Bab 15

Azzura sedang di atas ranjang sambil menyadarkan kepalanya yang terasa agak pusing. Entah kenapa sejak pulang dari pesta kepalanya terasa berat. Ia juga merasa ada yang tidak dengan perutnya.

"Apa salah makan kali ya? kok pusing kali." ucapnya sambil memijit kepalanya dengan minyak kayu putih.

Trakkkk

Pintu terbuka dengan keras menampakkan Ken berdiri di sana. Azzura hanya diam karena ia tau bahwa lelaki itu akan marah kepadanya.

"Ngomong apa kamu sama Claudia?" tanya Ken setelah menutup pintu kamarnya.

"Jika kamu sudah dengar dari dia kenapa kamu harus tanya saya?" tanya Azzura dengan lantang.

Ken merasa dari cara menjawab Azzura menunjukkan menjaga jarak darinya.

"Aku bertanya kepada kamu? apa yang kamu ucapkan kepada Claudia? kamu tau nggak ucapan kamu menyakiti hatinya."

"Menyakiti hatinya? lalu gimana dengan hati aku yang telah kamu duakan?" tanya Azzura dengan senyum mengejek.

"Aku peduli dengan Claudia, aku selalu peduli dengan Claudia." ucap Ken.

"Jika kamu peduli dengan dia,kenapa bukan dia aja yang kamu nikahi? kenapa kamu datang melamar aku?" tanya Azzura merasakan sakit yang begitu dalam.

Suaminya masih berani mengatakan bahwa ia masih peduli dengan mantannya, bahkan lelaki itu tidak mempedulikan perasaannya sebagai istri.

"Jika keluarga ku menyetujui, maka aku tidak akan melamar kamu." ucapan Ken menyisakan kepedihan begitu dalam.

"Baik, biarkan aku yang pergi, silahkan kamu mau menikahi dia atau cuma kamu jadikan buang nafsumu, aku tidak peduli, kembalikan aku kepada orang tuaku."

"Jangan harap, mama dan papa tidak akan menyetujui, itu akan membuat kesehatan papa memburuk, papa lagi sakit." ucap Ken.

"Apa mau kamu Ken? kamu sendiri yang memilih jalan itu, aku nggak bisa hidup dengan lelaki yang telah menduakan aku."

"Aku tidak peduli, aku tetap tidak akan menceraikan kamu."

"Egois kamu Ken."

"Terserah kamu, sekali lagi kamu menyakiti perasaan Claudia, maka aku tidak akan segan-segan menyakiti kamu, atau menghukum kamu." ucap Ken berlalu keluar dari kamar.

Air mata Azzura menetes setelah Ken pergi. Ia tidak menyangka bahwa suaminya adalah lelaki yang egois dan kejam. Jika dia tidak menginginkan dirinya, harusnya ia tinggalkan dirinya.

Tiba - tiba kepala Azzura pusing sekali. Rasanya ia sudah tidak bisa menahannya. Azzura mencoba menelpon asistennya Ken.

"Tolong kamu datang ke rumah, aku sedang tidak enak badan."

"Baik nyonya."

Azzura tidak punya pilihan kecuali menghubungi asistennya Ken. Dia tidak mungkin menelpon mama Ken karena sedang membawa papanya Ken berobat ke luar negri. Sedangkan untuk menghubungi Ken, rasanya ia malas sekali.

Tidak sampai 20 menit akhirnya asistennya Ken datang. Reno nampak begitu kuatir dengan keadaan istri bosnya.

"Ibu kenapa?" tanya Reno.

"Kepala saya pusing sekali, tolong bawa aku kerumah sakit." ucap Azzura.

"Baik nyonya."

Azzura berjalan menuju mobil Reno dengan perlahan. Reno membawa istri bosnya ke rumah sakit terdekat.

Azzura beruntung karena asisten suaminya tidak membawanya kerumah sakit milik keluarga Kusuma.

"Ini kenapa?" tanya Dokter memeriksa Azzura.

"Kepala saya pusing sekali dok, perut saya agak mual."

"Kapan ibu terakhir datang bulan?" tanya sang Dokter wanita itu.

Azzura mencoba mengingatnya kapan terakhir dia datang bulan. Dia baru menyadari bahwa dirinya sudah terlambat dua minggu.

"Saya sudah terlambat dua Minggu dok."

"Sepertinya kemungkinan anda hamil, baik saya akan periksa dengan tespek." ucap sang dokter.

"Sus tolong ambilkan saya tespek."

Tidak berapa lama suster kembali membawakan sebuah tespek. Azzura lansung masuk ke kamar mandi.

Sedangkan Reno berdiri menunggu sang nyonya keluar dari kamar mandi. Dia berharap bahwa ini akan jadi berita baik untuk tuannya. Akan tetapi ia juga kuatir jika wanita memang hamil. Dia takut bosnya masih tidak berubah.

