Azzam membuat Nana.x

"Jawab dan cari secepatnya." perintah mama Bella akhirnya berjalan meninggalkan Azzam sendirian.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!