Azzura memasukkan tespek tersebut ke dalam urinenya. Azzura agak berdebar - debat. Ada harapan ingin mengandung akan tetapi mengingat sikap suaminya membuat ia sedikit takut. Dia takut anaknya tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya sepenuhnya. Ia takut hamil di ambang perceraiannya.

Matanya terbelalak saat garis dua itu muncul dengan jelas. Entah apa yang ia rasakan saat ini. Ia senang sekali dengan kehadiran sang anak didalam perutnya. Namun entahlah, hatinya tetap merasa tidak tenang.

Azzura keluar dengan wajah datar dan pucat pasi. Reno menatap wanita itu seperti tidak ada gairahnya.

Azzura memberikan tespek tersebut kepada dokter. Dokter melihat hasil tespek tersebut.

"Alhamdulillah, selamat bapak dan ibu akan jadi orang tua." ucap sang dokter.

Reno hanya terdiam ketika sang dokter mengira dirinya adalah suami Azzura. Sedangkan sang dokter merasa aneh karena keduanya sama-sama terlihat tidak bahagia.

"Maaf sepertinya bapak/ ibu tidak bahagia dengan kehadiran anak ini." ucap sang dokter.

"Maaf dok, saya bukan suaminya?"

"Anda pacarnya?"

"Bukan dok."

"Jadi???"

"Ini istri bos saya, terima kasih infonya dok, pasti bos saya akan senang sekali dengan berita menggembirakan ini,karena bos saya Ken Mahesa sedang tidak ada di tempat makanya tidak bisa menemani." jawab Reni dengan sopan.

"Ken Mahesa? jadi ini putri keluarga Alan Adha dan cucu keluarga Kusuma?" tanya dokter kaget.

"Ia dok."

"Saya tidak menyangka bisa memeriksa seorang keturunan Kusuma, padahal keluarga kalian terkenal dengan rumah sakitnya."

"Ini kami memilih rumah sakit terdekat, terima kasih atas pujiannya." jawab Azzura sambil memaksakan tersenyum.

"Kami permisi dok." ucap Reno.

Azzura berdiri dari duduknya mengikuti Reno. Mereka berjalan menuju mobil. Tubuh Azzura memang sedang tidak baik. Tapi ia tidak mau di rawat di rumah sakit.

Setelah sampai di mobil Reno lansung membawa mobilnya. Azzura ingin Reni tidak memberi tau bosnya tentang kehamilan ini.

"Ren,saya minta tolong jangan beritahu Reno dulu." ucap Azzura.

"Kenapa nyonya? bukankah ini akan menjadi kabar yang bahagia bagi pak bos nyonya." ucap Reno tidak percaya dengan permintaan istri bosnya itu.

"Kamu pasti tau apa yang terjadi, aku tidak ingin anakku jadi korban kebenciannya kepadaku."

"Kenapa bos harus benci nyonya?"

"Seharusnya kamu tau jawabannya sendiri, bos kamu telah menduakan saya, kamu tau bahkan mereka ngapain saja, mungkin kamu sendiri yang menceritakan mereka hotel ketika di luar negeri." ucap Azzura berlinang air mata.

Selama ini dia di bohongin oleh suami dan Asisten suaminya. Pernikahannya yang baru seumur jagung tapi berakhir dengan penghianatan.

Reno juga merasa bersalah kepada wanita yang duduk di belakangnya. Namun ia tidak punya pilihan. Ia tidak mungkin bisa mencegah bosnya itu. Bisa - bisa ia kena pecat.

"Baiklah nyonya, saya akan mencoba merahasiakannya, saya harap nyonya bersabar, semoga pak bos cepat sadar nyonya."

"Tapi saya tetap tidak bisa memaafkan apa yang dia perbuat, meski saya mencoba memaafkan suatu hari nanti, saya rasa saya tidak bisa lagi untuk bersamanya."

"Kasihan pak bos nyonya, dia dilema."

"Lalu jika bos kamu adalah orang yang paling kasihan, bagaimana dengan aku, bos kamu sudah bersama dengan cintanya, bahkan saya yakin malam ini dia pulang ke rumah wanita itu." jawab Azzura.

Reno hanya terdiam tidak menjawab ucapan istri bosnya. Karena memang bosnya sedang sibuk menenangkan wanita masa lalu dan selingkuhannya itu.

Terpopuler

Comments

Xyylva Xyylva

Xyylva Xyylva

Gak adil lah kalau azzura tetap disandingkan sama ken mahesa...logikanya thor suaminya beberapa kali berzinah.sekali aja suami ketahuan berzinah bisa depresia apalagi berkali kali berzinah sama wanita lain...yg ada hanya bawak virus thor

2022-11-27

2

Mego Me

Mego Me

tinggalkan aja Ken...tidak perlu memikirkan keadaan ibu bapa Ken...Ken sendiri selaku anak tidak memikirkan keadaan ibu bapanya...
benci aku sama Ken...tidak layak hidup...menyusahkan orang...😡

2022-10-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!